Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

10 Mata Uang Kripto Terbaik 2022

Daftar Isi

10 Mata Uang Kripto Terbaik 2022

Apa mata uang kripto yang layak diinvestasikan di 2022 ? Kita ulas 10 mata uang kripto terbaik soal fitur setiap koin, keunggulan kelemahan setiap koin.

Beberapa tahun ini, investasi menggunakan cryptocurrency semakin populer dan digemari nih. Bukan hanya kalangan milenial yang gencar-gencarnya cari profit, Gen Z juga gak mau kalah dengan rekan tongkrongannya untuk pantau aset kripto mana sih yang bisa jadi celah “cuan”?

Sebelumnya, cryptocurrency atau aset kripto sendiri merupakan mata uang digital yang terenkripsi dengan logaritma canggih untuk mengatur dan memantau pengumpulan dana dan transaksi lainnya secara daring.

Tertarik berinvestasi di pasar cryptocurrency?

Mulai dari Bitcoin, Ethereum hingga Dogecoin dan Tether, ada ribuan mata uang kripto yang berbeda, yang bisa membuatmu kewalahan saat pertama kali memulai dunia kripto. 

Untuk membantu kamu memahami, pastikan kamu memilih aset kripto yang aman dan terbaik. Cek daftar aset kripto terbaik 2022 berikut ini!

1. Bitcoin BTC

Bitcoin adalah aset kripto terdesentralisasi yang awalnya dijelaskan dalam whitepaper 2008 oleh seseorang, atau sekelompok orang menggunakan alias Satoshi Nakamoto yang diluncurkan pada Januari 2009.

Kapitalisasi pasar: Lebih dari $730 miliar

Peringkat: #1 berdasarkan Coinmarketcap

Bitcoin merupakan mata uang online peer-to-peer, yang berarti semua transaksi terjadi secara langsung antara pengguna jaringan independen yang setara, tanpa perlu perantara untuk mengizinkan atau memfasilitasi transaksi tersebut. 

Menurut Nakamoto, Bitcoin dibuat untuk melakukan “pembayaran online dikirim langsung dari satu pihak ke pihak lain tanpa melalui lembaga keuangan.” Tidak seperti mata uang lain pada umumnya, Bitcoin tidak bergantung pada satu penerbit utama.

Harga Bitcoin telah meroket dari tahun ke tahun. Pada Mei 2016, Bitcoin bernilai sekitar $500. Pada 20 Februari 2022, harga satu Bitcoin lebih dari $38.000, tumbuh lebih dari 7.600%.

Namun ini bukan berarti Bitcoin tanpa masalah.

Kelemahan Bitcoin adalah use case atau penggunaan yang terbatas, boleh dikatakan hanya sebagai store of value. Dengan harga Bitcoin yang sangat fluktuatif, sulit sekali, menjadikannya sebagai mata uang untuk transaksi jual beli karena mata uang butuh stabilitas.

Kemampuan Bitcoin mengolah transaksi atau TPS juga sangat terbatas, hanya bisa memproses 5 transaksi per detik. Sedangkan, sebagai perbandingan, Visa bisa memproses 65,000 transaksi per detik. 

2. Ethereum (ETH)

Baik platform cryptocurrency dan blockchain, Ethereum adalah koin yang menjadi incaran untuk dimiliki karena aplikasi potensialnya. Seperti “smart contact” dan juga token non-fungible (NFT).

Kapitalisasi pasar: Lebih dari $327 miliar

Peringkat: #2 berdasarkan Coinmarketcap

Ethereum juga telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Dari April 2016 hingga Februari 2022, harganya naik dari sekitar $11 menjadi lebih dari $2.700 meningkat hampir 25.000%.

Berbeda dengan Bitcoin, yang aplikasi atau use case-nya terbatas, Ethereum memiliki banyak pengembangan dengan fitur smart contract. Boleh dikatakan Eth adalah Blockchain generasi ke-2.

Defi atau Decentralized Finance menjadi fitur yang banyak dikembangkan di Blockchain Ethereum. Defi ini memungkinkan orang melakukan transaksi atau exchange mata uang kripto secara terdesentralisasi, permissionless, trustless.

NFT paling banyak ditransaksikan di blockchain Ethereum, lewat platform OpenSea. Booming NFT kebanyakkan terjadi disini.

Kelemahan Ethereum saat ini gas fee atau fee untuk melakukan transaksi yang sangat mahal seiring dengan semakin ramainya orang melakukan transaksi di jaringan ini. Di ETH, transaksi diproses berdasarkan fee, makin besar fee dibayar makin cepat diproses. 

