Apa Investasi Reksadana Saham Cocok untuk Anda?

  • May 9, 2015

Reksadana saham memberikan keuntungan tertinggi. Banyak yang tertarik. Tapi menurut saya tidak semua orang cocok berinvestasi disini. Bagaimana menentukan apakah Anda cocok investasi di Reksadana Saham ?

Tulisan ini bagian dari Panduan Investasi Reksadana.

Reksadana saham adalah favorit saya. Karena menawarkan return tertinggi. Keuntungannya bisa mencapai rata – rata 20% setahun, menurut data 10 tahun terakhir.

Bandingkan dengan tabungan atau deposito yang dibawah 5% per tahun. Siapa yang tidak tergiur.

Tapi, Anda jangan buru – buru berinvestasi disitu dulu. Tidak semua orang cocok.

Kenapa ?

Kinerja Reksadana Saham

Selama tahun 2014 sampai mid 2015, Reksadana Saham mengalami tekanan yang cukup dalam.

Berikut ini adalah grafik yang menunjukkan perkembangan harga Reksadana Saham dalam setahun terakhir. Terlihat bagaimana belakangan ini penurunanya cukup tajam.

Trend Harga Reksadana Saham
Harga Reksadana Saham

Gejolak Reksadana Saham

Anda harus memastikan bahwa tujuan keuangan yang ingin dicapai cocok dengan profil risiko Reksadana saham.

Apa kriteria tujuan keuangan yang sesuai dengan Reksadana saham ? Berikut Ini petunjuknya.

#1 Periode Investasi Reksadana Saham

Minimum periode investasi 15 tahun keatas. Periode yang panjang ini diperlukan untuk meredam gejolak fluktuasi harga saham.

Meskipun potensi keuntungan tertinggi, tapi saham adalah instrumen yang harganya sangat fluktuatif, terutama dalam jangka pendek.

Dalam rentang 1 tahun, harga saham itu sangat fluktuatif. Naik turun, bahkan cenderung bergerak tanpa trend.

Tapi jika horizon observasinya diperpanjangan menjadi 5 tahun atau bahkan 10 tahun, trend kenaikkan harganya akan terlihat jelas. Disitu baru terlihat bahwa return saham tinggi.

Oleh sebab itu, reksadana saham hanya cocok untuk investasi jangka panjang. Rekomendasinya adalah periode investasi minimum 15 tahun.

Misalnya, Anda butuh untuk dana pensiun yang baru akan dicairkan 20 tahun lagi, itu bisa dengan reksadana saham.

Saya pribadi pernah mengalami dana pensiun saya anjlok hampir 80% di tahun 2008 saat krisis global melanda bursa efek di Indonesia.

Apakah saya khawatir ? Tidak. Apakah saya panik lalu melepas reksadana saham milik saya ? Juga tidak.

Saya tidak melakukan aksi jual apapun saat itu. Saya bahkan menambah investasi.

Nekad ? Tidak.

Karena tujuan investasi saya masih cukup jauh, 20 tahun lagi pada saat itu. Sehingga gejolak yang tajam seperti itu sama sekali tidak mengganggu. Hanya riak kecil dalam perjalanan investasi saya.

Tapi, kalau tujuan investasinya 5 tahun lagi, sudah pasti Anda panik sekali ketika dihantam gejolak.

Jadi berapa lama Anda ingin berinvestasi itu adalah kunci berinvestasi di Reksadana Saham atau tidak.

Yang kerap jadi masalah adalah orang ingin keuntungan tinggi tapi tidak siap menghadapi gejolak. Misalnya, dana pendidikan untuk 5 tahun lagi, karena tidak ingin investasi dalam nominal besar,  reksadana saham jadi pilihan karena memberikan potensi keuntungan yang tinggi.

Ini jelas bukan pilihan instrument yang tepat. Risikonya sangat besar. Tapi orang suka lupa dengan risiko ini, terhalang oleh kilauan potensi keuntungan.

#2 Profil Risiko

Berinvestasi itu tidak semuanya berhubungan dengan logika. Sebagian berkaitan erat dengan emosi.

Logika atau perhitungannya sudah benar tapi keputusan yang diambil bisa berbeda karena faktor emosi.

Oleh sebab itu, pilihan instrumen harus sesuai dengan profil risiko Anda. Profil risiko itu terkait seberapa besar toleransi investor terhadap fluktuasi investasi.

Apakah Anda siap dengan naik turunnya harga saham ? Melihat bagaimana harga – harga rontok dalam hitungan jam atau menit.

Kalau tidak siap, lebih baik jangan beli Reksadana saham.

Karena jika tidak siap, langkah yang diambil menghadapi gejolak harga saham di pasar adalah kepanikan, yang justru merugikan Anda sebagai investor dalam jangka panjang.

Saya sering melihat teman – teman yang panik menyaksikan nilai reksadana nya turun drastis, karena pasar saham yang merosot, kemudian segera melepas investasinya.

Padahal, gejolak itu tidak selamanya. Pada saatnya, pasar akan pulih dan harga – harga kembali naik.

Teman – teman saya yang sudah terburu – buru melepas reksadananya tadi ketika harga jatuh, seringkali ketinggalan kereta karena harga saham sudah keburu naik dan mereka tidak sempat beli.

Jika emosi dan mental siap menghadapi fluktuasi harga, Anda akan cool menghadapi nilai investasi yang turun dan tidak melakukan langkah – langkah yang salah. Langkah yang diambil akan terukur dan tidak sembrono sehingga performance portfolio bisa tetap terjaga.

Baca juga: Tabungan Pendidikan Anak Terbaik

Kesimpulan

Reksadana saham sangat menarik karena return yang tinggi. Tapi dibalik return yang tinggi hadir pula risiko yang tidak kecil.

Anda sebagai calon investor seharusnya memastikan dulu apakah cocok investasi di Reksadana saham. Kriteria yang disebutkan diatas paling tidak bisa membantu Anda mengevaluasi apakah Anda cocok berinvestasi di instrument ini. Semoga bermanfaat !

Ingin tahu cara investasi Reksadana yang mudah dan murah, silahkan baca Panduan Investasi Reksadana.

GRATIS Daftar 5 Reksadana Saham Terbaik

9 Responses

  1. muhamad nurdin

    setelah memilih utk investasi minimun Rp. 100.000,- apakah sama artinya bahwa saya harus setor Rp. 100.000,- / bulan. trims

    Reply
  2. Taufiq Hidayah

    sangat bermanfaat, reksadana merupakan invest masa depan 🙂

    Reply
  3. zai

    Bagaimana caranya kita membedakan reksadana saham, campuran, dan pendapatan tetap?
    Saya masih bingung – misal saat ini saya sudah mendaftar di ipotfund dan ingin membeli reksadana, tapi saya bingun reksadana saham yang mana, campuran yg mana, dan pendapatan tetap yang mana.
    Mohon informasinya.
    Terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.