Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

5 Pinjaman Bank Bunga Rendah untuk Modal Usaha UMKM (2024)

Daftar Isi

5 Pinjaman Bank Bunga Rendah untuk Modal Usaha UMKM 2022

Pinjaman usaha dengan bunga rendah adalah kebutuhan bagi banyak UMKM. Apa jenis produk dan daftar bank yang menawarkan kredit usaha dengan bunga rendah di (2023) ?

Pinjaman Bank Bunga Rendah untuk Modal Usaha UMKM adalah KUR BRI, Pinjaman Usaha HSBC, KUR BNI, Kredit Modal Usaha BCA, KUM Bank Mandiri.

Bagi pengelola usaha, khususnya UMKM, ketersediaan modal usaha yang cukup merupakan hal pokok yang menunjang jalannya siklus usaha. 

Hal tersebut bukanlah suatu masalah, karena saat ini ada banyak pilihan produk pinjaman bunga rendah, baik perbankan maupun non perbankan.

Jenis Pinjaman Bank Bunga Rendah untuk Modal Usaha

Secara umum, terdapat empat jenis fasilitas kredit bank untuk modal usaha yang menawarkan keringanan bunga, yaitu Kredit Usaha Rakyat, Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, dan Kredit Multiguna.

1. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pinjaman pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada usaha berskala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.

Tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran KUR yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mendukung terlaksananya target tersebut, pemerintah memberikan subsidi bunga sebesar 3% pada semester pertama tahun ini.

Itu artinya, dalam jangka waktu Januari 2022 hingga Juni 2022, suku bunga yang dibayarkan debitur hanya sebesar 3%, yaitu setengah dari suku bunga sebelumnya yang berada pada angka 6%.

Berikut adalah daftar bank umum penyalur KUR:

No.Bank Penyalur KUR
1BRI
2Bank Mandiri
3BNI
4BTN
5BCA
6BSI
7Bank KB Bukopin
8Maybank
9Bank Sinarmas
10Bank Permata
11BTPN
12OCBC NISP
13Bank Artha Graha International
14Bank Raya
15Bank CTBC Indonesia
16Bank Nationalbu
17Bank Mandiri Taspen

2. Kredit Multiguna (KMG)

Kredit Multiguna adalah fasilitas pinjaman perbankan yang pada proses pengajuannya mensyaratkan keberadaan agunan atau jaminan. Kredit Multiguna sebenarnya tidak secara spesifik dikhususkan untuk tujuan usaha, akan tetapi karena fleksibilitas tujuan penggunaan tersebut, nasabah tentu dibebaskan untuk menggunakan Kredit Multiguna sebagai modal usaha.

Meskipun suku bunga Kredit Multiguna cenderung dapat lebih tinggi dibandingkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat, pinjaman ini merupakan alternatif modal usaha yang sama layaknya.

3. Kredit Modal Kerja (KMK)

Kredit Modal Kerja atau KMK adalah jenis kredit usaha yang ditujukan bagi pelaku usaha, baik korporasi maupun UMKM, untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kebutuhan lain-lain yang habis dalam satu siklus operasi.

KMK pada bank umumnya merupakan bagian dari produk pinjaman utama, seperti Kredit Usaha Rakyat atau Kredit Multiguna. Namun demikian, KMK juga lazim diselenggarakan sebagai produk terpisah yang berdiri sendiri.

4. Kredit Investasi (KI)

Kredit Investasi merupakan jenis kredit usaha perbankan yang ditujukan bagi pelaku bisnis, termasuk UMKM, dalam rangka kebutuhan pembiayaan produktif yang bersifat jangka panjang, seperti pembelian mesin, properti, atau aset tetap lainnya.

Sebagaimana KMK, Kredit Investasi biasanya merupakan satu kesatuan dengan produk pinjaman seperti  Kredit Multiguna atau KUR pada bank-bank yang menyalurkannya. Namun, Kredit Investasi juga dapat ditawarkan sebagai produk tersendiri dan bukan bagian dari pinjaman lainnya.

Produk pinjaman bank lainnya, seperti Kredit tanpa Agunan (KTA) juga dapat difungsikan untuk kebutuhan produktif UMKM. Hanya saja, dibandingkan dengan jenis pinjaman yang disebutkan di atas, rata-rata tingkat suku bunga yang diberlakukan relatif lebih tinggi.

Hal yang menyebabkan KTA memiliki rata-rata suku bunga yang lebih tinggi adalah karena KTA bukan merupakan program kredit usaha yang diselenggarakan oleh pemerintah, seperti halnya KUR, sehingga tidak ada subsidi bunga pada produk KTA.

Selain itu, jika dibandingkan dengan Kredit Multiguna, bank memiliki risiko yang lebih besar pada KTA karena tidak adanya agunan yang menjamin, untuk meminimalkan risiko tersebut, bank kemudian menetapkan suku bunga yang lebih tinggi.

Daftar Pinjaman Modal Usaha UMKM Bunga Rendah

Berikut ini adalah rekomendasi 5 pinjaman modal usaha perbankan dengan suku bunga rendah:

A. Pinjaman Kredit Usaha Rakyat KUR BRI

BRI merupakan bank penyalur KUR dengan total pinjaman yang terbanyak. Pelaku usaha dengan unit usaha berskala mikro dan kecil, maupun berbentuk koperasi dapat mendapatkan modal usaha dari pengajuan pinjaman KUR BRI ini.

KUR BRI terdiri dari tiga jenis, yaitu KUR Mikro, KUR Ritel, dan KUR TKI. Dalam konteks ini, pelaku usaha dapat mengajukan KUR Mikrp dan KUR Ritel untuk menunjang kontinuitas UMKM-nya.

KUR Mikro

KUR Mikro adalah jenis KUR BRI yang ditujukan untuk usaha yang dimiliki oleh individu atau perorangan. Plafon yang ditawarkan maksimal sebesar Rp25 juta, dalam masa kredit maksimal 3 tahun untuk Kredit Investasi dan maksimal 5 tahun untuk Kredit Modal Kerja.

KUR Ritel

KUR Ritel adalah jenis KUR BRI yang diperuntukkan bagi UMKM yang produktif dan layan, dengan plafon antara Rp25 juta - Rp500 juta dan tenor maksimal 4 tahun untuk Kredit Modal Kerja atau maksimal 5 tahun untuk Kredit Investasi.

Fasilitas KUR BRI

Kesimpulan fasilitas KUR BRI adalah sebagai berikut:

  1. Plafon maksimal Rp500 juta.
  2. Tenor maksimal 3 dan 4 tahun untuk KMK, serta maksimal 5 tahun untuk KI.
  3. Suku bunga 7% efektif per tahun.
  4. Suku bunga dikurang subsidi bunga 3% (berlaku hingga Juni 2022) = 4%.

Syarat dan Ketentuan KUR BRI

  1. Kriteria pemohon:
    1. Usaha bersifat produktif dan layak;
    2. Usaha telah berjalan secara aktif selama 6 bulan;
    3. Menjalankan usahanya pada salah satu platform e-commerce, seperti Shopee, Tokopedia, dll dan/atau penyedia ride hailing, seperti Gojek aau Grab.
    4. Tidak sedang menerima kredit dari bank lain kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit.
  2. Persyaratan dokumen:
    1. KTP;
    2. KK;
    3. Surat Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat izin usaha lainnya.

B. Pinjaman Usaha HSBC

Fasilitas kredit perbankan bunga rendah untuk modal usaha selanjutnya datang dari Bank HSBC, dengan produk Pinjaman Usaha miliknya. Dengan Pinjaman Usaha dari HSBC, modal usaha yang yang didapatkan dapat merupakan pinjaman jangka pendek maupun pinjaman jangka panjang.

Pinjaman Usaha diperuntukkan bagi UKM untuk keperluan modal kerja, yang terdiri dari dua jenis, yaitu:

  1. Pinjaman Usaha dengan Agunan, yaitu Pinjaman Usaha yang mensyaratkan adanya jaminan dengan penawaran plafon antara Rp500 juta sampai dengan Rp10 miliar dan plafon maksimal 10 tahun. Jenis agunan yang dapat dijaminkan:
    1. Tanah dan/atau bangunan, antara lain: rumah/apartemen/rukan/ruko;
    2. Time deposit (cash collateral);
    3. Surat Berjangka Negara (SBN)/Obligasi.
  2. Pinjaman Usaha tanpa Agunan. Pinjaman Usaha tanpa agunan merupakan alternatif bagi UMKM dengan kebutuhan modal yang masih relatif kecil, terutama bagi yang belum memiliki ketercukupan agunan. Adapun fasilitas yang ditawarkan ialah plafon sebesar Rp50 juta - Rp1 miliar, dengan jangka waktu pinjaman berjangka hingga 3 tahun.

Fasilitas Pinjaman Usaha HSBC

Berdasarkan jenis Pinjaman Usaha HSBC, secara umum dapat disimpulkan bahwa fasilitas yang diberikan mencakup:

  1. Plafon pinjaman antar Rp50 juta - Rp10 miliar.
  2. Tenor maksimal 3 tahun untuk pinjaman tanpa agunan dan maksimal 10 tahun untuk pinjaman dengan agunan.
  3. Suku bunga mulai 7% per tahun.

Syarat dan Ketentuan Pinjaman Usaha HSBC

  1. Kriteria pemohon:
    1. Debitur berusia minimal 25 tahun;
    2. Debitur berusia maksimal 70 tahun saat kredit lunas;
    3. Pinjaman digunakan untuk pembiayaan usaha atas nama perorangan atau badan usaha (PT/CV)
    4. Usaha telah berjalan minimal selama 3 tahun.
  2. Persyaratan dokumen perorangan:
    1. KTP/Paspor debitur dan suami/istri;
    2. Akta Kelahiran/Akta Cerai (jika sudah bercerai);
    3. Akta Kematian dari pasangan (jika pasangan sudah meninggal);
    4. Akta Pisah Harta/Perjanjian Perkawinan (jika ada);
    5. Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir di semua bank;
    6. SPT Tahunan;
    7. SIUP TDP dan Surat Keterangan Domisili Usaha;
    8. NPWP debitur;
    9. Data fasilitas di bank lain (jika ada);
    10. Fotokopi dokumen jaminan (khusus pinjaman dengan agunan).
  3. Persyaratan dokumen badan usaha:
    1. KTP pengurus/pemegang saham;
    2. Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir di semua bank;
    3. SIUP TDP dan Surat Keterangan Domisili Usaha;
    4. NPWP debitur;
    5. Data fasilitas di bank lain (jika ada);
    6. Fotokopi dokumen jaminan (khusus pinjaman dengan agunan);
    7. Anggaran Dasar Perusahaan;
    8. Profil Grup/Perusahaan;
    9. Feasibility Study/Proyeksi Arus Kas (jika ada);
    10. Laporan Keuangan 3 tahun terakhir;
    11. List dari pemasok/pelanggan/stok dagang;
    12. Working contract/SPK (jika ada).
    13. Biaya-biaya:
      1. Biaya provisi;
      2. Biaya administrasi;
      3. Biaya keterlambatan pembayaran;
      4. Biaya pelunasan sebagian;
      5. Biaya penalti pelunasan maju;
      6. Biaya kustodian (khusus pinjaman dengan agunan);
      7. Biaya taksasi (khusus pinjaman dengan agunan);
      8. Biaya notaris (khusus pinjaman dengan agunan);
      9. Biaya asuransi umum (khusus pinjaman dengan agunan).

C. Pinjaman KUR Kredit Usaha Rakyat BNI

Rekomendasi modal usaha selanjutnya berasal dari salah satu Himbara, yaitu BNI. Bank tersebut menyediakan KMK dan KI melalui program Kredit Usaha Rakyat yang disalurkannya. Menurut statistik per April 2021 sendiri, BNI berada pada peringkat ketiga berdasarkan total penyaluran KUR tertinggi.

Sebagaimana halnya KUR pada bank lainnya, KUR BNI juga diperuntukkan bagi debitur individu/perorangan, badan usaha, maupun kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan yang ada belum mencukupi.

KUR BNI terbagi menjadi empat jenis, yaitu KUR Mikro, KUR Kecil, KUR Khusus, dan KUR TKI. UMKM dapat memenuhi kebutuhan modal usaha dengan mengajukan KUR Mikro, KUR Kecil, serta KUR Khusus di BNI.

  1. KUR Mikro, yakni KUR yang ditujukan bagi usaha berskala mikro dengan maksimal kredit Rp25 juta dengan tenor maksimal selama 3 tahun untuk Kredit Modal Kerja dan maksimal selama 5 tahun untuk Kredit Investasi.
  2. KUR Kecil, yaitu KUR yang ditujukan bagi usaha yang memenuhi skala kecil dengan penawaran plafon antara Rp25 juta sampai dengan Rp500 juta dalam jangka waktu maksimal 4 tahun untuk Kredit Modal Kerja, serta maksimal 5 tahun untuk Kredit Investasi.
  3. KUR Khusus, merupakan KUR yang diperuntukkan bagi debitur yang tergabung dalam suatu kelompok yang memiliki mitra usaha. Fasilitas KUR Khusus BNI meliputi plafon antara Rp25 juta hingga Rp500 juta, dengan jangka waktu maksimal 4 tahun untuk Kredit Modal Kerja, dan maksimal 5 tahun untuk Kredit Investas

Fasilitas KUR BNI

Jika disimpulkan, maka fasilitas yang ditawarkan pada KUR BNI meliputi:

  1. Plafon maksimal Rp500 jura;
  2. Tenor maksimal 3 dan 4 tahun untuk Kredit Modal Kerja, serta maksimal 5 tahun untuk Kredit Investasi;
  3. Suku bunga 6% efektif anuitas per tahun,
  4. Suku bunga dikurang subsidi bunga 3% (berlaku hingga Juni 2022) = 3%.

Syarat dan Ketentuan KUR BNI

  1. Kriteria pemohon:
    1. Minimal berusia 21 tahun atau sudah menikah;
    2. Memiliki usaha produktif dan layak yang telah berjalan minimal selama 6 bulan;
    3. Tidak sedang menerima KUR di penyalur KUR lain maupun Pembiayaan Sistem Subsidi Resi Gudang (S-SRG);
    4. Dapat sedang menerima KUR dari BNI, Kredit kepemilikan Rumah, Kredit/Leasing Kendaraan bermotong, Kartu kredit, dan resi gudang (non subsidi) dengan kolektibilitas lancar;
    5. Tidak termasuk dalam daftar hitam BI serta tidak tercatat sebagai debitur macet/bermasalah di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
  2. Persyaratan dokumen:
    1. Fotokopi KTP;
    2. Fotokopi KK;
    3. Dokumen perizinan usaha, minimal Surat Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK);
    4. NPWP (untuk pengajuan di atas Rp50 juta).
    5. Biaya-biaya:
      1. Biaya administrasi maksimal Rp150.000,-;
      2. Denda tunggakan sebesar 5% dari saldo yang tertunggak.

D. Kredit Multiguna Usaha BCA

Kredit Multiguna Usaha BCA dapat dimanfaatkan oleh UMKM sebagai pembiayaan usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan modal kerja, investasi, pengembangan usaha, maupun berbagai biaya dan kewajiban usaha dan sebagainya.

Namun, Kredit Multiguna Usaha BCA hanya sesuai untuk diajukan oleh usaha skala kecil hingga menengah, karena jumlah pinjaman minimal yang disediakan adalah Rp500 juta.

Fasilitas KMG Usaha BCA

  1. Plafon mulai dari Rp500 juta.
  2. Tenor maksimal 15 tahun untuk installment loan dan maksimal 20 tahun untuk Kredit Investasi.
  3. Suku bunga mulai 5%.

Syarat dan Ketentuan KMG Usaha BCA

  1. Kriteria pemohon perorangan:
    1. WNI;
    2. Berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah;
    3. Tidak bertentangan dengan hukum dan kesusilaan;
    4. Tidak berstatus pailit atau dalam sengketa kepailitan;
    5. Kolektibilitas lancar.
  2. Kriteria pemohon badan usaha:
    1. Berbadan hukum/badan usaha Indonesia;
    2. Pembiayaan bersifat produktif;
    3. Telah sesuai dengan Anggaran Dasar dan tidak bertentangan dengan hukum;
    4. Tidak dalam status pailit atau dalam proses sengketa kepailitan;
    5. Kolektibilitas lancar.
  3. Persyaratan dokumen:
    1. Fotokopi KTP;
    2. Fotokopi KTP pasangan;
    3. Fotokopi KTP Dewan Direksi dan Dewan Komisaris (khusus badan usaha);
    4. Fotokopi KTP para pemegang saham (khusus badan usaha);
    5. Fotokopi NPWP;
    6. Fotokopi KK;
    7. Fotokopi Akta Nikah;
    8. Fotokopi Akta Cerai/Kematian;
    9. Fotokopi Laporan Keuangan audited (wajib jika ada);
    10. Fotokopi Laporan Keuangan internal (wajib jika ada);
    11. Fotokopi rekening bank lain 4 bulan terakhir.
    12. Persyaratan dokumen agunan:
      1. Fotokopi Sertifikat;
      2. Fotokopi KTP dan NPWP pemilik agunan, jika agunan atas nama orang lain;
      3. Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
      4. Fotokopi tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir;
      5. Fotokopi bukti bayar PBB terakhir;
  4. Biaya-biaya:
    1. Biaya provisi.
    2. Biaya administrasi.
    3. Biaya kredit.
    4. Denda keterlambatan.
    5. Biaya appraisal agunan.
    6. Biaya asuransi agunan.
    7. Biaya notaris.
    8. Biaya penalti untuk pelunasan dengan kriteria tertentu.

E. Kredit Usaha Mikro (KUM) Bank Mandiri

Kabar baik datang dari Bank Mandiri bagi pelaku usaha menjalankan bisnisnya selama minimal 2 tahun di lokasi dan bidang usaha yang sama. Kredit Usaha Mikro (KUM) Bank Mandiri adalah pinjaman untuk tujuan produktif yang diberikan kepada perusahaan mikro.

Sesuai definisinya, KUM Bank Mandiri secara khusus didesain untuk unit usaha berskala mikro. KUM juga merupakan produk pinjaman dari kategori Kredit Usaha Rakyat, karena cakupan nasabahnya masih termasuk dalam kategori UMKM.

Fasilitas KUR Bank Mandiri

  1. Plafon hingga Rp500 juta.
  2. Tenor maksimal 5 tahun.
  3. Suku bunga mulai dari 6% (tergantung tenor).
  4. Suku bunga dikurang subsidi bunga 3% (berlaku hingga Juni 2022) = 3%.

Syarat dan Ketentuan KUR Bank Mandiri

  1. Kriteria pemohon:
    1. WNI yang berdomisili di Indonesia;
    2. Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah;
    3. Maksimal berusia 60 tahun saat kredit lunas;
    4. Usaha telah berjalan selama minimal 2 tahun;
    5. Belum pernah memperoleh fasilitas kredit atau pernah/telah memperoleh fasilitas kredit dengan kolektibilitas lancar.
  2. Persyaratan dokumen:
    1. Fotokopi KTP pemohon dan suami/istri;
    2. Fotokopi KK;
    3. Fotokopi Surat Nikah/Surat Cerai, bagi yang sudah menikah atau bercerai;
    4. Fotokopi NPWP;
    5. Surat Keterangan Usaha dari Desa/Kelurahan, Dinas Pasar atau Otorita setempat di mana pemohon memiliki usaha atau Surat Ijin Usaha;
    6. Fotokopi Mandiri Tabungan atau Mandiri TabunganMU atas nama pemohon.

Cari dan Bandingkan KTA Terbaik !

Cari dan Bandingkan KTA Terbaik !

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait