Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

5+ Cara Mendapatkan Profit di Saham 2022

Daftar Isi

5+ Cara Mendapatkan Profit di Saham 2022

Bagaimana caranya untung besar di saham ? Kita kupas cara dan tips agar bisa mencetak keuntungan di saham.

Secara teknis, indikator yang digunakan dalam mekanisme trading instrumen ini mirip dengan trading forex dan komoditi lainnya. Namun karena kondisi fundamentalnya berbeda, main saham tentu akan memiliki tantangan tersendiri.

Berikut ini beberapa cara mendapatkan profit dari saham:

1. Pahami Apa itu Saham

Apa esensi investasi saham ?

Dengan membeli saham, saya artinya menjadi pemilik (pemegang saham) dari perusahaan tersebut dan menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada management professional yang saya percaya bisa mengelola bisnis untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Pemahaman seperti di atas mempengaruhi cara saya melakukan investasi. Cara bersikap yang tenang tenang saja ketika harga saham anjlok drastis karena kinerja perusahaan yang fine - fine saja. Yang memborong saham saat market crash karena harga saham sudah terlihat murah, sementara kinerja perusahaan tidak memburuk sama sekali.

2. Lakukan Diversifikasi Investasi

Sebagai salah satu instrumen investasi, saham pasti memiliki resiko dan resiko tersebut jelas tidak kecil di saham. Pertanyaannya, bagaimana mengelola resiko di investasi saham untuk pemula yang baru belajar main saham.

Rumusnya hanya satu. “Don’t put all your eggs in one basket

Lakukan diversifikasi investasi. Jangan tempatkan semua uang Anda di saham.

Dengan diversifikasi, jika terjadi krisis di pasar saham, Anda bisa bertahan, tidak panik (ini sangat penting) karena sudah punya simpanan di instrumen lain yang aman dari krisis di saham.

Perencana keuangan menyebutkan pentingnya punya Dana Darurat sebagai instrumen jaga-jaga, salah satunya, jika terjadi goncangan dalam ekonomi. Sisihkan sebagian uang Anda di Dana Darurat.

Memang diversifikasi akan menurunkan potensi return karena uang ditempatkan di instrumen dengan return lebih rendah.

Tapi, justru itulah esensi diversifikasi bahwa penempatan dana dibagi ke investasi yang return tinggi resiko tinggi serta investasi yang return rendah resiko rendah.

3. Investasi Saham dalam Jangka Panjang

Mengapa investasi saham merupakan investasi jangka panjang ?

Saya ingin kembali ke poin #1 soal esensi investasi saham bahwa beli saham artinya saya investasi di suatu bisnis.

Menurut saya bisnis butuh proses, butuh waktu, untuk berkembang yang akhirnya nanti memberikan hasil kepada investor.

Apakah mungkin berinvestasi di suatu usaha, kita mengharapkan keuntungan dalam waktu harian atau mingguan ?

Sepertinya tidak karena ada proses bisnis yang harus dijalani untuk mencapai hasil.

Tidak bisa instan dalam bisnis!

Paling tidak butuh 1 tahun untuk melihat bagaimana bisnis tersebut berkembang dan tumbuh. Sama hal nya dengan investasi saham, butuh waktu agar uang Anda berkembang dan tumbuh di saham.

4. Cermati Hati - Hati dengan Trading Saham

Jika melakukan trading saham, Anda perlu perhatikan hal - hal berikut :

Pertama, trading saham membutuhkan waktu dan tenaga karena harus memantau perdagangan setiap saat. Tidak bisa disambi atau ditinggal dengan pekerjaan lain.

Meskipun sudah ada kemajuan teknologi untuk trading online, tetapi Anda harus fokus ke trading yang menguras waktu dan tenaga.

Berbeda dengan normalnya orang berbisnis yang menyerahkan perusahaan ke manajemen profesional yang mengelola dan memberikan hasil setelah jangka waktu tertentu (1 tahun atau 6 bulan), sedangkan di trading saham Anda harus memantau setiap hari, bahkan setiap menit, dan mengharapkan kenaikkan nilai perusahaan dalam 1 hari !

Kedua, yang lebih esensial, trading saham berharap keuntungan dari pergerakkan harga saham setiap hari, sementara yang namanya bisnis atau usaha ( yang merupakan refleksi harga saham) membutuhkan waktu lebih dari hari atau bahkan bulanan untuk meningkatkan valuasi nilai perusahaan.

Buat saya tidak masuk akal jika kita mengharapkan nilai bisnis berubah dalam hitungan hari atau bahkan dalam 1 hari (day-trading). Tetapi, hal tersebut yang diharapkan dalam trading saham.

5. Pelajari Metode Dollar Cost Averaging (DCA)

Beli saham yang sudah dipilih sebelumnya, secara rutin tiap bulan di harga saham berapapun saat itu.

Metode ini disebut dengan Dollar Cost Averaging (DCA).

Contohnya sebagai berikut:

  • Kita tentukan bahwa 2 hari sejak gajian, akan selalu beli saham.
  • Nilai investasi saham dari tabungan kita adalah, misalnya, 10%. Kita menabung 1 juta sebulan, maka Rp 100 ribu ditaruh di saham
  • Nilai Rp 100 ribu tersebut kita belikan saham di harga yang ada saat itu. Mau harga saham mahal atau murah, kita tidak peduli. Pokoknya, beli saham senilai Rp 100 ribu di hari tersebut
  • Jumlah lembar saham yang kita dapatkan tergantung pada harga saham saat kita beli.

Dengan cara DCA, kita secara konsisten dari waktu ke waktu mengakumulasi kekayaan di saham. Seiring penghasilan makin besar, tabungan makin besar, jumlah yang bisa diinvestasikan ke saham makin besar pula.

6. Mulai dengan Saham Blue-Chip

Saham blue-chip adalah saham dari perusahaan dengan kualitas terbaik yang dijual di bursa. Jenis saham ini dianggap paling aman dan menjanjikan stabilitas keuntungan.

Supaya lebih mudah dibayangkan, lihat contoh beberapa saham blue-chip di Bursa Efek Indonesia, yaitu:

  • Bank BCA (kode BBCA) adalah bank terbaik di Indonesia dengan jaringan ATM terbesar, jutaan jumlah nasabah dan paling penting menghasilkan profit besar buat pemegang saham.
  • Unilever Indonesia (kode UNVR) adalah perusahaan consumer goods terbaik di Indonesia dengan berbagai brand produk rumah tangga yang sudah tidak asing di masyarakat. Kinerja keuangan UNVR adalah salah satu yang terbaik di bursa dengan kemampuan saham ini mencetak laba secara konsisten.
  • Bank BRI (kode BBRI) adalah bank dengan laba terbesar di Indonesia. Dengan usia perusahaan lebih dari 100 tahun, Bank BRI punya kemampuan dan pengalaman di kredit mikro dan UMKM, yang boleh dikatakan tanpa pesaing saat ini karena semua pesaing yang dulu pernah masuk ke sektor mikro dan UMKM sekarang sudah banyak yang mundur mengakui kepiawaian dan dominasi BRI di sektor ini.

Tidak ada definisi yang saklak soal saham blue-chip, tetapi biasanya Anda bisa melihat saham yang punya kapitalisasi pasar besar dan ramai diperdagangkan setiap hari di bursa.

7. Belajar dari Reksadana Saham

Jika pemula belajar saham, salah satu cara paling mudah memilih saham adalah mengintip saham yang dipegang oleh Manajer Investasi yang mengelola Reksadana Saham.

Manajer investasi wajib menyampaikan portfolio Top 10 Saham yang dipegang di Reksadana Saham. Anda bisa melihat daftar Top 10 saham tersebut di laporan bulanan Reksadana Saham.

8. Cari Info Valid & Ikut RUPS

Pengelola Bursa Efek Indonesia, yaitu PT Bursa Efek Indonesia, membuka akses informasi perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa secara gratis kepada publik. Bahkan Anda tidak perlu menjadi pemegang saham untuk bisa mengakses informasi ini.

Informasi ini datang dari perusahaan, bukan rumor dan bukan hasil analisis, tetapi informasi resmi yang dirilis oleh perusahaan. Ada beberapa informasi, yang sangat penting untuk melakukan analisa saham, yaitu:

  • Laporan Keuangan: wajib disampaikan setiap kuartal, tengah tahun dan akhir tahun soal kondisi keuangan perusahaan. Penting sekali untuk mengevaluasi kinerja perusahaan
  • Laporan Tahunan: wajib disampaikan setiap akhir tahun berisi kajian komprehensif soal prospek, bisnis, keuangan dan manajemen perusahaan.
  • Corporate Action: laporan terkait corporate action perusahaan yang mempengaruhi harga saham
  • Publik Expose: setahun sekali perusahaan wajib menyampaikan presentasi ke masyarakat soal perkembangan kinerja perusahaan. Bahan presentasi publik expose bisa diakses.

Semua informasi diatas Gratis.

Cari dan Bandingkan Sekuritas Broker Saham Terbaik !

Cari dan Bandingkan Sekuritas Broker Saham Terbaik !

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait