Advertisements

Kenali Kesalahan-Kesalahan Persepsi Pinjaman Berikut Sebelum Mengajukan Pinjaman ke Fintech

Advertisements

Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat gaya hidup semakin dipermudah. Tak terkecuali aktivitas perbankan yang belakangan mengalami perubahan pola, beralih ke online banking yang lebih mempermudah nasabahnya dalam melakukan transaksi.

Perusahaan Fintech (Financial Technology) yang belakangan berkembang dengan pesat bukan serta merta tanpa sebab. Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi dan tuntutan perekonomian terkadang membuat nasabah tak banyak memiliki waktu untuk sekedar datang ke bank untuk menggunakan jenis produk perbankan, seperti misalnya Pinjaman Online , Kredit Multiguna, maupun Kredit Usaha Mikro.

Pinjaman lewat aplikasi online memang belum sebesar pinjaman ala bank yang mampu memberikan nilai pinjaman mencapai 200 juta, tapi jika dilihat dari kebutuhan akses waktu yang lebih singkat rasanya memilih Fintech bisa jadi jalan keluar permasalahan keuangan. Terlepas dari hal tersebut, nyatanya bank bank raksasa di luar negeri pun justru mengakuisisi Fintech yang tengah berkembang.

Artikel kali ini tidak akan membahas mengenai hadirnya Fintech baik di Indonesia maupun di luar negeri yang belakangan ramai diperbincangkan. Melainkan beberapa poin penting yang wajib Anda ketahui terkait kesalahan pemahaman pengajuan pinjaman yang selama ini justru dianggap sebagai penghalang untuk mendapatkan dana pinjaman. Langsung saja, berikut ini adalah ulasannya.

Kesalahan Pertama: Pengajuan pinjaman Anda akan ditolak Bilamana Kualitas Kredit Calon Nasabah Buruk

Persepsi ini tak sepenuhnya benar. Setiap lembaga pemberi pinjaman memiliki kriteria kelayakan tersendiri untuk menentukan mana calon nasabah yang cocok menerima dana pinjaman tersebut dan mana yang tak layak untuk mendapatkannya.

Jika Kita bandingkan dengan Fintech, mereka tidaklah menggunakan sistem SLIK OJK atau credit scoring untuk menentukan tingkat risiko pemberian dana. Melainkan menggunakan sistem Big Data dan Artificial Intelligence yang dirancang agar mampu membaca tingkat risiko dari data nasabah. Hal ini tentu saja terkait bentuk Fintech yang bukan berbentuk Lembaga Perbankan.

Advertisements

Tentu saja proses penilaian calon nasabahnya cukup berbeda. Namun, dengan menggunakan teknologi ini, proses pemilihan nasabah bisa dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan menggunakan sistem konvensional.

Related Post

Kesalahan Kedua: Pinjaman Online Tidak Aman

Meragukan sebuah jenis pinjaman dengan syarat yang mudah tentu saja wajar.

Advertisements
Melalui pinjaman online, Anda cuma perlu memasukkan informasi pribadi sampai dengan akun bank yang bersangkutan untuk mengajukan pinjaman. Hal ini tentu membuat sebagian besar orang cukup skeptis dan meragukan hal tersebut, lantaran ada beberapa informasi yang bersifat sensitif yang perlu diberikan.

Namun Anda tidak perlu khawatir, apabila perusahaan fintech tempat Anda meminjam sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maka bisa dipastikan data tersebut tidak akan disalahgunakan.

Advertisements
Karena apabila iya, perusahaan fintech pemberi pinjaman bisa dikenakan sanksi bahkan tidak boleh beroperasi.

Jadi bisa dipastikan data-data yang telah dikumpulkan hanya akan digunakan untuk keperluan peminjaman dan promosi saja tanpa menyebarkan informasi pribadi Anda.

Advertisements

Kesalahan Ketiga: Bunga Pinjaman Online Besar

Anda beranggapan bahwa bunga pinjaman online itu besar? Bisa jadi benar, bisa jadi pula anggapan tersebut salah. Jika diakumulasikan, bunga pinjaman pinjaman online memang terbilang cukup besar, apabila Anda mengambil dengan tenor yang lama lantaran jumlah bunga dikalikan tenor cicilan tersebut.

Walaupun lebih besar dari bunga pinjaman di bank, perlu diingat ada standar bunga yang ditetapkan oleh OJK. Sehingga pihak pemberi pinjaman tidak boleh mematok bunga yang terlalu mencekik kepada para nasabahnya.

Advertisements
Kebanyakan orang berasumsi bunga pinjaman online itu besar lantaran menghitungnya dari jumlah pinjaman yang harus dikembalikan.

Besarnya jumlah pinjaman yang harus dikembalikan ini tidak cuma berasal dari bunga saja namun juga bisa dari biaya administrasi, provisi, dll. Yang tentu saja bervariasi dari tiap perusahaan.

Kesimpulan

Kesalahan kesalahan persepsi diatas jelas cukup berbahaya lantaran mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk mengambil pinjaman pinjaman, sementara di lain sisi Anda membutuhkan dana tersebut karena sifatnya urgent.

Selalu tanamkan disiplin pembayaran agar pinjaman Anda bisa lebih cepat lunas. Pastikan juga Anda mengetahui segala risiko dan informasi suku bunga yang muncul agar tidak terjebak pinjaman online abal-abal. Selamat mencoba!

Advertisements