Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Pinjaman Kredit Modal Kerja Tanpa Jaminan Terbaik

Daftar Isi

Pinjaman Kredit Modal Kerja Tanpa Jaminan Terbaik

Modal kerja adalah bagian penting buat usaha. Salah satu sumber modal kerja adalah pinjaman. Apa pinjaman modal kerja terbaik tanpa jaminan? Sekarang sudah banyak pilihan, mulai dari bank sampai P2P.

Daftar pinjaman modal kerja terbaik tanpa jaminan adalah Investree, Modalku, KUR Mikro BRI, Amartha, Bina Artha, PNM Mekar. Semuanya sudah izin OJK.

Selama ini, kredit modal kerja di bank, hampir selalu mewajibkan jaminan. Hal ini menyulitkan pengusaha, terutama pengusaha kecil UMKM, yang modal terbatas dan tidak punya aset untuk jaminan.

Kami melakukan survei ke banyak institusi untuk mencari pinjaman untuk modal kerja yang bisa tanpa agunan. Akhirnya, ketemu beberapa lembaga yang bisa memberikan kredit untuk usaha tapi tanpa jaminan.

Pengertian Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja (KMK) adalah kredit usaha jangka pendek yang difasilitasi oleh bank untuk tujuan penggunaan yang bersifat operasional. Debitur atau penerima KMK dapat merupakan UMKM maupun korporasi dengan bentuk badan hukum tertentu.

KMK dapat dimanfaatkan oleh UMKM maupun korporasi untuk menunjang kebutuhan usahanya. Dengan catatan bahwa UMKM atau korporasi tersebut telah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh bank, yang dalam hal ini berlaku sebagai kreditur atau pemberi pinjaman.

Tujuan Penggunaan Kredit Modal Kerja

Sesuai namanya, penggunaan KMK ditujukan untuk menunjang fungsi dari modal kerja itu sendiri, yaitu untuk membayar keperluan yang berhubungan dengan aktivitas operasi, kewajiban/utang jangka pendek, dan sejenisnya.

Beberapa contoh penggunaan modal kerja, antara lain:

  1. Memenuhi kebutuhan aktivitas operasional, seperti biaya pada proses produksi, pembelian bahan baku, pengadaan persediaan, pembayaran gaji/upah, pembayaran kepada supplier, biaya administrasi dan penjualan, utilitas, biaya sewa, biaya pemasaran, dan sebagainya.
  2. Membayar kewajiban jangka pendek, seperti utang bunga, pajak penghasilan, dan kewajiban lain-lain yang jatuh tempo maksimal dalam 12 bulan.
  3. Memenuhi kebutuhan lain-lain, seperti pembayaran uang muka atau sebagai cadangan kas.

Manfaat Kredit Modal Kerja

Dari sisi penerima pinjaman, KMK memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  1. Meningkatkan semangat usaha di masyarakat.
  2. Menunjang keberlangsungan usaha, terutama bagi UMKM yang belum lama berdiri.
  3. Menutupi utang lancar perusahaan dengan tepat waktu.
  4. Sebagai sokongan dana untuk pengembangan produk/jasa.
  5. Menghindarkan perusahaan dari risiko kebangkrutan.
  6. Memudahkan pelaku bisnis dalam meningkatkan skala usaha atau ekspansi.
  7. Sebagai alternatif dana untuk keperluan usaha yang bersifat darurat.

Syarat Pengajuan Kredit Modal Kerja

Persyaratan umum untuk mengajukan KMK adalah:

  1. Formulir permohonan kredit;
  2. KTP pengurus dan pemegang saham dan/ata NPWP pribadi/pengurus;
  3. Legalitas badan usaha, dapat berupa salah satu atau beberapa komponen berikut ini:
    1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perusahaan
    2. Akta Pendirian beserta Akta Perubahannya/Anggaran Dasar;
    3. Nomor Induk Berusaha (NIB);
    4. Surat Izin Tempat Usaha (SITU);
    5. Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK);
    6. Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
    7. Nomor Register Perusahaan (NRP);
    8. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP);
    9. Izin Gangguan atau Hinder Ordonnantie (HO).
  4. Rekening koran tabungan/giro minimal 6 bulan terakhir;
  5. Agunan yang dapat dibuktikan dengan salinan dokumen kepemilikan agunan, seperti:
    1. Sertifikat Hak Milik (SHM);
    2. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB);
    3. Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS).
  6. Laporan keuangan 2 tahun terakhir. Untuk pengajuan kredit dengan jumlah besar biasanya laporan keuangan harus merupakan laporan keuangan yang sudah diaudit.

Rincian persyaratan dan ketentuan pengajuan KMK dapat berbeda antara satu bank dengan bank lainnya. Informasi tentang kelengkapan administrasi secara spesifik beserta ketentuan tambahan lainnya dapat diperoleh calon debitur melalui:

  1. Situs resmi bank;
  2. Panggilan telepon kepada call center bank, nomor panggilan dapat diperoleh pada situs atau media sosial resmi bank;
  3. Pusat layanan resmi bank pada sarana komunikasi lainnya, seperti Twitter atau Instagram, yaitu dengan bertanya kepada admin; atau
  4. Kantor cabang terdekat, yakni dengan bertanya pada customer service atau petugas.

Sebelum melakukan pengajuan KMK, pastikan bahwa calon debitur sudah memenuhi seluruh kelengkapan yang dibutuhkan. 

Prosedur Pengajuan Kredit Modal Kerja

Secara umum, berikut ini adalah rangkaian prosedur pengajuan Kredit Modal Kerja (KMK) pada bank:

  1. Calon debitur mengunjungi situs resmi bank (bila tersedia layanan pengajuan berbasis online) atau mendatangi langsung kantor cabang bank setempat;
  2. Calon debitur mengisi formulir permohonan kredit dengan lengkap dan benar;
  3. Calon debitur menyerahkan formulir permohonan kredit dan dokumen persyaratan kepada pihak bank;
  4. Calon debitur menyelesaikan rangkaian proses pengajuan sesuai arahan dari customer service bank;
  5. Pihak bank melakukan verifikasi data calon debitur, yang dapat dilakukan melalui beberapa metode, di antaranya:
    1. On the spot checking, yaitu kunjungan langsung ke tempat usaha maupun tempat tinggal calon debitur. Kunjungan ini dilakukan guna memeriksa kesesuaian data yang ada dengan kondisi fisik sebenarnya, serta memperoleh informasi lebih lanjut tentang kegiatan usaha calon debitur. Selain itu, pihak bank juga akan melakukan penilaian dan pemeriksaan atas kondisi fisik agunan milik calon debitur;
    2. Credit checking, yakni pengecekan riwayat kredit calon debitur yang dapat dilakukan melalui sistem informasi internal milik bank maupun Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh OJK. Credit checking berguna untuk melihat aktivitas kredit historis, kolektibilitas, dan informasi kredit lainnya.
    3. Trade checking atau personal checking, yaitu metode verifikasi untuk menilai calon debitur dalam mengelola usaha, melakukan hubungan dagang, atau menjalankan kinerja manajemennya. Trade checking umumnya dilakukan kepada pelanggan, distributor, supplier, maupun pihak terkait lainnya yang dirasa perlu oleh bank.
  6. Pihak bank menganalisis kelayakan kredit calon debitur berdasarkan hasil verifikasi yang telah dilakukan;
  7. Pihak bank memberikan putusan kredit berupa persetujuan atau penolakan atas pengajuan KMK tersebut;
  8. KMK akan diterima oleh debitur apabila pengajuan kredit disetujui oleh bank.

Jenis-jenis Kredit Modal Kerja

Berdasarkan sifatnya, Kredit Modal Kerja dibedakan menjadi dua jenis, yaitu KMK revolving dan KMK non-revolving.

1. Kredit Modal Kerja Revolving

KMK revolving atau KMK bergulirmemiliki mekanisme open-end credit selayaknya sistem limit kartu kredit. Sehingga, KMK revolving dapat didefinisikan sebagai fasilitas Kredit Modal Kerja di mana pemilik usaha, selaku debitur, dapat memperoleh pinjaman secara berulang selama jangka waktu fasilitas tanpa perlu melewati proses persetujuan dari awal, dengan catatan, kredit sebelumnya telah dibayar atau dilunasi. 

2. Kredit Modal Kerja Non-Revolving

KMK non-revolving adalah fasilitas Kredit Modal Kerja di mana kredit tidak dapat diperoleh lagi setelah melewati proses pencairan dan pelunasan. Dengan kata lain, begitu KMK lunas dalam jangka waktu sesuai perjanjian, maka fasilitas kredit dianggap telah selesai dan berakhir.

Jangka Waktu Kredit Modal Kerja

Kredit non-revolving memiliki jangka waktu kredit yang cenderung lebih lama dibandingkan jangka waktu kredit KMK revolving. Adapun jangka waktu kredit pada fasilitas KMK umumnya berlangsung selama maksimal 1 tahun dan dapat diperpanjang untuk KMK revolving,serta rata-rata maksimal 5-7 tahun untuk kategori KMK non-revolving.

Suku Bunga Kredit Modal Kerja

Melansir dari laman Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia, berikut ini adalah besaran suku bunga KMK berdasarkan kelompok banknya per Desember 2021:

  1. Bank Umum 8,59% per tahun.
  2. Bank Persero 8,34% per tahun.
  3. Bank Pemerintah Daerah (BPD) 9,45% per tahun.
  4. Bank Swasta Nasional 9,13% per tahun.
  5. Bank Asing dan Bank Campuran 5,69% per tahun.

Kredit Modal Kerja vs Kredit Investasi

Kredit Investasi adalah kredit usaha dengan jangka waktu menengah hingga panjang yang difasilitasi oleh bank untuk pengembangan usaha yang bersifat jangka panjang. Kredit Investasi biasanya diasosiasikan dengan pembiayaan proyek usaha dan pembelian aset tetap, seperti properti, mesin, dan kendaraan.

Meskipun pada dasarnya Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi sama-sama merupakan kategori pinjaman Kredit Usaha, tetapi terdapat beberapa aspek yang membedakan kedua jenis pinjaman tersebut.

Perbedaan antara Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi terletak pada:

a. Tujuan penggunaan

Tujuan penggunaan KMK adalah untuk jenis pengeluaran operasional serta pengeluaran modal atau kewajiban yang bersifat lancar atau jangka pendek. Sementara tujuan penggunaan Kredit Investasi adalah untuk pembelian aset-aset jangka panjang, seperti mesin atau properti.

b. Suku bunga

KMK dan Kredit Investasi memiliki besaran suku bunga yang berbeda. Sebagai contoh, pada November 2021, suku bunga KMK untuk kelompok Bank Umum adalah sebesar 8,72%, sementara suku bunga Kredit Investasi pada saat itu adalah sebesar 8.44%. Pada Bulan berikutnya, suku bunga KMK turun menjadi 8,59%, sementara suku bunga Kredit Investasi menjadi sebesar 8,35%.

c. Plafon dan besaran kredit

Karena memiliki tujuan penggunaan yang berbeda, kreditur juga membedakan rata-rata maupun kisaran jumlah kredit pada KMK dan Kredit Investasi, menyesuaikan kepada kebutuhan debitur.

d. Persyaratan dan kriteria penerima kredit

Indikator yang mempengaruhi kelayakan suatu usaha untuk mendapat KMK dan Kredit Investasi dapat berbeda-beda. Perbedaan ini mencakup antara lain: lama perusahaan berdiri, jumlah periode laporan keuangan yang harus disertakan, bentuk badan usaha, sektor usaha, dan kriteria agunan.

Daftar Kredit Modal Kerja Terbaik

Ringkasan pinjaman kredit modal kerja tanpa jaminan sebagai berikut:

1. Investree

Investree memberikan pinjaman produktif untuk pengusaha, khususnya UMKM.
Investree memberikan pinjaman produktif untuk pengusaha, khususnya UMKM.

Jenis pinjaman yang ditawarkan Investree adalah pembiayaan modal kerja atas tagihan berjalan dan tanpa jaminan. Debitur bisa menggunakan tagihan mereka sebagai jaminan ke Investree.

Fitur pinjaman di Investree sebagai berikut:

  • Pembiayaan maksimal 80% dari nilai invoice atau maksimal Rp 2 M untuk setiap invoice.
  • Jangka waktu disesuaikan dengan jatuh tempo invoice atau maksimum 6 bulan disertai dengan pertimbangan dan analisis dari Investree.
  • Jika nilai invoice melebihi 2 M, maka pembiayaan dipecah ke beberapa pinjaman.

Jenis invoice yang menjadi prioritas  dibiayai oleh Investree adalah invoice yang ditujukan kepada Payor berupa perusahaan besar, contohnya perusahaan multinasional, institusi yang terdaftar di bursa saham, atau instansi pemerintahan. 

Nantinya, setiap invoice yang diajukan akan dianalisis, diseleksi, dan disetujui berdasarkan sistem credit-scoring modern.

Proses pengajuan pembiayaan invoice di Investree adalah: 

  1. Daftar online di situs Investree;
  2. Isi rincian data pribadi — termasuk invoice dan dokumen legalitas perusahaan;
  3. Analis melakukan seleksi serta analisa dengan bantuan sistem credit-scoring;
  4. Setelah aplikasi disetujui, pembiayaan akan ditampilkan di marketplace Investree.  

2. Modalku

Modalku menawarkan pinjaman modal kerja dengan bentuk pembiayaan invoice, dengan plafon pinjaman sampai Rp 2 miliar dengan tenor 15 sd 90 hari. Pinjaman dari Modalku bersifat tanpa jaminan.

Kriteria dan Persyaratan pengajuan kredit modal kerja di Modalku adalah: 

  • usaha berjalan minimal 1 tahun; 
  • berdomisili di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang & Bekasi), Bandung dan Surabaya; 
  • berusia 21 s/d 60 tahun;
  • bisa berbentuk PT, CV atau perorangan;
  • memiliki omzet bisnis tercatat di rekening Bank.

Bisa dilihat bahwa kriteria yang diminta Modalku cukup fleksibel. Cocok untuk pengusaha kecil atau yang baru mulai usaha.  

3. KUR Mikro BRI

KUR BRI adalah pinjaman usaha mikro dengan bunga subsidi pemerintah yang disalurkan lewat Bank BRI. Pinjaman KUR cocok untuk usaha pemula rintisan yang membutuhkan cicilan relatif rendah.

Keunggulan KUR dibandingkan pinjaman mikro usaha lainnya adalah bunga yang sangat murah karena disubsidi oleh pemerintah. Saat ini, bunga KUR berkisar di 5% setahun.

Tidak hanya bunga yang rendah, tetapi juga kemudahan jaminan di KUR. Bahkan, salah satu program KUR tanpa agunan.

Jenis pinjaman KUR yang tanpa jaminan disebut KUR Mikro.

Persyaratan dan fitur KUR Mikro adalah:

  • Plafond Rp 25 juta per debitur.
  • Debitur individual (perorangan) punya usaha produktif dan layak;
  • Usaha debitur secara aktif minimal 6 bulan;
  • Debitur tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit.

Persyaratan dokumen dan administrasi pinjaman KUR, yaitu: identitas KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat ijin usaha.  

4. Akseleran

Akseleran menawarkan pinjaman untuk modal usaha secara online. Plafon kredit mulai dari Rp 75 juta sampai Rp 200 juta dengan masa tenor 1 bulan sampai 24 bulan.

Pinjaman modal usaha di Akseleran tanpa agunan.

Suku bunga adalah 6.48% - 17% per tahun (bunga flat). Besaran suku bunga final ditentukan oleh Akseleran berdasarkan grade dari pinjaman tersebut yang didapatkan dari hasil analisis kelayakan dan risiko usaha.

Meskipun tanpa agunan dengan bunga yang cukup menarik, tetapi persyaratan mengajukan pinjaman di Akseleran cukup ketat, yaitu: 

  1. Usaha sudah berjalan selama lebih dari 1 tahun, dan berlokasi di Jabodetabek, Banten, atau Bandung. Untuk usaha berlokasi di luar wilayah tersebut di Indonesia, dapat menggunakan layanan sepanjang jumlah pinjaman lebih dari Rp200 Juta.
  2. Berhasil mencetak laba bersih di 1 tahun terakhir.
  3. Memiliki Laporan Keuangan (minimal laporan laba rugi) yang akan di cross check dengan rekening koran 3 bulan terakhir.
  4. Membuat proposal pinjaman dan melengkapi dokumen pendukung yang diperlukan.  

5. Modal Rakyat

Modal Rakyat termasuk salah satu P2P terdaftar OJK yang fokus pada pinjaman usaha, kecil dan menengah. Modal Rakyat telah resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK RI) dengan nomor surat: KEP-27/D.05/2021.

Fitur kredit yang diberikan Modal Rakyat adalah:

  • Plafon pinjaman adalah mulai dari Rp 500 Ribu hingga Rp 2 Miliar
  • Bunga dimulai dari 12% - 30% per tahun. Di Samping bunga, Modal Rakyat juga membebankan biaya layanan sebesar 3% dari besar pinjaman.
  • Besarnya bunga pinjaman akan bergantung pada tingkat resiko yang ditentukan dari analisa data dan credit-scoring.

Syarat utama untuk mengajukan pinjaman:

  1. Warga Negara Indonesia dan memiliki kelengkapan identitas diri
  2. Memiliki NPWP Pribadi / Perusahaan
  3. Memiliki data legalitas perusahaan (bila bukan usaha perseorangan)
  4. Memiliki rekening bank

Proses survei, analisis, dan penentuan tingkat risiko / suku bunga cepat dan efisien, maksimal dalam 5 hari kerja. Proses pengajuan pinjaman di Modal Rakyat 100% online dan dapat diselesaikan dalam 15 menit.  
 

6. Amartha

Amartha menarik karena memberikan pinjaman ke pengusaha mikro di pedesaan dan kota di Jawa. Amartha terdaftar dan berizin di OJK sejak 2017.

Amartha melayani pengusaha mikro yang belum punya akses kredit ke perbankan. Lebih spesifiknya lagi, Amartha melayani kelompok ibu - ibu arisan, yang ingin mengajukan kredit mikro dalam jumlah kecil.

Proses pemberian kredit di Amartha adalah:

  1. Bentuk Kelompok. 15-20 orang dengan domisili berdekatan dibentuk sebagai sebuah kelompok yang masing-masing wajib mengikuti pelatihan untuk membangun komitmen tanggung renteng jika salah satu anggota mengalami kesulitan pembayaran.
  2. Skor Kredit. Pengajuan pendanaan didasari rencana usaha serta profil calon penerima pinjaman dan dievaluasi berdasarkan sistem skor kredit. Pengajuan pendanaan akan ditampilkan dalam marketplace setelah disetujui dan akad difasilitasi Amartha setelah terdanai.
  3. Pertemuan Mingguan. Selama masa peminjaman, penerima pinjaman diwajibkan mengikuti pertemuan kelompok mingguan yang difasilitasi Amartha dengan materi seputar antara lain pengelolaan keuangan, kedisiplinan, serta cara-cara memajukan.  
     

7. Bina Artha Ventura

Bina Artha adalah perusahaan modal ventura yang menyediakan pinjaman modal untuk usaha mikro dan kecil. Produk ini ditujukan bagi masyarakat yang memiliki usaha mikro dan kecil dengan persyaratan agunan lunak seperti peralatan rumah tangga atau peralatan usaha. 

Tidak diwajibkan jaminan kendaraan atau tanah serta bangunan di Bina Arta Ventura.

Melalui Bina Usaha, Bina Artha menawarkan produk pinjaman modal usaha dengan plafon pinjaman mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 50 juta secara perorangan. 

Proses pembayaran angsuran dilakukan satu kali setiap bulan dengan maksimal tiga tahun pembayaran cicilan (disesuaikan dengan kemampuan mitra).

Saat ini, Bina Artha memiliki jangkauan pemasaran di lebih dari tiga ratus cabang yang menjangkau lebih dari tiga ratus ribu klien di Pulau Jawa dan Sulawesi.   
 

8. PNM Mekaar Mikro

Untuk menjangkau masyarakat kelas menengah ke bawah yang kesulitan akses perbankan, pemerintah meluncurkan inisiatif pinjaman kelompok melalui PNM Permodalan Nasional Madani.

PNM memberikan pinjaman untuk kelompok usaha mikro dengan menerapkan konsep tanggung renteng atau group lending. Dikenal juga di dunia sebagai konsep Grameen Bank.

Produk PNM dengan pinjaman tanggung renteng disebut PNM Mekaar.

PNM menerapkan sistem kelompok tanggung renteng yang diharapkan dapat menjembatani kesenjangan akses pembiayaan sehingga para nasabah mampu mengembangkan usaha dalam rangka menggapai cita-cita dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Manfaat yang disalurkan oleh PNM melalui layanan PNM Mekaar, salah satunya, meliputi pembiayaan modal tanpa agunan. Pinjaman mikro untuk pengusaha kecil.

Syarat dan Kriteria yang wajib dipenuhi nasabah PNM Mekaar:

  • Diperuntukan kepada perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro
  • Pembiayaan PNM Mekaar tidak mensyaratkan agunan fisik, melainkan bersifat tanggung renteng kelompok, dengan syarat kedisiplinan untuk mengikuti proses Persiapan Pembiayaan dan Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM);
  • Satu kelompok minimal terdiri dari 10 nasabah;
  • Setiap kelompok dipimpin oleh seorang ketua;
  • Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) wajib dilaksanakan satu kali dalam seminggu, sebagai kegiatan untuk membayar angsuran mingguan dan pembinaan usaha.

9. BNI

Selaku bagian dari Himbara, BNI memfasilitasi KMK untuk sejumlah kebutuhan dan sektor usaha, antara lain KMK untuk industri, perdagangan, jasa pengangkutan, jasa perhotelan, konstruksi, dan lain-lain. Selain KMK, BNI juga menyediakan fasilitas penyediaan kredit modal kerja lainnya, yaitu BNI Wirausaha (BWU).

Plafon jenis pembiayaan KMK, khususnya pada produk BNI Wirausaha (BWU) adalah sebesar Rp50 juta hingga Rp1 miliar, dengan masa kredit hingga 5 tahun dan bunga efektif mulai dari 6% per tahun.

Persyaratan pokok untuk mengajukan KMK di BNI adalah:

  1. Kelengkapan izin atau legalitas usaha yang masih berlaku sesuai dengan bidang usahanya;
  2. Usaha telah berjalan minimal 2 tahun;
  3. Dan data/persyaratan lainnya sesuai kebutuhan pada proses kredit.

10. BRI

Bank milik negara yang menyalurkan KMK selanjutnya adalah BRI. Per November 2021 sendiri, BRI diketahui telah mencatat pertumbuhan Kredit Modal Kerja sebesar 14,3%.

Pada segmen Kredit Usaha Mikro untuk UMKM, yang meliputi produk KUR Mikro BANK BRI dan KUR Kecil BANK BRI, plafon modal kerja yang ditetapkan yaitu mulai dari Rp50 juta s/d Rp500 juta per debitur.

Persyaratan dan ketentuan KUR Mikro BANK BRI:

  1. Individu yang memiliki usaha produktif dan layak;
  2. Usaha telah aktif berjalan minimal 6 bulan;
  3. Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan kartu kredit;
  4. Persyaratan administrasi meliputi KTP, KK, dan Surat izin usaha;
  5. Maksimal pinjaman sebesar Rp50 juta;
  6. Maksimum masa pinjaman adalah 3 tahun;
  7. Suku bunga efektif 6% per tahun.

Persyaratan dan ketentuan KUR Kecil BANK BRI:

  1. Mempunyai usaha produktif dan layak;
  2. Usaha telah aktif berjalan minimal 6 bulan;
  3. Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan kartu kredit;
  4. Memiliki IUMK atau surat izin usaha lain yang dapat dipersamakan;
  5. Agunan sesuai dengan peraturan bank;
  6. Pinjaman berkisar antara Rp50 juta - Rp500 juta;
  7. Maksimum masa pinjaman adalah 4 tahun;
  8. Suku bunga efektif 6% per tahun.

Sementara untuk calon debitur berupa korporasi, persyaratan pokok pengajuan KMK adalah:

  1. Formulir pembukaan rekening di kantor cabang;
  2. Identitas diri berupa KTP; dan
  3. Setoran awal Rp250.000,-.

11. Mandiri

Mandiri menyediakan fasilitas KMK, baik yang bersifat revolving maupun non-revolving dengan plafon kredit di atas Rp500 juta hingga Rp25 miliar. Pencairan kredit diberikan dalam rupiah dan valuta asing, dengan jangka waktu maksimal 1 tahun untuk KMK revolving, serta maksimal 5 tahun untuk KMK non-revolving.

Persyaratan pengajuan KMK di Bank Mandiri untuk nasabah individu:

  1. Formulir aplikasi;
  2. KTP pemohon & suami/istri;
  3. Surat Nikah/Cerai (bagi yang telah menikah/bercerai);
  4. KK;
  5. Rekening koran tabungan/giro minimal 6 bulan terakhir;
  6. NPWP;
  7. Perizinan usaha, seperti SIUP, SITU, TDP/NIB atau yang lainnya;
  8. Dokumen kepemilikan agunan, seperti SHM/SHGB/SHMSRS atau sebagainya; serta
  9. Dokumen lain yang akan disesuaikan saat pemrosesan fasilitas.

Persyaratan pengajuan KMK di Bank Mandiri untuk nasabah badan usaha:

  1. Formulir aplikasi;
  2. KTP seluruh pengurus dan pemegang saham perusahaan;
  3. Rekening koran tabungan/giro minimal 6 bulan terakhir;
  4. NPWP pribadi/perusahaan;
  5. Laporan Keuangan;
  6. Akta Pendirian Perusahaan dan Akta Perubahannya;
  7. Perizinan usaha, seperti SIUP, SITU, TDP/NIB atau yang lainnya;
  8. Dokumen kepemilikan agunan, seperti SHM/SHGB/SHMSRS atau sebagainya; dan
  9. Dokumen lain yang akan disesuaikan saat pemrosesan fasilitas.

12. Bank BJB

Bank bjb menawarkan jenis pembiayaan KMK dengan pilihan sistem revolving dengan masa kredit maksimal 3 tahun dan non-revolving dengan masa kredit maksimal 5 tahun.

Persyaratan administrasi untuk mengajukan KMK di bank bjb adalah:

  1. Surat permohonan;
  2. Akta Pendirian dan Akta Perubahannya serta dokumen pengesahan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku;
  3. KTP pengurus dan pemegang saham yang masih berlaku;
  4. Legalitas badan usaha, di antaranya: SIUP, TDP, NPWP, SIUJK, dan NIB;
  5. Laporan keuangan 2 tahun terakhir (untuk pengajuan pinjaman di atas Rp5 miliar menggunakan laporan keuangan yang sudah diaudit).

Simulasi Kredit Modal Kerja

Sebagai simulasi, PT ABC mengajukan KMK kepada Bank A sebesar Rp300 juta untuk biaya pembelian bahan baku dan keperluan produksi.

Setelah melakukan rangkaian verifikasi data dan penilaian kredit, besaran fasilitas KMK yang dapat diberikan oleh Bank A kepada PT ABC hanya sebesar Rp120 juta, yakni dengan jangka waktu kredit selama 2 tahun dan suku bunga efektif sebesar 6% per tahun.

Jika PT ABC menyetujui penawaran kredit dengan jumlah dan ketentuan tersebut, maka perhitungan angsuran yang harus dibayarkan oleh PT ABC adalah:

Diketahui:

  • Pokok pinjaman= Rp120.000.000,-
  • Jangka waktu kredit= 24 bulan
  • Bunga per tahun= 6%
  • Angsuran pokok= Rp5.000.000,-/bulan (Rp120.000.000,-/24)

Karena suku bunga yang berlaku bukan bunga flat, melainkan bunga efektif, maka bunga dihitung berdasarkan sisa saldo pokok pinjaman yang belum terbayar. Sehingga cicilan yang harus dibayarkan PT ABC adalah:

Perhitungan angsuran kredit PT ABC bulan ke-1

  • Angsuran bunga bulan ke-1 = Rp600.000,- (Rp120.000.000,- × 6% / 12)
  • Angsuran bulan ke-1 = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga Bulan ke-1
  • Angsuran bulan ke-1 = Rp5.000.000,- + Rp600.000,-
  • Angsuran bulan ke-1 = Rp5.600.000,-

Perhitungan angsuran kredit PT ABC bulan ke-2

Sisa kredit yang belum dibayar = Rp114.400.000,- (Rp120.000.000,- - Rp5.600.000,-)

  • Angsuran bunga bulan ke-2 = Rp572.000,- (Rp114.400.000,- × 6%/24)
  • Angsuran bulan ke-2 = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga Bulan ke-2
  • Angsuran bulan ke-2 = Rp5.000.000,- + Rp572.000,-
  • Angsuran bulan ke-2 = Rp5.572.000,-

Catatan: perhitungan di atas hanyalah simulasi angsuran kredit secara sederhana tanpa menambahkan besaran spread, biaya provisi, maupun biaya administrasi yang dapat dikenakan berbeda pada tiap banknya. Untuk simulasi yang lebih akurat, calon debitur dapat mengakses atau meminta informasi lebih lanjut kepada pusat layanan informasi bank.

Cari dan Bandingkan KTA Terbaik !

Cari dan Bandingkan KTA Terbaik !

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait