Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Penipuan Kartu Kredit Bank Permata dan Tips Menghindarinya

Daftar Isi

Penipuan Kartu Kredit Bank Permata dan Tips Menghindarinya

Penipuan kartu kredit marak terjadi sekarang, termasuk di kartu kredit Permata. Bagaimana cara mencegah dan menghadapinya?

Kita akan menganalisa kemungkinan modus penipuan kartu kredit Permata. Kemudian, kita akan mencari cara untuk menghindari penipuan tersebut.

Modus Penipuan Kartu Kredit Permata

Dari pengalaman menggunakan kartu kredit, berikut sejumlah

PIN Kartu Kredit Dikuasai Pihak Lain

Penyalahgunaan Kartu Kredit karena kartu kredit dan PIN diketahui atau diserahkan ke pihak lain. Anda bertanggung jawab atas segala risiko penyalahgunaan kartu kredit sehubungan dengan kartu kredit dan PIN Anda.

Akun Palsu CS Customer Service Permata via WA dan Telepon

Modus penipuan selanjutnya terkait Permata palsu adalah akun yang mengatasnamakan Permata sebagai layanan konsumen. Seringkali nasabah yang ingin menyampaikan keluhan tentang layanan perbankan Permata memutuskan untuk menghubungi akun-akun media sosial Permata, tetapi tidak jarang yang salah mengunjungi akun.

Ketidaktahuan ini seringkali dijadikan kesempatan bagi penipu untuk meluncurkan aksinya. Mereka akan berpura-pura menjadi layanan konsumen dan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhan nasabah. Pada akhirnya, nasabah hanya akan diarahkan ke website palsu dan diminta untuk memberikan data-data pribadinya.

Mohon kepada nasabah agar dapat berhati-hati jika menerima telepon meskipun ada kemiripan atau masking dengan nama Permata.

Meminta Kode OTP Kartu Kredit Permata dengan Iming - Iming Kenaikan Limit

Modus penipu yang lain adalah meminta kode OTP yang sudah dikirimkan ke nasabah dengan iming -iming kenaikkan limit kartu kredit Permata. Padahal, kode OTP tersebut adalah kode yang dikirimkan dari transaksi online, yang jika diketahui orang lain, maka transaksi kartu kredit yang tidak seharusnya, bisa dilakukan.

Modus Meminta Kode OTP Kartu Kredit Permata untuk Mengatasi Penipuan

Modus penipu yang juga menjebak adalah menelpon dengan nomor CS Permata yang hampir persis, walaupun sebenarnya bukan, dengan pemberitahuan bahwa kartu kredit sudah dibobol orang dan untuk mengatasinya maka nasabah perlu memberitahukan kode OTP yang sudah dikirimkan ke ponsel nasabah.

Padahal, kode OTP tersebut adalah kode yang dikirimkan dari transaksi online, yang jika diketahui orang lain, maka transaksi kartu kredit bisa dilakukan.

Cara Mencegah Penipuan Kartu Kredit Permata

Berikut sejumlah langkah untuk menghindari penipuan sebagai berikut:

Simpan dan Jaga PIN

Untuk menghindari penyalahgunaan Kartu Kredit, simpan dan jaga kartu kredit dan PIN Anda dengan baik. Jangan memberitahukan nomor PIN Anda kepada pihak manapun yang tidak berkepentingan.

Perubahan PIN Berkala

Lakukan perubahan PIN Anda secara berkala. PermataBank tidak memberikan kuasa kepada pihak manapun untuk mengambil Kartu Kredit dan PIN Anda.

Simpan dan Jaga Kode OTP

Modus penipuan yang banyak terjadi adalah transaksi online dengan mencuri atau mengambil kode OTP yang dikirim ke ponsel nasabah.

Abaikan OTP (One Time Password)/Paycode yang terkirim jika Anda sedang tidak melakukan transaksi online dan jangan memberikan OTP (One Time Password) kepada siapapun dengan alasan apapun, termasuk kepada yang mengatasnamakan pihak bank, karena bank tidak akan meminta informasi tersebut baik secara langsung maupun online.

Segera Blokir Kartu Kredit

Segera lakukan pemblokiran Kartu Kredit Anda ke CS Permata begitu Anda mengetahui kartu Anda hilang atau dicuri di mana pun anda berada.

Pemegang Kartu tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas seluruh transaksi yang telah dilakukan dengan menggunakan Kartu Kredit sebelum diterimanya pemberitahuan oleh Bank mengenai kehilangan dan atau pencurian Kartu Kredit tersebut. Pemegang Kartu juga bertanggung jawab atas semua penarikan uang tunai/cash advance yang telah dilakukan dengan menggunakan Kartu Kredit dengan verifikasi yang sah berupa PIN atau tanda tangan Pemegang Kartu melalui cabang Bank

Tidak Mudah Panik Saat Dihubungi oleh Penipu

Umumnya, pelaku memanfaatkan psikologis nasabah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Contohnya, mereka menyampaikan hal-hal yang membuat korban terdesak, seperti kartu ATM terblokir apabila tidak segera memenuhi keinginan penipu.

Sebagai nasabah Permata yang bijak, Anda harus bisa mengontrol diri dan tidak mudah panik. Ingatlah ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas untuk membantu Anda mengenali pelaku penipuan.

Tidak Memberikan Informasi Pribadi kepada Siapapun

Data pribadi biasanya menjadi kunci utama penipuan, jika Anda memberikan data pribadi, maka kemungkinan besar pelaku berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Tidak memberitahukan informasi data pribadi mengenai kartu kredit Anda, seperti nama gadis ibu kandung, masa berlaku kartu kredit, 3 (tiga) angka di belakang kartu, ataupun limit kartu kredit Anda kepada pihak yang tidak berkepentingan.

Segera Laporkan Kartu Kredit Hilang

Segera laporkan kehilangan atau kecurian kartu kredit Anda ke CS Kartu Kredit Permata dan susulkan dengan laporan tertulis. Anda bertanggung jawab sepenuhnya atas semua transaksi yang terjadi sebelum laporan kehilangan atau kecurian Anda diterima oleh Bank Permata.

Tidak Memberikan Kartu Kredit

Tidak memberikan kartu kredit Anda kepada pihak lain karena Bank Permata tidak pernah mengirimkan petugas atau memberikan kuasa kepada pihak lain untuk mengambil kartu kredit Anda, dengan alasan apapun termasuk untuk penggantian kartu, kenaikan limit kartu atau penawaran produk/hadiah.

Kehati-Hatian Transaksi di Merchant

Apabila bertransaksi di merchant, pastikan staff merchant di mana Anda bertransaksi langsung membawa kartu Anda ke kasir dan pastikan kartu Anda tidak tertinggal.

Sebelum menandatangani sales draft, pastikan jumlah transaksi yang tercetak telah sesuai dengan jumlah transaksi yang Anda belanjakan.

Laporan Pengaduan Penipuan Kartu Kredit Permata

Sesuai dengan Peraturan OJK, Nasabah yang tidak puas dengan penyelesaian pengaduan dapat menyampaikan kepada OJK untuk difasilitasi, melalui:

  1. Surat tertulis kepada Anggota Dewan Komisioner OJK dan Perlindungan Konsumen. Alamat: Menara Radius Prawiro Lantai 2. Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta.
  2. Hubungi layanan OJK di nomor telepon: 157.
  3. Email ke: [email protected].
  4. Online di: sikapiuangmu.ojk.go.id
  5. Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) melalui https://kontak157.ojk.go.id/
  6. Kontak WhatsApp pengaduan konsumen OJK 081 157 157 157

Nasabah juga dapat menyampaikan Kepada Bank Indonesia:

  • Bank Indonesia Dept. Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen, Jl. MH. Thamrin No. 2 Gedung Tipikal Lt. 14 Jakarta 10350.
  • Hubungi layanan BI : 1500 131.
  • Email ke [email protected]

Apabila hasil penyelesaian pengaduan yang diberikan oleh Permata tidak memenuhi harapan Nasabah, Nasabah dapat menyampaikan pengaduan kepada Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK).

Kesimpulan

Kemajuan teknologi perbankan membawa banyak kemudahan bagi nasabah, termasuk di Permata. Namun, muncul juga banyak cara penipuan yang lebih canggih dengan memanfaatkan teknologi.

Untuk itu, penting buat nasabah berhati - hati dengan penipuan yang mengatasanamakan Permata palsu. Selalu alert terhadap kemungkinan penipuan.

Baca juga - kelebihan dan kekurangan bank permata, telat bayar kta permata, setor tunai permata, atm setor tunai permata terdekat, cara mengambil tabungan masa depan permata, kta permata syariah, cara transfer uang dari luar negeri ke bank permata

Bandingkan Kartu Kredit Terbaik !

Bandingkan kartu kredit dan temukan sesuai kebutuhan Anda!

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait