Pinjaman Online, Investasi, Keuangan, Asuransi | Duwitmu

Pengalaman Berinvestasi Reksadana Pendapatan Tetap

Dipublish oleh R Quiserto Januari 12, 2022

Daftar Isi

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana Pendapatan Tetap adalah instrumen keuangan untuk investasi jangka menengah. Return yang ditawarkan sangat menarik, dengan resiko relatif rendah. Ini hasil dari pengalaman saya berinvestasi di salah satu reksadana jenis ini.

Investasi dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan keuangan. Tanpa investasi, hampir mustahil tujuan tersebut bisa direalisasikan.

Misalnya, dana darurat atau dana pendidikan harus dipersiapkan dengan melakukan investasi sejak dini. Semakin cepat, semakin baik.

Hanya saja, permasalahan yang kerap muncul adalah memilih jenis instrumen yang tepat. Selalu muncul pertanyaan, mau investasi kemana.

Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi pengalaman melakukan investasi di Reksadana Pendapatan Tetap.

Tulisan dibagi dalam tiga bagian, yaitu: 

  • Penjelasan Reksadana Pendapatan Tetap, 
  • Cara melakukan pembelian dan penjualan Reksadana
  • Analisa kinerja return dari Reksadana yang saya pilih.

Apa itu Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis Reksadana yang menanamkan investasi di instrumen pendapatan tetap (fixed income). Instrumen tersebut adalah obligasi, surat berharga dan deposito yang memberikan penghasilan bunga secara rutin.

Karena bunga dibayarkan dalam jumlah tetap secara rutin, sesuai dengan tingkat yang disepakati, maka instrumen hutang disebut pendapatan tetap. Return dari obligasi tidak berubah – ubah jika dipegang sampai jatuh tempo.

Manajer investasi yang mengelola Reksadana Pendapatan Tetap akan memilih obligasi atau surat berharga. Kriteria soal obligasi yang dipilih disebutkan dalam prospektus Reksadana.

Ada Reksadana yang hanya menanamkan uangnya di obligasi milik pemerintah, tetapi ada juga yang membeli obligasi perusahaan.

Selain obligasi, Reksadana Pendapatan Tetap diperkenankan juga mengalokasikan investasi ke instrumen pasar uang, dengan komposisi yang sudah ditentukan sejak awal, misalnya maksimum 20% di pasar uang. Instrumen pasar uang adalah instrumen yang punya masa jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Tujuan menanamkan sebagian investasi di pasar uang adalah untuk menjaga likuiditas Reksadana, agar saat terjadi redemption, Manajer Investasi cukup menarik dari instrumen pasar uang yang lebih likuid dan tidak harus menjual dari instrumen utama. 

Keuntungan

Keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap yang paling utama adalah tingkat keamanan investasi. Instrumen yang memberikan tingkat kepastian return relatif tinggi.

Berbeda, misalnya, dengan saham, yang return nya berfluktuasi, sehingga investor tidak tahu berapa return yang akan dicapai. Sementara, dalam obligasi, karena tingkat bunga sudah jelas dari awal, resikonya menjadi lebih rendah.

Keuntungan lain adalah minimum investasi di Reksadana sangat terjangkau. Bisa mulai dari Rp 10 ribu.

Nilai minimum investasi yang terjangkau membuat semua orang bisa melakukan investasi di Reksadana. Tidak perlu menunggu sampai uangnya terkumpul banyak untuk memulai berinvestasi.

Berbeda jika dilakukan sendiri, tanpa lewat Reksadana, proses pembelian obligasi membutuhkan minimum investasi yang cukup besar. Saya pernah cek, minimum pembelian obligasi pemerintah di pasar adalah Rp 100 juta.

Karena Reksadana adalah investasi kolektif, investor yang ingin membeli obligasi tidak perlu mengeluarkan dana investasi yang besar untuk memulai.

Reksadana dikelola oleh Manajer Investasi, yang sudah punya pengalaman dan keahlian dalam memilih instrumen terbaik. Investor tidak perlu repot melakukan sendiri dan menyerahkan keputusan kepada Manajer Investasi.

Potensi keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap lebih baik dari deposito dan Reksadana Pasar Uang, meskipun tidak setinggi Reksadana Saham. Cocok buat orang yang ingin mendapatkan return diatas deposito tapi masih takut main saham.

Resiko

Tentu saja, sebagai investasi, Reksadana Pendapatan Tetap memiliki sejumlah resiko. Resiko ini perlu dikenali dengan benar oleh calon investor, agar bisa mengukur apakah sesuai dengan profil risiko mereka atau tidak.

Apa saja resikonya ?

  • Nilai Investasi berkurang. Meskipun disebut pendapatan tetap, tetapi karena harga obligasi bisa berfluktuasi di pasar sekunder, nilai investasi di Reksadana ikut naik turun.
  • Likuiditas. Meskipun menjadi kewajiban Manajer Investasi untuk selalu mencairkan Reksadana jika ada permintaan dari pemilik unit, namun bisa terjadi masalah likuiditas dimana Manajer Investasi kesulitan menjual saat pasar sedang goncang
  • Fluktuasi Suku Bunga. Harga obligasi di pasar dipengaruhi oleh pergerakan suku bunga, yang mempengaruhi nilai unit Reksadana.
  • Gagal Bayar. Kemungkinan penerbit obligasi gagal bayar atas bunga, sehingga tidak ada pembayaran ke Reksadana. Akibatnya, nilai unit Reksadana akan turun.

Contoh Reksadana Pendapatan Tetap

Salah satu Reksadana Pendapatan Tetap yang saya gunakan adalah Manulife Obligasi Negara. Dikelola oleh Manajer Investasi Manulife Indonesia.

Berfokus pada obligasi pemerintah berjangka menengah-panjang, Reksa Dana Manulife Obligasi Negara Indonesia (MONI) menawarkan return dan keamanan investasi.

Saya cek di prospektus Reksadana Manulife ini dan disebutkan di halaman paling depan bahwa “bertujuan untuk menghasilkan pendapatan yang stabil dengan risiko seminimal mungkin dengan melakukan investasi pada Efek bersifat utang yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia dalam mata uang Rupiah.”

(1) Prospektus 

Pernyataan di prospektus ini menunjukkan beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh investor yang ingin membeli Reksadana Manulife Obligasi Negara Indonesia, yaitu:

Tujuan Investasi

Tujuan untuk jangka menengah. Dikelola secara aktif, MONI ideal untuk berbagai tujuan investasi yang ingin dicapai dalam jangka menengah 5-7 tahun.

Jika ingin mencapai tujuan keuangan, misalnya, dalam 6 bulan, sebaiknya jangan menanamkan investasi di Reksadana ini. Cari jenis Reksadana lain.

Resiko

Karena ditanamkan dalam obligasi negara Republik Indonesia, resiko Reksadana ini tergolong moderat, cenderung ke rendah. Cocok buat investor yang ingin investasi dengan resiko yang terjaga dengan baik.

Risiko investasi timbul dari berkurangnya nilai unit penyertaan, likuiditas, perubahan alokasi efek dalam kebijakan investasi, perubahan kondisi ekonomi dan politik, nilai investasi, perubahan peraturan perpajakan, tingkat suku bunga, pembubaran dan likuidasi.

Portfolio

Komposisi portofolio Manulife Obligasi Negara Indonesia (MONI) terdiri atas obligasi negara dan pasar uang, dengan komposisi berikut:

  • minimum 80% (delapan puluh per seratus) dan maksimum 100% (seratus per seratus) pada Efek bersifat utang yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri; serta 
  • minimum 0% (nol per seratus) dan maksimum 20% (dua puluh per seratus) pada instrumen pasar uang yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun dan diterbitkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia

(2) Manajer Investasi

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) berperan sebagai Manajer Investasi. Pihak yang mengelola Reksadana ini.

MAMI hadir di Indonesia pada tahun 1996, dan per September 2020, mengelola dana masyarakat sejumlah Rp75,9 triliun, bagian dari Manulife Investment Management, perusahaan manajemen investasi global yang merupakan bagian dari Grup Manulife.

Terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, dengan izin sebagai manajer investasi berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. Kep-07/PM/MI/1997 tanggal 21 Agustus 1997 dan memiliki izin sebagai Penasihat Investasi berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner OJK No. Kep-50/D.04/2018 tanggal 10 September 2018

(3) Biaya

Berbeda dengan umumnya reksadana, ketika investor melakukan pembelian Reksadana Manulife tidak ada biaya yang dibebankan. Biaya pembelian gratis alias nihil.

Namun, biaya tersebut sebenarnya ditangguhkan dan baru ditagihkan ketika Reksadana dicairkan atau dialihkan ke Reksadana lain, sebelum waktu 1 tahun. Jika sudah lewat 1 tahun, biaya tidak dibebankan alias gratis.

Model pembebanan biaya yang semacam ini bagus karena mendorong investor untuk menempatkan dananya di Reksadana dalam jangka menengah dan panjang. Hal yang cocok dengan jenis instrumen yang terdapat dalam Reksadana ini.

(4) Tujuan Keuangan

Salah satu hal paling penting ketika melakukan investasi, termasuk di Reksadana, adalah menentukan tujuan keuangan, lalu memastikan bahwa tujuan tersebut bisa dicapai dengan membeli Reksadana tersebut.

Saya tidak tahu tujuan keuangan masing – masing dari pembaca. Bisa sangat beragam, mulai dari dana pendidikan, dana DP rumah hingga dana pensiun.

Namun, Reksadana Manulife ini cocok untuk tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam jangka menengah, yaitu 5 tahun keatas. Kenapa ? karena profil risiko instrumen keuangan yang menjadi komponen Reksadana ini.

Jadi, kalau tujuan keuangannya untuk jangka pendek, misalnya, 1 tahun lagi untuk uang muka masuk sekolah anak, saran saya jangan gunakan Reksadana ini. Pilih jenis Reksadana lain yang lebih sesuai, contohnya, Reksadana Pasar Uang.

Cara Beli Jual Reksadana Pendapatan Tetap

Saya menemukan Reksadana Manulife ini secara tidak sengaja. 

Kebetulan saya nasabah Bank CIMB Niaga dan saat itu sedang ada promo investasi Reksadana secara online lewat aplikasi mobile banking CIMB Niaga.

CIMB Niaga punya aplikasi mobile banking, namanya Octo Mobile, dan di dalam aplikasi tersebut nasabah bisa melakukan investasi, yang salah satu pilihannya adalah Reksadana.

Adanya pilihan ini menarik karena proses jual beli Reksadana menjadi mudah. Integrasi dengan mobile banking membuat beli tinggal transfer dari rekening bank dan kalau jual uangnya langsung masuk rekening.

1. Daftar

Perlu mengunduh aplikasi mobile banking Octo Clicks CIMB Niaga sebagai langkah paling awal karena pembelian Reksadana dilakukan dari aplikasi tersebut. Nasabah tabungan CIMB otomatis bisa mendaftar di Octo Clicks.

Di samping aplikasi di ponsel, Octo Clicks juga tersedia di website. Website bisa diakses lewat PC atau laptop, disamping ponsel.

Jika sudah memiliki akses, nasabah bisa masuk ke lewat aplikasi atau website, dan nanti salah satu pilihannya adalah ‘Investasi’. Dalam investasi terdapat pilihan Reksadana.

2. Pilih Reksadana

Tahap selanjutnya adalah memilih Reksadana. Setelah memilih investasi Reksadana di aplikasi akan muncul beberapa pilihan jenis Reksadana, yaitu:

  • Saham. Alokasi dana minimum 80% pada instrumen saham. Sesuai untuk Nasabah dengan tujuan investasi jangka panjang (diatas 5 tahun).
  • Pendapatan Tetap. Alokasi dana minimum 80% pada instrumen obligasi. Sesuai untuk nasabah dengan tujuan investasi jangka menengah (1-3 tahun).
  • Campuran. Alokasi dana maksimal 79% untuk masing-masing instrumen pasar uang, obligasi, atau saham.
  • Pasar Uang. Alokasi dana 100% pada instrumen pasar uang dengan potensi hasil yang relatif stabil dan likuid.
  • Indeks. Bertujuan mendapatkan hasil investasi mengikuti performa indeks acuannya.

Saya pilih ‘Pendapatan Tetap’, lalu muncul semua Reksadana Pendapatan Tetap yang bisa dibeli melalui aplikasi Octo Clicks CIMB Niaga. 

3. Review

List Produk Reksa Dana untuk jenis Pendapatan Tetap akan ditampilkan dengan masing – masing Manajer Investasi beserta informasi return 1 bulan, 1 tahun, Year To Date (YTD). Di dalam list tersebut, saya bisa menyortir berdasarkan Manajer Investasi, Mata Uang (IDR atau US$%), dan berdasarkan profil risiko.

Di masing – masing Reksadana terdapat tombol ‘Daftar’, yang jika diklik akan memulai proses pembelian. Tapi sebelum membeli saran saya lakukan review dengan komprehensif, agar pilihan Reksadana yang dibeli sesuai dengan tujuan keuangan.

Bagaimana mereview Reksadana ?

Dua dokumen penting yang perlu dibaca, yaitu Prospektus dan Fund Fact-Sheet.

  • Prospektus adalah dokumen yang menguraikan secara lengkap soal Reksadana. Mulai dari legalitas, Manajer Investasi, instrumen yang dipilih, hingga resiko berinvestasi di Reksadana.
  • Fund Facts Sheet. Dokumen ini menjelaskan secara lengkap kinerja Reksadana terkini. Mulai dari berapa return per bulan, 1 tahun, sejak mulai, serta instrumen investasi yang dibeli oleh Reksadana.

Kedua dokumen ini harus dibaca untuk bisa memilih Reksadana yang tepat, sesuai dengan tujuan keuangan yang hendak dicapai dan tingkat resiko yang ingin diambil. Bisa mencari di Google atau YouTube berbagai panduan bagaimana mengevaluasi kinerja Reksadana berdasarkan informasi dari Prospektus dan Fund Fact-Sheet.

Jangan terburu – buru membeli Reksadana, sebelum membaca kedua dokumen. Pastikan ketika membeli sudah yakin atas Reksadana yang akan dibeli.

3. Beli

Proses pembelian dilakukan dengan masuk ke aplikasi mobile banking bagian investasi. Akan ada pilihan beli Reksadana.

Kalau baru pertama kali beli, maka kita harus memilih jenis Reksadana yang diinvestasikan. Pilih jenis Reksadana Pendapatan Tetap.

Nanti muncul berbagai Manajer Investasi yang menawarkan Reksadana Pendapatan Tetap. Kita bisa memilih berdasarkan beberapa hal, yaitu:

  • Instrumen yang dipilih Reksa Dana tersebut untuk diinvestasikan. Ini akan mempengaruhi return dan resikonya.
  • Track record Manajer Investasi. Pernah dapat penghargaan atau tidak, lalu ada berita negatif atau tidak.
  • Kinerja yang bisa dilihat di fund fact-sheet masing – masing Reksadana.
  • Fee yang dibebankan masing – masing Reksadana. Ada sejak awal pembelian sudah dikenakan fee, tetapi ada juga yang tidak mengenakan fee beli.

4. Jual

Kita bisa dengan mudah melakukan penjualan di aplikasi. Tinggal pilih jual Reksadana.

Akan ada pilihan untuk menjual sebagian (tuliskan berapa unit yang akan dijual) atau menjual semua unit alias menutup Reksadana.

Yang penting kita pahami bahwa harga penjualan unit yang ada di aplikasi adalah estimasi, menggunakan harga terakhir sehari sebelumnya. Harga unit yang digunakan untuk penjualan adalah harga di hari kita menjual.

Jadi, nilai final penjualan baru kita ketahui setelah penjualan selesai dilakukan dan masuk ke rekening bank. Hasilnya bisa saja sedikit berbeda dari estimasi karena nilai unit yang berubah dari hari sebelumnya.

Disamping itu, Reksadana akan memotong fee penjualan. Fee ini mengurangi hasil penjualan.

Butuh waktu beberapa hari untuk hasil penjualan sampai masuk ke rekening kita. Pengalaman saya sekitar 3 hari kerja sejak order jual dilakukan, uang masuk ke rekening.

Realisasi dan Simulasi Return

Manajer Investasi setiap hari kerja akan menghitung total nilai Reksadana berdasarkan harga pasar saat itu dan membagi nilai Reksadana tersebut dengan jumlah unit yang beredar untuk mendapatkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau nilai per unit Reksadana.

NAB  Reksadana dikalikan dengan jumlah unit yang investor miliki adalah nilai portofolio Reksadana saat ini. Karena NAB berubah – ubah tiap hari, tergantung nilai pasar instrumen, maka nilai investasi Reksadana akan ikut berubah.

Cara melakukan evaluasi kinerja Reksadana adalah membandingkan NAB Reksadana setiap melakukan membeli dengan nilai NAB Reksadana saat ini. Kenaikan dan penurunan nilai investasi Reksadana akan tercermin dari perbedaan keduanya.

Berikut ini tabel yang menunjukkan tanggal pembelian dan NAB Reksadana Manulife Obligasi Negara Indonesia saat pembelian dilakukan. Diakhir dibandingkan dengan harga unit Reksadana saat ini untuk mendapatkan indikasi persentase return yang berhasil saya dapatkan.

Tentu saja, return ini adalah unrealized return, yang belum terealisasi karena saya belum melakukan penjualan Reksadana. Kalau dijual, baru keuntungan bisa terealisasi.

Return Reksadana Manulife Obligasi Negara Indonesia sebesar itu sangat bagus buat saya karena beberapa alasan:

  • Diatas bunga deposito yang hanya di 3% setahun. Suku bunga deposito adalah benchmark minimum return karena merupakan investasi yang bebas resiko.
  • Karena reksadana ini isinya adalah investasi di obligasi negara yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia, resikonya menjadi sangat kecil. Kemungkinan Pemerintah tidak membayar obligasi sangat kecil.
  • Return bisa naik turun tergantung pada harga obligasi Pemerintah RI, yang menjadi dasar dari investasi Reksadana Pendapatan Tetap. Bisa dilihat bahwa ada saat – saat return minus
  • Konsistensi investasi penting karena bisa membuat hasil return Reksadana lebih smooth.

Singkatnya, Reksadana Manulife Obligasi Negara ini tidak hanya menawarkan keamanan investasi tetapi juga keuntungan investasi yang diatas rata – rata.

Kesimpulan

Reksadana Pendapatan Tetap adalah salah satu jenis instrumen yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah. Resikonya bisa terjaga, dengan return yang cukup baik.

Cara belinya cukup mudah saat ini. Bisa dilakukan secara online, lewat aplikasi mobile banking.

Bagikan Melalui

Artikel Terkait

Bibit Aplikasi Investasi Reksadana

Review Bibit Aplikasi Investasi Reksadana Onlin...

Januari 14, 2022 0 Komentar

Bibit adalah aplikasi transaksi Reksadana secara online. Banyak fitur ditawarkan di dalamnya. Apa... Baca Lagi

IPOTFund Indo Premier

Cara Buka Rekening Efek dan RDN di IPOTFund Ind...

Januari 10, 2022 0 Komentar

IPOTFund Indo Premier merupakan agen penjual reksa dana dengan banyak manfaat, seperti pembukaan ... Baca Lagi

IPOT Sekuritas Indonesia

Pentingnya Tujuan Keuangan dalam Investasi Reks...

November 16, 2021 0 Komentar

Reksa dana adalah instrumen keuangan yang tidak hanya mudah tetapi juga murah sehingga sangat coc... Baca Lagi

6 Resiko Investasi Reksadana dan Bagaimana Cara Mengatasinya

6 Resiko Reksadana dan Cara Mengatasinya

April 16, 2018 3 Komentar

Sebelum memulai, saya sarankan Anda pahami resiko investasi Reksadana. Selain keuntungan investas... Baca Lagi

10 Keuntungan dan Kerugian Reksadana bagi Investor

10 Keuntungan dan Kerugian Reksadana bagi Investor

April 6, 2018 12 Komentar

Dalam tulisan ini, saya ingin back to basics, memaparkan kembali keuntungan dan kerugian Reksadan... Baca Lagi

7 Cara Investasi Reksadana Saham Terbaik Mudah dan Murah 2019

Tips Investasi Reksadana Saham Terbaik Mudah da...

Desember 3, 2017 10 Komentar

Cara investasi reksadana saham patut diperhatikan karena jenis investasi yang menguntungkan saat ... Baca Lagi

Belum Ada Komentar

Tulis Komentar

Email Anda tidak akan di publish