4 Jenis Investasi Reksadana Wajib Anda Tahu, Paling Untung sampai Paling Aman

  • July 6, 2015

Kunci sukses Investasi Reksadana adalah kecocokan antara tujuan keuangan dan jenis instrumen yang dipilih. Karena itu, Anda wajib paham jenis investasi Reksadana jika ingin untung di instrumen ini. Update 2019: kinerja masing – masing jenis Reksadana dan strategi menentukan jenis Reksadana yang paling sesuai untuk berbagai jenis investasi, baik investasi jangka panjang atau jangka pendek.

Tulisan ini bagian dari Panduan Investasi Reksadana.

Dalam kondisi IHSG merosot tajam beberapa waktu ini, banyak pemodal menjerit karena mungkin Dana Pendidikan atau Dana Pensiun tersangkut disana. Nilai investasi merosot ke tingkat yang tidak dibayangkan sebelumnya.

Dalam kondisi bursa merana, banyak pemodal panik. Cepat – cepat melepas investasinya di Reksadana. Setelah itu, kapok karena menganggap risikonya terlampau besar.

Ujungnya, kembali lagi ke jenis investasi tabungan atau deposito.

Alih – alih mendapatkan investasi yang menguntungkan, ini keputusan yang salah karena:

  • Menjual dalam kondisi pasar turun pasti akan menimbulkan kerugian.
  • Tanpa investasi dan kembali ke tabungan, target pencapaian dana pendidikan atau dana pensiun akan sulit terwujud. Tingginya inflasi membuat bunga tabungan dan deposito tidak akan cukup.

Kenapa mengambil keputusan yang salah di saat yang tidak tepat ?

Itu karena kurangnya pemahaman antara jenis Reksadana dengan tujuan investasi.

Kesalahan yang kerap terjadi adalah seperti dua contoh berikut ini.

Kasus Pertama: tujuannya buat biaya anak sekolah 5 bulan lagi, dengan berinvestasi di Reksadana Saham. Padahal, Saham sangat berisiko untuk investasi jangka pendek. Akibatnya, ketika pasar saham bergejolak, investasinya turun drastis dan tidak cukup untuk membayar biaya sekolah.

Kasus Kedua: karena ingin aman, pemodal memilih Reksadana Pasar Uang untuk persiapan dana pensiun yang dibutuhkan 10 tahun lagi. Meskipun sangat aman, return Reksadana Pasar Uang rendah, sehingga jumlah dana pensiun yang akan terkumpul jauh dari memadai.

Jadi, memilih investasi yang tepat adalah bagian sangat penting untuk mendapatkan hasil terbaik.

Untuk bisa memilih dengan baik, Anda harus tahu apa jenis investasi di Reksadana.

Berikut ini adalah berbagai jenis Reksadana:

1. Reksadana Saham

Ini adalah Reksadana yang menunjukkan hasil yang paling keuntungannya paling tinggi diantara yang lain. Tapi ini juga yang risikonya paling besar.

Dalam Reksadana jenis ini, Manajer Investasi menempatkan dana investor ke instrument saham. Tujuannya adalah memberikan tingkat keuntungan yang menarik dalam jangka panjang dengan cara mengkapitalisasi pasar modal Indonesia.

Risiko Reksadana ini paling tinggi karena fluktuasi harga saham yang tajam. Jelas bukan investasi paling aman dalam jangka pendek.

Oleh sebab itu, Reksadana Saham sebaiknya untuk investasi jangka panjang diatas 5 tahun.

Penjelasan lebih lengkap, baca Reksadana Saham dan berikut ini adalah contoh tampilan Prospektus Reksadana Saham.

Prospektus Reksadana Saham
Prospektus Reksadana Saham

Reksadana Saham ditujukan untuk investasi jangka panjang. Karena tingginya fluktuasi harga saham dalam jangka pendek.

Contohnya, di 2018, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak positif, IHSG terkoreksi hingga 2,5%. Pergerakan IHSG tahun 2018 mencatat angka terburuk dalam tiga tahun.

Sementara, dalam tiga tahun ke belakang, IHSG mencatat pertumbuhan 19,99% pada 2017 dan 15,32% di tahun 2016. Sementara pada tahun 2015, IHSG terperosok 12,13%.

Investasi pada reksadana saham memang memiliki risiko fluktuasi, apalagi jika dilakukan dalam jangka pendek. Tetapi, kita dapat melihat bahwa pergerakan saham dalam jangka panjang akan tetap positif, demikian juga dengan reksadana saham.

Karena itu, evaluasi Reksadana saham terbaik sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang. Dibawah ini adalah hasil peringkat Reksadana saham berdasarkan kinerja 5 tahun.

Peringkat Reksadana Saham Kontan 2019 (Periode Kinerja 5 Tahun)

Reksadana Saham 5 Tahun Kontan
Reksadana Saham 5 Tahun Kontan

2. Reksadana Campuran

Reksadana ini menawarkan kombinasi investasi dalam berbagai instrumen.

Tujuannya adalah memperoleh keuntungan dalam jangka panjang dengan investasi pada saham, obligasi dan pasar uang.

Tapi keuntungan Reksadana Campuran tidak setinggi Reksadana Saham. Ini karena risikonya lebih rendah dibandingkan Reksadana Saham.

Keunggulan Reksadana ini adalah komposisi portfolio bisa lebih fleksibel. Manajer Investasi bisa meracik instrumennya dengan berbagai instrumen.

Bandingkan dengan Reksadana Saham yang hanya fokus di satu instrumen, sementara Reksadana Campuran bisa menggabungkan saham dengan hutang, obligasi dan lain – lain.

Memang keuntungan Reksadana Campuran tidak sebesar Reksadana Saham, tapi risikonya juga lebih rendah.

Berikut ini adalah contoh Prospektus Reksadana Campuran.

Dalam jangka panjang, untuk menghindari risiko lebih besar di saat pasar saham dan obligasi naik turun tanpa kepastian, investor bisa memilih instrumen reksadana campuran.

Imbal hasil reksadana campuran ini masih menjanjikan jika Anda menjadikannya sebagai investasi jangka panjang. Data Infovesta Utama menunjukkan, dari perhitungan 10 reksadana campuran terbaik periode 5 tahun di 2018, imbal hasil yang diraih berkisar antara 42%-76%.

Investor dengan profil risiko menengah sampai tinggi sangat cocok memilih reksadana campuran dengan bentangan waktu investasi lebih lama. Diversifikasi portofolio antara saham dan obligasi membuat reksadana campuran bisa meminimalisir risiko sistematis, seperti indeks saham anjlok.

Peringkat Reksadana Campuran Kontan 2019 (Periode Kinerja 5 Tahun)

Reksadana Campuran Kontan
Peringkat Reksadana Campuran Kontan

3. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana Pendapatan Tetap bertujuan untuk memberikan suatu tingkat pengembalian yang menarik dengan penekanan pada stabilitas modal.

Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap didorong oleh perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia. Penurunan BI rate akan mendorong kenaikkan harga obligasi, yang merupakan instrument penempatan dana Reksadana ini. Naiknya harga obligasi meningkatkan nilai Reksadana Pendapatan Tetap.

Isi jenis investasi reksadana ini adalah obligasi. Terdapat perbedaan saham dan obligasi yang nanti bisa dilihat dalam Reksadana pendapatan tetap.

Risiko Reksadana Pendapatan Tetap berada dibawah Reksadana Campuran.

Berikut ini contoh Prospektus Reksadana Pendapatan Tetap.

Update 2019:

Reksadana pendapatan tetap mengalami masa sulit di 2018, minus 2.2%, namun di 2019 diprediksi return yang negatif akan berbalik positif.

Penyokong utama membaiknya kinerja jenis reksadana pendapatan tetap, yang berbasis obligasi ini adalah langkah Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 6% sejak Desember tahun lalu. Selama suku bunga tidak naik, harga obligasi akan stabil.

Peringkat Reksadana Pendapatan Tetap Kontan 2019 (Periode Kinerja 5 Tahun)

Peringkat Reksadana Pendapatan Tetap Terbaik
Peringkat Reksadana Pendapatan Tetap Terbaik

4. Reksadana Pasar Uang

Ini adalah jenis investasi  Reksadana yang paling aman. Risikonya paling kecil.

Reksadana Pasar Uang bertujuan memberikan keuntungan yang menarik melalui investasi pada instrument pasar uang serta menurunkan tingkat risiko melalui diversifikasi penempatan instrumen pasar uang yang dipilih secara selektif.

Dan juga bertujuan memberikan tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat

Reksadana ini melakukan investasi 100% (seratus persen) pada instrument Pasar Uang. Boleh dibilang jenis investasi reksadana pasar uang adalah
investasi jangka pendek paling menguntungkan dan investasi paling aman dibandingkan jenis investasi Reksadana lainnya.

Namun, apakah Reksadana pasar uang adalah investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang ? Jawabannya tidak.

Penjelasan lebih lengkap, baca Reksadana Pasar Uang dan berikut ini  contoh tampilan Prospektus Reksadana Pasar Uang.

Update 2019:

Dalam lima tahun belakangan, banyak Reksadana Pasar Uang mencetak return di atas 35%. Salah satu pendorongnya adalah kenaikkan bunga deposito mengikuti bunga SBI di kisaran 6% dan bunga obligasi perusahaan yang nangkring di 7%.

Dengan perkiraan return 5%–6% di tahun 2019, Reksadana pasar uang cukup menarik untuk berinvestasi. Apalagi, jenis Reksadana pasar uang lebih likuid dibandingkan dengan deposito dan tidak harus menunggu hingga jatuh tempo. Investor bisa menarik dana kapan saja.

Keunggulan lain: reksadana pasar uang tidak memungut biaya pembelian dan penjualan kembali. Risikonya lebih rendah sehingga kaum milenial yang baru saja memasuki dunia kerja atau belum punya pendapatan tetap bisa menjadikan reksadana pasar uang sebagai salah satu kendaraan investasi mereka.

Untuk berinvestasi di reksadana pasar uang, investor bisa memulai dengan Rp 100.000. Dengan fasilitas redemption T+1 (pencairan dana satu hari setelah transaksi) yang ditawarkan reksadana pasar uang, investor bisa memenuhi kebutuhan mendadak yang mungkin timbul.

Peringkat Reksadana Pasar Uang Kontan 2019 (Periode Kinerja 5 Tahun)

Jenis Reksadana Pasar Uang 2019
Jenis Reksadana Pasar Uang 2019 (sumber Kontan)

Kesimpulan

Sebelum berinvestasi, Anda sebaiknya tahun dulu profil Reksadana yang dipilih. Bagaimana risiko dan return-nya serta cocok untuk tujuan keuangan yang seperti apa.

Pemahaman ini penting. Karena ada berbagai jenis investasi  Reksadana yang ditawarkan di pasaran dengan tingkat keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. Jangan sampai Anda memilih yang tidak sejalan dengan tujuan keuangan.

Pastikan yang dipilih memang sesuai dengan tujuan dan profil risiko pemodal. Tujuan keuangan harus sesuai dengan jenis Reksadana yang dipilih.

Baca artikel Reksadana lainnya: Beli Reksadana Bisa 100rbGRATIS – Panduan Investasi Reksadana dan Kursus Investasi Reksadana.

Dapatkan GRATIS Daftar 5 Reksadana Saham Terbaik

20 Responses

  1. agus supriyanto

    Sy cm mw tny bang, kr 2 buat sy utk pemula dan ingin mngenmbangkan uang sy lebih cepat dgn resiko minimal rendah investasi macam apa yg sy kira buat sy cocok ,krn mngingat dulu sy pernah ikut forex dan sy merugi cukup bnyk dan smpai saat ini sy msh truma dgn model investasi yg sm ,mohon kiranya bs di berikan arahan utk kedepannya trima kasih atas sranya.

    Reply
    • admin

      Agus, pelajaran yang pertama dan utama adalah HIGH RISK HIGH RETURN atau LOW RISK LOW RETURN. Tidak ada investasi yang resikonya paling rendah dan keuntungannya paling tinggi. Jadi, kalau kamu mau keuntungan yang tinggi dan cepat, kamu harus siap menanggung resikonya. Contohnya, sudah kamu alami sendiri di Forex. Forex menjanjikan keuntungan yang tinggi, tapi risikonya juga tinggi. salam

      Reply
  2. purnama

    Halo Bapak Rio
    Mohon maaf saya mengulang pertanyaan saya, mohon infonya apa perbedaan reksadana yang dibeli melalui Ipotfund dengan trading saham online? Mengingat pengalokasian dana dari keduanya dipilih sendiri oleh investor. Mohon penjelasannya. Terima kasih banyak ☺

    Reply
    • admin

      purnama, beda karena di Reksdana yang memilih saham adalah Manajer Investasi, sedangkan dalam trading saham Anda yang harus memilih saham. salam

      Reply
  3. Fendy

    Maaf sebelumnya pak rio ..
    Saya berniat investasi reksadana tapi saya masih awam banget dengan investasi reksadana ini tapi saya sudah tahu mau investasi dengan jangka waktu berapa .. karna saya juga masih muda jadi saya menginginkan investasi jangka waktu 5 tahun tapi kalau bisa dengan resiko kegagalan yg tidak tinggi dan dengan modal yang tidak terlalu besar .. kira” kalau bapak rio bisa menyarankan saya baik nya ambil investasi yang mana yah ?? Terimakasih sebelumnya ..

    Reply
  4. hafiz

    assalamualaikum bapak….
    saya mau berinvest di reksadana cuma bagaimana caranya apabila kita membeli produk reksa dana dan suatu saat ingin menjualnya kembali karena suatu kebutuhan?
    terimakasih

    Reply
  5. Epul Saepul

    Pak rio mohon petunjunknya, Invest untuk jangka waktu 5 thun lebih baik RDC atw RDS? trimakasih

    Reply
  6. dripta

    Pak Rio, saya boleh minta rekomendasi perusahaan yang sedang menawarkan reksadana pasar uang atau pndapatan tetap yang bisa dipercaya elektabilitasnya saat ini ?

    Reply
  7. Syukur Halawa

    Jika saya investasi di reksadana saham sebesar Rp.250ribu perbulan selama 7 tahun. Berapa kemungkinan return yg akan saya terima.
    Thx.

    Reply
  8. Fauzie

    Dear Pak,

    Apabila saya ingin membuat dua jenis reksadana, dimana saya ingin berinvestasi jangka menengah (2-3 Tahun) dengan resiko Menengah ex pasar uang, dan jangka panjang (> 5 Tahun) dengan resiko tinggi ex pasar saham, apakah saya harus membuat 2 rekening reksadana dengan bank berbeda, atau hanya dengan satu rekening reksadana saja?

    Reply
  9. ian

    pagi pak, sya mau bertanya saya mau investasi reksadana jangka panjang diatas 5tahun,untuk hari tua misalnya saya harus beli yang mana ya?
    apakah kalo reksadana saham itu bisa nilainya turun? seperti main saham
    sedangkan reksadana tetapsaya kayaknya gak pernah dibwah nilai invest awal pak

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.