10 Cara Beli Saham Online untuk Investasi Pemula (2019 Update)

  • December 1, 2019

Beli saham online adalah cara paling mudah melakukan investasi saham untuk pemula. Dengan jual beli saham online, Anda bisa hemat waktu, lebih murah dan lebih cepat dalam melakukan transaksi saham. Saya menyusun 10 cara beli saham online untuk pemula di 2019.

Saya percaya bahwa saham adalah investasi terbaik.

Sayangnya, masih sedikit masyarakat Indonesia bermain saham.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan jumlah investor saham aktif di bursa hanya 97,688 jumlah yang sangat sedikit dibandingkan jumlah penduduk di Indonesia.

Bahkan mencapai 100 ribu investor saham saja belum ada di Indonesia.

Jumlah Investor Saham BEI
Jumlah Investor Saham BEI

Masalahnya kenapa ? Apa penyebabnya ?

Dugaan saya karena literasi keuangan soal pasar modal dan saham masih rendah di Indonesia.

Berdasarkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan tahun 2016, tingkat pemahaman (literasi) masyarakat Indonesia terhadap pasar modal adalah 4.40% dan tingkat utilitas produk pasar modal adalah 1.25%.

Literasi saham dan pasar modal paling rendah diantara produk keuangan dan investasi lain yang ada di dalam survei literasi OJK ini, yaitu perbankan, asuransi, pembiayaan, gadai dan dana pensiun.

Namun, ada berita baik.

Kemajuan teknologi dalam industri finansial, dikenal sebagai Fintech, membawa perubahan dalam cara beli saham.

Yang dulu jual beli saham dilakukan manual lewat telepon atau datang langsung ke galeri broker, sekarang jual beli saham dilakukan secara online lewat desktop atau laptop.

Aplikasi jual beli saham online sekarang umum digunakan di broker dengan banyak kemudahan ditawarkan.

Karena itu, dalam era Fintech ini, sayang sebenarnya jika investor pemula tidak mulai main saham dengan memanfaatkan aplikasi jual beli saham online.

Saya paham bahwa investor pemula banyak khawatir, takut bermain saham karena image investasi saham penuh resiko dan kental spekulasi.

Karena itu, saya menyusun 10 langkah cara beli saham online berdasarkan pengalaman saya melakukannya, yang mudah – mudahan bisa memberikan pencerahan kepada kawan – kawan investor pemula untuk berani mulai bermain saham.

Tapi sebelum masuk kesana, saya ingin menunjukkan dulu, kenapa saham adalah investasi terbaik.

Saham Investasi Terbaik

Pergerakkan harga saham ditunjukkan oleh Indeks Harga Saham.

JIka Indeks harga saham naik, artinya secara rata-rata harga saham di pasar mengalami kenaikkan.

Begitu pula sebaliknya.

Berapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (atau Bursa Efek Jakarta waktu itu) di akhir 1998 ?

IHSG di akhir penutupan 1998 adalah 398.

IHSG hari ini di penutupan 13 November 2019 adalah 6,142.50

Itu artinya harga-harga saham sudah naik 1,443% atau 14x lipat dalam waktu 21 tahun.

Dimana ada investasi yang menghasilkan return setinggi ini ?

Buktinya bisa Anda lihat dalam grafik dibawah ini.

Harga Saham di BEI 1998 - 2019 (NOV)
Harga Saham di BEI 1998 – 2019 (NOV)

Catatan: kenaikkan ini murni dari kenaikkan harga saham dan belum memasukkan keuntungan dari pembayaran deviden yang jika dividen dimasukkan, return saham pasti akan lebih tinggi lagi.

Jangan exciting dulu !

Dalam grafik IHSG diatas, sepanjang 21 tahun (1998 – 2019), Anda bisa lihat IHSG berfluktuasi.

Mulai yang kecil fluktuasinya sampai yang goncangan sangat besar, misalnya di 2018.

Bukan grafik garis lurus yang naik terus.

Dan memang seperti itulah nature investasi saham karena saham adalah refleksi bisnis yang selalu penuh tantangan.

Karena itu, sebelum tergiur masuk bermain saham, saran saya pahami dulu baik-baik apa itu saham dan segala aspeknya.

Cara Beli Saham Online

Sejumlah langkah perlu diperhatikan untuk bisa beli saham secara online.

Saya mencatat ada 10 langkah yang penting.

#1 Pilih Broker Saham

Paling awal adalah Anda harus menentukan dan memilih broker saham.

Ada banyak broker atau disebut ‘Anggota Bursa’ yang merupakan member di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mana yang sebaiknya dipilih ?

Saya tidak punya rumus baku karena pada dasarnya semua broker yang tercatat di BEI mumpuni secara keuangan karena harus memenuhi modal minimum sesuai ketentuan OJK.

Tetapi, karena fokus kita adalah jual beli saham online, pilih broker yang memiliki aplikasi saham online bagus dan bisa diandalkan.

Beberapa broker menyediakan dummy-trade yang bisa Anda coba gunakan untuk mengevaluasi apakah aplikasi jual beli saham milik broker tersebut bagus atau tidak.

#2 Buka Rekening Saham

Buka Rekening Saham
Buka Rekening Saham

Setelah memilih broker, langkah berikutnya adalah membuka rekening saham. 

Membuka rekening wajib karena jika tidak, Anda tidak bisa melakukan transaksi saham.

Broker yang baik memberikan fasilitas pembukaan rekening secara online dimana Anda cukup mengisi formulir pembukaan rekening secara online dan mengirimkan dokumen tersebut setelah ditandatangani.

#3 Buka Rekening Dana Nasabah

Selain buka rekening saham di broker, berbarengan dengan itu, yang tidak kalah penting adalah pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN).

Kalau rekening saham untuk Anda bisa melakukan jual beli saham, RDN adalah rekening khusus yang dibuat di bank untuk menyimpan dana transaksi jual beli saham.

Setoran modal untuk transaksi saham dan hasil penjualan saham disimpan di RDN.

Meskipun rekening saham sudah dibuka, tetapi jika RDN belum dibuat, Anda tidak bisa mulai transaksi saham.

#4 Setor Modal

Setelah rekening saham dan RDN berhasil dibuka, Anda perlu menyetor dana untuk melakukan transaksi saham.

Setoran modal dilakukan ke RDN.

Jumlah setoran tergantung jumlah transaksi saham yang akan dilakukan.

Pengalaman saya untuk transaksi pertama kali, Anda harus melakukan deposit terlebih dahulu, baru bisa melakukan transaksi perdagangan saham.

Setelah transaksi pertama berhasil, transaksi berikutnya Anda bisa melakukan settlement atau pembayaran kewajiban dalam waktu 2 hari sejak transaksi.

#3 Transaksi Beli Saham Online

Order Beli Saham Online
Order Beli Saham Online

Setelah dana disetor dan efektif di RDN, Anda bisa melakukan transaksi beli saham.

Cara beli saham di aplikasi online adalah sbb:

  1. Tentukan saham yang ingin Anda beli dan pilih saham tersebut. Sebaiknya Anda ingat kode sahamnya karena akan lebih mudah.
  2. Pada saat melakukan order, Anda akan diminta menentukan di harga berapa akan membeli saham pilihan Anda tersebut dan dalam aplikasi akan terlihat harga penawaran (bid) dan harga penjualan (offer). 
  3. Jika ingin langsung pembelian efektif, Anda pasang harga beli sama dengan harga penjualan (offer) terendah, maka Anda akan mendapatkan saham tersebut.
  4. Jika ingin harga beli yang lebih murah, maka Anda pasang di harga dibawah harga jual terendah, yang artinya Anda harus mengantri sampai ada penjual yang mau menurunkan harga jual ke harga beli yang Anda pasang.
  5. Pemasangan order beli Anda mengikuti prioritas harga dan waktu.

Setelah transaksi berhasil, Anda bisa cek di halaman Portofolio yang menunjukkan kepemilikan saham Anda saat ini (harga rata-rata, jumlah lembar saham dan nilai investasi saham).

#4 Transaksi Jual Saham Online

Order Jual Saham Online
Order Jual Saham Online

Saham yang Anda miliki bisa dijual lewat aplikasi saham online di broker.

Cara menjual saham adalah:

  1. Pilih saham yang Anda miliki lalu tentukan harga jual dan jumlah lembar saham yang akan dijual
  2. Penentuan harga jual menentukan seberapa cepat transaksi bisa dilakukan. Jika ingin segera menjual saham, Anda pasang di harga beli tertinggi di pasar saat itu. Tetapi, jika ingin hasil penjualan yang lebih besar, Anda bisa pasang di harga jual yang lebih tinggi, namun konsekuensinya 

#5 Merubah Order Saham Online

Amend Rubah Order Saham Online
Amend Rubah Order Saham Online

Pada saat melakukan perdagangan saham, Anda bisa merubah atau ‘amend’ harga beli atau harga jual.

Dalam aplikasi saham online tersedia fasilitas untuk melakukan perubahan tersebut.

Jika posisi yang Anda pasang tidak tereksekusi, sementara Anda sudah ingin segera membeli atau menjual saham tersebut, maka Anda bisa lihat posisi harga jual dan beli yang tersedia pasar saat itu dan melakukan perubahan harga – amend – sesuai dengan kondisi pasar saat itu.

#6 Settlement Transaksi

Dalam jual beli, Anda harus membayar saat transaksi dilakukan. Ada uang ada barang.

Hal berbeda di bursa saham.

Di bursa, penyelesaian transaksi – settlement – dilakukan dalam waktu T+2 atau dua hari perdagangan sejak transaksi dilakukan.

Untuk mudahnya, berikut ini saya berikan contohnya.

Trade Confirmation Broker Saham
Trade Confirmation Broker Saham

Diatas ini adalah ‘Trade Confirmation’ Beli Saham yang dikirim broker setiap kali Anda menyelesaikan transaksi perdagangan saham. Hal yang penting diperhatikan:

  • Transaksi dilakukan pada 14 Nov 2019
  • Total pembelian saham adalah Rp 21.2 juta untuk dua saham, Bank BNI dan HM Sampoerna.
  • Broker menyebutkan kewajiban harus ditransfer ke rekening dana saham pada 18 Nov 2019, dengan perhitungan 14 Nov hari Kamis, 15 Nov hari Jumat dan 18 Nov hari Senin. Jadi, penyelesain harus di hari ke-2 perdagangan sejak transaksi dilakukan.
  • Jika settlement tidak diselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan, denda akan dibebankan sebesar 45% per tahun.

Berapa fee transaksinya ?

#7 Fee Transaksi Saham

Dalam perdagangan saham, Anda harus membayar fee atas transaksi perdagangan saham ke broker yang mengeksekusi order transaksi.

Apa biaya transaksi saham yang harus Anda bayar ketika melakukan transaksi perdagangan saham ?

Bisa lihat di Trade Confirmation yang disampaikan diatas, komponen biaya transaksi adalah:

  • Brokerage Fee 0.15% dari nilai transaksi
  • Pajak atas fee transaksi 10%
  • Fee Bursa Efek Indonesia
  • Fee KPEI

Total transaksi Rp 21,250,000 dengan tambahan biaya Rp 31,875 sehingga total yang harus dibayar adalah Rp 21,281,875.

Sekilas fee transaksi saham terlihat kecil untuk satu kali transaksi.

Tetapi, hal yang wajib diperhatikan adalah jika Anda melakukan transaksi saham berulang – ulang, dalam posisi beli dan jual, fee transaksi akan menimbulkan biaya yang tidak sedikit, yang pada ujungnya memakan profit Anda.

#8 Analisa Fundamental

Data Fundamental Saham di Broker
Data Fundamental Saham di Broker

Bagaimana menentukan harga wajar saham atau fair-value ? 

Tetapi, sebelum itu, kenapa Anda harus tahu harga fair-value ? 

Karena berdasarkan harga fair-value tersebut Anda bisa memutuskan apakah harga suatu saham masih murah (sehingga perlu dibeli) atau sudah mahal (sehingga perlu ditunggu sampai harganya turun). 

Salah satu metode menentukan nilai atau harga saham disebut sebagai Fundamental Analysis atau Analisa Fundamental.

Analisa fundamental menggunakan laporan keuangan sebagai basis dalam menentukan dan menghitung harga saham yang wajar tersebut ada di harga berapa.

Dalam melakukan analisa fundamental dibutuhkan pemahaman laporan keuangan yang baik dan pengetahuan soal bisnis saham tersebut.

Saya menyarankan menggunakan analisa fundamental untuk memilih saham karena menurut saya membeli saham itu membeli bisnis yang mana evaluasi dilakukan atas kinerja dan keuangan perusahaan.

Sudah banyak broker yang menyediakan data laporan keuangan dan perhitungan rasio keuangan secara online, sehingga Anda tinggal melakukan analisis dan tidak perlu mengumpulkan data lagi.

Anda bisa lihat dalam gambar diatas, contoh fasilitas data dan rasio keuangan yang disediakan salah broker online:

#9 Stock Screener

Stock Screener di Broker Saham
Stock Screener di Broker Saham

Bagaimana memilih saham dengan mudah ?

Tidak mudah mengingat ada banyak saham di bursa.

Tetapi, Anda bisa memulai dengan menggunakan fitur stock screener, tersedia secara gratis di broker, yang memfilter saham berdasarkan kriteria yang Anda pilih.

Saya merasakan bahwa stock screener sangat membantu karena saya tidak harus mengecek saham satu persatu.

Ada beberapa cara menentukan kriteria dalam stock screener:

Pertama, Anda menentukan kriteria sendiri berdasarkan pengalaman atau diskusi dengan pihak lain, yang dengan cara manual ini Anda bisa membuat daftar saham pilihan yang sesuai dengan keinginan.

Kedua, Anda bisa menggunakan preset kriteria, yaitu  kriteria yang umum digunakan dan sudah dikenal, berdasarkan gaya guru investasi seperti Warren Buffet, William O’Neil dan lain-lain yang bisa langsung digunakan.

Mana yang strategi yang sebaiknya Anda pilih, saran saya, sesuaikan dengan pengetahuan dan kenyakinan Anda tentang kriteria pemilihan saham.

Berikut ini adalah salah satu contoh hasil stock screener kriteria saham dengan ROE tinggi

#10  Diversifikasi

Diversifikasi adalah kunci dalam investasi saham.

Cara untuk mengelola resiko dalam investasi saham adalah tidak menempatkan investasi dalam satu atau dua saham, tetapi membagi atau mendiversifikasikan ke banyak saham.

Tujuannya agar ketika harga saham anjlok, Anda masih punya stamina untuk bertahan karena tidak semua investasi saham Anda anjlok.

Salah satu strategi diversifikasi yang terkenal adalah membeli index fund, yaitu beli semua saham sesuai bobot yang terdapat dalam indeks, sehingga keuntungan mengikuti keuntungan indeks.

Index fund bisa dibeli di Bursa Efek Indonesia dengan membeli ETF (Exchange Traded Fund).

Apa itu ETF ?

Exchange Traded Fund (ETF) (sumber Kontan.co.id)
Exchange Traded Fund (ETF) (sumber Kontan.co.id)

Exchange Traded Fund (ETF) adalah salah satu saham yang diperdagangkan di BEI, namun memiliki keunikan karena bukan seperti layaknya saham yang dikeluarkan perusahaan.

ETF adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. 

Meskipun ETF pada dasarnya adalah reksa dana, produk ini diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek. 

ETF merupakan penggabungan antara unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana dengan mekanisme saham dalam hal transaksi jual maupun beli.

Salah satu manfaat ETF adalah membantu diverifikasi.

Kita tahu bahwa diverifikasi itu penting dalam investasi saham tetapi masalahnya untuk bisa melakukan diversifikasi ke banyak saham membutuhkan nilai investasi yang tidak kecil karena ada minimum investasi di BEI, yaitu 100 lembar saham.

Kesulitan ini diatasi dengan membeli ETF.

Dengan beli ETF, Anda cukup beli 1 saham, yang sebenarnya di belakangnya adalah puluhan saham, tergantung indeks yang menjadi dasar ETF tersebut.

Contohnya, ETF Reksa Dana Premier ETF LQ-45, yang Anda cukup beli 1 lot saham ETF ini, tetapi sebenarnya Anda sudah investasi di puluhan saham unggulan indeks LQ 45, yang berjumlah 45 saham.

Harga ETF Reksa Dana Premier ETF LQ-45 tergantung pada pergerakan harga ke 45 saham yang menjadi anggota indeks LQ 45.

Per 27 Mei 2019, terdapat 28 ETF yang tercatat di BEI.

Tanya Jawab

  1. Apa itu Saham

    Saham adalah bukti kepemilikan di sebuah perusahaan.

  2. Apa itu Investasi Saham

    Investasi saham adalah investasi pada perusahaan yang tercermin dari harga saham dan pembagian laba dalam bentuk deviden.

  3. Bagaimana cara beli saham

    Dengan kemajuan teknologi, beli saham bisa mudah dilakukan secara online tanpa perlu ke kantor broker.

  4. Dimana beli saham secara online dilakukan

    Lewat aplikasi broker saham yang menjadi Anggota Bursa di BEI.

  5. Bagaimana pembukaan rekening saham

    Mudah dilakukan dengan mengisi formulir pembukaan secara online dan tanda tangan, lalu kirim hard-copy ke broker saham.

Kesimpulan

Saham adalah investasi terbaik – return tertinggi dan likuiditas tinggi !

Sayang jumlah investor saham di Indonesia masih sangat sedikit.

Seiring kemajuan teknologi finansial, fintech, sekarang beli saham secara online adalah cara yang mudah dilakukan untuk investasi di instrumen saham.

Ingin coba ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.