Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

10 Trik Pinjaman Online Pribadi Perorangan di ACC 2022

Daftar Isi

Pinjaman Online Pribadi Perorangan Terbaik

Pinjaman online pribadi perorangan menjadi fenomena terbaik karena tanpa jaminan, tanpa kartu kredit dan langsung cair dalam 5 menit dengan modal KTP saja. Tetapi, kontroversi soal pinjaman individu ini tidak pernah berhenti. Apa trik mengajukan pinjaman online pribadi terbaik? Update 2019 2020 soal fenomena Fintech ilegal yang memberikan pinjaman perorangan tapi tidak terdaftar di OJK dan kenapa harus dihindari.

Data kami update di 2022 untuk menambah dengan cara dan trik terbaru, agar pengajuan bisa disetujui. 

Fenomena keuangan di 2018 yang luar biasa adalah kehadiran pinjaman online fintech. Meskipun sudah mulai sejak 2016 dan 2017, tetapi di 2018 ini penawaran pinjaman online benar-benar booming.

Data OJK menunjukkan 70+ perusahaan Fintech sudah mendaftarkan diri dan resmi beroperasi. Itu belum termasuk perusahaan pinjaman online tidak resmi, yang menurut estimasi OJK, mencapai 200-an lebih.

Sebagian besar P2P adalah pinjaman pribadi perorangan, atau yang diluar negeri dikenal sebagai cash-loan atau payday loan. Pinjaman pribadi non bank yang menawarkan kecepatan dan kemudahan dalam meminjam dibandingkan bank.

Kehadiran Fintech membawa inovasi yang menguntungkan masyarakat. Mulai dari kecepatan proses pencairan, kemudahan syarat pengajuan yang tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit sampai aplikasi teknologi terbaru yang menawarkan cara mengevaluasi kredit secara cepat dan aman.

Fintech cocok bagi masyarakat yang butuh pinjaman mendesak dan tidak memiliki jaminan serta kartu kredit. Karena Fintech berani memberikan pinjaman online langsung cair dalam hitungan menit dengan persyaratan KTP, tanpa perlu jaminan atau kartu kredit.

Tetapi, sebagaimana diberitakan di banyak media, di sisi lain pinjaman online menimbulkan banyak isu dan komplain masyarakat. Cara penagihan yang tidak sopan, penggunaan data pribadi di ponsel secara masif dan menjamurnya fintech ilegal yang tidak terkendali.

Sebagai calon peminjam, apapun produk pinjaman, pasti punya dua sisi, positif dan negatif. Ada keuntungan dan ada kerugian.

Siapa yang tidak ingin pinjam uang online langsung cair, tanpa syarat dan tanpa jaminan. Apalagi akses KTA bank bukan perkara mudah di Indonesia.

Jadi, kebutuhan pinjaman online memang ada di masyarakat. Sekarang, tingga bagaimana calon peminjam menyikapinya.  
 

Trik Pengajuan Pinjaman Online Pribadi di ACC

Aplikasi Pinjaman Online
Aplikasi Pinjaman Online


Berdasarkan pengamatan di lapangan, saya mengumpulkan 10 trik pinjaman online pribadi di 2018. Trik yang bisa digunakan untuk mencari pemberi pinjaman uang pribadi terbaik dan pemberi pinjaman uang pribadi.

Perlu dicatat bahwa trik ini terkait pinjaman pribadi perorangan. Bukan untuk pinjaman ke perusahaan. Ini adalah pemberi pinjaman uang pribadi.  
 

#1 Wajib Unduh Aplikasi Pinjam Uang Online

Dalam pengajuan agar cepat cair, calon peminjam harus mengajukan via aplikasi pinjam uang online. Aplikasi tersebut diunduh di Playstore untuk android dan Apple store untuk IOS.

Hampir semua Fintech mewajibkan pengajuan via aplikasi sehingga Anda tidak bisa bisa mengajukan lewat situs Fintech. Tujuan penggunaan aplikasi adalah kemudahan di sisi nasabah dan penarikan data ponsel untuk analisa kredit di sisi perusahaan Fintech.

Karena itu, bagi yang tertarik kredit online, smartphone menjadi prasyarat untuk bisa mengunduh aplikasi pinjam uang dan mengajukan kredit.  
 

#2 Perhitungan Bunga Pinjaman Online Pribadi

Salah satu perbedaan dengan kredit bank, pinjaman online menawarkan tenor harian. Nasabah tidak perlu mengajukan selama 30 hari, tetapi bisa harian, misalnya 10 hari pinjaman.

Dengan masa pinjaman harian, peminjam perlu memperhatikan cara perhitungan bunga. Terdapat dua cara perhitungan, yaitu:

  • Bunga flat dengan kewajiban dihitung berdasarkan pokok pinjaman. Misalnya pinjaman 1 juta selama 30 hari dengan bunga per hari 0.5% maka bunga adalah (0.5% x 30 = 15%) x 1 juta menjadi 150 ribu.
  • Bunga Berbunga (compounding) dengan kewajiban dihitung berdasarkan pokok pinjaman dan bunga pinjaman. Misalnya pinjaman 1 juta selama 30 hari dengan bunga per hari 0.5% maka kewajiban bunga compounding (0.5%2 x 30 x 1 juta) menjadi 161 ribu.

Saat mengajukan pinjaman uang online tanpa jaminan, Anda melihat bagaimana cara perhitungan bunga yang diterapkan oleh Fintech tersebut.  
 

#3 Paham Data Ponsel Anda Diambil

Karena menawarkan kecepatan langsung cair dalam hitungan menit, tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, Fintech membutuhkan data yang cukup untuk melakukan evaluasi pengajuan kredit.

Metode evaluasi yang digunakan Fintech berbeda dengan bank pada umumnya. Fintech memanfaatkan data dari ponsel nasabah untuk menghitung credit scoring yang menentukan layak tidaknya seseorang mendapatkan kredit.

Adanya credit scoring dengan algoritma canggih ini yang diyakini membuat perusahaan Fintech bisa memberikan kredit cepat, tanpa jaminan dan langsung cair dalam 5 menit. Tentu saja, consent atau pemberian izin atas penarikan dana tersebut wajib dimintakan terlebih dahulu ke calon nasabah.

Penting: nasabah memahami mengenai penarikan data ponsel ini saat proses pengajuan kredit online.

Karena di media, muncul banyak komplain oleh peminjam saat penagihan dilakukan fintech ke keluarga, saudara atau teman dekat nasabah (yang terdapat di phonebook ponsel nasabah), sementara sebenarnya saat pengajuan, peminjam sudah memberikan persetujuan soal akses data ponsel dan kemungkinan penagihan ke keluarga yang tercantum di ponsel.

Update 2019:

OJK menyatakan bahwa data ponsel yang boleh ditarik oleh P2P adalah Camera, Location dan Microphone. Diluar ketiga hal tersebut dilarang oleh OJK untuk ditarik dari data ponsel.  
 

#4 Sadar Berapa Biaya Pinjaman

Apa biaya dalam melakukan pinjaman? Hampir semua menjawab bunga yang harus dibayar saat jatuh tempo beserta dengan pokok pinjaman.

Namun, faktanya fintech pinjaman online tidak hanya membebankan biaya bunga saja. Ada biaya - biaya lainnya yang harus dibayar peminjam.

Pertama, biaya saat mengajukan pinjaman, yang mencakup biaya timbul di muka (upfront fee)/biaya admin, bunga, biaya asuransi atau pertanggungan lain, serta provisi. Biaya ini harus dicek saat pengajuan, biasanya dijelaskan dalam FAQ pinjam meminjam.

Kedua, biaya jika peminjam melakukan pelunasan dipercepat (early repayment). Tidak semua Fintech membebankan biaya ini, tetapi ada yang meminta nasabah membayar fee jika melunasi lebih cepat dari jatuh tempo yang seharusnya.

Ketiga, biaya keterlambatan dan biaya penagihan pihak ketiga. Saat menunggak pembayaran, Anda harus membayar denda keterlambatan yang jenisnya bisa bermacam - macam.

Semua biaya di atas layak dicermati calon nasabah sebelum memutuskan mengajukan pinjaman. Perusahaan Fintech yang baik akan mencantumkan semua biaya secara transparan.  
 

#5 Resiko Menunggak Pinjaman Online

Bagaimana jika tidak membayar kewajiban pinjaman online?

Layaknya semua pinjaman, Anda akan ditagih. Proses penagihan mulai dari cara ‘lunak’ yaitu reminder sms dan email, lalu telpon dan kunjungan, sampai dengan keterlibatan pihak ketiga.

Proses penagihan ini perlu Anda baca baik - baik dalam perjanjian pinjaman dengan Fintech. Perhatikan apa caranya dan bagaimana proses penagihan yang dilakukan.

Jika penagihan tidak berhasil dan nasabah tetap menunggak, upaya terakhir perusahaan Fintech adalah melaporkan kewajiban dan status kredit yang menunggak ke kredit biro. Kredit biro mencatat semua pinjaman yang dilaporkan anggota mereka, dalam hal ini bank, perusahaan pembiayaan dan pinjaman online fintech.

Artinya jika memiliki catatan buruk (menunggak) di kredit biro, kemungkinan saat Anda mengajukan kredit di lembaga keuangan lain akan sulit disetujui. Karena lembaga keuangan lain tersebut akan melihat catatan buruk penunggakan kredit Anda.  
 

#6 Layanan Konsumen Pinjaman Online

Penting diperhatikan, apakah perusahaan pinjaman online memiliki layanan konsumen yang jelas tercantum dalam situs dan bisa dihubungi oleh pelanggan. Ada no telepon, alamat kantor dan email serta sosial media untuk nasabah menyampaikan pengaduan.

Sebagai pinjaman pribadi perorangan, Fintech selayaknya memiliki layanan konsumen yang memadai. Ini penting untuk melayani pinjaman pribadi perorangan.

Masalahnya banyak calon nasabah tidak memperhatikan soal ini. Maklum, tujuannya adalah mendapatkan pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat sehingga fokus agar permohonan dana cepat disetujui.

Apalagi saat tahu bahwa pengajuan kredit disetujui, kemungkinan tidak akan memperhatikan lagi soal ketersediaan kontak layanan pelanggan.

Baru mencari kontak layanan pelanggan saat muncul masalah atau berhadapan dengan penagihan dan mengajukan keringanan pembayaran.  
 

#7 Pengaduan OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat serius menangani soal pinjaman online khususnya terkait pengaduan masyarakat. Tampaknya, OJK ingin perkembangan kredit online tidak hanya tumbuh cepat tetapi juga memberikan perlindungan konsumen yang memadai sejak dari awal.

OJK melakukan hal berikut:

Pertama, menetapkan sejumlah ketentuan (POJK 77 2016) yang mengatur pinjaman online. Aspek perlindungan konsumen sangat diperhatikan dalam ketentuan ini.

Kedua, membuka layanan aduan konsumen fintech dan pinjaman online secara terbuka. Aduan diterima dan diproses dan disampaikan langsung ke perusahaan fintech jika diperlukan.

Ketiga, menutup Fintech ilegal secara rutin dan mengkampanyekan kepada masyarakat untuk menghindari mengajukan di Fintech tidak resmi yang tidak memiliki izin OJK.  
 

#8 Waspada Fintech Illegal

Kemudahan menawarkan produk pinjaman secara online dan tingginya permintaan, menimbulkan ekses negatif, yaitu menjamurnya fintech ilegal yang tidak memiliki izin pendaftaran dari OJK.

Tanpa izin OJK, perusahaan pinjaman online illegal ini menimbulkan resiko buat nasabah, yaitu:

Pertama, tidak menjalankan praktek pinjam meminjam sesuai ketentuan dan perundangan-undangan yang berlaku hingga merugikan nasabah.

Kedua, kontak perusahaan ilegal sengaja disamarkan identitas diri dan alamat sehingga nasabah sulit menghubungi mereka.

Ketiga, fintech ilegal membebankan bunga hitungan per hari dan diakumulasi tanpa batas. Sementara, fintech yang berizin menetapkan batas maksimum beban kewajiban ke nasabah.

Keempat, Fintech ilegal mengakses semua data kontak dan info pribadi di di ponsel nasabah, yang mana saat gagal bayar, itu info tersebut digunakan untuk meneror nasabah.

Daftar Fintech ilegal terbaru bisa lihat di sini@@@@@@  
 

#9 Jenis Pinjaman Online Pribadi

Selain proses yang langsung cair dan cukup dengan syarat ktp saja, pinjaman online menawarkan banyak jenis produk kredit yang lebih bervariasi dibandingkan umumnya produk KTA perbankan.

Jenis produk pinjaman online pribadi non bank meliputi antara lain:

Pertama, pinjaman dengan tenor harian, yaitu mulai dari 10 hari sampai dengan 30 hari. Pada saat jatuh tempo, nasabah harus membayar pokok dan pinjaman sekaligus.

Kedua, pinjaman dengan cicilan, tetapi berbeda dengan bank, cicilan ditawarkan fintech jangka pendek, dibawah 1 tahun. Yang menarik, cicilan bisa dilakukan mingguan, misalnya, pembayaran setiap dua minggu.

Ketiga, pinjaman kepada toko atau merchant online yang berjualan di platform e-commerce. Ini menarik karena perbankan tidak memberikan pinjaman ke usaha yang tidak memiliki wujud fisik, sementara fintech melakukan terobosan dengan berani kredit ke toko online.

Keempat, pinjaman untuk melanjutkan pendidikan. Anda bisa mencicil biaya perkuliahan dan biaya kursus, hingga 100% dari yang dibutuhkan. Tanpa uang muka, dengan bunga mulai dari 1% flat per bulan.

Anda bisa menentukan jenis produk pinjaman mana yang paling cocok dengan kebutuhan.  
 

#10 Pastikan Lagi, Mampu Bayar Bunga Pinjaman

Kemudahan pinjaman online yang mempromosikan tanpa jaminan proses 1 hari, tanpa kartu kredit, tanpa slip gaji dan hanya perlu KTP, boleh dibilang sangat menarik, terutama bagi mereka yang sedang desperate butuh dana cepat untuk kebutuhan darurat.

Tapi, sekali lagi, kecepatan dan kemudahan tersebut, ada ‘harganya’. Tidak ada makan siang yang gratis, no free lunch.

Karena itu, salah satu hal yang wajib dan selalu harus diperhatikan ketika Anda memutuskan mengajukan pinjaman online adalah jumlah bunga yang harus dibayar.

Apakah bisa membayar bunga tepat waktu dan apakah keuangan Anda memadai untuk menyelesaikan kewajiban perusahaan fintech seandainya mendapatkan pinjaman online.

Di 2019, trend pinjaman online berlanjut dengan semakin banyaknya perusahaan P2P online yang menawarkan produk pinjaman online, langsung cair dalam 24 jam yang tanpa syarat dan jaminan.

Menurut data OJK per Maret 2019, perusahaan Fintech P2P Lending yang terdaftar di OJK berjumlah 99 entitas. Tumbuh sangat cepat dalam 2 tahun terakhir.

Kehadiran Fintech yang tumbuh cepat ini membawa dua dampak positif, yaitu (1) meningkatkan inklusi keuangan masyarakat karena Fintech banyak menyasar masyarakat yang selama ini sulit akses ke perbankan; (2) memicu bank terjun ke Fintech, yang pada gilirannya menambah pilihan buat masyarakat. Sejumlah bank sekarang sudah menawarkan produk KTA online yang bersaing dengan pinjaman online Fintech.

Namun, di sisi lain, kemunculan Fintech ilegal masih terus menjadi masalah. Meskipun OJK bersikap sangat serius dalam memberantas Fintech Ilegal, dengan secara rutin menutup Fintech ilegal lewat Satgas Investasi. Upaya OJK ini patut diapreasiasi.

Karena itu, penting sekali buat masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman online memperhatikan dengan cermat status perusahaan Fintech tersebut. Apakah Fintech terdaftar di OJK atau tidak.

Cek di Daftar Fintech pinjaman online terdaftar di OJK 2019.

Masyarakat jangan mudah tergiur dengan iming-iming proses cepat cair dalam 5 menit, pinjam uang bisa 5 atau 10 juta langsung cair tanpa syarat dan jaminan. Perhatikan dulu status legalitas perusahaan yang menawarkan produk pinjaman tersebut, terdaftar di OJK atau tidak.

Jika perusahaan pinjaman online tidak terdaftar di OJK, sebaiknya saran saya hindari dan cari yang legal. Jauh lebih baik berhubungan dengan Fintech Legal.

Ada beberapa keuntungan berhubungan dengan Fintech Legal yang terdaftar di OJK:

  • Biaya bunga transparan dan dibatasi paling tinggi 0.8% per hari. Ini ketentuan terbaru dari OJK
  • Perusahaan Fintech mudah dihubungi jika timbul masalah atau ada pengaduan nasabah. OJK melakukan sejumlah screening supaya perusahaan P2P fintech yang terdaftar memiliki sistem pelayanan pelanggan dan pengaduan yang memadai
  • Menggunakan cara penagihan collection yang benar, sesuai ketentuan OJK. Kemungkinan terjadi cara penagihan yang tidak manusiawi kecil karena pengawasan ekstra ketat dari OJK
  • Akses data pribadi di ponsel sudah diatur dan dibatasi secara ketat oleh OJK, sehingga privacy dan keamanan berhubungan pinjaman online.

Sementara itu, pengajuan pinjaman online pribadi ke pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK memiliki sejumlah resiko buat peminjam, meskipun menawarkan sejumlah fitur yang menarik seperti tanpa jaminan dan bisa angsuran bulanan.

Resiko pinjaman online pribadi yang tidak terdaftar di OJK (Fintech ilegal) adalah:

  • Akses Data Pribadi yang kelewatan. Aplikasi Fintech Lending ilegal dalam menawarkan pinjaman uang pribadi online akan meminta akses kepada seluruh pribadi yang ada di dalam handphone Pengguna yang kemudian disalahgunakan untuk melakukan penagihan saat pinjaman menunggak. Dan sangat sulit cara menghapus data pribadi di pinjaman online yang ilegal ini. Sedangkan Fintech Lending yang terdaftar/berizin OJK hanya diizinkan mengaksesCamera, Microphone, dan Location (CEMILAN) pada handphone Pengguna.
  • Syarat Pinjam Meminjam yang luar biasa merugikan peminjam. Pinjaman pada Penyelenggara Fintech Lending ilegal cenderung sangat mudah, tanpa jaminan, langsung cair dalam 24 jam dan tanpa kartu kredit, tanpa menanyakan keperluan pinjaman. Sedangkan Penyelenggara Fintech Lending yang terdaftar/berizin OJK perlu mengetahui tujuan pinjaman serta membutuhkan dokumen-dokumen  
    untuk melakukan credit scoring. Namun, Penyelenggara Fintech Lending ilegal mengenakan biaya dan denda yang sangat besar dan tidak transparan. Sedangkan Fintech Lending yang terdaftar/berizin OJK diwajibkan memberikan keterbukaan informasi mengenai bunga, dan denda maksimal yang dapat dikenakan kepada Pengguna ketika pinjaman pribadi online. AFPI mengatur bunga maksimal 0,8% per hari dan total seluruh biaya termasuk denda adalah 100% dari nilai pokok Pinjaman.
  • Penyelenggara Fintech Lending ilegal tentunya berstatus ilegal, dan menjadi target dari Satgas Waspada Investasi (SWI) bersama Kominfo, Google Indonesia, dan Direktorat Cybercrime Polri. Sedangkan Penyelenggara Fintech Lending yang terdaftar/berizin OJK berstatus legal sesuai dengan POJK 77/POJK.01/2016

Meskipun OJK terus melakukan pemantauan dan tindakan terhadap pinjaman online pribadi yang ilegal ini, tetapi sifat Fintech yang tanpa batas (server bisa sangat mudah ditempatkan di luar Indonesia) membuat mudah dibuat replikasinya secara cepat. Jadi, walaupun sudah pinjaman uang online ilegal sudah ditutup berulang kali, tetapi mudah muncul lagi.

Cara Mengajukan Pinjaman Online | Duwitmu


Karena itu, salah satu cara paling efektif menghambat pertumbuhan Fintech ilegal adalah mengedukasi peminjam untuk tidak mengambil pinjaman online di Fintech ilegal ini.   
 

Daftar Pinjaman Online Pribadi Perorangan

Memasuki 2019, pertumbuhan pinjaman online makin pesat. OJK mencatat 106 perusahaan P2P terdaftar di OJK, yang sebagian besar adalah pemberi pinjaman pribadi.

Pinjaman online banyak menawarkan fitur - fitur terbaik yang memanjakan nasabah. Saya melakukan review beberapa pemberi pinjaman uang pribadi.  
 

#1 Pinjam Yuk

Pinjaman Online Pinjam Yuk
Pinjaman Online Pinjam Yuk


Pinjam Yuk adalah pinjaman online P2P Lending terdaftar di OJK. Menawarkan pinjaman perorangan tanpa jaminan.

Pinjam Yuk saat ini menyediakan limit beragam. Untuk pengajuan pertama, limit yang tersedia Rp 300.000,- sampai Rp 1.000.000,- Untuk pengajuan selanjutnya, limit akan naik hingga maksimal Rp 2.000.000,- apabila Pengguna memiliki riwayat pembayaran yang baik.

Tenor pinjaman atau jangka waktu pembayaran pinjaman di Pinjam Yuk adalah 7 dan 14 hari. Pada pengajuan pertama, Pengguna tidak dapat memilih tenor.

Pinjam Yuk menyebutkan bahwa proses verifikasi pengajuan nya maksimal 1x24 jam. Konsumen akan mendapatkan informasi perihal pengajuan Anda melalui SMS atau dapat langsung melakukan pengecekan secara mandiri pada aplikasi di menu “PINJAMAN/LOAN”.

Pengajuan pada aplikasi Pinjam Yuk, diharuskan menggunakan rekening pribadi atas nama yang sama dengan KTP, dan juga nama di aplikasi. Pengguna diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap nomor rekeningnya sebelum konfirmasi. Karena kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian Pengguna di luar tanggung jawab kami.

Yang penting diperhatikan adalah soal denda keterlambatan dalam   
pinjaman perorangan tanpa jaminan ini.

Denda keterlambatan di hari pertama adalah Rp 40.000,- ditambah 2% dari nominal pinjaman Anda, dan 2% untuk keterlambatan setiap harinya.

Contoh: Nominal Rp 1.000.000,-. Denda Hari Pertama: Rp 40.000,- (Biaya Keterlambatan) ditambah Rp 20.000,- (Denda harian senilai 2% diambil dari limit pinjaman) = Rp 60.000,- Denda Hari Berikutnya: Rp 20.000,- Nominal Rp 600.000,-. Denda Hari Pertama: Rp 40.000,- (Biaya Keterlambatan) ditambah Rp 12.000,- (Denda harian senilai 2% diambil dari limit pinjaman) = Rp 52.000,- Denda Setiap Harinya: Rp 12.000,-

Jam operasional untuk layanan pelanggan adalah Senin – Minggu pukul 09:00 – 18:00 WIB. Anda dapat menghubungi call center Pinjam Yuk di nomor 0804-1-681900 yang tersedia di hari Senin – Jumat pada jam operasional. Di akhir pekan Anda dapat menghubungi kami melalui layanan pelanggan yang tersedia pada aplikasi, atau email [email protected]  
 

#2 TunaiKita

TunaiKita adalah pinjaman online 24 jam langsung cair yang terdaftar sebagai P2P lending di OJK. Pengajuan pinjaman dana pribadi dilakukan via aplikasi TunaiKita yang tersedia di Google Playstore.

TunaiKita menawarkan pinjaman online dana tunai jangka pendek dan cicilan, yaitu:

  • Dana Talangan: Rp.500 ribu sampai Rp.5 juta dengan tenor yang fleksibel antara 10 - 30 hari.
  • Cicilan: mulai dari Rp.4 juta sampai 20 juta dengan tenor 3 - 6 bulan.

Proses pengajuan pinjaman dana pribadi di TunaiKita cukup mudah dan singkat. Keseluruhan proses dari registrasi sampai ke pengajuan pinjaman akan memakan waktu tidak lebih dari 15 menit.

Lebih baik jika Anda bisa menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan (KTP dan NPWP) berikut juga akses ke identitas digital Anda (Facebook atau LinkedIn) sebelum memulai proses agar bisa mempercepat dan mempermudah keseluruhan proses.

Berapa bunga pinjaman perorangan di TunaiKita?

Pinjaman Online Terbaik TunaiKita 24 Jam. Pinjaman perorangan.
Pinjaman Online TunaiKita 24 Jam


Bunga nya cukup tinggi, contohnya, pinjaman Rp 700, 000 dalam 10 hari harus dikembalikan Rp 846,000. Sedangkan, pinjaman Rp 1,000,000 dalam 15 hari wajib dibayar lunas Rp 1,215,000.

Di situs mereka, TunaiKita menjelaskan soal tingginya bunga, yaitu "Kami bukan bank dan tidak dapat menawarkan suku bunga yang bersaing dengan bank. Karena itu kami terus membandingkan biaya pinjaman kami dengan penyedia pinjaman online lainnya dan percaya bahwa kami menawarkan nilai yang menarik secara keseluruhan. Selain itu, peminjam yang membayar tepat waktu akan mendapatkan keuntungan berupa penambahan skor kredit yang berdampak kepada pengurangan biaya jasa dari waktu ke waktu."

Call Center: 1500782; Email: [email protected]; Alamat: Setiabudi Atrium Building, 8th Floor Suite 810 Jl. HR. Rasuna Said Kav. 62 Kuningan, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12920  
 

#3 OVO PayLater

Meskipun dikenal sebagai fasilitas pembayaran e-money, tetapi belakangan ini OVO merambah ke pembiayaan online. Di awal 2019, OVO meluncurkan fitur OVO PayLater.

OVO Paylater memungkinkan nasabah mengakses pinjaman online dengan cara membeli barang terlebih dahulu dan membayar belakangan. Fitur ini menjadi salah satu pilihan cara pembayaran di Tokopedia, partner OVO.

OVO Paylater adalah pinjaman perorangan tanpa jaminan untuk pembelian barang di merchant.

Bagaimana mendapatkan fasilitas OVO Paylater di aplikasi?

Dalam soal ini, OVO tampaknya masih cukup selektif. Dalam website OVO menjelaskan PayLater hanya diberikan untuk nasabah yang tinggal di domisili tertentu dan telah menjadi anggota minimum beberapa bulan.

