
Daftar Isi
Anda ingin investasi ke reksadana, tapi masih ragu karena halal dan haramnya? Maka reksadana syariah menjadi pilihan yang tepat. Reksadana Syariah merupakan jenis produk investasi dengan sistem pengumpulan modal yang kemudian dikelola oleh manajer investasi untuk diikutkan dalam berbagai jenis usaha sesuai ketentuan agama Islam.
Produk ini bisa menjadi pilihan untuk diversifikasi investasi agar keuntungan yang bisa diperoleh lebih maksimal. Dana yang disetorkan oleh investor selanjutnya diinvestasikan dan dikelola dalam portofolio efek syariah oleh manajer investasi.
Reksadana Syariah merupakan instrumeninvestasi yang aman, menguntungkan dan menganut prinsip dasar syariat. Karena bebas riba, produk ini merupakan pilihan tepat bagi yang ingin berinvestasi sesuai konsep Islam.
Untuk memastikan prosesnya—-mulai dari penyetoran modal, pengelolaan, penggunaan dana sampai pembagian hasil sesuai dengan ketentuan agama, produk ini diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah atau DPS. Seperti instrumen investasi lain, reksadana syariah yang dikelola oleh lembaga keuangan resmi juga diawasi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Jadi, tenang ya, secara hukum di Indonesia dan syariah, reksadana syariah itu aman.
Penggabungan dari berbagai instrumen dalam reksadana syariah meningkatkan potensi pertumbuhan dana dengan konsep yang sesuai syariat. Tidak hanya keuntungan secara finansial, investor juga bisa lebih tenang dalam berinvestasi karena kehalalan dan keberkahannya terjamin.
Dalam penggunaan modal, manajer investasi bertanggung jawab untuk memilihkan instrumen yang jelas keabsahannya dalam hukum Islam. Apabila ada aktivitas dengan penggunaan modal yang tidak sesuai ketentuan, maka manajer investasi harus menghapusnya dari portofolio. Karakteristik reksadana syariah antara lain:
Reksadana syariah merupakan gabungan dari berbagai jenis instrumen yang dipilih dengan mempertimbangkan potensi keuntungan dan sesuai ketentuan agama Islam. Jika salah satu instrumen portofolio mengalami penurunan, bisa ditutup dari keuntungan instrumen lainnya. Dengan demikian bisa meminimalkan risiko.
Untuk bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal, investor tidak perlu memiliki banyak pengetahuan berkaitan dengan analisis investasi. Manajer investasi akan melakukan tugas tersebut untuk memilih portofolio terbaik yang bisa berpotensi mendatangkan banyak keuntungan.
Saat ini, untuk mulai berinvestasi sangat mudah. Investor tidak perlu menunggu mempunyai banyak modal sebab bisa mulai mempunyai aset investasi dengan dana minim, yaitu paling sedikit Rp100.000.
Meski melibatkan pihak ketiga dalam mengelola investasi, yaitu manajer investasi, investor tidak harus mengeluarkan biaya yang tinggi sebab banyak yang menawarkan biaya terjangkau.
Karena sudah dikelola oleh manajer investasi, investor tidak perlu meluangkan banyak waktu untuk mengelola asetnya dan bisa memanfaatkannya untuk mendapat keuntungan dari instrumen lain.
Semua pemilik modal bisa mengetahui perkembangan asetnya dengan sangat detail dan mudah. Manajer investasi akan mengirim laporan secara berkala sesuai ketentuan. Investor bisa menggunakan data tersebut untuk pertimbangan dalam mengatur strategi berinvestasi jika dingin mendapatkan keuntungan lebih besar.
Investor bisa mendapatkan imbal hasil investasi (return) dari reksadana syariah sesuai dengan jangka waktu dan jenis reksadana yang dipilih. Untuk memaksimalkan potensi keuntungan, investor juga bisa berdiskusi dengan manajer investasi.
Reksadana syariah juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Investor bisa mendapatkan perlindungan hukum dan berinvestasi dengan aman.
Fleksibilitas produk investasi ini menjadi salah satu karakteristik yang perlu dipertimbangkan oleh investor. Apabila membutuhkan dana sewaktu-waktu, investor bisa melakukan pencairan dengan cara menjual aset di pasar modal dengan fleksibilitas yang tinggi.
Terkait dengan hukum dari produk investasi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa mengenai investasi reksadana syariah melalui Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001. Fatwa tersebut menyebutkan bahwa hukum dari produk keuangan ini mubah atau dibolehkan.
Investasi dalam produk syariah, termasuk reksadana dapat membantu kemaslahatan umat untuk mengembangkan usaha agar lebih produktif dan saling menguntungkan. Instrumen yang termasuk di dalamnya antara lain: pasar uang syariah, surat berharga syariah, sukuk, dan saham yang masuk dalam daftar efek syariah.
Dalam pelaksanaannya, antara pemodal dengan pengguna dana melalui perantara manajer investasi melakukan transaksi dengan dua jenis akan, yaitu akad wakalah bil ujrah dan akad mudharabah.
Wakalah bil ujrah adalah akad untuk memberi imbalan kepada wakil yang ditunjuk melakukan tugas, yaitu dari investor ke manajer investasi untuk mengelola dananya dengan upah atau ujrah yang sudah ditentukan besarnya.
Mudharabah merupakan bentuk perjanjian bisnis atau kerja sama antara pihak pemodal dan pengelola dengan keuntungan yang sudah disepakati.
Jenis reksadana syariah dibagi berdasarkan portofolio investasinya. Di pasar modal Indonesia, ada 10 jenis reksadana yang dijalankan sesuai syariat Islam yang diterbitkan oleh OJK.
Produk ini mencakup instrumen saham, obligasi, dan pasar uang syariah dengan risiko yang lebih tinggi, sesuai untuk investor yang sangat paham mengenai investasi.
Reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan yang tepat untuk investor pemula karena risikonya minim. Meski demikian, tingkat pengembaliannya cukup menarik dibanding dengan deposito.
Jika ingin memilih produk dengan potensi keuntungan yang lebih besar, reksadana pendapatan tetap syariah bisa menjadi alternatif. Dengan risiko tersebut, investor bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari reksadana pasar uang.
Reksadana saham mempunyai potensi keuntungan yang lebih tinggi dan cocok untuk investor yang siap dengan risiko tinggi karena fluktuasi harga saham. Biasanya manajer investasi akan memilih instrumen progresif seperti saham sesuai dengan Daftar Efek Syariah (DES).
Dilihat dari risiko, reksadana indeks hampir sama dengan reksadana saham. Dengan penempatan dana pada saham atau obligasi. Jenis reksadana ini mencerminkan kinerja indeks pasar tertentu seperti idx30 atau lq45, yang merupakan indikator untuk mengukur kinerja pasar modal.
Sesuai dengan namanya, reksadana jenis ini mempunyai ketentuan khusus dalam penempatan dana di pasar luar negeri. Batas minimal dana investasi diinvestasikan pada produk berbasis syariah di luar negeri sebesar 51%.
Reksadana ETF merupakan instrumen syariah yang diperdagangkan di bursa efek. Manajer investasi akan mengelola dana pada produk saham syariah yang terjangkau dan menguntungkan.
RDPT merupakan jenis reksadana dengan batasan cara penawaran, penerimaan investor, cocok untuk investor bermodal besar dan berpengetahuan luas dalam investasi.
Reksadana terproteksi merupakan produk yang paling aman karena investor mendapat jaminan pengembalian aset 100% saat jatuh tempo. Keuntungan lainnya, dapat dicairkan sebelum jatuh tempo tetapi berpotensi kehilangan jaminan proteksi.
Dalam reksadana berbasis sukuk, manajer investasi akan menempatkan modal di obligasi syariah yang aman dan memberikan kepastian pendapatan.
Pemilihan produk investasi syariah dalam bentuk reksadana tidak terlepas dari manfaat yang bisa terima oleh investor. Selain potensi keuntungan, investor bisa mendapatkan manfaat:
Investor mendapatkan manfaat berupa produk keuangan yang bebas daririba(bunga),gharar(ketidakpastian), danmaysir(perjudian). Prinsip ini yang memberikan kepastian hukum dan ketenangan dalam berinvestasi karena modal dikembangkan dengan cara etis dan sesuai prinsip syariah.
Pilihan portofolio yang ditawarkan cukup beragam sehingga memudahkan investor dalam memilih instrumen sesuai karakteristik dan tujuan dalam berinvestasi.
Pemilihan manajer investasi yang tepat dapat membantu investor untuk mengelola aset secara optimal. Melalui analisis pasar yang akurat dengan mematuhi prinsip syariah, investor bisa mendapatkan keseimbangan antara keuntungan dan risiko.
Melalui investasi yang dipilih, investor secara langsung terlibat dalam pendanaan usaha masyarakat sehingga dapat mendukung kemajuan perekonomian dengan tetap mendapat keuntungan yang proporsional.
Reksa dana syariah dikelola menggunakan sistem akad sesuai ketentuan Islam, dimana manajer investasi bertindak sebagai wakil yang mengelola dana dari para investor (mudharib).
Dana yang terkumpul diinvestasikan ke berbagai instrumen keuangan syariah dengan pengawasan DPS. Reksadana syariah juga menjalankan mekanisme pembersihan kekayaan non-halal untuk menjaga status kehalalan dana yang diinvestasikan.
Seperti pada produk investasi lainnya, investor perlu mempertimbangkan beberapa poin sebelum menempatkan modalnya agar bisa mendapat keuntungan yang maksimal dan aset yang diinvestasikan aman.
Berinvestasi dalam semua instrumen merupakan hal yang mudah. Jika Anda memilih reksadana syariah, bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk memulai berinvestasi:
Batasan Reksadana Syariah
Untuk bisa memastikan bahwa produk investasi pilihan aman dan halal, perlu memahami beberapa batasan terkait hal tersebut, diantaranya:
Reksadana syariah merupakan alternatif terbaik untuk berinvestasi yang halal dengan keuntungan yang optimal. Banyaknya pilihan jenis produk memudahkan investor untuk mendapatkan instrumen terbaik. Untuk mulai berinvestasi sangat mudah karena banyak platform yang menyediakannya. Jadi, apakah Anda sudah siap berinvestasi pada reksadana syariah?
Daftar Isi
Komentar (0 Komentar)