Advertisements

Apa itu Reksadana ? Salah Kaprah Pengertian Reksa Dana Sering Terjadi

Advertisements

Apa itu Reksadana ? Reksa dana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk ditempatkan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Namun, meskipun produk ini paling direkomendasikan Perencana Keuangan, Reksadana belum populer di masyarakat. Salah satu sebabnya adalah Pengertian Reksadana yang masih disalahpahami dan literasi masyarakat yang masih rendah soal investasi di Reksa dana.

Tulisan ini ingin mengklarifikasi pengertian reksadana yang sering disalahartikan.

Mudah – mudahan penjelasan ini dapat memberikan pencerahan sehingga orang lebih paham produk ini dan mulai mau menempatkan simpanannya di reksadana untuk mendapatkan return investasi yang lebih optimal.

Apa yang Dimaksud Investasi

Sebelum membahas pengertian Reksadana secara lebih rinci, pertanyaan pertama adalah apa yang dimaksud investasi dan kenapa kita harus melakukan.

Apa yang dimaksud investasi adalah mengumpukan uang untuk disimpan dengan ditempatkan pada instrumen keuangan tertentu demi mengharapkan kenaikkan nilai di masa depan.

Kenapa harus investasi ?

Advertisements

Guna mencapai tujuan dan rencana keuangan, seperti dana pendidikan, dana pensiun dan dana darurat.

Reksadana adalah salah satu instrumen investasi.

Pengertian Reksadana

Investasi Reksadana

Apa itu Reksadana ?

Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Manfaat Reksadana adalah sejumlah keunggulan.

Advertisements

Apa itu Portfolio Efek?

Kumpulan efek, yaitu surat berharga seperti saham, obligasi, surat berharga, deposito dan lain –  lain, dimana reksadana menempatkan investasi dan merupakan kekayaannya.

Dengan portfolio artinya reksadana harus melakukan diversifikasi investasi ke berbagai instrumen, tidak boleh terkonsentrasi. Misalnya reksa dana saham harus berinvestasi di berbagai perusahaan dan tidak boleh hanya pada satu saham saja.

Apa itu Manajer Investasi?

Mereka adalah pihak yang mengelola portofolio Efek berdasarkan kebijakan investasi yang sudah disepakati dan bertanggungjawab atas kinerja reksadana. Misalnya, manajer investasi memutuskan saham yang akan dibeli, dijual atau dipertahankan.

Investor membayar biaya jasa ke manajer investasi. Ada standard kualifikasi minimum yang ditetapkan oleh regulator untuk menjadi manajer investasi karena strategisnya peranan manajer investasi.

Baca: Peran dan Fungsi Manajer Investasi

Reksadana ditawarkan kepada calon investor oleh manajer investasi.

Manajer investasi membuat dokumen yang disebut prospektus dimana di dalamnya dijelaskan hal – hal penting, yaitu kebijakan investasi (strategi dan instrumen yang diinvestasikan oleh reksadana), legalitas dan pihak – pihak pendukung lain, seperti bank kustodian, akuntan dan kantor hukum.

Prospektus wajib dibaca oleh calon investor sebelum membeli reksadana.

Produk Mekanisme Reksa dana

Salah satu hal yang penting dipahami sebelum membeli Reksadana adalah Produk Reksadana.

Karena pemilihan jenis produk Reksadana harus cocok dengan Tujuan Keuangan Anda.

Jika Tujuan Keuangan tidak sesuai dengan produk Reksadana yang akan dibeli, itu sama saja Anda ingin ke Bandung tetapi mengambil jalan tol ke Lampung, tidak akan ketemu.

Apa itu jenis Reksadana ?

  1. Reksadana Pasar Uang
  2. Reksa dana Pendapatan Tetap
  3. Reksadana Dana Terproteksi
  4. Reksadana Campuran
  5. Reksadana Indeks
  6. Reksadana Saham

1) Reksadana Pasar Uang – Alokasi dana 100% pada instrumen pasar uang, seperti deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), atau Obligasi dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Keunggulan:

  • Hasil yang relatif stabil dan cenderung tidak fluktuatif. Sesuai untuk Anda dengan tujuan investasi jangka pendek (kurang dari satu tahun).
  • Likuid atau mudah dicairkan, pada umumnya T+2 (2 hari bursa pasar modal setelah instruksi pencairan)
  • Tidak ada biaya pembelian dan penjualan
  • Risiko yang relatif lebih kecil dibandingkan reksa dana lainnya

2) Reksa dana Pendapatan Tetap – Alokasi dana minimum 80% pada instrumen obligasi.

Keunggulan: Sesuai untuk Anda dengan tujuan investasi jangka menengah (1-3 Tahun) dan Terdapat pembagian keuntungan tunai atau tambahan unit penyertaan yang dibagikan berkala untuk beberapa reksa dana jenis ini.

3) Reksa Dana Terproteksi – Memberikan proteksi atas Nilai Investasi Awal dari pemegang Unit Penyertaan melalui mekanisme pengelolaan portofolionya dengan menginvestasikan dana pada Efek Bersifat Utang yang masuk kategori layak investasi (investment grade), sehingga nilai Efek Bersifat Utang pada saat jatuh tempo sekurang-kurangnya dapat menutupi jumlah nilai yang terproteksi

Keunggulan: Imbal hasil yang lebih terukur dalam jangka waktu investasi tertentu

4) Reksadana Campuran – Alokasi dana maksimal 79% untuk masing-masing instrumen pasar uang, obligasi, atau saham.

Keunggulan: Sesuai untuk Anda dengan tujuan investasi jangka menengah sampai panjang (3-5 Tahun) dan Alokasi aset lebih fleksibel sehingga lebih adaptif dengan kondisi pasar.

5) Reksadana Index (RDI) – Alokasi dana minimum 80%. Aset harus diinvestasikan sesuai dengan aset-aset pada indeks acuan, yang disebut dengan pengelolaan pasif, yaitu untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan indeks acuan, baik indeks obligasi maupun indeks saham. Mirip dengan Reksa Dana Terbuka, dapat dibeli dan dijual sewaktu-waktu di setiap hari bursa saham pasar modal.

Keunggulan: Sesuai bagi Anda yang menginginkan transparansi investasi dan memilih pengelolaan secara pasif untuk hasil yang lebh maksimal.

6) Reksadana Saham – Alokasi dana minimum 80% pada instrumen saham. Potensi pertumbuhan relatif tinggi karena bersifat agresif.

Keunggulan: Sesuai bagi Anda dengan tujuan investasi jangka panjang (Diatas 5 tahun) dengan profil risiko yang agresif.

Profil Risiko Reksadana

Profil risiko reksadana adalah gambaran tingkat resiko yang investor sanggup menanggung dalam berinvestasi di Reksadana.

Penting sekali buat Anda yang akan menanamkan uang di Reksadana untuk mengetahui profil resiko Anda. Berdasarkan profil resiko tersebut Anda memilih jenis Reksadana yang akan disusun dalam portfolio.

Secara umum, profil resiko reksadana bisa dibentuk dalam 3 jenis, yaitu konservatif, moderat dan agresif.

  • Konservatif menanamkan uang mayoritas di Reksadana Pasar Uang.
  • Moderat menanamkan uang mayoritas di Reksadana Campuran.
  • Agresif menanamkan uang mayoritas di Reksadana Saham.

Menentukan profil resiko dilakukan dengan menjawab serangkaian pertanyaan atau kuesioner.

Laporan Reksadana

Dalam investasi reksa dana yang Anda perlu memahami dan membaca adalah sejumlah laporan penting yang membahas kinerja dan operasional Rekadana, yaitu:

  1. Prospektus Reksadana
  2. Laporan Keuangan dan Tahunan (Annual Report)
  3. Fund Fact-Sheet

#1 Prospektus Reksadana

Apa itu Prospektus Reksa dana yang Anda perlu baca ?

Prospektus adalah setiap pernyataan yang dicetak atau informasi tertulis yang digunakan untuk Penawaran Umum Reksa Dana dengan tujuan pemodal membeli Unit Penyertaan pada Reksa Dana, kecuali pernyataan atau informasi yang berdasarkan peraturan OJK yang dinyatakan bukan sebagai Prospektus.

Singkatnya, prospektus menguraikan segala hal soal instrumen investasi yang penting di Reksa dana dan karena itu Anda wajib baca sebelum melakukan investasi di Reksa dana tersebut.

#2 Laporan Keuangan dan Tahunan

Setiap tahun, Reksadana yang dikelola Manajer Investasi harus membuat Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan.

Laporan Keuangan harus di audit oleh Kantor Akuntan Publik.

#3 Fund Fact-Sheet

Reksadana yang dikelola Manajer Investasi setiap bulan merilis Fund Fact Sheet Reksadana buat pemegang unit atau calon investor.

Fund Fact Sheet menunjukkan kinerja Reksa dana yang ditunjukkan setiap bulan, alokasi di instrumen investasi yang material, biaya reksadana dan hal – hal penting lain soal Reksadana.

Biaya Reksadana

Dalam pengelolaan Rekadana terdapat sejumlah biaya. Namun, biaya tersebut tidak semuanya ditanggung oleh Anda sebagai pemodal di Reksadana, tetapi biaya dibagi sebagai berikut:

Biaya yang menjadi beban Manajer Investasi:
1) biaya persiapan;
2) biaya administrasi;
3) biaya pemasaran;
4) biaya pencetakan; dan
5) biaya distribusi Prospektus pertama kali.

Biaya yang menjadi beban ReksaDana:
1) biaya pengelolaan Manajer Investasi;
2) biaya Bank Kustodian;
3) biaya asuransi, jika ada;
4) biaya transaksi;
5) biaya pembaharuan Prospektus dan pendistribusiannya;
6) biaya-biaya atas jasa auditor yang memeriksa Laporan Keuangan
Tahunan Reksa Dana; dan
7) biaya-biaya lain yang ditetapkan dalam kontrak

Biaya yang menjadi beban pemodal:
1) biaya penjualan, jika ada;
2) biaya pembelian kembali (pelunasan), jika ada;
3) biaya transfer pembelian kembali (pelunasan), jika ada; dan
4) pajak yang berkenaan dengan pemodal, jika ada.

Manajer Investasi menjelaskan dalam prospektus Reksadana soal pembagian dan berapa biaya tersebut diatas.

Salah Paham Cara Investasi Reksadana

Karena instrumen yang relatif baru dikenal di masyarakat kita, produk reksa dana yang seringkali disalahpahami berujung pada keengganan menempatkan dana pada instrumen ini.

Kita akan lihat beberapa kesalahpahaman yang paling sering muncul dan penjelasan untuk meluruskannya, yaitu:

1. Reksadana adalah jenis instrumen yang keuntungan berfluktuasi dan berisiko tinggi sehingga sebaiknya dihindari. Lebih baik memilih tabungan atau deposito yang aman dan keuntungannya pasti.

Produk Reksadana adalah instrumen investasi. Setiap investasi memiliki risiko, ingat adagium ‘high return high risk’. Agar menghasilkan keuntungan, investasi HARUS menyerap risiko.

Jika ada pihak yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko, anda harus waspada, karena mustahil ada instrumen semacam itu.

Risiko yang dimiliki oleh produk reksadana yang sebenarnya adalah konsekuensi logis dari keuntungan yang diberikan. Nilai investasi di reksadana yang berfluktuasi – kadang naik, kadang turun mengikuti perkembangan nilai efek dalam portfolio – bukanlah kelemahan reksadana.

Itu memang nature dari sebuah produk investasi.

Jadi, kalau menghindari risiko, implikasinya anda tidak bisa menikmati keuntungan. Ini yang terjadi dengan tabungan dan deposito.

Pemikiran bahwa tabungan atau deposito lebih aman adalah hal yang tidak tepat dan menjerumuskan. Definisi aman harus diperjelas dahulu.

Benar bahwa dengan tabungan anda PASTI menerima tingkat keuntungan yang sudah dijanjikan. Namun, keuntungan tabungan atau deposito sungguh rendah, saat ini berkisar di 3% – 5% per tahun.

Dengan tingkat keuntungan sebesar itu, anda menghadapi risiko yang lebih besar, yaitu:

  • Tabungan tidak akan cukup membiayai pendidikan dengan kenaikkan uang sekolah sekitar 15% – 20% tiap tahun.
  • Dana pensiun tidak akan cukup jika ditempatkan di deposito karena keuntungan deposito lebih rendah dari kenaikkan inflasi biaya hidup yang 6% setahun.

Reksadana menawarkan berbagai macam produk dengan tingkat keuntungan yang berbeda – beda sesuai tingkat risikonya.

Anda bisa memilih produk yang sesuai dengan risk appetite anda. Misalnya, reksa dana pasar uang memiliki risiko yang rendah, hampir sepadan dengan tabungan atau deposito, tetapi keuntungan reksadana pasar uang relatif rendah.

2. Proses Investasi Reksadana itu ribet, membutuhkan dana investasi yang besar dan tidak tahu memulainya.

Mungkin dahulu reksadana susah diakses. Tetapi tidak lagi sekarang.

Related Post

Sejak, manajer investasi bekerjasama dengan perbankan dalam mendistribusikan reksadana, Anda tinggal datang ke kantor cabang bank (yang kerjasama dengan manajer investasi) dan bisa membeli instrumen ini.

Hampir semua bank besar menjadi agen penjual Reksadana. Di bank, customer service siap menjelaskan  proses dan risiko investasi reksadana.

Misalnya, Reksadana BCA, Bank Mandiri serta Reksadana bank lainnya. Bahkan, situs e-commerce, yaitu Bukalapak, sudah menjual Reksadana Bukarekasa dengan investasi sangat terjangkau.

Ketentuan dari regulator bahwa nasabah harus paham manfaat dan risiko produk reksadana sebelum membelinya. Jadi, anda pasti akan dibantu ketika memilih produk ini.

Mana jenis Reksadan untuk pemula dan bagaimana menentukan jenis yang paling sesuai dengan tujuan keuangan. Hal tersebut dijelaskan jika membeli reksadana di bank, bahkan dengan simulasi keuntungan yang ditawarkan berdasarkan jenis Reksadana  yang dipilih.

Tidak hanya itu saja. Saat ini, anda bisa membeli dan menjual Reksadana secara online (simak: Cara Jual Beli Reksadana secara Online).

Artinya, anda tidak perlu datang ke bank tetapi bisa dari mana saja selama memiliki akses internet banking untuk membeli dan menjual reksadana. Namun, untuk pembukaan reksadana pertama kali, anda harus tetap datang ke kantor cabang bank.

Salah Paham Investasi Reksadana

Minimum investasi reksadana juga jauh dari besar. Bisa mulai berinvestasi Reksadana dari Rp 100 ribu. Jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan minimum penempatan dana di deposito.

Bagi Anda yang ingin sesuai ajaran Agama Islam, ada pula investasi Reksadana syariah. Jenis produk ini sedang populer dan naik daun karena tidak hanya menawarkan keuntungan tetapi juga ketenangan batin.

Moga – moga penjelasan soal manfaat, cara kerja, jenis serta pengertian reksadana ini bisa meluruskan dan memberikan pencerahan mengenai risiko investasi di reksadana secara lebih akurat dan proporsional.

Harapannya, masyarakat bisa mulai berinvestasi di reksadana karena banyak tujuan keuangan yang bisa digapai dengan Reksadana.

Robo Advisor Reksadana

Saya ingin memberikan update soal investasi Reksadana di 2019.

Khusus update ini relevan untuk investor millineal yang menurut saya paling cocok memulai investasi di Reksadana.

Salah satu layanan terbaru di 2019 soal cara investasi Reksadana adalah Robo Advisor.

Robo Advisor sebenarnya sudah umum di negara – negara yang sudah maju pasar modal reksadananya, tetapi baru masuk ke Indonesia di 2019.

Apa itu Robo Advisor ?

Fasilitas robo advisor memberikan rekomendasi portfolio Reksadana kepada investor sesuai dengan profil investor tersebut yang disampaikan dalam data – data yang diberikan investor sebelumnya.

Di Indonesia, saat ini sudah ada dua robo advisor, yaitu Ajaib dan Bibit.

Kedua perusahaan start-up robo advisor ini memberikan rekomendasi komposisi portfolio secara gratis kepada investor yang memberikan data mereka di aplikasi robo advisor.

Advertisements

Berikut ini adalah salah satu contoh rekomendasi yang diberikan Bibit Reksadana:

Investasi Reksadana di Robo Advisor

Dengan adanya bantuan robo advisor, calon investor tidak perlu pusing lagi memikirkan HARUS beli jenis reksadana apa karena pihak robo advisor yang akan menyajikannya.

Anda tinggal siapkan dana uang untuk investasi di Reksadana.

Pertanyaannya, bagaimana Robo Advisor – Ajaib dan Bibit – menentukan rekomendasi portfolio ?

Jangan khawatir karena keduanya menggunakan pendekatan Teori Modern Portfolio yang diperkenalkan oleh ekonom Harry Markowitz yang sudah terbukti dapat menjaga risiko yang muncul dan memaksimalkan keuntungan investor lewat diversifikasi.

Bagaimana cara investasi Reksadana lewat Robo Advisor, yang menurut saya, paling mudah dan praktis adalah:

Pertama, robo advisor mempelajari profil Anda sebagai calon investor dengan Anda mengisi kuesioner yang tersedia di aplikasi Robo Advisor.

Kedua, robo advisor membangun portfolio yang sesuai untuk Anda berdasarkan informasi profil Anda dan memberikan rekomendasi jenis Reksadana yang sebaiknya Anda beli sesuai dengan rekomendasi portfolio yang sudah dibangun berdasarkan profil Anda.

Ketiga, robo advisor memantau kinerja reksadana dan melakukan auto-rebalancing sesuai dengan kondisi profil investasi Anda seiring waktu.

Keunggulan memanfaatkan Bibit dan Ajaib untuk investasi reksadana Anda adalah sbb:

  • Gratis Biaya Komisi. Semua beli reksadana gratis biaya komisi.
  • Dana Investasi mulai 10 ribu. Anda bisa mulai dana serendah Rp10.000 dulu sampai kamu nyaman berinvestasi
  • Cairkan Investasimu Kapan Saja. Dana investasi dapat dicairkan kapanpun dengan cepat tanpa penalti.
  • Tidak Dipajak. Keuntungan dari Reksa dana bukan merupakan objek pajak. Berbeda dengan investasi properti ataupun emas.

Hukum Reksadana

Hukum Reksadana mengacu pada Undang Undang Pasar Modal Tahun 1992.

Dalam UU PM tersebut mengatur sejumlah mengenai kinerja dan pengawasan Reksadana.

Pengaduan Reksadana

Jika Anda sebagai Pemegang Unit Penyertaan Reksadana memiliki pengaduan atau komplain terkait Reksadana, Manajer Investasi wajib menangani pengaduan Anda tersebut, sebagaimana diwajibkan dalam Peraturan OJK.

Ada 3 hal yang perlu diatur oleh Manajer Investasi dan dicantumkan dalam prospektus Reksadana soal pengaduan di Reksadana, yaitu:

  1. Penyampaian Pengaduan
  2. Mekanisme Penyelesaian Pengaduan
  3. Penyelesaian Pengaduan

#1 Penyampaian Pengaduan

Pengaduan oleh pemilik Reksadana disampaikan kepada Manajer Investasi, yang wajib diselesaikan oleh Manajer Investasi dengan mekanisme sebagaimana dimaksud dalam Prospektus Reksadana.

Dalam hal pengaduan tersebut berkaitan dengan fungsi Bank Kustodian, maka Manajer Investasi akan menyampaikannya kepada Bank Kustodian, dan Bank Kustodian wajib menyelesaikan pengaduan dengan mekanisme sebagaimana dimaksud dalam Prospektus Reksdana.

Advertisements

#2 Mekanisme Penyelesaian Pengaduan

Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian akan melayani dan menyelesaikan adanya pengaduan Pemegang Unit Penyertaan. Penyelesaian pengaduan yang dilakukan oleh Bank Kustodian wajib ditembuskan kepada Manajer Investasi.

Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian akan segera menindaklanjuti dan menyelesaikan pengaduan Pemegang Unit Penyertaan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penerimaan pengaduan.

Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian dapat memperpanjang jangka waktu sebagaimana dimaksud diatas sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam SEOJK Tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan.

Advertisements

Perpanjangan jangka waktu penyelesaian pengaduan sebagaimana dimaksud poin diatas akan diberitahukan secara tertulis kepada Pemegang Unit Penyertaan yang mengajukan pengaduan sebelum jangka waktu berakhir

Manajer Investasi menyediakan informasi mengenai status pengaduan Pemegang Unit Penyertaan melalui berbagai sarana komunikasi yang disediakan oleh Manajer Investasi antara lain melalui website, surat, email atau telepon.

#3 Penyelesaian Pengaduan

Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian dapat melakukan penyelesaian pengaduan sesuai dengan ketentuan internal yang mengacu pada ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam SEOJK Tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan.

Dalam hal tidak tercapai kesepakatan penyelesaian Pengaduan sebagaimana dimaksud di atas, Pemegang Unit Penyertaan dan Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian akan melakukan Penyelesaian Sengketa.

Penyelesaian Sengketa Reksadana

Jika cara dengan penyelesaian pengaduan belum bisa memberikan hasil yang memuaskan, maka langkah selanjutnya adalah Anda sebagai pemegang unit penyertaan Reksdana bisa melakukan Penyelesaian Sengketa melalui Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (“BAPMI”) dengan menggunakan Peraturan dan Acara BAPMI dan tunduk pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, dengan cara sebagai berikut:

  1. Proses Arbitrase diselenggarakan di Jakarta, Indonesia dan dalam bahasa Indonesia;
  2. Arbiter yang akan melaksanakan proses Arbitrase berbentuk Majelis Arbitrase yang terdiri dari 3 (tiga) orang Arbiter, dimana sekurang kurangnya 1 (satu) orang Arbiter tersebut merupakan konsultan hukum yang telah terdaftar di OJK selaku profesi penunjang pasar modal;
  3. Penunjukan Arbiter dilaksanakan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak tidak tercapainya kesepakatan penyelesaian pengaduan dimana masingmasing pihak yang berselisih harus menunjuk seorang Arbiter;
  4. Selambat-lambatnya dalam jangka waktu 14 (empat belas) Hari Kalender sejak penunjukan kedua Arbiter oleh masing-masing pihak yang berselisih, kedua Arbiter yang ditunjuk pihak yang berselisih tersebut wajib menunjuk dan memilih Arbiter ketiga yang akan bertindak sebagai Ketua Majelis Arbitrase;
  5. Apabila tidak tercapai kesepakatan dalam menunjuk Arbiter ketiga tersebut, maka pemilihan dan penunjukan Arbiter tersebut akan diserahkan kepada Ketua BAPMI sesuai dengan Peraturan dan Acara BAPMI;
  6. Putusan Majelis Arbitrase bersifat final, mengikat dan mempunyai kekuatan hukum tetap bagi para pihak yang berselisih dan wajib dilaksanakan oleh para pihak. Para pihak yang berselisih setuju dan berjanji untuk tidak menggugat atau membatalkan putusan Majelis Arbitrase BAPMI tersebut di pengadilan manapun juga;
  7. Untuk melaksanakan putusan Majelis Arbitrase BAPMI, para pihak yang berselisih sepakat untuk memilih domisili (tempat kedudukan hukum) yang tetap dan tidak berubah di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Jakarta;
  8. Semua biaya yang timbul sehubungan dengan proses Arbitrase akan ditanggung oleh masing-masing pihak yang berselisih, kecuali Majelis Arbitrase berpendapat lain; dan
  9. Semua hak dan kewajiban para pihak yang berselisih akan terus berlaku selama berlangsungnya proses Arbitrase tersebut.

Reksadana Online

Seiring kemajuan teknologi finansial – fintech – penjualan reksadana sudah tidak lagi dilakukan secara offline, datang ke kantor cabang.

Sekarang, eranya Reksadana Online, yaitu pembelian Reksadana yang cukup dilakukan lewat aplikasi online dengan cara mudah, murah dan terjangkau.

Saya menyarankan Anda yang ingin investasi Reksadana untuk melakukan secara online karena banyak manfaatnya, antara lain adalah:

  1. Gampang Diakses. Aplikasi online sangat mempermudah proses melakukan investasi tanpa perlu datang atau tatap muka.
  2. Minimum Investasi Terjangkau. Umumnya, syarat jumlah investasi di online cukup rendah terjangkau sehingga tidak menghalangi Anda yang punya dana terbatas untuk memulai investasi.
  3. Cepat. Proses investasi menjadi cepat karena semua dilakukan secara online.
  4. Edukasi Investasi. Tersedia banyak bahan edukasi yang mudah diakses secara online dan dengan edukasi yang baik proses investasi menjadi bisa dilakukan dengan lebih tepat.
  5. Monitoring Investasi. Investasi online memungkinkan Anda memantau portfolio investasi secara real-time, serta lebih mudah dan lebih cepat.

Statistik Reksadana Terbesar

Apakah Reksadana populer dan berapa assetnya ?

Mari kita lihat statistiknya dari data OJK sebagai otoritas pengawas Reksadana.

Jumlah investor di Reksadana mencapai 1.3 juta investor.

Menurut data OJK per Nov 2019, total dana ditempatkan di reksadana mencapai Rp 544 Triliun dengan 1,997 jenis Reksadana dan 98 Manajer Investasi yang tercatat di OJK.

Jenis Reksadana yang terbesar dana kelolaan adalah Reksadana Terproteksi Rp 155 Tr, Reksadana Saham Rp 137 Tr, Reksadana Pendapatan Tetap Rp 119 Tr dan Reksadana Pasar Uang Rp 69 Tr.

Apa Top 10 Reksadana berdasarkan jumlah dana ?

OJK memiliki data tersebut dan berikut ini data 10 besar Reksadana di Indonesia per Nov 2019 menurut statistik Reksadana OJK, yaitu:

  1. Schroders Dana Prestasi Plus dengan jumlah dana Rp 14 Tr
  2. DANAMAS STABIL dengan jumlah dana Rp 7.9 Tr
  3. MANDIRI INVESTA PASAR UANG dengan jumlah dana Rp 7.6 Tr
  4. EASTSPRING IDR FIXED INCOME FUND KELAS B dengan jumlah dana Rp 6.6 Tr
  5. BATAVIA DANA SAHAM dengan jumlah dana Rp 5.5 Tr
Total Dana Kelolaan Reksdana OJK Nov 2019

Tanya Jawab Reksadana

  1. Apa itu Reksadana ?

    Menurut UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 27, Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal dan untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

  2. Apa saja jenis Reksadana ?

    1. Reksadana Pasar Uang
    2. Reksadana Pendapatan Tetap
    3. Reksa dana Campuran
    4. Reksadana Saham

  3. Kenapa pilih investasi Reksadana ?

    Mudah: Tidak perlu pengetahuan mendalam tentang ekonomi. Para tim profesional (Manajer Investasi) akan mengelola modal agar kamu mendapatkan hasil terbaik.
    Transparan: Investor dapat melihat nilai investasi yang tercatat di portofolio. Naik-turunnya nilai investasi dapat diamati setiap hari, kapanpun, dan di manapun. Para investor juga mendapatkan dokumen hukum dari bank untuk menunjukkan kepemilikan unit reksadana mereka.
    Terjangkau: Mulai dari Rp 10.000, investor dapat memiliki portofolio yang terdiversifikasi seperti obligasi, saham, dll.
    Diversifikasi: Reksadana memberikan difersifikasi secara instan dengan biaya yang terjangkau, dimana risiko investasi akan terdistribusi ke dalam berbagai instrument investasi.
    Likuiditas: Anda dapat melakukan pencairan reksadana Anda setiap waktu, di mana harga harian reksadana sudah akan tersedia.

  4. Apa itu Reksadana Pasar Uang ?

    Jenis reksadana pasar uang melakukan penempatan investasi 100% pada instrumen Pasar Uang, antara lain, obligasi yang jatuh tempo kurang dari satu tahun, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Jenis reksadana ini paling aman jika dibanding investasi reksa dana lainnya. Tetapi keuntungannya paling kecil dari pada yang lain. Meskipun begitu, return investasi reksa dana Pasar Uang akan lebih baik jika dibandingkan dengan nabung di deposito.

  5. Apa itu Reksadana Saham ?

    Investasi Reksa dana saham sebagian besar alokasi investasinya pada efek saham. Minimal 80% di saham, maksimal 20% surat utang, dan maksimal 20% pasar uang. Karena alokasi dana ke saham lebih besar dari instrumen lain, maka investasi reksa dana saham ini relatif lebih berisiko dari pada jenis investasi reksa dana lainnya.

  6. Apa itu Reksadana Pendapatan Tetap ?

    Reksa dana pendapatan tetap sebagian besar alokasi investasinya pada surat utang (obligasi) atau surat beharga. Portofolio investasi reksa dana pendapatan tetap terdiri dari surat berharga utang (obligasi) minimal 80% dari AUM reksa dana dan sisanya adalah produk pasar uang.

  7. Apa itu Reksa dana Campuran ?

    Reksa dana campuran memiliki arahan investasi : antara 20% – 80% di instrumen pendapatan tetap (surat berharga), saham atau pasar uang. Jenis reksadana ini diperuntukkan bagi investor yang ingin mendapatkan imbal-hasil dari instrumen-instrumen saham dan pendapatan tetap. Tingkat pengembalian hasil investasinya dari satu tahun ke tahun berikutnya berfluktuasi tetapi pertumbuhan dananya relatif lebih stabil dibandingkan reksadana Saha

  8. Apa itu Prospektus Reksadana ?

    Prospektus Reksadana adalah dokumen yang berisi informasi detail mengenai sebuah produk reksa dana, mulai pembentukan reksa dana hingga keterangan mengenai penyebarluasan prospektus dan formulir pembelian unit penyertaan reksa dana serta pembubaran atau likuidasi reksa dana.

  9. Apa Biaya Reksadana ?

    1. Subscription Fee (Biaya Transaksi Beli): Biaya yang dikenakan pada saat pembelian reksa dana.
    2. Redemption Fee (Biaya Transaksi Jual): Biaya yang dikenakan pada saat penjualan reksa dana.
    3. Switching Fee (Biaya Pemindahan produk reksa dana): Biaya yang dikenakan pada saat ingin berpindah dari satu produk reksa dana ke produk reksa dana lainnya yang dikelola oleh Manajer Investasi yang sama.

  10. Apa itu Reksadana Syariah ?

    Kebijakan investasi reksadana syariah yakni hanya berinvestasi pada perusahaan dengan kategori halal, dan memenuhi rasio keuangan tertentu.

Kesimpulan

Artikel ini sudah cukup lama tetapi masih relevan, khususnya soal pengertian Reksadana dan salah paham atas investasi Reksadana.

Reksadana adalah investasi yang paling cocok buat kaum millineal yang boleh dikatakan masih belajar soal investasi.

Hadirnya layanan Robo Advisor – memberikan rekomendasi gratis portfolio Reksadana – sangat cocok untuk kaum millineal.

Ingin tahu dan belajar lebih jauh soal reksadana, silahkan ikuti Kursus Reksadana. Bacaan penting lain adalah Reksadana dengan Keuntungan Tertinggi, Cara Murah Beli Reksadana Hanya Rp 100rb sudah bisa dan Reksadana Syariah .

GRATIS e-book Panduan Reksadana Dasar

Advertisements