Saya mengalami soal ini karena di aplikasi OVO saya terdapat Paylater yang bisa digunakan, sementara teman saya di OVO dia fasilitas PayLater belum aktif. Somehow, pihak OVO menerapkan kriteria dan kemungkinan algoritma tertentu untuk menentukan konsumen yang mendapatkan fasilitas ini.

Proses pengajuan cukup mudah, yaitu (1) upgrade ke OVO Premier; (2) scan KTP dan foto selfie; (3) pengisian data pribadi dan kontak. Tidak sampai 24 jam, pengajuan OVO saya disetujui.

OVO PayLater Pinjol Terbaik
OVO PayLater


Saya langsung mendapat limit pinjaman sebesar Rp 1,000,000. Jumlah yang cukup lumayan, menurut saya, dengan proses yang terbilang mudah.

Sebagai bandingan, kompetitor OVO, e-money juga, memberikan fasilitas paylater dibawah Rp 1,000,000 untuk pengajuan pertama kali.

Berapa bunga pinjaman online OVO PayLater?

Disebutkan sebesar 5% dari pinjaman yang diambil. Misalnya, pinjaman sebesar Rp 1,000,000 maka mengembalikan Rp 1,050,000.

Ini contoh tawaran OVO PayLater yang saya terima sewaktu melakukan transaksi di Tokopedia. Meskipun tidak menggunakannya, saya jadi tahu bahwa untuk transaksi di Tokopedia sebesar Rp 476,543 bisa dicicil sebagai berikut:

  • 3 bulan dengan cicilanRp 172,464
  • 6 bulan dengan cicilan Rp 93,040
  • 9 bulan dengan cicilan Rp 66,566
OVO Paylater Pinjaman Online Terbaik
Bunga OVO PayLater

#4 Shopee PayLater

SPLater adalah fasilitas kredit Pay Later yang terdapat di e-commerce Shopee. Dengan PayLater ini, pembeli di Shopee bisa membeli dengan cicilan tanpa kartu kredit.

Tanpa kartu kredit ini, fitur yang penting, karena selama ini jika mengambil cicilan ke bank, prasyaratnya harus sudah memiliki kartu kredit.

Lalu, apa bedanya SPayLater ini dengan PayLater lainnya ?

Karena PayLater ini milik Shopee, proses pengajuan dan penggunaan menjadi lebih mudah dana cepat.

Di PayLater lain, konsumen harus mengajukan dulu di aplikasi yang berada di luar Shopee - pindah dan unduh aplikasi lain. Setelah pengajuan disetujui, konsumen baru bisa menggunakan di Shopee.

Sementara, proses untuk PayLater Shopee diselesaikan semuanya di dalam aplikasi Shopee. Pengguna tidak perlu keluar masuk aplikasi dan langsung bisa menggunakan saat pengajuannya sudah disetujui.

Cara kerja PayLater ini adalah setelah disetujui nasabah akan mendapatkan limit yang bisa digunakan untuk belanja. Besarnya limit bisa berbeda - beda tergantung keputusan dari pihak Shopee.

Setiap belanja dengan PayLater akan memotong limit dan jika dilakukan pembayaran limit akan kembali. Cara kerjanya persis seperti kartu kredit.

Selama limit masih tersedia dan tidak ada tunggakan pembayaran, fasilitas ini bisa digunakan. Sebaliknya, kalau limit sudah terpakai semua atau ada tunggakan pembayaran, fasilitas tidak bisa dipakai.

Besaran limit setiap pengguna Shopee berbeda-beda. Limit in bisa bertambah secara otomatis berdasarkan konsumsi dan perilaku pembayaran yang anda lakukan. 

Tidak ada minimum transaksi untuk metode pembayaran dalam 1 bulan dan cicilan.

Shopee PayLater memberikan plafon kredit yang bisa digunakan untuk belanja di Shopee, dengan fitur berikut:

  • Plafon limit pinjaman Rp 500 ribu sd Rp 15 juta
  • Tenor cicilan: 1, 2, 3, 6 dan 12 bulan
  • Bisa pilih tanggal jatuh tempo tagihan, tanggal 5, 11 daan 25 setiap bulannya.
  • Bisa mendapatkan peningkatan limit dengan catatan pembayaran yang baik
  • Suku Bunga Kredit cukup bersaing

Untuk plafon dalam aplikasi Shopee disebutkan maksimal Rp 6 juta, tetapi dalam penawaran yang kami terima bisa sampai Rp 15 juta. Kemungkinan perbedaan ini adalah tergantung pada hasil analisa Shopee.

Pengguna dapat menggunakan SPayLater untuk membeli beberapa Produk Digital, seperti: Pulsa, Listrik PLN, Paket Data, BPJS,  Tiket Kereta Api, Telkom, PDAM, Pasca Bayar, Tiket Pesawat, TV Kabel & Internet, Tiket Bus & Travel dan Roaming.

Namun, pengguna tidak dapat menggunakan SPayLater untuk membeli produk dari kategori Voucher, Emas, Uang Elektronik, dan Zakat. 

Limit di SPaylater tidak bisa dicairkan dalam bentuk dana tunai, hanya bisa digunakan untuk berbelanja di Shopee. 

Cicilan di SPayLater menerapkan bunga dan sejumlah biaya.

  • Bunga sebesar 2.95% dan mulai berlaku per tanggal 28 April 2020. Suku bunga ini dapat berubah sewaktu-waktu.
  • Biaya penanganan 1% per transaksi jika membayar dengan SPayLater.
  • Biaya denda 5%, apabila terjadi keterlambatan pembayaran.

Penting diperhatikan bahwa denda terlambat cukup besar, bahkan bisa lebih besar dari bunga, sehingga harus diperhatikan 

Perlu diketahui bahwa Shopee sendiri bukan lembaga keuangan atau bank, sehingga dalam menyediakan pinjaman Paylater ini mereka kerjasama, dengan:

  • PT Lentera Dana Nusantara untuk pinjaman cicilan 1x untuk tenor 30 hari
  • PT Commerce Finance untuk pembiayaan cicilan 2x, 3x, 6x dan 12x.

Kedua perusahaan ini diawasi oleh OJK.

Syarat utama Shopee PayLater adalah: punya akun di Shopee, mengaktifkan dan mendapatkan tawaran dari Shopee PayLater.

Betul, Shopee PayLater bersifat undangan, bukan pengajuan. Shopee akan memilih nasabah yang berhak mendapatkan fasilitas Pay Later ini.

Dalam penjelasan di aplikasi Shopee disebutkan “SPayLater hanya dapat diaktifkan oleh Pengguna terpilih melalui aplikasi Shopee. Jika terpilih, Anda akan mendapatkan notifikasi untuk mengaktifkan SPayLater.”

Bagaimana kriteria Shopee memilih nasabah, kita tidak tahu. Itu menjadi domainnya Shopee.

Namun, meskipun sudah mendapatkan undangan dari Shopee, itu tidak berarti nasabah sudah pasti mendapatkan fasilitas ini. Masih harus mengikuti proses selanjutnya, yang nanti diputuskan oleh Shopee soal persetujuan plafon pinjaman.

Syarat lainnya adalah:

  1. WNI dan usia minimal 17 tahun
  2. Punya KTP
  3. Akun Shopee sudah dibuka minimal 3 bulan
  4. Aktifkan dan verifikasi  Shopee Pay
  5. Aplikasi Shopee pada ponsel adalah versi terbaru

#5 Traveloka PayLater

Jika sudah memiliki akun Traveloka, Anda juga bisa merasakan kemudahan dalam bertransaksi. Salah satunya fitur Traveloka PayLater yang diluncurkan sejak 2020 lalu.

PayLater adalah tawaran layanan untuk mencicil biaya dan dilakukan secara online oleh pengguna. 

Proses kartu kredit Traveloka ini tergolong mudah, hanya perlu waktu 1 minggu setelah pengguna mendaftarkan Traveloka PayLater.

Jika disetujui, maka kredit limit Traveloka PayLater Card bisa mencapai angka fantastis hingga Rp49.999.999 juta.

Tidak hanya di dalam negeri, Traveloka PayLater juga bisa digunakan di luar negeri.

Bebas iuran, pengguna Traveloka tidak akan ditarik iuran tahunan.

Justru, metode pembayaran ini akan memberikan pengguna kesempatan mendapatkan bonus Traveloka Points setiap kali bertransaksi.

Pengguna juga tak perlu khawatir soal tenor, cicilan pembayaran kartu kredit Traveloka bisa dilakukan hingga 12 bulan.

Sudah diawasi pula oleh Otoritas Jasa Keuangan, dan Traveloka memastikan tak ada biaya tambahan yang membebani pengguna.

Traveloka PayLater ini bisa digunakan untuk semua produk Traveloka kecuali beberapa produk.

Produk yang tidak bisa dibayar menggunakan Traveloka PayLater adalah Tagihan & Isi Ulang: Pulsa & Paket Internet, Voucher Game, Angsuran Kredit, Uang Elektronik, dan Kartu Kredit.

Fitur Traveloka PayLater ini hanya dapat digunakan untuk pengguna berusia 17 tahun ke atas.

Sebelum menggunakan transaksi Traveloka Paylater, pengguna diwajibkan mengunggah foto KTP dan berfoto selfie dengan KTP.

Cara Mendaftarkan Akun Traveloka PayLater 

  1. Buka halaman travelokaPay dari halaman awal aplikasi Traveloka.
  2. Lalu ketuk Kartu Tanpa Kredit.
  3. Selanjutnya ikuti instruksi dalam formulir pemesanan.
  4. Anda juga harus mengambil foto diri dan KTP untuk keperluan proses verifikasi.
  5. Setelah menyelesaikan prosesnya, aplikasi travelokaPay akan diproses kurang lebih 60 menit.

Jika Traveloka menyetujui, maka Anda akan mendapatkan limit PayLater Rp1 juta hingga Rp50 juta.

PayLater hanya dapat digunakan untuk transaksi senilai Rp50 ribu ke atas.

Sedangkan opsi cicilan hanya tersedia jika pesanan atau transaksi bernilai lebih dari Rp500 ribu ke atas.

Jika sudah mendaftarkan akun PayLater, lalu bagaimana cara menggunakannya?

Cara Menggunakan

  1. Pada halaman pembayaran, Anda memilih opsi PayLater.
  2. Lalu tentukan tenor pembayaran, apakah 1 bulan kemudian atau membayar dengan cicilan jika ada.
  3. Setelah memilih opsi tersebut, klik Lanjutkan.
  4. Setelahnya klip Beli Dengan PayLater.
  5. Selanjutnya, Anda bisa klik Kirim untuk mengirimkan kode verifikasi ke nomor ponsel.
  6. Setelah kode verifikasi masuk ke nomor ponsel, Anda bisa memasukan kodenya dan klik Verifikasi.

Bunga Traveloka Paylater berada pada kisaran 2,14 persen hingga 4,78 persen setiap bulannya.

Biaya ini diberlakukan untuk pengguna Traveloka PayLater yang memiliki cicilan PayLater setiap bulannya.

Besaran bunga bersifat flat atau tidak berubah setiap bulannya.

#6 Ada Modal

AdaModal adalah perusahaan Fintech P2P Lending. Dibawah naungan PT. Solid Fintek Indonesia 

Jadi, perusahaan P2P AdaModal punya legalitas yang jelas. Bukan pinjol illegal, bukan penipuan atau tidak bangkrut serta tutup.

Pengajuan pinjaman dilakukan lewat aplikasi yang bisa diunduh secara gratis di Play Store.

Buka aplikasi AdaModal, lakukan registrasi dan isi data diri sesuai petunjuk yang diberikan. Siapkan juga KTP dan nomor rekening bank atas nama peminjam.

Produk (Limit dan Tenor)

  1. Dana tunai dalam jumlah kecil dan tenor pendek, dengan fitur
  2. Jumlah Limit : Rp 1.000.000 sd Rp 5.000.000
  3. Tenor Pinjaman : 91 - 365 Hari

AdaModal adalah pinjaman tanpa jaminan.

Area AdaModal saat ini menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. 

Ketentuan soal suku bunga di AdaModal sebagai berikut:

1. Bunga per Hari. Sewaktu mencoba di aplikasi AdaModal, kami mendapati bunga pinjaman sebesar 0.4% per hari.

2. Potongan Biaya Dimuka. Tidak ada potongan biaya dimuka di AdaModal. Peminjam akan menerima dana pencairan yang disetujui 100% secara utuh ke rekening bank peminjam.

Yang dapat mengajukan pinjaman di AdaModal adalah sebagai berikut:

  • Warga Negara Indonesia
  • Berdomisili di wilayah Indonesia di dalam cakupan layanan AdaModal
  • Berusia 21 s/d 55 tahun
  • Memiliki dan menggunakan ponsel cerdas berbasis Android
  • Memiliki bukti identitas asli berupa e-KTP
  • Memiliki email pribadi
  • Memiliki penghasilan

#7 BantuSaku

Bantusaku adalah pinjaman online P2P Lending berizin OJK, yang menawarkan dana tunai, dengan proses cepat, syarat mudah dan approval instan.

Pinjaman ini cocok untuk karyawan kontrak karena persyaratan pengajuan sebagai berikut:

  1. Memiliki eKTP
  2. Memiliki rekening pribadi
  3. Memberikan informasi data pribadi dengan benar

Tidak ada ketentuan bahwa status karyawan harus pegawai tetap. Cukup unduh aplikasi, foto selfie dan isi form.

Tidak ada proses verifikasi telepon di BantuSaku. BantuSaku tidak juga meminta slip gaji dalam proses pengajuan pinjaman dan tanpa kartu kredit.

Proses persetujuan dilakukan secara cepat. Boleh dikatakan instant. Hanya beberapa menit sejak pengajuan, pihak BantuSaku sudah memberikan persetujuan. Nasabah sudah memperoleh kabar apakah pengajuan disetujui atau tidak dalam waktu kurang dari 24 jam.

Setelah persetujuan yang instant, dana masuk ke rekening juga cepat. Pinjaman cepat cair semacam ini cocok untuk mereka yang membutuhkan pinjaman uang sekarang.

Fitur pinjaman tanpa agunan. 

  • Plafon Pinjaman uang tunai online : Rp1.000.000 - Rp20.000.000
  • Jangka waktu pinjaman : 91 - 180 hari
  • Maksimal APR: 109,5% / tahun

Bunga di BantuSaku adalah maximum 0.8% per hari. Hal ini sesuai ketentuan dan regulasi dari Asosiasi Fintech bahwa maksimum bunga kredit yang bisa dibebankan ke nasabah P2P sebesar 0.8% per hari.

Contoh: Jika pilih pinjaman tunai Rp 1.000.000 tenor 91 hari, maka total bunga harus dibayar: Rp1.000.000 * 0,3% * 91 = Rp273.000

Total Pinjaman yang harus dikembalikan=Rp1.000.000 +Rp 273.000= Rp1.273.000

Tidak ada potongan biaya admin dimuka saat pencairan. Nasabah menerima dana pencairan 100%.

#8 KlikKami

KlikKami adalah aplikasi pinjaman online, yang tersedia di Google Play Store, sehingga hanya bisa diakses oleh pengguna Android. Aplikasi KlikKami telah berizin dan diawasi OJK. 

KlikKami didirikan oleh PT. Harapan Fintech Indonesia. 

KlikKami pinjaman online menyediakan 2 pilihan pinjaman, yaitu pinjaman multiguna dan pinjaman UMKM. Kedua pinjaman tersebut bersifat sebagai pinjaman tunai, atau pinjaman berupa uang yang dicairkan ke rekening peminjam.

  1. Pinjaman multiguna adalah pinjaman tunai yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti pengobatan, pendidikan, renovasi, dan lain-lain.
  2. Pinjaman UMKM adalah pinjaman tunai yang bisa digunakan untuk pengembangan usaha, seperti biaya modal usaha, biaya operasional, pengembangan usaha, dan promosi usaha.

Pinjaman UMKM bisa diajukan oleh perorangan maupun perusahaan tanpa jaminan. Nominal pinjaman UMKM tersedia mulai dari Rp 1.000.000,- hingga Rp 5.000.000,- dengan tenor pinjaman 1 - 6 bulan dan bunga 2% untuk semua tenor pinjaman. 

Berikut ini adalah syarat pengajuan pinjaman UMKM KlikKami.

  1. WNI, minimal berusia 18 tahun dan dibuktikan dengan kepemilikan KTP
  2. Memiliki penghasilan
  3. Menyertakan foto tempat usaha, NPWP, rekening koran, dan Surat Izin/Surat Keterangan Usaha

KlikKami pinjaman online menyediakan pinjaman multiguna dengan pilihan nominal mulai dari Rp 300.000,- hingga Rp 3.000.000,-. 

Pinjaman tersebut bisa diajukan tanpa agunan oleh individu dengan bunga sebesar 0.4% dan tenor selama 7-21 hari. Selain itu, bagi peminjam yang terlambat melakukan pembayaran, akan dikenai denda keterlambatan sebesar 0.8% per hari. 

Berikut ini syarat pengajuan pinjaman multiguna KlikKami.

  1. WNI, minimal berusia 18 tahun dan dibuktikan dengan kepemilikan KTP
  2. Memiliki penghasilan
  3. Memiliki rekening bank atas nama pribadi

KlikKami menerapkan bunga yang dihitung per hari. Tidak ada potongan biaya admin dimuka.

Bunga di KlikKami adalah 0.4% per hari. Hal ini sesuai ketentuan dan regulasi dari Asosiasi Fintech bahwa maksimum bunga kredit yang bisa dibebankan ke nasabah fintech P2P sebesar 0.8% per hari.

#9 Finplus

Finplus adalah perusahaan Fintech P2P Lending berizin resmi OJK. FinPlus didirikan pada tahun 2018 dibawah naungan PT. Rezeki Bersama Teknologi (PT. RBT). 

Jadi, perusahaan P2P ini punya legalitas yang jelas. Bukan pinjol illegal, bukan penipuan atau tidak bangkrut serta tutup.

Pengajuan pinjaman dilakukan lewat aplikasi Finplus yang bisa diunduh download secara gratis di Apps Store Google Play Store dan Apple IOS.

Buka aplikasi Finplus, lakukan registrasi dan isi data diri sesuai petunjuk yang diberikan. Siapkan juga KTP dan nomor rekening bank atas nama peminjam.

Produknya merupakan dana tunai dalam jumlah kecil serta tenor pendek, dengan fitur

  1. Limit: Rp 500 ribu sampai Rp 2.4 juta
  2. Tenor dari 91 – 120 hari

FinPlus adalah pinjaman tanpa jaminan.

Area jangkauan Finplus saat ini sudah menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. 

Ketentuan soal suku bunga di Finplus sebagai berikut:

Dalam keterangan di Playstore, bunga di Finplus adalah mulai dari 0,1% untuk pinjaman usaha mikro dan 0,2% untuk pinjaman harian.

Namun, sewaktu mencoba di aplikasi Finplus secara langsung, bunga adalah 0.4% per hari.

Hal ini sesuai ketentuan dan regulasi dari Asosiasi Fintech bahwa maksimum bunga kredit yang bisa dibebankan ke nasabah P2P sebesar 0.4% per hari.

Finplus menerapkan potongan biaya admin dimuka, yaitu 10% dari pinjaman yang dicairkan.

Peminjam akan menerima dana pencairan yang disetujui tidak 100% secara utuh ke rekening bank peminjam. Dikurangi potongan biaya.

Simulasi Kredit. Contoh pinjaman Rp2.000.000 dengan tenor 120 hari dengan Bunga 0,2% hari?

Pembayaran kembali total Rp2.480.000 = Pinjaman Rp2.000.000 + Bunga 2.000.000 * 0,2% * 120. Jumlah pembayaran bulanan Rp620.000= Rp2.480.000 / 4

Syarat dan Ketentuan Mengajukan Pinjaman

  • Warga Negara Indonesia
  • Berdomisili di wilayah Indonesia di dalam cakupan layanan Finplus
  • Berusia 21 s/d 55 tahun
  • Memiliki dan menggunakan ponsel cerdas berbasis Android
  • Memiliki bukti identitas asli berupa e-KTP
  • Memiliki email pribadi
  • Memiliki penghasilan


Cara Menghapus Data Pribadi

Bagaimana cara menghapus data pribadi di pinjaman online? Apakah bisa   
menghapus data kontak dari pinjaman online?

Ini pertanyaan yang kerap muncul setelah kasus pinjol marak belakangan ini. Salah satunya adalah akses data pribadi yang ugal-ugalan dan   
tidak jarang KTP disalahgunakan pinjaman online .

Sebelum membahas cara hapus data pribadi atau data kontak di pinjol, perlu diingat bahwa kasus akses data pribadi terjadi terutama di Fintech ilegal atau pinjaman online yang tidak terdaftar resmi di OJK.

Jadi, langkah preventif paling utama adalah tidak mengajukan pinjaman online ke Fintech Ilegal (daftar fintech ilegal lihat disini). Hanya pinjam uang ke fintech yang terdaftar di OJK (daftar Fintech OJK terbaru).

Untuk menghapus data pribadi dan data kontak dari pinjaman online, Anda sampaikan surat email ke perusahaan pinjaman online meminta penghapusan data Anda. Cek di daftar call center dan alamat Fintech terbaru 2019.

Bisa juga Anda konsultasi langsung ke OJK lewat email, surat atau telepon soal permohonan menghapus data dari pinjaman online. OJK akan memberikan advis soal bagaimana cara menghapus data dari pinjaman online.

Pengaduan Konsumen OJK 2019
Pengaduan Konsumen OJK 2019


Pengaduan pinjaman online 2019 bisa dengan melakukan hal berikut:

  1. Surat Tertulis. Surat tertulis tersebut ditujukan kepada:   
    Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Menara Radius Prawiro, Lantai 2, Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 2  Jakarta Pusat 10350
  2. Telepon. Telepon: 157; Jam operasional: Senin - Jumat, Jam 08.00 - 17.00 WIB (Kecuali Hari Libur)
  3. Email. Permintaan informasi dan pengaduan dapat disampaikan melalui email dengan alamat: [email protected]
  4. Form Pengaduan Online Konsumen atau masyarakat dapat mengirimkan pengaduan melalui form elektronik yang tersedia pada alamat http://konsumen.ojk.go.id/FormPengaduan

Konsumen atau masyarakat dapat menyampaikan pengaduan dengan menyampaikan surat resmi ke OJK disertai dengan:

  • Bukti telah menyampaikan pengaduan kepada lembaga jasa keuangan terkait dan/atau jawabannya
  • Identitas diri atau surat kuasa (bagi yang diwakili)
  • Deskripsi/kronologis pengaduan
  • Dokumen pendukung

Apabila data/dokumen yang diminta tidak dipenuhi dalam waktu paling lambat 20 hari kerja sejak tanggal pemberitahuan, maka pengaduan dianggap dibatalkan.  
 

Tips Ambil Pinjaman Online

Sejumlah tips dalam mengambil pinjaman online, yaitu:  
 

1. Pilih Terdaftar di OJK

OJK atau otoritas jasa keuangan adalah lembaga yang mengatur dan mengawasi semua aktifitas yang terjadi di sektor keuangan. Termasuk mengawasi penyedia pinjaman baik konvensional atau online. 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak semua yang ada di internet memiliki legalitas. Apalagi penyedia pinjaman online yang kian menjamur, tidak semuanya bisa dipercaya. Maka dari itulah Anda harus lebih waspada saat memilih pinjaman tersebut.

Penyedia jasa pinjaman online yang terdaftar di OJK menunjukkan legalitas perusahaan tersebut. Kerugian atau penipuan dapat diminimalisir dengan mempercayakan kebutuhan Anda pada perusahaan resmi. 

Anda mendapatkan jaminan keamanan dalam bertransaksi. Hak-hak sebagai konsumen dilindungi. Ketika terjadi hal-hal yang merugikan terkait kesepakatan pinjaman online, debitur bisa membuat laporan kepada pihak berwajib.

OJK juga membuat regulasi mengenai jasa pinjaman online. Guna menghindari munculnya rentenir online, yang sangat merugikan konsumen pinjaman online. 

Regulasi yang dibuat terkait dengan bunga yang diwajibkan kepada konsumen sebagai nilai tambah dari nominal yang harus dikembalikan. Dengan memilih jasa pinjaman online yang terdaftar OJK sangat menguntungkan dan menenangkan.  
 

2. Transparansi Informasi

Pilih penyedia jasa pinjaman online yang transparan. 

Karena konsumen tidak bertemu langsung dengan pihak kreditur, jadi segala informasi mengenai pinjaman harus jelas dari awal. Berapa pagu kredit yang akan diberikan, Bunga yang dibebankan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, cara pengambilan pinjaman, cara pembayaran cicilan dan biaya-biaya lainnya.

Dengan mengetahui transparansi informasi pinjaman online langsung cair, konsumen bisa mempertimbangkan nominal yang akan diajukan. Menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar cicilan sesuai kesepakatan. 

Konsumen tidak dirugikan, karena sudah menyetujui apa yang dibebankan atas pinjaman yang diterima. Mengetahui apa resiko jika terjadi keterlambatan membayar dari jatuh tempo.   
 

3. Review Konsumen

Tips memilih pinjaman online berikutnya adalah dengan mencari review dari konsumen sebelumnya. 

Penyedia jasa pinjaman pastinya akan menampilkan review konsumen sebagai testimoni positif atas jasa yang diberikan. Biasanya akan mudah ditemukan di halaman website. Sebagai promosi dan bagian dari transparansi informasi.

Sebagai calon konsumen, Anda bisa memilih penyedia jasa pinjaman dengan review yang positif. Mengenai kenyamanan pelayanan yang didapatkan, kecepatan proses pencairan, kemudahan tracking status pinjaman, bunga yang kompetitif dan sebagainya. Review positif konsumen menunjukkan bahwa perusahaan penyedia jasa pinjaman bisa dipercaya dan sudah berpengalaman.  
 

Kesimpulan

Pinjaman dana online langsung cair, tanpa jaminan siapa yang tidak butuh. Menawarkan pinjaman perorangan tanpa jaminan.

Jika sedang mencari tempat pinjam uang untuk kebutuhan mendadak, butuh segera. Cocok sekali buat Anda yang sedang cari pinjaman uang pribadi.

Jadi, kehadiran fintech pinjaman uang memang ada demand-nya, ada permintaan serta kebutuhan di masyarakat.

Tetapi, plus minus mengambil jenis pinjaman online perlu dipertimbangkan. Jangan sesal kemudian setelah pinjaman diterima.

Cari dan Bandingkan KTA Terbaik !

Cari dan Bandingkan KTA Terbaik !

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (5 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait