Pengalaman Investasi Saham Luar Negeri USA untuk Pemula (2019 Update)

  • November 17, 2019

Investasi saham luar negeri adalah cara meningkatkan keuntungan dan melakukan diversifikasi investasi lebih baik. Bagaimana cara beli saham luar negeri ? Apa resikonya ? Ikuti pengalaman saya beli jual saham luar negeri di bursa Wall Street USA. 

Banyak keuntungan diperoleh, yang tidak bisa kita dapatkan saat beli saham di Indonesia, tetapi ada pula sejumlah resiko beli saham di luar negeri, yang perlu diantisipasi jika tidak ingin rugi.

Tapi, sebelum membahas lebih jauh, saya jelaskan kenapa perlu investasi saham di bursa luar negeri.

Mari kita lihat sejumlah alasannya.

Keuntungan Saham LN

Ada sejumlah alasan kenapa Anda perlu mempertimbangkan investasi saham di luar negeri.

#1 Diversifikasi Investasi

Salah satu kunci pengelolaan risiko yang baik adalah melakukan diversifikasi.

Don’t put all your eggs in one basket !

Bagaimana diversifikasi sebaiknya dilakukan ?

Beli saham seharusnya sesuai dengan global share market, yang menunjukkan di bursa mana kinerja saham terbaik. 

Pasar saham paling besar di dunia adalah Amerika Serikat, menguasai 50%+ kapitalisasi pasar saham dunia, sehingga seharusnya Anda menempatkan mayoritas portofolio investasi saham di Wall Street.

Kenapa ?

Karena Wall Street adalah pasar terbesar dengan nilai kapitalisasi saham terbesar, yang kinerjanya tentunya yang paling menjanjikan.

Anda bisa lihat 100 perusahaan terbesar di dunia ada di USA.

Namun dalam prakteknya, para ahli keuangan menemukan fenomena home-bias, yaitu kecenderungan orang memiliki portofolio saham terbesar di negara mereka sendiri, sementara negara mereka tersebut punya kapitalisasi pasar lebih kecil di pasar saham global.

Riset Vanguard internasional terbaru menemukan bahwa:

  • Australia: Australian shares accounted for just 2.4 per cent of the global share market in December 2014 yet Australians collectively held 66.5 per cent of their portfolios in Australian shares.
  • Canada: Canadian shares made up 3.4 per of the global share market yet Canadians collectively held 59 per cent of their portfolios in Canadian shares.
  • Japan: Japanese shares accounted for 7.2 per cent of the global share market yet Japanese investors collectively held 55.2 per cent of their share portfolios in Japanese shares.
  • UK: While UK shares made up 7.2 per cent of the global share market, its investors collectively held 26.3 per cent of their portfolios in UK shares.
  • US: While US shares accounted for 50.9 per cent of the global share market, American investors collectively held 79.1 per cent of their portfolios in US shares.

Jadi fenomena home bias umum terjadi di banyak masyarakat di berbagai belahan dunia.

Dulu mungkin home-bias bisa dimaklumi karena hambatan melakukan investasi saham di pasar internasional, tetapi sekarang dengan kemajuan teknologi Fintech, pembelian saham lintas negara bisa dilakukan mudah secara online, sehingga diversifikasi di pasar internasional bukan sesuatu yang sulit.

#2 Bisa Beli Saham Perusahaan Keren

Anda bisa menjadi pemilik saham perusahaan kelas global dengan berinvestasi di pasar internasional.

Berikut ini saham – saham yang saya beli di New York Stock Exchange (NYSE), bursa saham terbesar di Amerika Serikat, yaitu:

Saham Perusahaan Global di NYSE
Saham Perusahaan Global di NYSE
  • McDonald – siapa yang tidak tahu perusahaan fast food satu ini, bahkan di ujung pelosok Indonesia pun ada gerai McDonald dengan standar pelayanan dan kualitas makanan yang sama dengan di negara asalnya. 
  • Starbucks – karena hampir setiap hari beli kopi di kedai Starbucks, saya ingin jadi bagian sebagai pemilik, dengan membeli saham perusahaan ini di NYSE.
  • Nike – saya pecinta sneakers dan Nike dengan desain sepatu yang ciamik, up to date dan terdepan, menurut saya, masih sulit disaingi produsen sepatu lainnya.
  • Johnson & Johnson – perusahaan obat dan farmasi terbesar di dunia yang inovasi produknya sudah mendunia.

Dari daftar saham diatas, Anda bisa lihat bahwa dengan bermain saham di pasar luar negeri kita bisa menjadi pemilik perusahaan – perusahaan kelas global yang reputasi dan namanya sudah tidak terbantahkan lagi.

Anda mau jadi pemilik Google, Apple, Exxon, Boeing, Facebook, Twitter atau yang terbaru Uber, bisa semuanya, dengan melakukan transaksi saham di bursa internasional.

Apakah mahal ?

Sama sekali tidak !

#3 Produk Bervariasi, Ada ETF

Investasi ETF di Pasar Internasional
Investasi ETF di Pasar Internasional

Sebelum menjelaskan bahwa investasi saham di luar negeri itu tidak mahal, saya ingin dulu menjelaskan hal yang juga tidak kalah penting, yaitu tersedianya produk ETF (Exchange Traded Fund) di pasar internasional.

ETF adalah inovasi produk pasar modal yang sangat cocok untuk investor ritel.

Apa itu ETF ?

ETF pada dasarnya adalah indeks fund yang dijual di pasar saham.

Kalau indeks fund, Anda harus beli langsung ke Manajer Investasi, yang mana beli langsung ke Manajer Investasi di luar negeri tidak mudah buat investor ritel seperti saya karena (1) ada ketentuan minimum investasi yang besar (tidak bisa beli hanya 1 lembar); (2) ketentuan regulasi di Amerika Serikat membatasi investor asing ritel membeli ke Manajer Investasi di Amerika Serikat.

ETF mereplikasi isi index fund dan menjual saham ETF di bursa sehingga bisa diakses, jual beli, oleh investor ritel.

Berikut ini contoh ETF dijual di NYSE:

  • VTI – ETF ini terbentuk dari semua saham di pasar Amerika Serikat, istilahnya Total Market Indices”, sehingga buat Anda yang ingin berinvestasi di semua saham di pasar USA tinggal beli ETF VTI tanpa perlu repot harus beli saham satu per satu.
  • VOO – ETF ini terbentuk dari indeks S&P 500 saham perusahaan terbesar di USA. Anda cukup beli ETF VOO untuk bisa memiliki saham di 500 perusahaan terbesar di Amrik.
  • IJR – ETF fokus pada perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil (small cap), yang mana small cap dipercaya memberikan return lebih tinggi di pasar saham

Ada banyak lagi jenis ETF yang lain, yang sangat membantu investor ritel untuk melakukan diversifikasi dan meraup keuntungan maksimal dengan modal terjangkau.

#4 Zero Commission

Baru – baru ini, Schwab, broker tempat saya melakukan transaksi saham di luar negeri, mengumumkan bahwa tidak memungut komisi dalam jual beli saham, alias komisinya Nol.

Untuk menunjukkannya, lihat gambar dibawah ini, saat saya akan melakukan pembelian saham, komisi broker = 0% (estimated commision).

Zero Commision - Komisi Nol di Schwab
Zero Commision – Komisi Nol di Schwab

Kebijakan zero commission ini sangat menguntungkan buat investor ritel, yang biasanya beli saham dalam jumlah relatif kecil (sehingga secara prosentase komisi terhadap nilai transaksi menjadi besar).

Sebelum kebijakan komisi nol, Schwab menerapkan komisi $14 per transaksi flat berapapun nilai transaksinya.

Bisa Anda bayangkan penghematan yang bisa dinikmati investor ritel sekarang dengan kebijakan Zero Commision tersebut.

#5 Bisa Beli 1 Lembar Saham

Hal lain yang menarik adalah minimum pembelian saham di New York Stock Exchange (NYSE) adalah 1 lembar saham.

Betul, Anda bisa beli hanya 1 saham di bursa Wall Street ini.

Buktinya bisa lihat gambar dibawah ini dimana saya melakukan pembelian 1 lembar saham Nike.

Beli 1 Lembar Saham di Bursa Wall Street
Beli 1 Lembar Saham di Bursa Wall Street

Berbeda dengan di Bursa Efek Indonesia, minimum pembelian adalah 100 lembar saham.

Menurut saya, kombinasi antara kebijakan Zero Commision dan pembelian minimum 1 lembar saham, sangat membantu investor ritel yang dana investasinya cukup terbatas untuk melakukan investasi saham.

#6 Akses Riset

Di Charles Schwab, broker yang saya gunakan, laporan riset tersedia lengkap.

Berikut daftar riset yang tersedia, dengan klik tab ‘Research’, yang disediakan secara gratis oleh Schwab broker, yaitu:

  • Market – Riset pasar secara umum di USA, developed countries dan emerging markets
  • Stocks – Riset masing – masing saham
  • Options – Riset soal Options
  • ETF – Riset soal ETF
  • Mutual Fund – Riset soal Reksadana.

Saya ambil contoh, salah satu saham, misalnya Starbucks, apa riset saham kedai kopi ini yang tersedia di Schwab, bisa lihat dalam gambar dibawah ini:

Riset Report Schwab
Riset Report Schwab

Anda lihat gambar diatas adalah halaman khusus riset Starbuck, yang di bagian kiri (saya garis kotak merah) adalah daftar research report yang tersedia secara Free dari berbagai analis.

Semuanya ini disediakan gratis, tanpa dipungut biaya tambahan.

#7 Hedging Valas

Investasi di saham luar negeri secara tidak langsung membantu melakukan hedging terhadap aset kita, antisipasi jika nilai mata uang Rupiah mengalami fluktuasi terhadap US$.

Dengan kondisi Rupiah sekarang dan masih tingginya defisit transaksi berjalan (lebih banyak impor daripada ekspor di ekonomi Indonesia), fluktuasi Rupiah terhadap mata uang US$ dan Euro adalah sebuah kemungkinan selalu akan terjadi.

Sebagai  investor, hal yang bisa kita lakukan menghadapi risiko nilai tukar ini adalah melakukan hedging, salah satunya dengan investasi saham di luar negeri.

Disamping risiko nilai tukar, daya beli mata uang US$ relatif lebih kuat dibandingkan mata uang lain, yang dicerminkan dari inflasi di US lebih rendah dibandingkan di Indonesia.

Apa implikasinya ?

Meskipun return investasi saham di pasar luar negeri, misalnya Amerika Serikat, lebih rendah dibandingkan di pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tetapi karena daya beli mata uang US$ lebih kuat maka nett return (setelah dikurangi inflasi) akan lebih baik di Amerika Serikat.

#8 Good Governance

Pasar saham di Wall Street sudah berjalan puluhan tahun dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia saat ini.

Pasar saham di Amerika Serikat memiliki porsi 50%+ dari total pasar saham global.

Besarnya transaksi di pasar yang diikuti tingginya likuiditas, membuat kemungkinan ‘saham gorengan untuk eksis menjadi lebih kecil karena dibutuhkan dana yang sangat besar untuk bisa memanipulasi harga saham di pasar sebesar Wall Street.

Disamping itu, lamanya usia bursa Wall Street membuat regulasi dan penegakkan hukum sudah terinstitusi dengan baik, sehingga saham gorengan bisa lebih diminimalisir (meskipun kemungkinan selalu ada, walaupun kecil).

Sejumlah Resiko Investasi

Melihat keuntungan investasi saham di luar negeri tersebut, bukan berarti tanpa resiko, maka mari kita lihat apa resikonya.

#1 Risiko Nilai Tukar

Risiko utama berinvestasi di negara lain adalah fluktuasi nilai tukar yang bisa menggerus keuntungan investasi.

Dalam kondisi ekonomi global yang stabil, nilai tukar cenderung stabil.

Tetapi, kenyataannya tidak seperti itu, karena selalu ada gejolak di ekonomi dunia, yang membuat nilai tukar valas cenderung fluktuatif.

Jika sering melakukan trading jual beli saham dan tukar menukar valas hasil jual beli, resiko kerugian karena fluktuasi valas akan lebih besar.

#2 Tidak Kenal Perusahaan

Membeli saham perusahaan di negara lain yang tidak kita kenal, pasti sedikit banyak menimbulkan kekhawatiran.

Ada peribahasa, “Tak kenal. Maka tak sayang”.

Pasti lebih nyaman membeli saham di perusahaan yang kita bisa lihat aktivitasnya secara langsung setiap hari dan ada di negara kita.

Tidak semua orang nyaman melakukan investasi di perusahaan luar negeri yang jauh di ujung dunia dan tidak bisa dilihat langsung operasionalnya.

Itu sebabnya kenapa fenomena ‘home-bias’, yang saya uraikan sebelumnya, umum terjadi di banyak negara karena orang enggan investasi di perusahaan yang mereka tidak kenal.

#3 Butuh Modal Lumayan

Meskipun ada zero commission dan bisa beli 1 lembar saham, namun pengalaman saya investasi saham di luar negeri butuh modal yang cukup besar karena beberapa alasan:

Pertama, harga saham di luar negeri tidak murah jika diukur dari mata uang Rupiah. 

Ambil contoh Google, yang per 30 Oktober 2019, harga saham $ 1,260 per lembar, yang artinya untuk membeli 1 saham Google Anda butuh uang Rp 17 juta lebih (asumsi nilai tukar 1 US$ = Rp 14,100).

Kedua, untuk membuka rekening di broker di pasar Amerika Serikat, sebagai investor asing, berlaku ketentuan minimum deposit, yang saat ini broker Schwab Internasional menerapkan minimum deposit $25,000 yang jumlah tersebut cukup besar bagi investor ritel.

Tapi, jangan berkecil hati jika minimum deposit Schwab International belum bisa dipenuhi karena Anda bisa mencari broker – broker lain di Amerika Serikat yang jumlahnya cukup banyak untuk mencari broker yang menerapkan minimum deposit lebih kecil.

#4 Biaya Transfer

Ketika akan melakukan transaksi saham, Anda perlu menyetorkan dana dari rekening di Indonesia ke rekening broker di luar negeri dan hal tersebut membutuhkan biaya transfer valas yang tidak murah.

Dari survei yang saya lakukan, bank rata – rata membebankan biaya transfer valas US$ 20 (full-amount).

Namun, beberapa waktu lalu, saya menemukan bahwa aplikasi Digibank DBS memberikan promo gratis biaya transfer ke luar negeri.

Berikut ini bukti transfer ke luar negeri, yang saya lakukan melalui Digibank DBS, dengan gratis biaya transfer.

Transfer Valas Digibank DBS - Biaya Nol (Free)
Transfer Valas Digibank DBS – Biaya Nol (Free)

Saya tidak tahu sampai kapan promo gratis biaya transfer valas Digibank DBS ini akan berlangsung.

Besarnya biaya transfer valas ke rekening di luar negeri membuat Anda sebaiknya memperhatikan biaya yang akan dikeluarkan saat melakukan investasi saham di luar negeri.

Tips Investasi Saham Internasional

Berdasarkan pengalaman beberapa tahun melakukan investasi saham di bursa internasional, khususnya di Amerika Serikat, saya punya beberapa tips yang mungkin bermanfaat:

Pertama, pemilihan broker menjadi faktor krusial karena setiap broker menetapkan syarat minimum deposit, komisi transaksi dan cara pendaftaran yang berbeda – beda.

Karena kita masuk sebagai investor asing (non US residence), perlu membaca ketentuan di masing – masing broker yang kerap berbeda – beda soal persyaratan investor asing beli saham di pasar USA.

Fokus pada broker yang kuat di layanan online stock.

Kedua, jika tidak punya waktu atau pengetahuan soal saham individual, lakukan investasi di ETF karena ETF menawarkan diversifikasi dan tingkat return sejalan dengan pasar.

Dengan menanamkan uang di ETF, Anda tidak perlu pusing – pusing melakukan analisa dan memantau pergerakan harga saham setiap hari, karena di ETF Anda investasi di semua saham dalam bursa.

Saya menilai ETF paling cocok untuk investor pemula.

Ketiga, jangan lupa untuk selalu lakukan diversifikasi investasi karena kedepan selalu penuh ketidakpastian dan resiko selalu ada sehingga kita perlu antisipasi dan kelola resiko tersebut.

Meskipun saham adalah investasi yang paling menjanjikan secara return, tetapi resiko saham juga besar, karena itu Anda perlu membagi uang untuk diinvestasikan ke berbagai asset-class.

Dengan kemajuan teknologi dan fintech, Anda tidak perlu harus punya uang banyak dulu untuk bisa melakukan diversifikasi dengan optimal karena sekarang sudah banyak produk keuangan seperti Reksadana, P2P, ETF yang membantu Anda melakukan diversifikasi resiko.

Keempat, perhatikan komponen biaya, misalnya biaya transfer, fluktuasi nilai tukar, dalam melakukan transaksi saham di bursa internasional.

Kuncinya adalah lakukan investasi dalam jangka panjang dan jangan trading karena trading akan memakan banyak biaya dan energi.

Kesimpulan

Tujuan saya menyampaikan investasi saham di luar negeri, khususnya di pasar Amerika Serikat, adalah menunjukkan pentingnya melakukan diversifikasi dalam investasi dan seiring kemajuan teknologi fintech proses jual beli saham cross-border yang dulu sulit sekarang lebih mudah dengan layanan online trading.

Tentu saja, Anda harus mempertimbangkan segala resiko ketika melakukan investasi, apalagi investasi saham yang cukup beresiko.

Selamat mencoba !

Leave a Reply

Your email address will not be published.