3. Tether (USDT)

Tidak seperti beberapa bentuk cryptocurrency lainnya, Tether adalahstablecoin. Stablecoin didukung oleh mata uang fiat seperti dolar AS dan Euro, yang secara hipotesis mempertahankan nilai yang sama dengan salah satu denominasi tersebut.

Kapitalisasi pasar: Lebih dari $78 miliar

Peringkat: #3 berdasarkan Coinmarketcap

Kita lihat bahwa harga kripto sangat berfluktuasi setiap waktu. Akibatnya, sulit melakukan jual beli atau transaksi dengan nilai mata uang yang berubah sangat cepat.

Muncullah ide stablecoin. Sesuai namanya, mata uang stablecoin merupakan mata uang kripto yang bisa digunakan untuk transaksi di jaringan blockchain, karena nilai yang stabil.

Secara teori, ini membuat nilai Tether seharusnya lebih konsisten daripada cryptocurrency lainnya, poin plusnya disukai oleh investor yang waspada terhadap volatilitas ekstrim dari koin lain.

Transaksi di jaringan Blockchain paling efektif menggunakan stablecoin sebagai mata uang utama. Kalau di transaksi umum, kita memakai US$, maka di Blockchain, menggunakan Tether.

Masalah yang melanda Tether adalah isu bahwa perusahaan ini tidak menyimpan US$ sebanyak yang seharusnya agar stablecoin bisa dipertahankan 1:1 terhadap US$. Akibat isu ini, kredibilitas Tether menjadi dipertanyakan.

4. Binance Coin (BNB)

Binance Coin adalah bentuk cryptocurrency yang bisa kamu gunakan untuk trading dan membayar biaya di Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia.

Kapitalisasi pasar: Lebih dari $63 miliar

Peringkat: #4 berdasarkan Coinmarketcap

Sejak diluncurkan pada tahun 2017, Binance Coin telah berkembang bukan hanya memfasilitasi trading di platform Binance. Sekarang, Binance sudah bisa digunakan untuk trading, pemrosesan pembayaran, atau bahkan pemesanan pengaturan perjalanan. 

Harganya di tahun 2017 hanya $0,10; pada 1 Februari 2022, telah meningkat menjadi sekitar $377, naik sekitar 377.000%.

BNB dipandang sebagai mata uang kripto dengan harga dan market cap yang meningkat secara konsisten. Hal ini diduga seiring dengan pertumbuhan Binance sebagai exchange terbesar di dunia saat ini.

Kelemahan BNB adalah jaringan Blockchain yang tidak terdesentralisasi dengan baik karena hanya ada sedikit pool yang memvalidasi transaksi dalam jaringan. Apalagi, koin ini dibuat oleh satu entitas, yaitu Binance.

5. U.S. Dollar Coin (USDC)

Seperti Tether, USD Coin (USDC) juga termasuk  yang didukung oleh dolar AS dan mana rasionya 1 USD berarti 1 USDC. USDC didukung oleh Ethereum, di mana kamu bisa menggunakan USD Coin untuk menyelesaikan transaksi global.

Kapitalisasi pasar: Lebih dari $50 miliar

Peringkat: #5 berdasarkan Coinmarketcap

Pada saat penulisan, harga USDC berada di posisi $1.00.

Sama seperti Tether, semua stablecoin punya isu soal apakah rasio 1:1 dengan fiat currency US$ betul - betul dipertahankan.

6. Cardano (ADA)

Sedikit lambat melambungkan namanya, Cardano terkenal karena proof-of-stake validation. Metode ini mempercepat waktu transaksi dan mengurangi penggunaan energi untuk dampak lingkungan, dengan cara menghilangkan aspek kompetitif dan pemecahan masalah dari verifikasi transaksi yang ada di platform seperti Bitcoin. Cardano juga bekerja seperti Ethereum yang dapat mengaktifkan smart contract dan aplikasi terdesentralisasi, yang didukung oleh ADA, koin aslinya.

Kapitalisasi pasar: Lebih dari $35 miliar

Peringkat: #6 berdasarkan Coinmarketcap

Token ADA Cardano memiliki pertumbuhan yang relatif lambat dibandingkan dengan koin kripto lainnya. Pada tahun 2017, harga ADA adalah $0,02. Pada saat penulisan, harganya berada di level $0,988 telah mengalami peningkatan sebesar 5.150%.

Selain soal kenaikan harga yang relatif rendah dibandingkan koin lain, Cardano dipandang lambat dalam pengembangan produk karena mendasari semua pembuatan protokol pada riset akademis peer review.

7. Solana (SOL)

Solana adalah proyek open source fungsional yang menggunakan teknologi blockchain untuk menyediakan solusi keuangan terdesentralisasi (DeFi). Ide dan pengerjaan awal proyek dimulai pada tahun 2017, kemudian Solana secara resmi diluncurkan pada Maret 2020 oleh Solana Foundation yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss.

Kekuatan Solana adalah pada transaksi yang cepat dan murah dalam memproses smart contract. Membuatnya berbeda dari Ethreum yang mahal.

Kapitalisasi pasar: Lebih dari $33,5 miliar

Peringkat: #7 berdasarkan Coinmarketcap

Protokol Solana dirancang untuk memfasilitasi pembuatan aplikasi terdesentralisasi (DApp). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan skalabilitas dengan memperkenalkan konsensus proof-of-history (PoH) yang dikombinasikan dengan konsensus proof-of-stake (PoS) yang mendasari blockchain.

Ketika diluncurkan pada tahun 2020, harga SOL mulai dari $0,77. Pada 1 Februari 2022, harganya sekitar $100, naik hampir 13.000%.

Meskipun harganya tumbuh sangat cepat, kekhawatiran banyak orang terhadap jaringan Solana yang tidak terdesentralisasi dengan baik karena  hanya ada sedikit stake pool dalam jaringannya. Terbukti, jaringan Solana sudah down selama 4 kali akibat serangan.

8. XRP (XRP)

XRP dibuat oleh beberapa pendiri yang sama dengan Ripple, yaitu sebuah teknologi digital dan perusahaan pemrosesan pembayaran. XRP bisa digunakan di jaringan tersebut untuk memfasilitasi pertukaran berbagai jenis mata uang, termasuk mata uang fiat dan mata uang kripto utama lainnya.

Kapitalisasi pasar: Lebih dari $29 miliar

Peringkat: #8 berdasarkan Coinmarketcap

Pada awal tahun 2017, harga XRP adalah $0,006. Pada 1 Februari 2022, harganya mencapai $0,62, sama dengan kenaikan lebih dari 10.000%.

Persoalan xrp adalah gugatan dari SEC USA yang masih berlangsung karena XRP dianggap melanggar regulasi di USA. Akibat masalah ini harga XRP cukup stagnan.

9. Terra (LUNA)

Terra adalah platform pembayaran blockchain untuk stablecoin yang mengandalkan keseimbangan antara dua jenis cryptocurrency. Stablecoin yang didukung Terra, seperti TerraUSD, terikat dengan nilai mata uang fisik. Diketahui Luna menggerakkan platform Terra dan digunakan untuk mencetak lebih banyak stablecoin Terra.

Kapitalisasi pasar: Lebih dari $21 miliar

Peringkat: #9 berdasarkan Coinmarketcap

Stablecoin Terra dan Luna bekerja bersama sesuai dengan supply dan demand: Ketika harga stablecoin naik di atas nilai mata uang terikatnya, pengguna diberi insentif untuk membakar Luna mereka untuk membuat lebih banyak stablecoin Terra. Demikian juga, ketika nilainya turun dibandingkan dengan mata uang dasarnya, ini mendorong pengguna untuk membakarstablecoin Terra mereka untuk mencetak lebih banyak Luna. Saat adopsi platform Terra tumbuh, demikian juga nilai Luna.

Dari 3 Januari 2021, ketika harganya $0,64, Luna telah naik hampir 8.000% menjadi $51,39 lebih dari setahun kemudian.

10. Polkadot (DOT)

Cryptocurrency bisa menggunakan sejumlah blockchain; Polkadot bertujuan untuk mengintegrasikannya dengan menciptakan jaringan cryptocurrency yang menghubungkan berbagai blockchain. Integrasi ini bisa mengubah cara cryptocurrency dikelola dan telah mendorong pertumbuhan yang mengesankan sejak peluncuran Polkadot pada tahun 2020.

Kapitalisasi pasar: Lebih dari $19 miliar

Peringkat: #10 berdasarkan Coinmarketcap

Antara September 2020 dan 1 Februari 2022, harganya tumbuh sekitar 565%, dari $2,93 menjadi $19,49.

*Kapitalisasi pasar dan harga pada saat penulisan per 1 Februari 2022 versi forbes

Itulah daftar 10 aset kripto terbaik di tahun 2022 yang aman buat investasi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kamu yang mau cari celah cuan di aset kripto.

Serok dan Keep Hodl!

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait