Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Reksadana Obligasi vs Obligasi FR, Mana Lebih Baik

Daftar Isi

Reksadana Obligasi vs Obligasi FR, Mana Lebih Baik

Perbedaan utama antara Reksadana Obligasi dan Obligasi FR adalah di Reksadana pembelian obligasi dikelola lewat Manajer Investasi sehingga minimum investasi rendah mulai dari Rp 1 jutaan, sedangkan investasi obligasi FR kita lakukan sendiri tanpa perantara sehingga harus bisa mengurus jual beli sendiri dan minimum investasi besar mulai dari Rp 100 juta

Namun, investasi obligasi lewat Reksadana dikenakan fee ke Manajer Investasi, sementara beli FR langsung tidak ada fee tambahan ke Manajer Investasi.

Kita bisa beli obligasi lewat Reksadana atau langsung beli obligasi FR di pasar primer dan sekunder.

Mana pilihan yang lebih baik ? Untuk menjawabnya, kami berbagi pengalaman dalam berinvestasi di kedua instrumen ini.

Apa itu Reksadana Obligasi Pendapatan Tetap

Reksadana Obligasi adalah jenis Reksadana yang melakukan investasi di instrumen pendapatan tetap yang menghasilkan bunga.

Jenis Reksadana obligasi akan melakukan investasi sebagai berikut:

  • minimum 80% (delapan puluh persen) dan maksimum 100% (seratus persen) pada Efek bersifat utang, yaitu Surat Utang Negara baik berupa obligasi Negara Republik Indonesia maupun Surat Perbendaharaan Negara, obligasi korporasi yang memiliki peringkat minimum BBB (investment grade) atau yang setara dan ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau tercatat pada Bursa Efek di Indonesia, sertifikat deposito yang dapat diperdagangkan (negotiable certificates of deposit), Surat Berharga Pendapatan Tetap, Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga Komersial (Commercial Paper) yang telah diperingkat oleh perusahaan pemeringkat Efek yang disetujui oleh BAPEPAM & LK, dan deposito berjangka; dan
  • minimum 0% (nol persen) dan maksimum 20% (dua puluh persen) pada kas.

Dalam hal berinvestasi pada efek bersifat utang yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 tahun dan kas, investasi tersebut tidak akan melebihi 95% (sembilan puluh lima persen).

Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap didorong oleh perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia. Penurunan BI rate akan mendorong kenaikan harga obligasi, yang merupakan instrumen penempatan dana Reksadana ini. Naiknya harga obligasi meningkatkan nilai Reksadana Pendapatan Tetap.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah kenaikkan laju inflasi. Inflasi yang stabil membuat nilai Reksadana ini akan meningkat karena itu berarti kondisi makroekonomi sedang membaik

Kelebihan Reksadana Obligasi

Pembelian obligasi lewat Reksadana Pendapatan tetap yang dikelola Manajer Investasi memiliki sejumlah kelebihan, yaitu:

1. Minimum Investasi Terjangkau

Investasi di Reksadana Pendapatan Tetap sangat terjangkau. Bisa mulai dari Rp 100 ribu.

2. Aman

Reksadana Pendapatan Tetap memiliki resiko paling kecil dibandingkan jenis instrumen lainnya. Instrumen yang digunakan Reksadana Pendapatan Tetap adalah jenis yang sangat aman, seperti deposito, Obligasi Negara dan lain - lain.

3. Tidak Repot

Kita tidak perlu repot harus membeli obligasi tetapi cukup beli lewat Manajer Investasi. Sebagai pengelola, Manajer Investasi yang akan mengurus semuanya.

4. Dikelola Professional

Reksadana dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi yang sudah punya tidak hanya kualifikasi keahlian tetapi juga pengalaman bertahun - tahun di industri ini.

5. Mudah Dicairkan

Reksadana obligasi bisa dicairkan dengan cukup cepat, yaitu 3 sd 4 hari sudah masuk ke rekening. Cukup kita redeem ke Manajer Investasi maka investasi wajib dicairkan.

Kekurangan Reksadana Obligasi

Sejumlah masalah dan Reksadana pendapatan tetap adalah:

1. Dikenakan Biaya Fee Manajer Investasi

Kita harus bayar fee ke Manajer Investasi setiap tahun. Biaya ini tidak ada kalau kita beli Obligasi FR sendiri.

2. Risiko Manajer Investasi Bubar Bangkrut

Meskipun sudah diawasi OJK, kemungkinan Manajer Investasi bangkrut atau bubar bisa saja terjadi karena berbagai alasan. Kalau terjadi, pemegang unit investasi harus melakukan banyak hal untuk menyelamatkan asetnya.

3. Return Rendah

Keuntungan di Reksadana Pendapatan Tetap rendah dibandingkan jenis reksadana lainnya. Hal ini karena instrumen yang digunakan adalah jenis yang beresiko rendah tapi aman.

4. Gagal Bayar Penerbit Obligasi

Ada banyak risiko efek yang dapat terjadi pada setiap efek, contohnya adalah kemungkinan default perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan/atau pokok obligasi, dan implikasi dari peringkat kredit perusahaan yang di-downgrade.

5. Kena Inflasi

Karena return yang rendah, hasil keuntungan dari Reksadana Pendapatan Tetap bisa lebih rendah atau sama dengan tingkat inflasi. Hal ini akan terjadi jika inflasi meningkat.

6. Likuiditas

Dalam kondisi tertentu, misalnya saat krisis ekonomi, pencairan di Reksadana Obligasi tidak dapat dilakukan secara cepat.

Apa itu Obligasi FR

Obligasi FR adalah Surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah berdenominasi Rupiah, yang memberikan pendapatan secara tetap berupa kupon obligasi sesuai dengan nilai pokok investasi.

Obligasi Negara Indonesia seri FR adalah Surat Utang yang diterbitkan oleh Pemerintah dalam jangka waktu tertentu dengan kupon tetap.Pemerintah dalam hal ini sebagai penerbit menjamin pengembalian nilai pokok pada saat jatuh tempo ditambah dengan kupon yang akan dibayarkan secara berkala.

Kelebihan Obligasi FR

Sejumlah kelebihan berinvestasi di Obligasi FR adalah:

1 Tidak Bayar Fee ke Manajer Investasi

Karena beli sendiri secara langsung, kita tidak akan dikenakan beban fee Manajer Investasi.

2. Tidak Ada Resiko Manajer Investasi Bubar

Karena pembelian obligasi FR yang langsung, kita tidak akan terkspose pada resiko wanprestasi Manajer Investasi.

3. Pendapatan Secara Tetap Berupa Kupon Obligasi

Berinvestasi pada Obligasi Pemerintah akan memberikan pendapatan secara tetap berupa kupon obligasi sesuai dengan nilai pokok investasi

4. Potensi Capital Gain

Berpotensi memperoleh capital gain bila dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli setelah memperhitungkan biaya transaksi di Pasar Sekunder

5. Tingkat Imbal Hasil yang Relatif Lebih Tinggi Dibandingkan Deposito dan Tabungan

Obligasi adalah salah satu instrumen investasi yang memiliki resiko, sehingga memiliki imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan

6. Berpartisipasi dalam Pembangunan Bangsa

Dengan berinvestasi pada Obligasi Pemerintah, kita berperan serta dalam pembangunan dan pemerataan ekonomi serta kesejahteraan bangsa Indonesia

Kekurangan Obligasi FR

Sejumlah kekurangan berinvestasi langsung di Obligasi FR adalah:

1. Harus Mengurus Sendiri

Kita harus bisa mengelola sendiri investasi di Obligasi. Mulai dari cara jual beli sampai dengan menganalisa market obligasi.

2. Minimum Investasi Mulai Rp 100 juta

Minimum pembelian Obligasi FR adalah Rp. 100.000.000 (Seratus juta rupiah) Dengan kelipatan Rp. 1.000.000 (Satu juta rupiah). (untuk Pasar Sekunder Seri Benchmark)

3. Minimum Penjualan Kembali Rp 100 juta

Untuk bisa mencairkan obligasi, kita harus menjual kembali di pasar sekunder dengan minimum penjualan kembali Rp. 100.000.000 (Seratus juta rupiah), dengan kelipatan Rp. 1.000.000 (Satu juta rupiah).

4. Risiko Pasar (market risk)

Risiko Pasar (market risk), adalah potensi kerugian (capital loss) bagi investor akibat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keseluruhan dari pasar keuangan, antara lain perubahan suku bunga, perubahan fundamental ekonomi dan kondisi politik yang tidak stabil.

Kerugian (capital loss) dapat terjadi apabila Investor menjual Obligasi Negara FR di Pasar Sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga belinya. Pada saat harga pasar turun, Investor Obligasi Negara FR tetap mendapat kupon setiap 6 bulan sampai jatuh tempo. dan Itetap menerima pelunasan pokok sebesar 100% (seratus persen) pada saat jatuh tempo.

Tabel Perbedaan Reksadana Obligasi vs Obligasi FR

Untuk bisa melihat lebih dalam, kita akan kupas perbedaan melakukan investasi obligasi lewat Reksadana dan beli langsung Obligasi FR, dari berbagai aspek, sbb:

NoAspekReksadana ObligasiObligasi FR
1KeamananAmanAman
2LegalitasOJKOJK
3BiayaLebih MahalMurah
4Minimum PembelianRendahBesar
5Minimum PenjualanRendahBesar
6PengelolaanDikelolaKelola Sendiri
7Resiko MIAdaTidak

a. Keamanan

Reksadana Obligasi dan Obligasi FR punya keamanan yang sama karena produk investasinya sama.

b. Legalitas

Reksadana Obligasi dan Obligasi FR diawasi oleh OJK. Bukan investasi bodong.

c. Biaya

Biaya investasi di Reksadana obligasi lebih mahal dari Obligasi FR. Karenaa biaya management fee yang harus dibayar ke Manajer Investasi di Reksadana

d. Minimum Pembelian

Jumlah pembelian di Reksadana Obligasi lebih murah mulai dari Rp 100 ribu, sementara Minimum pembelian Obligasi FR adalah Rp. 100.000.000 (Seratus juta rupiah) dengan kelipatan Rp. 1.000.000 (Satu juta rupiah). (untuk Pasar Sekunder Seri Benchmark)

e. Minimum Penjualan

Jumlah penjualan di Reksadana Obligasi lebih murah mulai dari Rp 100 ribu, sementara Minimum pembelian Obligasi FR adalah Rp. 100.000.000 (Seratus juta rupiah) dengan kelipatan Rp. 1.000.000 (Satu juta rupiah). (untuk Pasar Sekunder Seri Benchmark)

f. Pengelolaan

Pengelolaan di Reksadana Obligasi lebih mudah karena dikelola Manajer Investasi yang sudah punya pengalaman dan memegang sertifikasi keahlian. Sementara, beli obligasi FR langsung harus bisa mengelola sendiri, termasuk melakukan jual beli dan mengalisa pasar obligasi.

g. Resiko MI

Tidak ada resiko Manajer Investasi bangkrut atau bubar kalau beli obligasi FR sendiri, sementara kalau di reksadana obligasi dihadapkan pada resiko ini.

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait