Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Emas vs Crypto, Apa Investasi Terbaik

Daftar Isi

Beda Emas vs Crypto, Apa Investasi Terbaik

Emas dan Crypto adalah dua instrumen investasi penting yang paling dikenal saat ini. Apa beda kedua instrumen ini  dan mana yang terbaik ?

Untuk mengetahuinya, kami menugaskan salah satu penulis yang kebetulan punya kedua instrumen ini untuk melakukan review kelebihan dan kekurangan keduanya dan menuliskan hasilnya di artikel ini.

Hasil perbandingan menunjukkan bahwa emas unggul sebagai aset untuk menyimpan kekayaan yang aman, resiko rendah, fisiknya jelas, harga stabil dan bisa dijual dengan cepat kapan saja, sedangkan Crypto punya resiko tinggi, jenis aset baru yang belum banyak dikenal orang, use cases terbatas. Keunggulan Crypto adalah sebagai  aset digital untuk menyimpan kekayaan (store of value), memberikan keuntungan tinggi dari lonjakan harga, sementara keuntungan return emas relatif kecil dibandingkan Crypto.

Namun, keduanya, Emas dan Crypto adalah instrumen investasi resmi berizin di Indonesia, yang diawasi oleh bappebti.

Kita akan membahas secara singkat ihwal perbedaan Emas vs Crypto. Mana yang lebih baik digunakan saat ingin melakukan investasi dan trading saham ?

Apa itu Emas

Emas adalah logam mulia yang dihasilkan dari tambang. Emas sudah dikenal ratusan tahun lamanya sebagai aset investasi.

Kenaikkan harga emas memberikan keuntungan buat pemegangnya. Emas bisa dijual pula dengan cepat.

Kelebihan Emas

Berikut ini kelebihan emas

1. Mudah Dipahami

Emas sudah sangat dikenal sebagai instrumen investasi. Tidak sulit untuk memperkenalkan emas untuk investasi ke semua kalangan.

Tidak dibutuhkan pengetahuan yang rumit untuk bisa melakukan jual beli emas.

2. Aman

Investasi di emas bisa untuk jangka pendek dan jangka panjang. Lebih fleksibel dari sisi jangka waktu.

Harga emas yang relatif stabil membuat jual beli emas dalam jangka pendek akan tetap menguntungkan. Meskipun, tetap, keuntungan akan paling optimal dalam investasi emas jangka panjang.

3. Aset Fisik

Ditengah era digital saat ini, emas adalah instrumen yang kita bisa pegang fisiknya. Tidak sepenuhnya digital.

Buat sebagian orang, aset fisik itu penting. Bisa dilihat, dirasakan.

4. Mudah Dijual Belikan

Pasar emas memiliki nilai market cap berlipat - lipat di atas market kripto. Hal ini menunjukkan besarnya transaksi di pasar emas.

Karena market cap yang besar, likuiditas di emas menjadi besar pula. Mudah melakukan jual beli di pasar emas.

5. Regulasi Jelas

Emas jelas sudah lama diatur untuk bisa diperdagangkan di Indonesia. Bahkan, emas sudah masuk sebagai salah satu komoditas di bursa berjangka, bersama - sama dengan komoditas lain seperti forex, perak dan lain - lain.

6. Alat Lindung Nilai

Dalam situasi inflasi tinggi atau ketidakstabilan ekonomi, banyak orang merubah aset ke emas. Emas dipandang sebagai tempat yang aman untuk menyimpan aset dalam situasi ekonomi yang tidak stabil.

Kekurangan Emas

Kelemahan Emas

1. Kenaikkan Return Terbatas

Meskipun aman, kenaikkan return emas relatif terbatas. Itu sebabnya banyak pengamat investasi yang tidak memasukkan emas sebagai investasi karena peningkatan return emas yang cenderung terbatas.

2. Butuh Tempat Penyimpanan Khusus

Emas butuh tempat penyimpanan khusus untuk memastikan keamanannya. Karena itu, ada tambahan biaya penyimpanan yang tidak murah di emas untuk misalnya menaruh di Safe Deposit Bank (SDB).

Apa itu Crypto

Crypto adalah satu mata uang digital berbasis blockchain yang dikendalikan secara terdesentralisasi.

Investasi di Crypto adalah investasi di aset digital yang tidak berwujud fisik dan memberikan keuntungan tinggi dari lonjakan harga, dengan risiko fluktuasi harga yang juga tinggi.

Kelebihan Crypto

Berikut ini kelebihan Crypto

1. Potensi Return Sangat Tinggi

Crypto menunjukkan kenaikkan harga yang luar biasa tinggi dalam 10 tahun terakhir. Banyak orang kaya baru, billionaire, di industri crypto karena memiliki Crypto.

2. Aset Digital, Mudah Disimpan dan Aman

Karena Crypto merupakan aset digital, Investor bisa dengan mudah menyimpan Crypto dan Cryptocurrency lainnya secara online di jaringan Blockchain.

Jaringan Blockchain dikenal sangat eman, secured. Boleh dikatakan tidak bisa ditembus.

Kalau ada berita muncul mengenai hacked atau pembobolan crypto, itu lebih dikarenakan proses yang salah dan bukan karena blockchain yang dibobol.

3. Desentralisasi

Crypto punya sistem yang terdesentralisasi membuat lebih aman dari serangan hacker. Karena untuk hacker menyerang blockchain harus melakukan ke banyak komputer, yang membutuhkan biaya besar.

Berbeda dengan sistem tersentralisasi, lebih rentan terhadap serangan, hacker hanya perlu menyerang ke satu titik. Effortnya boleh dikatakan lebih ringan dibandingkan menyerang sistem yang terdesentralisasi.

4. Divisibility

Divisibility (Kemampuan Dipecah menjadi jumlah kecil): Andainya punya 1 batangan emas, lalu ingin membeli barang seharga 0,5 batang emas, mustahil, karena sangatlah sulit untuk membagi emas itu menjadi potongan kecil untuk melakukan transaksi. Namun, jika memiliki 1 BTC, kita dapat mengirim/mentransaksikan jumlah sekecil 0,00000001 BTC. Jadi, pembeli bisa bertransaksi dengan angka yang se-akurat inginkan (seperti 0.4981537 BTC).

5. Penyimpanan

Security of Storage (Keamanan Penyimpanan): Emas mudah dicuri, dan untuk menyimpan emas dalam jumlah besar dengan aman, Anda perlu mengeluarkan langkah-langkah pengamanan yang cukup besar (seperti brankas penyimpanan, kamera keamanan, dan lainnya). 

Namun, Anda dapat menyimpan mata uang kripto dalam jumlah berapapun di aplikasi crypto terpercaya (seperti Pintu) atau *hardware wallet (*dompet perangkat keras) sekecil USB stick, seperti Ledger atau Trezor.

Kekurangan Crypto

Kelemahan Crypto

1. Aset Digital, Tidak Ada Fisiknya

Crypto  merupakan digital aset yang tidak ada wujud fisiknya. Crypto dan aset kripto tersimpan sebagai code di jaringan blockchain.

Kita tidak mungkin bisa memegan Crypto. Makanya disebut digital asset.

Bagi sebagian orang, Crypto yang berbentuk digital ini dipandang merupakan kelemahan karena tidak bisa dilihat wujudnya secara fisik.

2. Resiko Tinggi

Harga Crypto berfluktuasi sangat tinggi, apalagi dalam jangka pendek. Hal ini membuat resiko investasi di Crypto menjadi tinggi.

Berikut ini penyebab tingginya risiko di investasi di kripto:

  1. Kelas aset ini masih sangat baru dan kesempatan untuk tumbuh masih terbuka lebar. Karena baru, banyak investor belum paham betul bagaimana melakukan valuasi atas aset ini secara akurat. Masih banyak yang menduga duga sehingga kemungkinan harga berfluktuasi jadi besar.
  2. Regulasi di kripto masih sangat terbatas. Bahkan sebagai aset yang terdesentralisasi, kripto tidak ingin diregulasi secara sentral. Karena bersifat terdesentralisasi dan less regulation, investor kripto harus mengurus semuanya sendiri. Hal ini rawan penyalahgunaan khususnya buat investor pemula.
  3. Aset kripto sangat mudah dibuat dan dipasarkan, yang membuat kemungkinan penyalahgunaan menjadi besar, terutama menyasar ke kelompok investor pemula. Apalagi di tengah hype akan janji keuntungan investasi di kripto. Akibatnya, tidak jarang terjadi investasi scam di kripto. Uang investor hilang karena kejadian rug pull - proyek gagal dan penipuan.

3. Aset Baru, Banyak Orang Belum Paham

Usia Crypto belum sampai 20 tahun. Masih sangat muda dibandingkan instrumen investasi lainnya yang sudah berusia puluhan atau bahkan ribuan tahun, seperti emas.

Karena Crypto merupakan aset yang baru, banyak hal belum diketahui dan masih diselidiki. Meskipun di satu sisi, hal ini melahirkan banyak peluang, tetapi tidak sedikit pula yang mengalami penipuan atau scam.

4. Butuh Koneksi Internet

Perbedaan yang mencolok lain bahwa investasi di Crypto dan aset crypto membutuhkan akses koneksi ke internet. Tanpa internet, kita tidak bisa menyimpan, menjual atau mencairkan Crypto.

Keharusan adanya koneksi ke jaringan internet ini, yang membuat Crypto dan aset crypto tidak selalu cocok untuk semua kalangan, khususnya orang - orang yang berusia lanjut. Orang yang tidak punya atau tidak tahu internet akan sulit bisa mengakses Cryptocurrency.

5. Dibobol Hacked

Sistem blockchain-nya memang sangat aman dan transparan. Mekanisme peer to peer membuat proses kontrol di blockchain sangat solid.

Tetapi, yang justru rawan adalah banyak kasus exchange yang di hack. Bisa dicek di internet soal kasus - kasus pembobolan exchange di berbagai negara.

Dan pembobolan tersebut tidak hanya terjadi di exchange kecil, tetapi exchange besar. Exchange yang sudah punya nilai transaksi jutaan dollar setiap harinya pun bisa kena serangan hacker dan mengalami kerugian yang tidak kecil.

6. Banyak Modus Penipuan

Risiko penipuan investasi kripto bukan isapan jempol belaka. Cukup banyak kasus penipuan mengatasnamakan kripto. 

Ini terjadi karena popularitas kripto semakin menanjak. Dan ini masih merupakan instrumen yang baru.

Satgas Waspada Investasi OJK mengatakan banyak pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan popularitas crypto. Modusnya, orang menawarkan investasi dengan imbal hasil tinggi tanpa resiko untuk mengelabui orang lain. 

Pihak Satgas telah menghentikan beberapa modus penipuan berkedok investasi di bidang cryptocurrency. 

Ringkasan Emas vs Crypto

Fitur investasiEmasCrypto
ResikoRendahTinggi
ReturnRendahTinggi
Aman LegalitasLegalLegal
Tempat PenyimpananMahalMurah
LikuidLikuidLikuid
Rumit TidaknyaMudahRumit
Koneksi InternetTidakWajib
PopulerYaTidak
Otoritas PengawasBappebtiBappebti

Emas unggul sebagai instrumen investasi yang aman, likuid, mudah dipahami. Crypto unggul dengan instrumen investasi yang menjanjikan return tinggi, terdesentralisasi.

Namun, yang paling penting, kedua instrumen ini emas  dan Crypto, aman dan kredibel karena punya izin resmi Bappebti.

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait