Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

5+ Bank Syariah Terbaik di Indonesia 2022

Daftar Isi

5+ Bank Syariah Terbaik di Indonesia  2022

Bank Syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun ini karena berbagai faktor. Untuk itu, sangat relevan jika kita melihat daftar bank syariah terbaik di Indonesia. Info ini berguna untuk masyarakat yang ingin menggunakan layanan bank syariah.

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Terutama karena meningkatnya industri halal Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai USD3 miliar dan tren yang meningkat.

Keberadaan perbankan syariah juga berkontribusi positif dalam mendukung inklusi keuangan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal (unbankable).

Sampai dengan kuartal IV 2020, kinerja bank Syariah adalah: 

  • Total aset bank umum syariah sudah mencapai Rp 397,07 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 13,33% secara YoY.
  • Kinerja pembiayaan bank umum syariah juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 9,46% secara YoY menjadi Rp 246,96 triliun pada kuartal IV 2020.
  • Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah berhasil mencatat kenaikan sebesar 11,47% secara YoY menjadi Rp 322,85 triliun pada kuartal IV 2020.

 Kami mengulik bank Syariah di Indonesia. Hasilnya, berikut ini adalah daftar bank syariah terbaik di 2022: 
 

1. BTPN Syariah

Pada 14 Juli 2014, BTPN Syariah resmi terdaftar sebagai Bank Umum Syariah ke 12 di Indonesia melalui pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah dari PT Bank BTPN Tbk.

BTPN Syariah adalah satu-satunya bank di Indonesia yang memfokuskan diri pada keluarga prasejahtera produktif.

Pemberdayaan kepada nasabah dari kelompok itu dilakukan melalui empat pilar, yakni akses keuangan, keanggotaan, pendampingan, dan pelatihan. Program-program pelatihan dari BTPN Syariah dikenal dengan nama “Daya”.

Sebagai satu-satunya bank syariah di Indonesia yang fokus memberikan pelayanan bagi pemberdayaan nasabah prasejahtera produktif dan mengembangkan keuangan inklusif, BTPN Syariah senantiasa berupaya menambah nilai serta mengubah kehidupan setiap yang dilayaninya, selain dari menghasilkan kinerja keuangan yang baik. 

Pada 31 Desember 2020, BTPN Syariah berhasil mencatat total aset sebesar Rp16,4 triliun, meningkat Rp 1,1 triliun dibandingkan tahun lalu atau setara dengan 35,6%. 

Sementara jumlah keseluruhan pembiayaan (murabahah, musyarakah dan qardh) sebesar Rp9,5 triliun. Ini mencerminkan tingkat pertumbuhan pembiayaan tahunan sebesar 6% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Seiring dengan pertumbuhan pembiayaan di atas, BTPN Syariah juga membukukan peningkatan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 333,9 miliar, atau tumbuh sebesar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Struktur pendanaan BTPN Syariah per 31 Desember 2020 terdiri dari Deposito sebesar 79,3%, serta Giro dan Tabungan (CASA) sebesar 20,7%.

Dalam masa pandemi, BTPN Syariah tetap konsisten pada fokusnya untuk mendukung pertumbuhan segmen prasejahtera produktif dengan mengedepannya asas kehati-hatian.

Pada tahun 2020, posisi pembiayaan bermasalah mengalami kenaikan menjadi 1,9%. BTPN Syariah juga telah menerapkan prinsip kehatian-hatian lainnya di mana rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai aset keuangan dibandingkan dengan pembiayaan bermasalah yang dibentuk mencapai 466,5% dan rasio NPF-net terjaga di tingkat 0,0%.

Bank BTPN Syariah membukukan Laba Bersih Setelah Pajak (NPAT) sebesar Rp 854,6 miliar dengan Tingkat Pengembalian Aset (RoA) sebesar 7,2% dan Tingkat Pengembalian Ekuitas (RoE) sebesar 16,2% di tahun 2020.

Alamat Kantor Pusat BTPN Syariah

Menara BTPN, Lt. 12 - CBD Mega Kuningan, Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung, Kav. 5.5 - 5.6 Jakarta Selatan 12950 
Telepon: 021 - 30026400. Fax: 021 - 29272096 
 

2. BCA Syariah

PT. Bank BCA Syariah ("BCA Syariah") berdiri dan mulai melaksanakan kegiatan usaha dengan prinsip-prinsip syariah setelah memperoleh izin operasi syariah dari Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Gubernur BI No. 12/13/KEP.GBI/DpG/2010 tanggal 2 Maret 2009 dan kemudian resmi beroperasi sebagai bank syariah pada hari Senin tanggal 5 April 2010.

Komitmen penuh BCA sebagai perusahaan induk dan pemegang saham mayoritas terwujud dari berbagai layanan yang bisa dimanfaatkan oleh nasabah BCA Syariah pada jaringan cabang BCA yaitu setoran (pengiriman uang) hingga tarik tunai dan debit di seluruh ATM dan mesin EDC (Electronic Data Capture) milik BCA, semua tanpa dikenakan biaya. 

Jaringan cabang BCA Syariah tersebar di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, Surabaya, Semarang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Medan, Palembang, Malang, Lampung, Banda Aceh, Kediri, Pasuruan, dan Panakkukang.

Posisi aset BCAS pada akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp 9.7 Triliun atau tumbuh 12,6% (yoy) dari tahun sebelumnya sebesar Rp8.634,4 miliar. Pertumbuhan ini di antaranya disebabkan pertumbuhan aset produktif yang memberikan kontribusi 96,1% dari total aset.

Di akhir tahun 2020, pembiayaan BCA Syariah tercatat mencapai Rp5.569,2 miliar atau terkontraksi -1,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada Rp5.645,4 miliar.

Pada tahun 2020, penyaluran pembiayaan masih didominasi pada sektor produktif baik untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi khususnya pada segmen komersial dan UMKM. Porsi pembiayaan pada segmen komersial tercatat sebesar 75,8% sedangkan porsi pembiayaan pada segmen UMKM tercatat sebesar 21,9% di tahun 2020.

BCAS mampu menjaga kualitas portofolio pembiayaan yang dimiliki. Dari total pembiayaan yang disalurkan, sebesar Rp 5.389,8 miliar atau 96,8% berada pada kategori ‘Lancar’ mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp5.339,8 miliar. Sementara itu, pembiayaan pada kategori ‘Dalam Perhatian Khusus’ tercatat sebesar Rp 151,7 miliar atau 2,7% dari total pembiayaan, mengalami perbaikan dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp272,9 miliar.

Sementara pembiayaan kategori NPF berhasil dikelola pada tingkat yang cukup sehat yaitu 0,50% secara gross dan 0,01% secara net, membaik dari tahun sebelumnya yang masing-masing sebesar 0,58% dan 0,26%

Pada posisi tahun 2020, BCAS membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp92,6 miliar, meningkat Rp9,3 miliar atau 11,2% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 83,3 miliar. Tingkat rata-rata pertumbuhan Laba Sebelum Pajak 2010-2020 (CAGR) tercatat sebesar 30,9%. 

Alamat Kantor Pusat BCA Syariah, Jl. Jatinegara Timur No. 72 Jakarta Timur 13310, Telepon: (021) 850 5030, 850 5035, 819 0072; (021) 850 9959; Email: [email protected]
 

3. Bank Syariah Indonesia (BSI)

Pada 1 Februari 2021 yang bertepatan dengan 19 Jumadil Akhir 1442 H menjadi penanda sejarah bergabungnya Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah menjadi satu entitas yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI). 

Bank Syariah Indonesia


Penggabungan ini akan menyatukan kelebihan dari ketiga Bank Syariah sehingga menghadirkan layanan yang lebih lengkap, jangkauan lebih luas, serta memiliki kapasitas permodalan yang lebih baik. Didukung sinergi dengan perusahaan induk (Mandiri, BNI, BRI) serta komitmen pemerintah melalui Kementerian BUMN, Bank Syariah Indonesia didorong untuk dapat bersaing di tingkat global.

BSI adalah bank syariah terbesar dan bank terbesar ke-7 di Indonesia dengan aset sebesar Rp 214 triliun. Memiliki lebih dari 1.200 kantor cabang untuk meningkatkan penetrasi keuangan Syariah di Indonesia.

Saat ini, bank ini memiliki nasabah diatas 15 juta dengan user BSI Mobile mencapai 2,9 orang.

Alamat Kantor Pusat BSI, Kantor Pusat Gedung The Tower, Jl. Gatot Subroto No. 27 Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12930.
 

4. Bank Mega Syariah

Posisi aset Bank Mega Syariah Per 31 Desember 2020 mencapai Rp 16,188 triliun, tumbuh sebesar 101,28% dibandingkan dengan total aset pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp 8 triliun. Peningkatan terbesar berasal dari efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo yang meningkat 907,28% dibandingkan posisi tahun 2019 yang hanya sebesar Rp 978,47 miliar.

Pada tahun 2020, laba bersih tercatat sebesar Rp131,73 miliar, meningkat sebesar 168,01% dari tahun sebelumnya Rp49,15 miliar.

Tingkat kolektibilitas piutang BMS untuk piutang kategori lancar terhadap total piutang Bank selama tahun 2020 sebesar 84,23%. BMS senantiasa menjaga rasio piutang Non Performing Financing (NPF) gross dan net agar di bawah ketentuan regulator yaitu sebesar 5,00%.

Rasio NPF gross dan net pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar 1,69% dan 1,38%, rasio tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 masing-masing 1,72% dan 1,49%. Hal ini menandakan bahwa kualitas piutang Bank pada tahun 2020 mengalami perbaikan dibandingkan tahun 2019.

Alamat Kantor Pusat Mega Syariah, Menara Mega Syariah JL. H.R. Rasuna Said Kav. 19A Jakarta 12950, Telp (021) 2985 2000; Fax (021) 2985 2100 Email: [email protected]
 

5. Bank Muamalat

Pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H, Bank Muamalat Indonesia secara resmi beroperasi sebagai bank yang menjalankan usahanya berdasarkan prinsip syariah pertama di Indonesia.

Bank Muamalat


Dua tahun setelahnya, tepatnya pada pada 27 Oktober 1994, BMI memperoleh izin sebagai Bank Devisa setelah setahun sebelumnya terdaftar sebagai perusahaan publik yang tidak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bank Muamalat telah memiliki 240 kantor layanan termasuk 1 (satu) kantor cabang di Malaysia. Operasional Bank juga didukung oleh jaringan layanan yang luas berupa 568 unit ATM Muamalat yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk 1 unit ATM yang berada di Malaysia, dan terhubung dengan 120.000 jaringan ATM Bersama dan 77.000 ATM Prima serta 51 unit Mobil Kas Keliling.

Terkait dengan kinerja Bank Muamalat Indonesia sampai dengan posisi Desember 2020, nilai aset secara yoy naik sebesar Rp 685,78 miliar. Pada akhir tahun 2019, nilai aset tercatat Rp50,56 triliun dan pada Desember 2020 tercatat Rp51,24 triliun.

Dari sisi penyaluran pembiayaan, pada Desember 2020 tercatat sebesar Rp29,08 triliun, turun 2,65% dari posisi tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp29,88 triliun.

Sementara nilai DPK pada Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar 2,64% dari posisi tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp40,36 triliun menjadi Rp41,42 triliun pada Desember 2020.

Dari sisi profitabilitas pada Desember 2020, nilai PBT Bank tercatat sebesar Rp15,02 miliar, turun 42,61% secara yoy. Adapun pada akhir tahun 2019, nilai PBT Bank tercatat sebesar Rp 26,17 miliar.

Alamat Kantor Pusat Bank Muamalat, Muamalat Tower Jl. Prof Dr Satrio, Kav. 18 Kuningan Timur, Setiabudi Jakarta Selatan 12940; Telp: (021) 80666000, Email: [email protected] 
 

6. Bank Panin Dubai Syariah

Hingga akhir tahun 2020, Bank Panin Dubai Syariah dapat membukukan pertumbuhan positif. Perseroan mampu membukukan total aset sebesar Rp11,3 triliun pada tahun 2020, sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2019, yaitu sebesar Rp11,1 triliun. 

Pembiayaan yang disalurkan kepada pihak ketiga juga mengalami kenaikan, yaitu dari Rp8,3 triliun di tahun 2019 menjadi Rp8,8 triliun di tahun 2020. Sebaliknya, dana pihak ketiga Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp7,9 triliun di tahun 2020 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019, yaitu sebesar Rp8,7 triliun. 

Penurunan dana pihak ketiga ini sejalan dengan strategi yang diambil oleh Perseroan untuk mengoptimalisasikan dana setoran modal melalui Penawaran Umum Terbatas II dimana dana baru yang diterima Perusahaan adalah sebesar IDR1.49 triliun.

Di sisi lain, pertumbuhan yang berhati-hati juga telah membuahkan hasil, di mana Perseroan berhasil menurunkan NPF Gross dari 3,81% di tahun 2019 menjadi 3,38% di tahun 2020.

Pada tahun 2020, Perseroan berhasil membukukan laba sebelum pajak dan pencadangan sebesar Rp 47,6 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019, yaitu sebesar Rp22,2 miliar.

Alamat Kantor Pusat Bank Panin Dubai Syariah, Gedung Panin Life Center, Jl. Letjen S. Parman Kav.91, Jakarta.

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Artikel Terkait