Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Forex vs Bitcoin, Apa Investasi Terbaik

Daftar Isi

Trading Forex vs Investasi Crypto Bitcoin, Apa Perbedaannya

Forex dan Bitcoin adalah dua instrumen investasi penting yang paling dikenal saat ini. Apa beda kedua instrumen ini  dan mana yang terbaik ?

Untuk mengetahuinya, kami menugaskan salah satu penulis untuk melakukan review kelebihan dan kekurangan keduanya dan menuliskan hasilnya di artikel ini.

Hasil perbandingan menunjukkan bahwa forex menjanjikan tingkat keuntungan tinggi, likuid, hanya butuh modal kecil, sedangkan Bitcoin punya resiko lebih tinggi karena aset baru dikenal dan berbentuk digital yang tersimpan di jaringan blockchain. Keunggulan Bitcoin adalah return bisa sangat tinggi karena supply terbatas hanya 21 juta, aman disimpan, mudah untuk transaksi lintas negara, karena terdesentralisasi, sementara transaksi Forex antar negara butuh waktu dan harus patuh pada berbagai kebijakan anti -money laundering.

Namun, keduanya, Forex dan Bitcoin adalah instrumen investasi resmi berizin di Indonesia, yang diawasi oleh Bappebti.

Kita akan membahas secara singkat ihwal perbedaan Bitcoin vs Forex. Mana yang lebih baik digunakan saat ingin melakukan investasi dan trading saham ?

Apa itu Forex

Forex adalah transaksi pertukaran antar satu mata uang dengan mata uang lain. Menukar rupiah dengan dollar dan sebaliknya adalah transaksi forex.

Dalam trading forex, investor mengambil keuntungan atau mengalami kerugian dari fluktuasi harga nilai tukar di forex.

Kelebihan Forex

Berikut ini kelebihan forex

1. Potensi Return Tinggi

Forex juga memberikan return yang jauh dari kecil. Dalam sehari fluktuasi harga nilaI tukar mata uang bisa naik 1% sd 2%, yang artinya 30% sebulan.

Alasannya bisa untung besar di trading forex adalah;

  • Leverage, Anda bisa transaksi dalam jumlah besar dengan modal minimum. Nanti saya jelaskan lebih gamblang soal apa itu dan cara kerja Leverage.
  • High volatility di pasar forex membuat kesempatan untuk mencetak keuntungan menjadi besar. High Risk High Return.

2. Likuid, Mudah Dijual Belikan

Forex adalah aset likuid karena bisa dengan mudah dijual belikan di pasar. Selama harga jual beli cocok, pemilik bisa menjual atau membeli saham.

Hal ini karena market cap perdagangan forex yang sangat besar. jauh lebih besar dibandingkan instrumen keuangan lain, seperti Forex atau saham.

Besarnya transaksi di Forex mencapai US$ 1.5 triliun per harinya.

3. Regulasi Jelas

Forex jelas sudah lama diatur untuk bisa diperdagangkan di Indonesia. Bahkan, forex sudah masuk sebagai salah satu komoditas di bursa berjangka, bersama - sama dengan komoditas lain seperti Forex, perak dan lain - lain.

4. Bisa Pasang Beli dan Jual Bersamaan

Karena di Forex, pasarnya adalah pasar Futures, maka investor bisa pasang posisi beli dan jual dalam saat yang bersamaan.

Jadi, dalam kondisi pasar apapun, orang bisa tetap berinvestasi di forex. Saat pasar bullish, pasang beli, sebaliknya saat pasar bearish, pasang jual.

5. Waktu Perdagangan 24/7

Waktu perdagangan di pasar forex 24 jam sehari 7 hari seminggu. Tidak ada hentinya.

Pasar forex berbeda dengan saham yang hanya dibuka selama jam tertentu. Forex adalah pasar 24 jam.

Setelah pasar Asia tutup, pasar forex Amerika dibuka dan seterusnya. Itu sebabnya pasar ini berlangsung 24 jam.

Dengan jam buka pasar yang tidak pernah tutup, peluang untuk terus melakukan trading terbuka lebar.

6. Modal Kecil Bisa Trading

Karena adanya leverage, modal untuk bisa bermain forex menjadi kecil dan terjangkau, namun memiliki buying power untuk investasi yang besar. 

Salah satu contoh, di broker forex yang saya temui, investor hanya perlu modal $25 untuk melakukan transaksi forex senilai $1000. Itu artinya hanya butuh modal kecil untuk bisa melakukan transaksi dalam besar, yang juga artinya kesempatan untung juga sangat besar.

Kecilnya modal membuat akses trading forex terbuka untuk siapa saja. 

Ditambah lagi kemudahan yang ditawarkan oleh fasilitas online trading untuk melakukan transaksi valas dari mana dan kapan saja.

Kekurangan Forex

Kelemahan forex

1. Resiko Tinggi

Harga Forex berfluktuasi sangat tinggi, apalagi dalam jangka pendek. Hal ini membuat resiko investasi di Forex menjadi tinggi.

Apalagi dengan penggunaan leverage di forex, yang makin memperbesar resiko.

2. Tidak Ada Underlying

Saat beli saham, Anda pulang bawa sahamnya, yang dalam hal ini disimpan di custody, dan saham ini membuktikan hak kepemilikan atas perusahaan. Jadi ada barang yang Anda miliki.

Trading valuta asing forex berbeda. 

Anda tidak pegang barangnya. Bahkan tidak ada pertukaran mata uang, seperti saat Anda melakukan transaksi di money changer.

Ketika melakukan closing posisi di forex, Anda melihat selisih harganya saja, dan membayar (menerima) atas selisih harga tersebut, tergantung dari untung atau ruginya posisi Anda.

Transaksi forex dilakukan di pasar futures yang tidak ada underlying-nya. Hal ini membuat bagi sebagian orang forex dianggap seperti judi.

Unsur spekulasinya menjadi sangat tinggi di Forex. Karena, seperti dalam transaksi Futures, untung rugi di forex ditentukan sepenuhnya oleh naik turunnya harga di waktu yang sudah disepakati di masa depan.

3. Over the Counter (OTC)

Berbeda dengan saham dimana transaksi terjadi secara sentral di bursa efek antara 3 pihak (Anda, broker dan Bursa Efek), di forex transaksi adalah Over the Counter hanya antara dua pihak (Anda dan broker).

Di pasar saham, harga saham BRI, di semua broker akan sama, karena sumbernya satu, yaitu Bursa Efek Indonesia. Transaksi saham di Indonesia terjadi di satu exchange atau bursa. 

Di forex karena transaksi tidak terjadi di satu bursa, tetapi terjadi antara Anda dengan broker, akibatnya nilai tukar mata uang valas bisa berbeda di satu broker dengan broker lainnya.

Disamping itu, tidak adanya pihak bursa di forex membuat peran broker menjadi sangat sentral. Karena hanya ada Anda dan broker yang melakukan transaksi.

Harus bisa betul betul dipastikan bahwa broker bisa dipercaya dan legit karena tidak ada lagi pihak lain yang terlibat dalam transaksi forex.

Apa itu Bitcoin

Bitcoin adalah salah satu mata uang kripto yang paling populer dan paling besar market cap-nya saat ini.

Investasi di Bitcoin adalah investasi di aset digital yang tidak berwujud fisik dan memberikan keuntungan tinggi dari lonjakan harga akibat jumlah yang terbatas (maksimum 21 juta Bitcoin), dengan risiko fluktuasi harga yang juga tinggi.

Kelebihan Bitcoin

Berikut ini kelebihan Bitcoin

1. Potensi Return Sangat Tinggi

Bitcoin menunjukkan kenaikkan harga yang luar biasa tinggi dalam 10 tahun terakhir. Banyak orang kaya baru, billionaire, di industri crypto karena memiliki Bitcoin.

2. Aset Digital, Mudah Disimpan dan Aman

Karena Bitcoin merupakan aset digital, Investor bisa dengan mudah menyimpan Bitcoin dan Cryptocurrency lainnya secara online di jaringan Blockchain.

Jaringan Blockchain dikenal sangat eman, secured. Boleh dikatakan tidak bisa ditembus.

Kalau ada berita muncul mengenai hacked atau pembobolan crypto, itu lebih dikarenakan proses yang salah dan bukan karena blockchain yang dibobol.

3. Jumlah Terbatas

Jumlah Bitcoin sudah diprogram maksimum 21 juta. Tidak bisa lebih.

Karena jumlah yang terbatas tersebut, harga Bitcoin cenderung meningkat seiring waktu.

Hal ini yang membedakan Bitcoin dengan mata uang, seperti US$, yang jumlahnya terus bertambah akibat pencetakan uang oleh the Fed. Akibatnya, tingkat inflasi US$ menjadi selalu meningkat, yang membuat nilai mata uang terus merosot.

Sedangkan, Bitcoin karena jumlahnya terbatas, nilainya akan cenderung meningkat karena makin lama makin dikenal dan orang membutuhkannya sebagai tempat menyimpan asset.

4. Desentralisasi

Bitcoin yang sistemnya terdesentralisasi membuat lebih aman dari serangan hacker. Karena untuk hacker menyerang Bitcoin harus melakukan ke banyak komputer, yang membutuhkan biaya besar.

Berbeda dengan sistem tersentralisasi, lebih rentan terhadap serangan, hacker hanya perlu menyerang ke satu titik. Effortnya boleh dikatakan lebih ringan dibandingkan menyerang sistem yang terdesentralisasi.

Kekurangan Bitcoin

Kelemahan Bitcoin

1. Aset Digital, Tidak Ada Fisiknya

Bitcoin  merupakan digital aset yang tidak ada wujud fisiknya. Bitcoin dan aset kripto tersimpan sebagai code di jaringan blockchain.

Kita tidak mungkin bisa memegan Bitcoin. Makanya disebut digital asset.

Bagi sebagian orang, Bitcoin yang berbentuk digital ini dipandang merupakan kelemahan karena tidak bisa dilihat wujudnya secara fisik.

2. Resiko Tinggi

Harga BItcoin berfluktuasi sangat tinggi, apalagi dalam jangka pendek. Hal ini membuat resiko investasi di Bitcoin menjadi tinggi.

Berikut ini penyebab tingginya risiko di investasi di kripto:

  1. Kelas aset ini masih sangat baru dan kesempatan untuk tumbuh masih terbuka lebar. Karena baru, banyak investor belum paham betul bagaimana melakukan valuasi atas aset ini secara akurat. Masih banyak yang menduga duga sehingga kemungkinan harga berfluktuasi jadi besar.
  2. Regulasi di kripto masih sangat terbatas. Bahkan sebagai aset yang terdesentralisasi, kripto tidak ingin diregulasi secara sentral. Karena bersifat terdesentralisasi dan less regulation, investor kripto harus mengurus semuanya sendiri. Hal ini rawan penyalahgunaan khususnya buat investor pemula.
  3. Aset kripto sangat mudah dibuat dan dipasarkan, yang membuat kemungkinan penyalahgunaan menjadi besar, terutama menyasar ke kelompok investor pemula. Apalagi di tengah hype akan janji keuntungan investasi di kripto. Akibatnya, tidak jarang terjadi investasi scam di kripto. Uang investor hilang karena kejadian rug pull - proyek gagal dan penipuan.

3. Aset Baru, Banyak Orang Belum Paham

Usia Bitcoin belum sampai 20 tahun. Masih sangat muda dibandingkan instrumen investasi lainnya yang sudah berusia puluhan atau bahkan ribuan tahun, seperti emas.

Karena Bitcoin merupakan aset yang baru, banyak hal belum diketahui dan masih diselidiki. Meskipun di satu sisi, hal ini melahirkan banyak peluang, tetapi tidak sedikit pula yang mengalami penipuan atau scam.

4. Butuh Koneksi Internet

Perbedaan yang mencolok lain bahwa investasi di Bitcoin dan aset crypto membutuhkan akses koneksi ke internet. Tanpa internet, kita tidak bisa menyimpan, menjual atau mencairkan Bitcoin.

Keharusan adanya koneksi ke jaringan internet ini, yang membuat Bitcoin dan aset crypto tidak selalu cocok untuk semua kalangan, khususnya orang - orang yang berusia lanjut. Orang yang tidak punya atau tidak tahu internet akan sulit bisa mengakses Cryptocurrency.

5. Kemampuan Mengolah Transaksi Rendah

Kemampuan jaringan Blockchain memproses transaksi masih sangat rendah. Jumlah transaksi per detik di Bitcoin hanya 4.5 an per detik, jauh dibawah Visa yang mampu memproses ribuan transaksi per detik.

Sementara, sebagai alat tukar, Bitcoin harus mampu memproses banyak transaksi dalam waktu cepat. Bayangkan kalau hanya ingin beli kopi, lalu bayar dengan Bitcoin butuh waktu 20 menit.

Kecepatan transaksi atau scalability menjadi isu penting buat Bitcoin. Namun, hal ini menjadi dilema dalam sistem desentralisasi.

Karena sistemnya berbasis komunitas, mau gak mau, setiap transaksi butuh waktu lebih lama untuk semua pihak dalam komunitas setuju. Berbeda dengan sistem sentral yang hanya butuh satu pihak untuk mengatakan 'yes'.

Ringkasan Forex vs Bitcoin

FiturForexBitcoin
ResikoTinggiSangat Tinggi
ReturnTinggiSangat Tinggi
SupplyTidak TerbatasTerbatas 21 juta
Aman LegalitasLegalLegal
LikuidLikuidLikuid
Transfer antar NegaraLamaCepat
Otoritas PengawasBappebtiBappebti

Forex unggul dengan instrumen investasi yang return tinggi, likuid, perdagangan tanpa henti 24/7, modal kecil. Bitcoin unggul karena jumlahnya terbatas sehingga harga akan naik, likuid, aman disimpan, bisa transfer antar negara dalam hitungan detik.

Namun, yang paling penting, kedua instrumen ini saham  dan Forex, aman dan kredibel karena punya izin resmi Bappebti.

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Artikel Terkait