Pinjaman Online, Investasi, Keuangan, Asuransi | Duwitmu

Kenali Kesalahan-Kesalahan Persepsi Pinjaman Berikut Sebelum Mengajukan Pinjaman ke Fintech

Dipublish oleh R Quiserto Juli 1, 2019

Daftar Isi

Kesalahan Persepsi Pinjaman Online

Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat gaya hidup semakin dipermudah. Tak terkecuali aktivitas perbankan yang belakangan mengalami perubahan pola, beralih ke online banking yang lebih mempermudah nasabahnya dalam melakukan transaksi.

Perusahaan Fintech (Financial Technology) yang belakangan berkembang dengan pesat bukan serta merta tanpa sebab. Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi dan tuntutan perekonomian terkadang membuat nasabah tak banyak memiliki waktu untuk sekedar datang ke bank untuk menggunakan jenis produk perbankan, seperti misalnya Pinjaman Online , Kredit Multiguna, maupun Kredit Usaha Mikro. 

Pinjaman lewat aplikasi online memang belum sebesar pinjaman ala bank yang mampu memberikan nilai pinjaman mencapai 200 juta, tapi jika dilihat dari kebutuhan akses waktu yang lebih singkat rasanya memilih Fintech bisa jadi jalan keluar permasalahan keuangan. Terlepas dari hal tersebut, nyatanya bank bank raksasa di luar negeri pun justru mengakuisisi Fintech yang tengah berkembang. 

Pemahaman Pinjaman Online

Artikel kali ini tidak akan membahas mengenai hadirnya Fintech baik di Indonesia maupun di luar negeri yang belakangan ramai diperbincangkan.

Melainkan beberapa poin penting yang wajib Anda ketahui terkait kesalahan pemahaman pengajuan pinjaman yang selama ini justru dianggap sebagai penghalang untuk mendapatkan dana pinjaman. Langsung saja, berikut ini adalah ulasannya.

#1 Kesalahan Pertama: Pengajuan pinjaman Anda akan ditolak Bilamana Kualitas Kredit Calon Nasabah Buruk

Persepsi ini tak sepenuhnya benar. Setiap lembaga pemberi pinjaman memiliki kriteria kelayakan tersendiri untuk menentukan mana calon nasabah yang cocok menerima dana pinjaman tersebut dan mana yang tak layak untuk mendapatkannya.

Jika Kita bandingkan dengan Fintech, mereka tidaklah menggunakan sistem SLIK OJK atau credit scoring untuk menentukan tingkat risiko pemberian dana. Melainkan menggunakan sistem Big Data dan Artificial Intelligence yang dirancang agar mampu membaca tingkat risiko dari data nasabah. Hal ini tentu saja terkait bentuk Fintech yang bukan berbentuk Lembaga Perbankan.

Tentu saja proses penilaian calon nasabahnya cukup berbeda. Namun, dengan menggunakan teknologi ini, proses pemilihan nasabah bisa dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan menggunakan sistem konvensional.

#2 Kesalahan Kedua: Pinjaman Online Tidak Aman

Meragukan sebuah jenis pinjaman dengan syarat yang mudah tentu saja wajar. Melalui pinjaman online, Anda cuma perlu memasukkan informasi pribadi sampai dengan akun bank yang bersangkutan untuk mengajukan pinjaman. Hal ini tentu membuat sebagian besar orang cukup skeptis dan meragukan hal tersebut, lantaran ada beberapa informasi yang bersifat sensitif yang perlu diberikan.

Namun Anda tidak perlu khawatir, apabila perusahaan fintech tempat Anda meminjam sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maka bisa dipastikan data tersebut tidak akan disalahgunakan. Karena apabila iya, perusahaan fintech pemberi pinjaman bisa dikenakan sanksi bahkan tidak boleh beroperasi.

Jadi bisa dipastikan data-data yang telah dikumpulkan hanya akan digunakan untuk keperluan peminjaman dan promosi saja tanpa menyebarkan informasi pribadi Anda.

#3 Kesalahan Ketiga: Bunga Pinjaman Online Besar

Anda beranggapan bahwa bunga pinjaman online itu besar? Bisa jadi benar, bisa jadi pula anggapan tersebut salah. Jika diakumulasikan, bunga pinjaman pinjaman online memang terbilang cukup besar, apabila Anda mengambil dengan tenor yang lama lantaran jumlah bunga dikalikan tenor cicilan tersebut. 

Walaupun lebih besar dari bunga pinjaman di bank, perlu diingat ada standar bunga yang ditetapkan oleh OJK. Sehingga pihak pemberi pinjaman tidak boleh mematok bunga yang terlalu mencekik kepada para nasabahnya. Kebanyakan orang berasumsi bunga pinjaman online itu besar lantaran menghitungnya dari jumlah pinjaman yang harus dikembalikan. 

Besarnya jumlah pinjaman yang harus dikembalikan ini tidak cuma berasal dari bunga saja namun juga bisa dari biaya administrasi, provisi, dll. Yang tentu saja bervariasi dari tiap perusahaan.

Kesimpulan

Kesalahan kesalahan persepsi diatas jelas cukup berbahaya lantaran mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk mengambil pinjaman pinjaman, sementara di lain sisi Anda membutuhkan dana tersebut karena sifatnya urgent

Selalu tanamkan disiplin pembayaran agar pinjaman Anda bisa lebih cepat lunas. Pastikan juga Anda mengetahui segala risiko dan informasi suku bunga yang muncul agar tidak terjebak pinjaman online abal-abal. Selamat mencoba!

Bagikan Melalui

Artikel Terkait

Aspek Perlindungan Konsumen

Perlindungan Konsumen Pinjaman Online Fintech (...

Januari 18, 2021 0 Komentar

Pinjaman online tumbuh sangat cepat di Indonesia, menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam proses... Baca Lagi

Pengalaman Pinjaman Online

Pengertian Pinjaman Online: Apa Itu, Manfaat, J...

Januari 11, 2021 0 Komentar

Pinjaman online tumbuh cepat di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Produknya sangat diterima mas... Baca Lagi

Pinjaman Online 24 Jam Cepat Cair

10+ Alasan Pinjaman Online Ditolak (Cara Agar D...

Januari 4, 2021 0 Komentar

Kenapa pengajuan pinjaman online ditolak ? Apa alasannya dan bagaimana cara agar bisa disetujui. Baca Lagi

Kredit Mobil Cicilan

10+ Kredit Leasing Mobil Baru Bekas (Simulasi C...

Desember 28, 2020 0 Komentar

Kredit mobil adalah fasilitas pinjaman untuk bisa memiliki mobil baru dan bekas secara cicilan. A... Baca Lagi

Kredit Motor

10+ Kredit Motor Leasing Baru Bekas Online (Bun...

Desember 14, 2020 0 Komentar

Kredit motor adalah fasilitas pinjaman untuk bisa memiliki motor baru dan bekas secara cicilan. R... Baca Lagi

Pinjaman UMKM

10+ Kredit Pinjaman UMKM Online & Pemerint...

November 16, 2020 0 Komentar

Pinjaman untuk UMKM penting sebab modal usaha adalah hambatan utama buat pengusaha kecil untuk tu... Baca Lagi

Komentar(1 Komentar)

  1. informasinya sangat bermanfaat untuk negara ini terimakasih suda berbagi

Tulis Komentar

Email Anda tidak akan di publish