Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Pengertian Freelance | Contoh, Cara Kerja, Gaji

Daftar Isi

Pengertian Freelance | Contoh, Cara Kerja, Gaji

Freelance adalah jenis pekerjaan yang sedang booming saat ini, seiring dengan era digitalisasi dan fleksibilitas pekerjaan. Apa itu Freelance ? Berapa gajinya ?

Secara konvensional, definisi pekerjaan yang 'ideal' bagi kebanyakan orang adalah bekerja pada satu perusahaan yang sama, berpakaian rapi, dan berangkat ke kantor pukul 9 pagi lalu pulang ke rumah pada pukul 5 sore.

Nyatanya, dunia kerja juga mengenal sistem freelance, yang menjadi roda penggerak dalam konsep gig economy. Tanpa komitmen jangka panjang, pekerja freelance memiliki metode kerja yang lebih fleksibel.

Lalu, apakah jam kerja freelance juga pasti lebih singkat dibandingkan dengan pekerjaan konvensional? Belum tentu.

Selengkapnya, artikel ini akan membahas sejarah dan pengertian freelance, berikut contoh konkret, hingga kisaran gajinya di Indonesia.

Apa itu Pekerjaan Freelance

Freelance atau freelancing adalah sistem bekerja untuk sejumlah perusahaan berbeda tanpa terikat kontrak kerja jangka panjang atau permanen. Tenaga kerja freelance inilah yang kemudian disebut dengan istilah freelancer atau pekerja lepas.

Jika diurutkan dari sejarahnya, istilah ‘freelance’ pertama kali digunakan di tahun 1800-an dengan asal kata ‘free lances’ (lances: bentuk jamak dari lembing atau tombak). Merujuk kepada prajurit upahan yang disewa untuk perang pada masa Kerajaan Inggris.

Alasan utama perusahaan mempekerjakan freelancer adalah untuk mengefisiensi biaya, terutama pada jenis pekerjaan non-reguler. Tak seperti pekerja tetap, freelancer tidak membutuhkan biaya training, asuransi, upah lembur, dan pajak gaji.

Pekerjaan freelance umumnya berbasis jasa dan dibayar menurut kuantifikasi yang berbeda-beda. Dapat berdasarkan jumlah jam kerja, jumlah hari kerja, kuantitas pekerjaan, kualitas pekerjaan, hingga jenis dan cakupan proyek yang dikerjakan.

Meski tidak terikat kontrak jangka panjang, proyek/pekerjaan yang digeluti oleh freelancer biasanya menuntut tenggat waktu yang ketat. Inilah mengapa, walaupun seorang freelancer tidak mesti bekerja setiap hari, waktu kerjanya berpotensi lebih larut dibandingkan pekerja konvensional.

Baca Juga - KPR untuk Freelancer, Cara Bisnis Online Terbaik Tanpa Modal

Pekerja Freelance Berhak atas THR

Freelancer di Indonesia berhak mendapatkan gaji ke-13, alias THR (tunjangan hari raya), dari perusahaan atau pemberi kerja. Hal ini tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 36/2021 dan Permenaker Nomor 6/2016.

Syarat pemberian THR bagi pekerja lepas atau freelancer adalah sudah bekerja untuk perusahaan yang sama selama minimal 1 bulan atau 12 bulan.

Berikut adalah ketentuan perhitungan THR untuk freelancer:

  • Masa kerja <.   12 bulan: THR sebesar rata-rata upah bulanan selama masa kerja.
  • Masa kerja >= 12 bulan: THR sebesar rata-rata upah bulanan dalam 12 bulan terakhir.

Contoh Pekerjaan Freelance

Pekerjaan freelance memiliki aspek yang sangat luas, apalagi setelah ditunjang dengan kemajuan digital. Bahkan, secara teknis, aktor/aktris juga bisa dikategorikan sebagai freelancer, karena bekerja pada sejumlah klien berbeda.

Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan freelance yang paling populer:

BidangContoh Pekerjaan Freelance
Bisnis dan KeuanganPerencana keuangan, konsultan bisnis, akuntan, auditor
Pendidikan dan PelatihanGuru les, pengajar privat, pembicara (seminar/webinar), personal trainer, coach
Jurnalisme, Penulisan, dan PenerjemahanJurnalis, penulis konten, copywriter, ghostwriter, penulis skrip, editor, proofreader, penerjemah, transcriber
Hiburan dan KesenianPembawa acara, komedian, bintang iklan, pemeran, model, ilustrator, pelukis
Grafis dan DesainDesainer grafis, desainer interior, UX designer, web designer
Website dan PemrogramanWeb developer, software programmer, programmer analyst
Visual dan AudioPerias, fotografer, videografer, video editor, art director, pengisi suara, teknisi audio visual

Apakah Freelancer Termasuk Usaha?

Freelance bukanlah bentuk usaha (dalam arti kewirausahaan), karena aspek yang ditangani oleh seorang freelancer tidak seluas aspek yang ditangani oleh pengusaha.

Freelancer merupakan pekerja mandiri yang menghasilkan uang dari klien berdasarkan jasa yang dikerjakan pada proyek tertentu. Sedangkan pengusaha adalah seseorang yang memperoleh keuntungan berdasarkan upaya merencanakan dan menjalankan sebuah bisnis.

Dalam prosesnya, freelancer juga hanya akan berhadapan dengan klien, sementara pengusaha akan berhadapan dengan banyak pihak, seperti, supplier, pegawai, distributor, hingga pelanggan.

Pendeknya, freelance dan usaha adalah dua hal yang berbeda. Karena freelance adalah bentuk ketenagakerjaan, sementara usaha adalah upaya pembangunan bisnis yang sifatnya fundamental.

Pekerjaan Freelance untuk Mahasiswa

Dengan jadwal yang tak seketat semasa sekolah menengah, kalangan mahasiswa dapat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjadi freelancer.

Berikut adalah beberapa pekerjaan freelance yang cocok untuk mahasiswa:

  • Tutor/Guru Les
  • Desainer Grafis
  • Virtual Assistant
  • Event Organizer
  • Social Media Manager
  • Content Writer
  • Proofreader
  • Penerjemah
  • Pemandu Wisata
  • Transcriber

Jika ingin lebih relevan dengan perkuliahan, mahasiswa dapat memilih lini pekerjaan lepas yang paling dekat kaitannya dengan jurusan kuliah yang sedang diambil.

Perbedaan Pekerjaan Full-Time dan Freelance

Pekerjaan full-time atau purna waktu adalah status kepegawaian yang mengharuskan pekerja untuk bekerja penuh selama jam operasional kantor, yakni berkisar selama 30-40 jam seminggu.

Pekerjaan full-time dilandasi kontrak kerja tetap atau permanen antara pekerja dan pemberi kerja. Sehingga perusahaan memiliki kewajiban untuk menanggung biaya pelatihan, pajak, asuransi, hingga upah lembur.

Sebaliknya, hubungan antara freelancer dan perusahaan hanya terikat pada proyek dan pekerjaan jangka pendek/non permanen. Hal ini membuat freelancer memiliki fleksibilitas jam kerja, asalkan hasil pekerjaan terpenuhi sesuai rencana.

Dan tak seperti pekerjaan full-time, perusahaan tidak memiliki kewajiban atas pembayaran asuransi, pajak, dan upah lembur kepada freelancer.

Dari segi gaji, pekerjaan full time menawarkan stabilitas gaji bulanan dengan potensi kenaikan gaji yang cenderung bertahap. Di sisi lain, ketidakstabilan penghasilan pada pekerjaan freelance dapat menawarkan potensi kenaikan penghasilan bulanan yang tajam.

Bedanya Part Time vs Freelance

Pekerjaan part-time atau paruh waktu adalah status kepegawaian dengan total jam kerja yang lebih sedikit dibandingkan dengan pekerjaan full-time, biasanya di bawah 30 jam per minggu. Dalam hal benefit, seperti asuransi dan upah lembur, pekerja part-time diberi hak yang sama seperti pekerja full-time.

Kesamaan antara pekerjaan part-time dan freelance terletak pada jumlah jam kerja yang tidak begitu mengikat. Inilah mengapa seringkali pekerja part-time mengisi waktunya untuk menjadi seorang freelancer. Begitu pun sebaliknya.

Namun, meski jam kerjanya lebih longgar dibandingkan dengan full-time, pekerjaan part-time tidak disertai fleksibilitas jam kerja sebagaimana pekerjaan freelance.

Cara Menjadi seorang Freelancer

Memulai karir sebagai freelancer harus melalui perencanaan yang matang. Berikut ini adalah tips dan tahapan bagaimana cara menjadi seorang freelancer:

1. Tentukan Jenis Freelance

Mengerucutkan tipe freelancing yang ingin Anda tekuni akan memudahkan Anda untuk tetap fokus, serta tidak kewalahan dengan target pasar dan skill yang perlu dipertajam.

Jenis freelance secara garis besar dibedakan menurut tiga aspek, yaitu berdasarkan jenis jasa/layanan yang ditawarkan, lokasi, dan bentuk afiliasi kerja. Berikut adalah penjelasannya:

AspekJenis Freelance
Jenis JasaTidak terbatas. Sebaiknya disesuaikan dengan keahlian, kemampuan, dan/atau minat.
Lokasi KerjaOnsite, yaitu sistem pekerjaan yang mengharuskan freelancer untuk berada di kantor atau lokasi tertentu. Contohnya pada pekerjaan personal trainer, perias, dan fotografer. Pro: Terhindar dari kendala jaringan, Terhindar dari miskomunikasi dengan klien, Cocok untuk semua jenis industri Kontra: Tidak fleksibel dan kurang efisien, Memerlukan mobilitas, Menimbulkan biaya transportasi
Remote, yaitu sistem bekerja jarak jauh yang tidak mengharuskan freelancer untuk berada di kantor atau lokasi tertentu. Contohnya pada pekerjaan penulisan konten, copywriter, desainer grafis, dan virtual assistant. Pro: Praktis dan efisien, Tidak memerlukan mobilitas, Tidak menimbulkan biaya transportasi. Kontra: Dapat terkendala oleh jaringan, Risiko miskomunikasi tinggi, Tidak memungkinkan untuk industri tertentu
Hybrid, yaitu sistem bekerja dengan basis lokasi campuran, di mana freelancer dapat bekerja secara onsite maupun jarak jauh. Pro: Fleksibel dan dapat menyesuaikan kebutuhan kerja, Minim risiko miskomunikasi, Produktivitas dapat lebih optimal. Kontra: Lingkungan kerja tidak stabil
Menimbulkan biaya transportasi, Tidak kompatibel pada beberapa industri
Afiliasi KerjaIndependen, yaitu bentuk pekerjaan freelance secara mandiri tanpa campur tangan dan perantara pihak mana pun. Pro: Menerima upah secara penuh, Tidak ada tekanan dalam proses penyelesaian pekerjaan, Terhubung langsung dengan klien sehingga minim risiko miskomunikasi. Kontra: Harus memasarkan jasa secara mandiri, Karena sumber daya pemasaran terbatas, intensitas penawaran kerja relatif lebih sedikit
Agensi, atau dikenal dengan skema drop servicing, yaitu bentuk kerja sama antara freelancer dengan agensi atau pihak penyedia jasa. Nantinya, agensi berlaku sebagai perpanjangan tangan dari klien, dan menawarkan tawaran pekerjaan kepada freelancer mitra. Freelancer biasanya diberikan hak untuk menolak suatu proyek yang ditawarkan oleh agensi. Pro: Tidak perlu memasarkan jasa secara mandiri, Intensitas penawaran kerja dapat lebih banyak. Kontra: Ada potongan upah kerja dari agensi, Komunikasi dengan klien cenderung kurang efisien, Risiko miskomunikasi dengan klien tinggi

2. Siapkan portofolio

Setelah mengetahui jenis pekerjaan freelance yang akan ditawarkan, Anda perlu merangkum pengalaman dan pekerjaan yang pernah Anda tangani ke dalam satu portofolio.

Sebagai contoh, jika Anda ingin menjadi freelance desainer grafis, portofolio Anda dapat berisi desain yang pernah Anda buat untuk tugas kuliah atau magang.

Portfolio menjadi ajang unjuk gigi para freelancer di mata perusahaan atau klien potensial, terutama pada bidang pekerjaan kreatif.

3. Tentukan harga

Saat menyusun portofolio, Anda biasanya sudah dapat mengira-ngira berapa besaran harga yang layak Anda terima. Pastikan nominalnya disesuaikan dengan keahlian, tingkat kesulitan pekerjaan, riset kompetitor, dan target pasar.

Perhitungkan juga biaya yang mungkin dikeluarkan selama proses bekerja. Misalnya, jika Anda bekerja freelance secara onsite, Anda perlu memperhitungkan biaya transportasi yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi kerja.

4. Susun perjanjian kerja

Meskipun setiap proyek pekerjaan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, Anda tetap perlu menyusun langkah dan perjanjian kerja, setidaknya secara umum.

Di dalamnya termasuk timeline pekerjaan, format penyampaian hasil pekerjaan, tenggat waktu rata-rata, sistem pembayaran, kepemilikan/copyright, hingga ketentuan tambahan lainnya.

5. Pilih platform untuk memasarkan jasa

Terakhir, untuk menemukan klien potensial, Anda perlu menentukan platform apa saja yang ingin digunakan untuk memasarkan jasa. Setiap platform biasanya mendatangkan karakteristik klien yang berbeda-beda.

Misalnya, jika Anda memasarkan jasa freelance di LinkedIn, proyek yang Anda terima kemungkinan berasal dari perusahaan dan pekerja profesional. Lain halnya jika Anda memasarkan jasa freelance di suatu halaman Facebook, yang umumnya didominasi dengan pemilik UMKM dan individu.

Selain LinkedIn dan Facebook, berikut adalah beberapa platform freelance yang bisa dipilih untuk memasarkan jasa Anda:

  • Fiverr
  • Upwork
  • Freelancer
  • Fastwork
  • Jooble
  • Indeed

Berapa Gaji seorang freelance?

Gaji pekerjaan freelance sangat subjektif, mengingat freelancer digaji berdasarkan indikator yang berbeda-beda. Terlebih lagi, hal-hal di luar proses kerja, seperti lamanya pengalaman, tingkat pendidikan, popularitas, UMP/UMK, dan jenis industri, juga menjadi pertimbangan utama.

Dilansir dari berbagai sumber, besaran gaji freelance writer di Indonesia berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp5 juta per bulan untuk entry level. Serta dapat mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan untuk pengalaman kerja 5-10 tahun.

Pada kategori freelance fotografer di Indonesia, rata-rata gaji yang diterima umumnya adalah Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan.

Lain lagi dengan gaji pekerja freelance di Ruangguru, yang menurut sejumlah sumber, berkisar antara Rp1 juta sampai dengan Rp5 juta per bulannya.

Apakah freelance ada slip gaji?

Karena tidak hanya bekerja pada satu perusahaan/klien, freelancer tidak memiliki slip gaji tunggal. Alih-alih slip gaji, freelancer umumnya memiliki kuitansi atau pun bukti pembayaran terpisah dari masing-masing klien yang ditangani dalam sebulan, baik secara fisik maupun digital.

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait