Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Beli Properti Rumah Tanah vs Reksadana, Apa Investasi Terbaik

Daftar Isi

Beli Properti Rumah Tanah vs Reksadana, Apa Investasi Terbaik

Pilih mana, reksadana atau properti, sebagai investasi terbaik ? Kita akan kulik perbedaan keduanya. Apa keunggulan dan kelemahan masing - masing produk investasi ini. Pastikan pilih investasi yang paling sesuai dengan tujuan keuangan.

Reksadana merupakan instrumen investasi yang banyak digunakan belakangan ini karena menarik terutama buat para milenial. Sedangkan, investasi di properti sudah lama sekali dikenal karena menawarkan stabilitas, keamanan serta kenaikkan nilai yang konsisten.

Meskipun properti buat banyak orang dianggap aman dan bisa dimanfaatkan untuk banyak hal serta punya nilai harga yang meningkat, namun orang perlu membandingkan dengan Reksadana yang menawarkan portfolio investasi di berbagai instrumen, dengan minimum investasi lebih terjangkau, potensi return tinggi dan mudah sekali dijual saat dibutuhkan.

Berikut ini perbandingan Reksadana dengan properti. Apa bedanya serta mana yang lebih baik, lebih unggul, sebagai alat investasi.
 

1. Return Keuntungan

Harga properti tidak pernah turun karena tanah tidak diciptakan lagi. Apalagi di lokasi yang premium. Itu hal yang selalu teringang-ingang di kepala saat kita membeli rumah atau tanah.

Jadi, return di properti memang punya trend meningkat dari tahun ke tahun, secara umum. Meskipun, dalam kasus tertentu, harga rumah atau apartemen, bisa stagnan, tidak bergerak naik.

Di atas kertas, harga properti memang tinggi. Namun, kenyataannya, kadang sulit sekali menjual pada harga tersebut.

Reksadana banyak jenisnya. Mulai dari yang return paling tinggi, yaitu saham, sampai yang return paling rendah, yaitu pasar uang.

Jadi, return di Reksadana akan sangat tergantung jenis yang dipilih.

Kalau pilih Reksadana Saham, kemungkinan besar returnya akan lebih tinggi dari properti. Namun, kalau dibandingkan berinvestasi di Reksadana Pasar Uang, kenaikkan harga properti jelas lebih tinggi.
 

2. Resiko

Resiko Reksadana tergantung pada jenisnya. Yang paling beresiko adalah Reksadana Saham, lalu yang paling rendah resikonya adalah Reksadana Pasar Uang.

Resiko properti boleh dikatakan lebih rendah dibandingkan Reksadana, secara umum. Kita bisa lihat dengan membandingkan fluktuasi return di Reksadana dengan properti.

Harga properti dalam kondisi tertentu akan turun, tetapi jarang turun drastis. Fluktuasinya relatif kecil.

Ini sangat berbeda dengan resiko di Reksadana Saham atau Reksadana Campuran, yang berfluktuasi setiap waktu. 

Bahkan dibandingkan dengan Reksadana Pasar Uang sekalipun, harga properti lebih stabil. Karena return properti yang lebih stabil, resikonya menjadi lebih rendah.
 

3. Likuiditas

Likuiditas  bicara soal mudah dan cepat tidaknya kita bisa menjual instrumen investasi. Semakin cepat, mudah, berarti semakin likuid instrumen tersebut.

Jelas, dalam soal ini, Reksadana lebih unggul. 

Menjual properti dalam waktu singkat sangat sulit. Butuh waktu berminggu-minggu atau bahkan tahunan untuk bisa menjual rumah, tanah atau apartemen.

Sementara, penjualan Reksadana sangat mudah dan pasti terjual. Karena Manajer Investasi yang menerbitkan Reksadana wajib membeli penjualan Reksadana, sesuai dengan Peraturan OJK.

Reksadana dijual ke Manajer Investasi. Dan sesuai Peraturan OJK, Manajer Investasi wajib membeli kembali Reksadana yang dijual oleh investor.

Jadi, tingkat kepastian penjualan Reksadana itu sangat tinggi. Bisa dipastikan investor bisa menjual dan menerima uangnya dalam waktu singkat.
 

4. Keamanan

Keamanan investasi di properti dan Reksadana sama - sama punya resiko. Meskipun dengan kadar yang berbeda.

Di properti, resiko utamanya ada dua.

Pertama, pemalsuan sertifikat tanah. Hal ini sekarang banyak terjadi. Karena itu saat pembelian rumah tanah dilakukan, pembeli wajib hati - hati dengan menggunakan notaris yang kredibel.

Kedua, bangunan tidak dibangun sama sekali atau mangkrak. Banyak orang beli properti saat masih berbentuk gambar, belum jadi bangunannnya. Jadi, ada resiko bahwa developer tidak menyelesaikan pembangunannya.

Sedangkan, reksadana punya resiko bahwa Manajer Investasi dicabut izinnya atau melanggar ketentuan dari OJK. Akibatnya, nasabah tidak bisa mencairkan investasinya.

Pernah kejadian bahwa Manajer Investasi mengelola dengan tidak hati hati sehingga return Reksadana anjlok dan investor kehilangan nilai investasinya dalam jumlah besar.

Jadi, dalam soal keamanan, properti dan reksadana punya masalahnya sendiri.
 

5. Diversifikasi

Dalam soal diversifikasi, Reksadana jelas lebih baik dibandingkan properti. Reksadana memang dibuat untuk tujuan diversifikasi investasi.

Reksadana dikelola Manajer Investasi yang menempatkan dana ke berbagai instrumen. Tidak hanya satu instrumen.

Misalnya, dalam Reksadana Saham, investasi dilakukan ke portofolio terdiri dari banyak saham. Tidak hanya satu atau dua saham saja.

Begitu pula dengan Reksadana Pasar Uang. Ada berbagai instrumen pasar uang yang diinvestasikan Manajer Investasi.

Kondisi ini, sangat berbeda dengan properti. Properti hanya satu komoditi.

Tidak ada diversifikasi di properti. Harganya anjlok, langsung kena imbas. Kita tidak bisa melakukan diversifikasi di properti.
 

6. Minimum Investasi

Jelas, minimum investasi di properti sangat tinggi dibandingkan reksadana. Butuh uang dalam jumlah besar untuk mulai berinvestasi di properti.

Di Reksadana, saat ini, minimum investasi sangat terjangkau, terutama sejak munculnya aplikasi jual beli Reksadana online. Di salah satu aplikasi, kami ketemu minimum investasi Reksadana hanya Rp 10 ribu.
 

7. Pengenalan Produk

Properti, jelas, lebih dikenal karena memang sudah sejak lama ada. Investasi di produk properti sendiri cukup simpel, tinggal beli dan jual.

Orang sudah sangat paham dengan investasi di properti. Tidak perlu banyak belajar lagi.

Hal yang sangat berbeda dengan investasi di Reksadana. Banyak orang yang belum paham apa itu Reksadana. 

Perlu upaya mempelajari Reksadana, cara kerjanya, lalu instrumen- instrumen di dalamnya, seperti saham, obligasi, pasar uang. 

Memang, ada Manajer Investasi di Reksadana yang akan mengelola dana masyarakat yang ditempatkan. Namun, sebagai pemilik uang, pasti harus tetap memahami apa itu Reksadana.

Ada pepatah, tak kenal maka tak sayang. Bagaimana bisa berinvestasi kalau belum paham.

Jadi, dalam soal pengenalan produk, properti jelas lebih unggul dari Reksadana. Orang sangat lebih familiar dengan properti daripada Reksadana.
 

8. Pasif Income

Properti seperti rumah atau apartemen bisa memberikan penghasilan sewa secara rutin setiap tahun. Ini jadi salah satu keunggulan punya properti.

Pemasukkan yang rutin semacam ini bisa memberikan penghasilan dalam jangka panjang. Meskipun, kita juga harus sadar bahwa perlu biaya pemeliharaan yang tidak sedikit untuk properti yang disewakan.

Kita sudah sering mendengar cerita bahwa setelah rumah atau apartemen selesai disewakan, dibutuhkan biaya yang besar untuk perbaikan.

Sementara, Reksadana umumnya tidak menyediakan pasif income seperti properti. Keuntungan Reksadana terakumulasi dalam nilai investasi.
 

9. Jaminan Kredit

Properti bisa dijaminkan ke bank sebagai agunan untuk mendapatkan kredit. Bank banyak yang menyediakan kredit berbasis agunan properti, seperti misalnya Kredit Multiguna.

Dalam kondisi tertentu, misalnya membutuhkan pendanaan untuk usaha, kita bisa memanfaatkan aset properti untuk mengambil kredit ke bank. Aset properti yang kita miliki bisa kita karyakan untuk mengembangkan usaha produktif.

Sementara itu, Reksadana tidak bisa digunakan sebagai jaminan kredit. Bank tidak menerima Reksadana untuk pengajuan kredit.
 

10. Biaya Pemeliharaan

Properti rumah atau apartemen membutuhkan biaya pemeliharaan. Jika tidak, bangunan akan rusak dan nilainya turun.

Jumlah biaya pemeliharaan ini cukup besar. Dan biasanya semakin tua usia bangunan, semakin besar biaya pemeliharaannya.

Jadi, pemilik properti perlu mempersiapkan budget khusus untuk memelihara aset mereka.

Tidak dibutuhkan biaya pemeliharan di Reksadana. Karena Reksadana adalah paper-asset.

Dalam hal ini, Reksadana lebih simpel.
 

Ringkasan Perbedaan properti vs Reksadana 

Kita sampai pada rangkuman keunggulan dan kelemahan properti dan reksadana sebagai instrumen investasi.

 PropertiReksadana
ReturnReturn properti stabil dan trend meningkat setiap tahun.Reksadana lebih tinggi dari properti, apalagi jenis Reksadana Saham dan Campuran
ResikoResiko properti lebih rendah karena harga yang stabil.Resiko Reksadana lebih tinggi dari properti karena fluktuasi instrumen yang dibeli Reksadana
Likuiditasproperti sangat baik karena cash and carry. Jual hari ini, uang langsung diterimaReksadana pasti bisa dijual tetapi ada jeda waktu settlement 3 sd 5 hari sampai uang masuk rekening
Keamananproperti punya resiko hilang dan pemalsuan. Butuh biaya tambahan untuk tempat penyimpanan yang aman, seperti di SDB.Reksadana tidak hilang atau palsu karena paper asset, tetapi ada resiko penyalahgunaan oleh Manajer Investasi yang membuat nilai Reksadana bisa anjlok
Diversifikasiproperti tidak bisa didiversifikasi. Investasi di satu komoditi. Reksadana unggul dalam hal diversifikasi karena isi portfolio bermacam - macam.
Minimum 
Investasi
Beli properti sangat terjangkau. Beli properti sekarang bisa 5 ribuan properti digital, seperti Tokopedia properti.Beli Reksadana sangat terjangkau bisa dari Rp 10 ribu di aplikasi investasi online, seperti Bibit, Bareksa, TanamDuit
Penyimpananproperti fisik harus disimpan secara aman. Tapi sekarang muncul properti digital yang tidak perlu disimpan.Reksadana tidak perlu disimpan karena paper-asset.
Pengenalan 
Produk
properti adalah produk investasi yang simpel, sederhana dan sudah dikenal banyak orang sejak dulu.Tidak butuh penjelasan lagi soal cara dan bagaimana investasi di properti.Reksadana adalah produk investasi yang banyak orang belum paham. Orang perlu belajar soal apa itu, mekanisme di dalamnya. Jadi, Reksadana bukan produk yang dikenal banyak orang.
Pasif IncomeRumah atau apartemen memberikan penghasilan bulanan dari hasil sewa.Reksadana tidak memberikan hasil rutin, meskipun kenaikan nilai investasi terakumulasi. Orang harus mencairkan Reksadana untuk bisa menikmati penghasilannya.
Jaminan KreditProperti sangat bisa digunakan sebagai jaminan untuk mengajukan kredit pinjaman.Reksadana saat ini tidak diterima oleh bank sebagai jaminan kredit.
Biaya 
Pemeliharaan
Properti sangat membutuhkan pemeliharaan dan semakin tua usia bangunan semakin besar biaya pemeliharaan.Tidak dibutuhkan biaya pemeliharaan di Reksadana.


Dari perbandingan ini, kita bisa melihat bahwa tidak ada satu produk investasi yang unggul semuanya. properti tidak hanya punya keunggulan, tetapi juga kelemahan. Demikian juga hal yang sama dengan Reksadana dan Properti

Tugas kita menentukan instrumen mana yang paling cocok, paling pas, untuk mewujudkan tujuan keuangan yang kita miliki. Bagaimanapun juga, kita membeli instrumen investasi untuk mencapai tujuan keuangan.

Kami selalu ingat, ucapan perencana keuangan Ligwina Hananto, “Tujuan Lo Apa”.

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Artikel Terkait