Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Simak! Begini Cara Riset Kata Kunci YouTube yang Efektif

Daftar Isi

Simak! Begini Cara Riset Kata Kunci YouTube yang Efektif

Profesi YouTuber kini tengah digandrungi masyarakat. Bahkan, tak sedikit anak-anak ketika ditanya cita-citanya, rata-rata akan menjawab ‘ingin menjadi seorang YouTuber’. 

Ya, bagaimana tidak, sebab profesi satu ini punya peluang yang sangat besar, terbuka bagi semua kalangan, dan bisa dimulai tanpa modal atau persyaratan rumit lainnya. Namun, tentu tak semua orang bisa mengandalkan keberuntungan saja untuk sukses menjadi seorang YouTuber. 

Tetap ada upaya dan strategi khusus yang harus dikerahkan demi sukses menggapai cita-cita tersebut. Mengingat, mesin pencarian terbesar kedua di dunia setelah Google ini, juga punya pengguna aktif yang sangat banyak dan beberapa di antaranya adalah creator-creator besar.

YouTube tercatat memiliki lebih dari 2 miliar pengguna aktif setiap bulan di seluruh dunia, yang menonton lebih dari 1 miliar jam video setiap harinya. Dari segi banyaknya video yang diunggah, tercatat ada 500 jam video yang diunggah setiap menitnya atau sekitar 3.000-an konten setiap harinya (rata-rata durasi video 10 menit). 

Akan tetapi, hanya beberapa video saja yang bisa muncul di halaman pertama pencarian YouTube. Lantaran, hasil pencarian di YouTube itu bergantung pada ketepatan penggunaan kata kunci dengan search queries yang dicari pengguna (user) atau penonton. Nah, untuk itu dibutuhkan upaya riset kata kunci YouTube.  

Apa itu dan bagaimana cara riset kata kunci YouTube yang efektif dan sesuai dengan yang diinginkan target penonton Anda? Simak artikel ini sampai habis ya!
 

Apa itu Riset Kata Kunci YouTube

Sebelum membahas cara riset kata kunci YouTube, ada baiknya mempelajari secara singkat apa itu kata kunci dan riset kata kunci YouTube. Sekaligus, alasan pentingnya melakukan riset kata kunci YouTube.

Kata kunci atau keyword YouTube merupakan kata atau frasa yang ada dalam judul, deskripsi video atau di mana saja yang bisa disematkan tulisan untuk memberi petunjuk kepada algoritma YouTube tentang isi video tersebut. Sedangkan, riset kata kunci YouTube adalah sebuah strategi menemukan kata dan frasa yang digunakan user atau penonton saat mencari sebuah video.

Kata kunci atau keyword YouTube merupakan kata atau frasa yang ada dalam judul, deskripsi video atau di mana saja yang bisa disematkan tulisan untuk memberi petunjuk kepada algoritma YouTube tentang isi video tersebut. Sedangkan, riset kata kunci YouTube adalah sebuah strategi menemukan kata dan frasa yang digunakan user atau penonton saat mencari sebuah video.
 

Kenapa Riset Kata Kunci YouTube itu Penting

Menurut JumpShot, YouTube adalah mesin pencari terpopuler ke-2 di dunia setelah Google. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, ada miliaran orang yang aktif menggunakan YouTube setiap bulannya untuk menonton 1 miliar jam video setiap harinya. 

Itu berarti jutaan orang menggunakan YouTube setiap harinya untuk menemukan berbagai jenis video di sana. Dengan kata lain, kemungkinan beberapa di antara jutaan penonton tersebut merupakan target penonton salah satu video Anda.

Jika Anda dapat mengidentifikasi kata kunci yang mereka gunakan untuk mencari sebuah video, maka video Anda berpeluang muncul di halaman pertama bahkan bagian atas hasil pencarian YouTube. 

Singkatnya, ketika Anda mengoptimalkan video Anda dengan kata kunci yang tepat, Anda memiliki peluang untuk mendapatkan lebih banyak viewers, comments, likes, dan subscriber secara signifikan. Viewers dan subscriber yang banyak tentu akan memberikan keuntungan tersendiri bagi para pemilik channel YouTube seperti cuan dari AdSense, YouTube Premium, dsb.
 

Cara riset kata kunci YouTube

Berikut ini adalah langkah dan cara melakukan riset keyword YouTube:
 

1. Tentukan niche dan target audiens

Menentukan niche penting dalam memulai channel YouTube, sekaligus menjadi penentu kesuksesan proses riset kata kunci YouTube Anda. Niche yang kuat memudahkan Anda mencari topik-topik apa saja yang layak untuk dikembangkan menjadi konten. 

Setelah menemukan niche yang pas, saatnya bagi Anda memetakan hierarki topik dari channel YouTube tersebut. Misal, Anda ingin membuat channel YouTube yang mempromosikan sebuah toko gadget. Salah satu topik yang paling ingin Anda jadikan konten adalah seputar review smartphone. 

Maka hierarki topiknya bisa  berisi tentang beberapa merek smartphone seperti iPhone, Samsung, Vivo, Oppo, dsb. Usai menentukan jenis-jenis smartphone, kerucutkan lagi menjadi jenis-jenis HP dari masing-masing-masing merk tadi. Bila merasa kurang, kerucutkan lagi menjadi topik-topik yang lebih spesifik. 

Simpan dulu daftar hierarki topik tersebut untuk dipakai pada proses riset kata kunci YouTube yang lebih mendalam. Sebelum itu, sekarang tentukan pula siapa-siapa saja target penonton potensial untuk konten-konten Anda mendatang.

Untuk menemukan siapa target penonton potensial, Anda bisa memanfaatkan fitur Find My Audience. Dari situs tersebut, Anda bisa memilih tipe penonton yang disasar (in-market audiences atau affinity audiences) dan memilih kategori menyeluruh dari channel YouTube Anda. 

Dari sana, Anda akan mengetahui jenis penonton seperti apa yang potensial dan profilnya. Data ini penting untuk memudahkan Anda menentukan konten-konten seperti apa yang paling disukai dan bisa menghasilkan konversi.
 

2. Manfaatkan fitur YouTube Autocomplete

Saat Anda mencari sesuatu di kolom pencarian YouTube, biasanya akan muncul beberapa kalimat serupa dengan yang diketik. Fitur itu disebut YouTube Autocomplete, fungsinya mirip-mirip seperti saat mencari sesuatu di Google Search.

Fitur ini bisa Anda manfaatkan untuk mencari kata kunci tertentu. Sebab, yang ditampilkan YouTube pada fitur tersebut adalah frasa yang paling banyak dicari oleh penggunanya.

Setidaknya ada 2 keunggulan dari YouTube Autocomplete tersebut. Pertama, memudahkan Anda menentukan kata kunci dengan search volume yang cukup tinggi. Mengingat, fitur ini hanya menampilkan frasa-frasa yang paling populer saja.

Kedua, frasa yang disarankan YouTube pada fitur ini biasanya terdiri 5 kata lebih, oleh karenanya bisa langsung saja dipakai sebagai long-tail keyword (long-tail keyword biasanya tidak terlalu kompetitif dibanding keyword populer dengan 2-3 kata saja). 

Dengan begitu, bisa memperbesar peluang buat konten Anda menduduki peringkat tertinggi di halaman pertama pencarian YouTube.
 

3. Perhatikan video kompetitor

Sudah menentukan niche dan hierarki topik, tapi masih bingung? Coba cari inspirasi dari video kompetitor Anda. Caranya cukup sederhana. Anda cukup mengunjungi channel YouTube kompetitor (pilih kompetitor yang masih mungkin untuk Anda kalahkan, alih-alih channel ternama dengan jutaan subscriber).

Lalu, klik tab ‘Video’ dan urutkan (sort by) berdasarkan video yang paling populer (most popular). Nanti, akan muncul video-video kompetitor yang paling banyak dilihat penonton. Selanjutnya, perhatikan kata kunci yang digunakan oleh kompetitor baik di dalam judul maupun deskripsi video tersebut.
 

4. Perhatikan tag kompetitor

Untuk memastikan lebih lanjut apakah kata kunci yang Anda temukan di judul dan deskripsi video kompetitor adalah kata kunci yang benar-benar mereka pakai, Anda bisa melihat meta tag video tersebut. Meta tag ini tidak ditampilkan secara publik, jadi ada langkah tertentu untuk melihatnya yaitu dengan melihat halaman HTML-nya.

Caranya, Anda hanya perlu membuka halaman video yang dipilih, lalu klik kanan pada halaman tersebut dan pilih ‘view page source’. Nanti, akan terbuka halaman berisi kode-kode HTML dari video tersebut. Lalu, di mana kata kuncinya?

Untuk menemukan kata kunci video tersebut, yang perlu Anda lakukan adalah menekan tombol ‘ctrl + f’ untuk windows dan “? + f” untuk Mac. Kemudian, ketik ‘keywords’. Beberapa kata yang muncul di samping kata keywords merupakan tag dari video tersebut.
 

5. Memakai aplikasi atau tool keyword YouTube

Cara lain untuk melakukan riset kata kunci adalah dengan menggunakan fitur, aplikasi atau tool keyword YouTube. Berikut beberapa tool keyword YouTube yang bisa Anda gunakan:

  • YouTube Analytics
  • Google Trends’ YouTube Search Tab
  • Trending on YouTube
  • Google Ads Keyword Planner
  • Keyword Tool for YouTube
  • vidIQ
  • TubeBuddy
  • Ahrefs’ Keyword Explorer
  • Semrush’s Keyword Magic Tool
  • Keyword.io
     

6. Bandingkan search volume dan potensinya

Langkah selanjutnya dari riset kata kunci YouTube adalah memperhitungkan seberapa banyak kata kunci yang sudah Anda kumpulkan dicari oleh penonton di YouTube beserta potensinya untuk dimenangkan.

Jangan hanya berpatokan pada kata kunci dengan search volume yang banyak tapi tak memperhatikan pula tingkat persaingannya seperti apa. Alih-alih mendapat viewers yang banyak, bisa-bisa video Anda tak dilirik sama sekali, sebab kalah dari banyak kompetitor lain yang sudah menggunakan kata kunci yang sama. Sebaliknya, kata kunci dengan search volume yang terlalu sedikit juga tidak worth it.

Dari seluruh tool di atas, beberapa di antaranya bisa menampilkan data search volume yang dimaksud. Salah satunya, Ahrefs. Anda bisa memasukkan banyak kata kunci sekaligus di tool tersebut dan akan muncul data search volume dari masing-masing kata kunci yang diinginkan.

Selanjutnya, Anda bisa mengekspor data tersebut ke Google Spreadsheet atau Microsoft Excel. Setelah diekspor, urutkan data berdasarkan search volume-nya. Dari sana, akan kelihatan mana kata kunci yang potensial, mana yang tidak. Anda tinggal menghapus saja semua daftar kata kunci yang memiliki search volume terlalu kecil.

Bila data search volume saja dirasa masih kurang, langkah selanjutnya, Anda perlu memperhatikan satu per satu video dengan kata kunci yang sama. Namun, pilih hanya 5-10 video teratas saja. Beri penilaian pada masing-masing video tersebut. 

Jika video dan isi kontennya bagus, relevan, serta menjawab audiens, berikan nilai 8 atau 9. Bila video yang lain punya kualitas yang kurang dari itu, beri nilai di bawahnya misal 4 atau 5. Lalu, apabila ada video dengan kualitas yang benar-benar tidak memenuhi kebutuhan para penonton maka beri nilai 2 atau 3.

Masukkan data penilaian tadi ke Google Spreadsheet atau Microsoft Excel yang dipakai untuk menyimpan data search volume seluruh kata kunci yang Anda simpan tadi. 

Terakhir, bagi search volume dengan skor kualitas video. Tujuannya untuk mempermudah Anda dalam memilih kata kunci dan konten seperti apa paling potensial dan disukai oleh penonton.

Bagaimana sudah paham cara riset kata kunci YouTube, kan? Siap mencari kata kunci untuk konten-konten mu selanjutnya? Selamat berkarya, ya!

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Artikel Terkait