Advertisements

Pengertian Analisis Rasio Keuangan (Manfaat, Jenis, Contoh Perhitungan)

Advertisements

Rasio keuangan memberikan gambaran lengkap analisis kinerja keuangan perusahaan yang sangat penting dalam investasi saham. Bagaimana rumus 10+ rasio keuangan penting, cara perhitungan, sumber data yang tepat untuk menghitung rasio dan contoh penerapan analisis rasio keuangan di saham, dikupas dalam artikel ini.

Dalam investasi saham, kita perlu membangun skill analisa untuk bisa menentukan saham mana yang layak beli dan yang perlu dijual.

Advertisements

Memahami rasio keuangan adalah bagian penting skill tersebut untuk mengambil keputusan soal pilihan saham.

Apa itu Rasio Keuangan

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah analisis yang menggunakan data di laporan keuangan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Rasio digunakan untuk menilai saham mana yang layak dibeli dan mana yang layak dijual.

Berbagai macam jenis rasio keuangan digunakan untuk menilai perusahaan dari berbagai aspek. Investor jadi bisa menganalisa perusahaan secara komprehensif.

Apa saja manfaat menggunakan rasio keuangan ?

Manfaat

Harga saham ditentukan oleh kinerja keuangan dalam jangka panjang.

Bagaimana menilai kinerja keuangan ? Paling powerfull dan mudah adalah menganalisa berdasarkan rasio keuangan.

Sejumlah manfaat rasio keuangan adalah:

A. Komprehensif

Rasio meliputi tidak hanya satu aspek tetapi berbagai aspek kinerja perusahaan. Mulai dari likuiditas, efektivitas manajemen, solvabilitas sampai valuasi.

Advertisements

Didapatkan analisa yang komprehensif dari berbagai jenis rasio. Melihat perusahaan dari berbagai sisi.

B. Perbandingan

Rasio mudah dibandingkan. Baik antar periode untuk satu saham atau antar saham yang satu dengan saham yang lain.

Advertisements

Formula dan hasil rasio yang standar membuatnya mudah digunakan untuk membandingkan kinerja keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Sementara, perbandingan itu penting sekali dalam investasi untuk bisa memilih saham mana yang paling layak dibeli.

C. Mudah Diperoleh

Informasi soal rasio keuangan cukup banyak tersedia. Hampir semua broker saham menyediakan info soal rasio di aplikasi trading mereka.

Sebagian besar, yang saya tahu, menyediakan rasio tersebut secara gratis. Selama menjadi nasabah di broker tersebut.

D. Mudah Dihitung

Rumusan formula rasio yang standar membuat Anda mudah menghitungnya. Tinggal tahu rumusnya, ambil data di laporan keuangan, sudah bisa menghitung sendiri.

Tidak dibutuhkan ilmu atau skill yang sangat khusus untuk bisa menghitung rasio. Cukup basic pengetahuan soal laporan keuangan sudah cukup.

Financial Strength

Jenis rasio ini menunjukkan kekuatan keuangan perusahaan dari sisi risiko bisnis. Apakah perusahaan punya keuangan yang cukup untuk memenuhi kewajibannya.

Kewajiban ada yang harus dipenuhi dalam jangka panjang, tapi ada pula yang harus diselesaikan dalam waktu dekat. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi semua jenis kewajibannya di berbagai rentang periode waktu.

1. Current Ratio

Rasio lancar (Current Ratio) mengukur kemampuan keuangan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek, utang yang segera jatuh tempo, dengan aset lancar yang dimiliki.

Aset lancar adalah aset likuid, bisa dicairkan dengan cepat, antara lain adalah uang tunai, setara tunai, tagihan ke pelanggan dan lain-lainya. Posisi aset lancar bisa dilihat di bagian pertama dari aset dalam laporan keuangan.

Semakin besar perbandingan aset lancar dengan hutang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Apabila rasio lancar 1:1 atau 100% berarti bahwa aset lancar dapat menutupi semua hutang lancar. 

Dikatakan sehat jika rasionya berada di atas 1 atau diatas 100%.

Formula Rasio Lancar: Aset Lancar dibagi dengan Liabilitas Jangka Pendek.

2. Quick Ratio

Rasio Cepat menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban utang lancar (utang jangka pendek) dengan aset lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan. 

Bedanya dengan rasio lancar (current ratio), nilai aset yang digunakan dalam Quick ratio lebih kecil karena aset lancar dikurangi persediaan (inventory).  Alasannya, inventory tidak bisa segera dijual, masih ada yang dalam bentuk bahan baku atau setengah jadi. 

Quick ratio menghitung kemampuan aset lancar yang paling likuid menutupi utang lancar. Semakin besar rasio ini semakin baik.

Quick ratio lebih konservatif dibandingkan Current Ratio.

Formula Rasio Cepat:  (Kas dan Setara Kas + Investasi Jangka Pendek + Piutang Usaha) dibagi Liabilitas Jangka Pendek

3. LT Debt / Equity

Perusahaan punya hutang sah – sah saja, selama punya kemampuan untuk membayar kewajiban tersebut. Jika kemampuannya terbatas, indikasi yang membahayakan perusahaan.

Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan membayar beban hutang dari ekuitas yang dimiliki.

Hutang yang diperhitungkan dalam rasio ini adalah hutang jangka panjang karena merupakan komitmen yang paling signifikan buat perusahaan.

Bagi perusahaan,  besarnya utang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban tetapnya tidak terlalu tinggi. Semakin kecil porsi utang terhadap modal, semakin aman.

Semakin kecil rasio ini indikasi kinerja perusahaan yang semakin baik. Sebaliknya, rasio yang tinggi dan terus meningkat, indikasi penurunan kualitas kinerja karena ketergantungan terhadap hutang meningkat.

Formula: Hutang Jangka Panjang / Ekuitas  

4. Total Debt / Equity

Jika sebelumnya, hutang adalah hutang jangka panjang, maka di rasio ini yang diperhitungkan adalah semua hutang, yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Lalu, total hutang dibandingkan dengan modal ekuitas perusahaan. 

Apakah ekuitas mencukupi untuk mengcover seluruh kewajiban hutang yang dimiliki perusahaan.

Bagi perusahaan,  besarnya utang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban tetapnya tidak terlalu tinggi. Semakin kecil porsi utang terhadap modal, semakin aman.

Formula: Hutang Jangka Panjang + Jangka Pendek / Ekuitas  

Profitability

Profit adalah indikator penting sebuah perusahaan. Saham yang bagus adalah dari perusahaan yang bisa menghasilkan keuntungan secara konsisten.

Namun, bagaimana mengukur profit. Bagaimana perbandingan profitabilitas antara satu saham dengan saham lainnya.

Rasio profitabilitas memberikan gambaran soal profit tersebut dengan lebih dalam dan comparable.

5. Gross Margin

Gross Margin atau Margin kotor adalah rasio yang membandingkan laba kotor (gross profit) dengan penghasilan. Laba kotor merupakan penghasilan dikurangi HPP Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold).

Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah biaya yang berhubungan secara langsung dengan produk yang dijual perusahaan untuk tenaga kerja, bahan dan overhead dalam proses pembuatan produk atau jasa yang dijual ke pelanggan sepanjang suatu periode. 

Gross margin penting untuk menunjukkan beberapa hal, yaitu:

  • Struktur Biaya HPP perusahaan. Apakah terjadi kenaikkan biaya HPP yang membuat gross margin tertekan atau sebaliknya perusahaan mampu menekan HPP
  • Kemampuan mengendalikan harga penjualan produk.

Harga bahan baku cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Bagaimana perusahaan mengelola kenaikan biaya ini akan tercermin di Gross Margin.

Gross margin akan menurun jika tekanan kenaikkan biaya bahan baku tidak biasa diatasi. Perusahaan tidak bisa menaikkan harga atau bekerja lebih efisien.

Sebaliknya, gross margin yang stabil dari waktu ke waktu jika perusahaan bisa leluasa menaikkan harga, tanpa takut kehilangan penjualan. Ini menunjukkan perusahaan punya kekuatan sebagai market leader.

Besar kecilnya gross margin ada hubungannya dengan skala bisnis perusahaan. Gross margin yang tebal menunjukkan bahwa perusahaan punya skala bisnis yang memadai sehingga bisa lebih efisien dalam beroperasi.

Formula: Laba Kotor / Penghasilan  

6. Operating Margin

Operating margin atau margin operasional adalah rasio yang membandingkan laba usaha dengan penghasilan. Laba usaha adalah laba kotor dikurangi biaya operasional.

Margin laba usaha menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menjalankan bisnis dengan kemampuan mengendalikan biaya usaha. Contoh biaya usaha adalah biaya karyawan, marketing dan lain-lainnya.

Meskipun punya margin laba kotor yang tinggi, tetapi jika biaya operasional tidak terkendali, laba usaha yang dihasilkan tidak akan optimal. Bisa dipecah lagi, apa komponen biaya usaha yang menekan laba usaha.

Formula: Laba Usaha / Penghasilan  

7. Net Profit Margin

Profit margin adalah rasio yang membandingkan profit atau laba bersih dengan penghasilan. Laba bersih adalah penghasilan setelah dikurangi biaya – biaya, termasuk bunga dan pajak.

Ini rasio yang penting. Menunjukkan apakah perusahaan bisa mencetak margin yang sehat yang membuat bisnisnya berkelanjutan dan terus tumbuh.

Margin yang kecil indikasi bahwa persaingan sangat ketat, menekan tingkat keuntungan dari penjualan. Rasio ini menunjukkan seberapa kuat keunggulan kompetitif perusahaan dalam persaingan.

Profit margin yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan punya posisi yang kuat di pasar dibandingkan kompetitor yang lain. Istilahnya,  perusahaan memiliki economic moat yang besar sehingga sulit disaingi di pasar.

Formula: Laba Bersih / Penghasilan  

8. Interest Coverage

Perusahan yang memiliki hutang harus membayar biaya bunga. Apakah keuangan perusahaan mampu menyelesaikan kewajiban cicilan hutang ?

Rasio Interest Coverage menunjukkan seberapa besar laba usaha dibandingkan pembayaran bunga. Semakin besar kemampuan kaba usaha untuk memenuhi kewajiban bunga akan semakin aman buat perusahaan.

Jika kemampuan interest coverage merosot merupakan indikasi kinerja perusahaan sedang dalam masalah. Perlu dilihat apakah dari penurunan laba usaha atau peningkatan hutang.

Perusahaan yang haus hutang untuk mendongkrak kinerja akan terlihat dari rasio ini. Apakah perusahaan mampu mengendalikan kewajiban hutangnya atau tidak.

Formula: Pembayaran Bunga / Laba Usaha  

Management Effectiveness

Apakah perusahaan dijalankan dengan efektif dari perspektif pemegang saham ? Sejumlah rasio keuangan bisa memberikan gambaran soal hal tersebut.

9. Return on Equity

ROE – Return on Equity – adalah rasio yang membandingkan laba bersih dengan modal ekuitas. Menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal yang ditanamkan pemegang saham.

Rasio ini sangat penting buat investor di pasar modal. Indikator efektivitas manajemen memberikan return buat pemegang saham.

Semakin tinggi rasio ROE semakin baik, artinya memberikan return ke pemegang saham. Biasanya rasio ROE dibandingkan antara saham untuk mencari saham perusahaaan yang terbaik.

Formula: Laba Bersih / Ekuitas  

10. Return on Asset

ROA – Return on Asset – adalah rasio yang membandingkan laba bersih terhadap nilai aset perusahaan. Menunjukkan kemampuan perusahaan mendatangkan profit dari aset yang dimiliki perusahaan.

Kinerja perusahaan yang efektif akan menunjukkan nilai ROA yang tinggi dan konsisten. Sebaliknya, jika ROA menurun berarti banyak aset yang tidak efisien dalam menghasilkan laba bersih.

Formula: Laba Bersih / Total Aset

Dividend Information

Dividen penting buat pemegang saham karena perusahaan membayar uang tunai ke pemegang saham. Di samping itu menunjukkan bahwa kinerja perusahaan bagus sehingga mampu membayar dividen.

Pembayaran dividen ke pemegang saham adalah salah satu indikator bahwa perusahaan tersebut sehat. 

11. Payout Ratio

Dividen dibayar dari laba bersih perusahaan. Saham yang jadi incaran adalah bisa membayar proporsi dividen yang cukup besar dari laba.

Rasio Payout Ratio menunjukkan berapa persen dari laba bersih yang dibagikan dalam bentuk dividen. 

Formula: Dividen / Laba Bersih

12. Dividend per Share

Berapa pembayaran dividen yang diterima investor ?

Dari laba bersih yang diputuskan oleh RUPS untuk dibayarkan kepada pemegang saham sebagai dividen, maka nilainya akan dibagi dengan jumlah saham. Hasilnya adalah nilai dividen per saham.

Tergantung pada jumlah saham yang dimiliki, pemegang saham tinggal menghitung nilai dividen yang akan diterima berdasarkan informasi nilai dividen per saham.

Formula: Dividen / Jumlah Saham

Valuation

Investasi saham membutuhkan penilaian apakah harga saham ini sudah mahal atau masih murah. Kalau harga sudah mahal, sahamnya jangan dibeli atau jika sudah punya saatnya dijual. Sementara, jika harga masih murah, saatnya saham dibeli atau jika sudah punya saatnya ditahan.

Rasio valuasi membantu menentukan mahal tidaknya harga saham.

13. PER

PER (Price Earning Ratio) adalah rasio perbandingan antara harga saham dan laba per saham. Berapa kali harga saham perusahaan dari labanya.

Rasio ini menunjukkan berapa harga yang harus dibayar untuk mendapatkan laba per saham. Semakin tinggi nilai PER artinya valuasi saham tersebut semakin mahal dan sebaliknya.

Keunggulan PER adalah sangat mudah digunakan untuk membandingkan valuasi satu saham, baik dengan trend-nya sendiri atau dengan saham lainnya. Angka PER bisa langsung dibandingkan tanpa perlu perubahan apapun.

Nilai PER yang standard antar industri bisa berbeda – beda. Tapi umumnya angka PER diatas 15 dianggap mahal.

Angka PER yang tinggi tidak serta merta berarti sahamnya harus dihindari. Justru banyak saham bagus punya PER tinggi.

Dua cara membandingkan PER, yaitu:

  • Trend history PER saham itu sendiri selama beberapa tahun ke belakang. Bisa dilihat rentang PER selama ini berada di angka berapa.
  • Perbandingan dengan saham dalam satu industri. Rata – rata PER saham di industri yang sama dengan ukuran perusahaan yang sama, bisa jadi perbandingan.

Formula: Harga Saham / Laba Bersih per Saham

14. PBV

Jika PER membandingkan harga saham dengan laba bersih, rasio valuasi yang lain, PBV (Price Book Value) membandingkan harga saham dengan book value per saham.

Book Value adalah nilai aset dikurangi liabilitas atau ekuitas. Nilai aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban kepada pihak ketiga, kemudian dibagi jumlah saham untuk mendapatkan Book Value per Saham.

Related Post

Rasio ini menunjukkan berapa harga yang harus dibayar untuk mendapatkan nilai ekuitas perusahaan. Patokan nilai PBV adalah 1, berarti harga saham = nilai ekuitas per lembar saham.

Semakin besar nilai PBV maka valuasi saham semakin mahal dan sebaliknya.

Tapi, ini perlu diingat, bahwa PBV dibawah satu tidak berarti saham murah dan layak beli. Justru banyak saham dengan PBV < 1, yang tampak murah tersebut, justru kinerjanya buruk yang akibatnya mendorong harga saham turun dan membuat PBV ikut turun.

Demikian pula dengan PBV yang besar, meskipun valuasinya mahal, namun justru menunjukkan bahwa saham tersebut punya kinerja yang ciamik sehingga harga saham meningkat karena diburu orang.

Banyak perusahaan – perusahaan blue-chip yang nilai PBV-nya mahal – mahal.

Jadi, nilai PBV tidak bisa dilihat tanpa melihat konteksnya dengan kinerja perusahaan.

Formula: Harga Saham / Nilai Ekuitas per Saham

Sumber Informasi

Perhitungan rasio keuangan hanya akan efektif jika Anda memiliki sumber data dan informasi yang cukup dan akurat soal laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan menjadi dasar kalkulasi rasio.

Karena itu, jika data laporan keuangan tidak memadai, kurang akurat, perhitungan dan analisis rasio juga tidak akan efektif. Angka – angkanya bisa salah.

Dimana mendapatkan sumber laporan keuangan ? 

  1. Bursa Efek Indonesia
  2. Situs Perusahaan
  3. Aplikasi Broker Saham

A. Bursa Efek Indonesia

Perusahaan yang mencatatkan saham di BEI wajib menyampaikan laporan keuangan secara rutin. Jika tidak menyampaikan laporan keuangan tepat waktu, perusahaan akan kena peringatan, denda, suspend dan delisting.

Laporan keuangan adalah sumber informasi yang sangat material sehingga BEI sangat menaruh perhatian terhadap kepatuhan perusahaan untuk menyampaikannya tepat waktu sesuai ketentuan.

Bagaimana mencari laporan keuangan di situs BEI ?

  • Masuk ke situs BEI (https://www.idx.co.id/)
  • Pilih ke bagian ‘Perusahaan Tercatat’
  • Klik ‘Laporan Keuangan dan Tahunan’.
  • Tuliskan saham yang akan dicari informasinya dan periode laporan keuangan yang dimaksud
  • Hasilnya akan ditampilkan dan setiap laporan bisa diunduh secara gratis.

Beberapa keuntungan kenapa laporan keuangan di BEI harus menjadi sumber informasi utama, yaitu:

Pertama, akurasinya sangat tinggi. Karena perusahaan yang listing di BEI wajib menyampaikan laporan keuangan maka informasi disini akurasinya sangat tinggi.

Kalau menggunakan laporan keuangan dari BEI bisa dipastikan infonya valid. Tapi kalau dari sumber selain BEI, bisa saja informasinya tidak valid.

Kedua, kecepatan. Perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan pertama – tama ke BEI, tidak boleh ke pihak lain, supaya BEI bisa segera mengumumkannya ke publik. Hal ini menghindari terjadinya insider trading.

Jadi, kalau butuh informasi laporan keuangan dari perusahaan publik yang sahamnya dijual di bursa, rujukan pertama adalah ke BEI.

Ketiga, informasi laporan keuangan di BEI semuanya gratis, tidak ada yang berbayar. Ini bagian dari tugas BEI mempublikasi informasi ke publik.

Advertisements

B. Situs Perusahaan

Sumber lain yang tidak kalah penting adalah situs perusahaan itu sendiri. Perusahaan publik menyediakan data laporan keuangan terbaru secara rutin di situs mereka.

Cari di bagian investor relation atau investor yang biasanya menjadi bagian tersendiri di situs perusahaan publik. Di bagian ini tersedia segalah hal terkait dengan investor saham.

Hanya saja, tidak semua perusahaan rajin mengupdate situs mereka dengan laporan keuangan terbaru. Saya menemukan beberapa perusahaan publik yang tidak ada laporan keuangan situs mereka.

Memang, ketentuan OJK tidak mewajibkan perusahaan terbuka mempublikasikan laporan keuangan di situs perusahaan. Yang wajib adalah publikasi di website BEI.

C. Broker Saham

Berbeda dengan BEI dan situs perusahaan, aplikasi broker saham kalah dalam hal kecepatan penyediaan laporan keuangan. Tapi, untuk satu hal, aplikasi broker sangat unggul.

Apa itu ? Analisis rasio keuangan. 

Di situs BEI dan perusahaan hanya disediakan laporan keuangan, tidak ada rasio keuangan. Anda harus menghitung sendiri rasionya.

Sementara di aplikasi broker saham, perhitungan rasio sudah dihitung, Anda tinggal pakai. Tidak perlu lagi repot menghitung rasio keuangan satu persatu. 

Datanya di aplikasi broker disediakan untuk beberapa tahun ke belakang, sehingga untuk melakukan analisis bisa lebih mudah dan lebih cepat.

Hanya saja tidak semua broker saham menyediakan analisis rasio keuangan secara komprehensif baik dari sisi jenis rasio maupun berapa tahun data. Karena itu, pastikan saat memilih broker, pilih yang punya data rasio keuangan lengkap.

Berikut ini dua contoh analisa rasio keuangan dari broker saham:

Stockbit

Analisa Rasio Keuangan di IPOT

IPOT

Analisa Rasio Keuangan Stockbit

Pengalaman Analisis Rasio Saham

Saya tertarik dengan satu saham second liner, yaitu ULTJ – Ultrajaya Milk Industry. Salah satu perusahaan yang layak untuk dianalisis dan jika bagus dibeli sahamnya di BEI.

Pada tahun 1975 Perseroan mulai memproduksi secara komersial produk minuman susu cair UHT dengan merk dagang “Ultra Milk”, tahun 1978 memproduksi minuman sari buah UHT dengan merk dagang “Buavita”, dan tahun 1981 memproduksi minuman teh UHT dengan merk dagang “Teh Kotak”. Sampai saat ini Perseroan telah memproduksi lebih dari 60 macam jenis produk minuman UHT. 

ULTJ adalah pemimpin pasar dengan market share di susu keemasan mencapai 40%. Perseroan merupakan pelopor penggunaan proses UHT dan teknik pengemasan aseptik di industri minuman di Indonesia

Mengingat konsumsi susu per kapita di Indonesia masih kecil, peluang ULTJ untuk tumbuh masih terbuka lebar. Utamanya didorong oleh kenaikkan pendapatan per kapita dan demografi penduduk usia muda yang besar di Indonesia.

Saya cek kinerja ULTJ dengan melakukan analisis rasio keuangan. Dua sumber yang saya gunakan, yaitu: laporan keuangan dari situs BEI dan perhitungan rasio dari Stockbit.

Laporan Keuangan ULTJ di BEI

1. Aset dan Kewajiban

Nilai aset ULTJ mencapai Rp 5.5 Triliun di kuartal III 2020, dengan liabilitas Rp 942 Milyar dan Ekuitas Rp 4.6 Triliun.

Size perusahaan ULTJ

Advertisements
tidak terlalu besar (vs Unilever 21 T, Mayora 19 T), makanya disebut saham second-liner, namun justru karena ukuran yang masih relatif kecil, peluangnya untuk mencatat pertumbuhan yang tinggi cukup besar.

Disamping itu, kecilnya liabilitas ULTJ dibandingkan ekuitas menunjukkan bahwa saham ini punya kewajiban yang kecil dan sebagian besar dibiayai dari ekuitas serta laba ditahan.

2. ROE > 20%

Satu rasio yang selalu saya lihat pertama kali adalah ROE – Return on Equity, yang menggambarkan kemampuan perusahaan mengembalikkan investasi pemegang saham. Rasio ini menunjukkan seberapa efektif manajemen mengelola ekuitas untuk menghasilkan profit.

Nilai ROE biasa saya bandingkan dengan bunga deposito, untuk menunjukkan apakah investasi di saham ini layak dari sisi return dan risiko.

ROE ULTJ mencapai 18% di 2019. Dalam 5 tahun terakhir, ROE nya paling kecil 15% dengan rata – rata di 17% sd 18%.

Angka ROE yang tinggi ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan bisa mendeliver kinerja yang bagus dan diatas rata – rata kepada pemegang saham.

3. NPM

Net profit margin ULTJ mencapai 16.5% di akhir 2019. Konsisten dari tahun – tahun sebelumnya.

Margin ULTJ sebesar ini bisa dikatakan tinggi, misalnya dibandingkan dengan perusahaan rokok yang terkenal high-margin business, marginnya di 12%-an.

High margin ULTJ menunjukkan bahwa perusahaan ini:

  • Market leader di pasarnya karena bisa menetapkan harga yang tinggi
  • Cost structure efisien karena bisa menghemat biaya dari penjualannya.

Tingginya NPM menggambarkan bahwa peningkatan penjualan akan membuat laba bersih ikut meningkat. Pertumbuhan penjualan menjadi pertumbuhan laba bersih.

Margin yang besar membuat ROE menjadi tinggi buat pemegang saham. Ekuitas jadi bisa digunakan dengan efektif oleh manajemen perusahaan.

4. Hutang Nihil

Tingginya ROE yang dicatat oleh ULTJ, tentu saja, menimbulkan pertanyaan, bagaimana bisa dicapai ?

Biasanya, ROE yang tinggi disebabkan oleh hutang yang besar karena nilai ekuitas yang kecil harus dikompensasi oleh sumber pembiayaan lain untuk bisa menghasilkan profit. Sumber pembiayaan tersebut adalah hutang.

Namun, ternyata hutang ULTJ nol. Ya, perusahaan ini tidak memiliki hutang ke bank yang mewajibkan harus membayar bunga.

Hutang yang ada di neraca ULTJ adalah hutang ‘baik’ semua, yaitu hutang ke supplier yang pada dasarnya bebas bunga.

Jadi, tingginya ROE ULTJ didorong oleh margin yang besar dan hutang tanpa bunga yang diberikan oleh supplier.

5. Valuasi

Valuasi ULTJ dilihat dari PER dan PBV. Dua indikator yang paling mudah digunakan dan cukup akurat menunjukkan tingkat valuasi suatu saham.

Valuasinya adalah:

  • PER 15.87
  • PBV 4.15

Bukan valuasi yang murah sebenarnya. Tapi, perusahaan dengan kinerja ciamik, memang biasanya punya valuasi mahal.

Hanya saja, saya bandingkan dengan perusahaan lain yang dalam industri yang hampir sama dengan kualitas kinerja yang juga bagus sekali, valuasi ULTJ masih relatif murah.

Contohnya berikut adalah valuasi SIDO (Sidomuncul):

  • PER 26.72
  • PBV 7.00

Sido punya kinerja keuangan yang tidak kalah bagus dengan ULTJ. ROE nya tinggi, marginnya besar, tapi valuasinya jauh lebih mahal dari ULTJ.

Perbandingan ini bisa menunjukkan saham mana yang layak beli. Tentu saja, aspek – aspek lain harus ditelaah lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif sebelum memutuskan melakukan investasi.

6. Deviden

Deviden ULTJ

Satu hal yang kurang di ULTJ adalah soal deviden. Perusahaan ini boleh dibilang pelit dalam membagi dividen pemegang saham, meskipun kinerjanya bagus, cash-nya besar.

Hal tersebut tercermin dari trend dividen per saham yang kecil (hanya 12 rupiah), akibat payout ratio yang rendah. Sebagian besar keuntungan disimpan sebagai laba ditahan.

Dibandingkan dengan perusahaan consumer goods lain, yang punya kinerja bagus, seperti Sido, Unilever, maka ULTJ paling rendah membagikan dividen. Perusahan lainnya cukup royal membayar dividen tunai ke pemegang saham seiring dengan kinerja yang bagus.

Banyak dugaan kenapa pembagian dividen kecil di ULTJ. Antara lain adalah sifat perusahaan yang sangat konservatif, ingin menjaga cash-nya dan menggunakan untuk pertumbuhan perusahaan.

Tingginya nilai ROE ULTJ mungkin menjadi pertimbangan untuk lebih baik laba diinvestasikan ulang di perusahaan dibandingkan dibagi ke pemegang saham sebagai dividen. Bagaimanapun juga jika kinerja perusahaan semakin baik, harga saham akan meningkat, yang ujungnya akan bisa dinikmati pemegang saham dari capital gain.

Contoh Aplikasi Rasio Keuangan

Berikut ini contoh mengambil data rasio keuangan. Saya mengambil data dari dua tempat, yaitu: BEI dan broker saham Stockbit.

Estimate Cost : IDR

Time Needed : 01 hours 00 minutes

Cara Membuat dan Analisa Rasio Keuangan

  1. Situs BEI

    Cara Perusahaan Tercatat di Situs BEI

  2. Bagian Laporan

    Pilih Laporan Keuangan & Tahunan

  3. Cari Perusahaan

    Masukkan kode saham dan periode laporan

  4. Laporan Keuangan

    Muncul laporan keuangan yang diminta

  5. Stockbit

    Stockbit adalah broker yang menyediakan data rasio

  6. Rasio Keuangan

    Rasio sudah disediakan per saham

  7. Ringkasan Laporan

    Ringkasan laporan keuangan tersedia

Tools
  • Ponsel, Laptop, Desktop Computer
Materials
  • Aplikasi BEI, Stockbit

Tips Menggunakan Rasio

Sejumlah tips yang bisa dicermati jika menggunakan analisis rasio keuangan.

A. Formula

Pastikan bahwa formula rasio keuangan yang digunakan akurat. Ikuti formula yang sudah baku.

Kesalahan formula akan menyebabkan kesalahan dalam analisa yang bisa menyebabkan ketidaktepatan keputusan investasi saham.

Konsistensi formula rasio juga penting. Jangan merubah – rubah formula dan jika harus dirubah karena sesuatu hal, harus dibuat catatan agar bisa diketahui adanya perubahan.

B. Sumber Informasi

Penghitungan rasio keuangan hanya akurat jika menggunakan data yang tepat. Garbage In, Garbage Out.

Pastikan data yang digunakan untuk menghitung rasio adalah data yang tepat dan terkini. Cek sumber datanya sebelum melakukan perhitungan.

Banyaknya informasi yang berseliweran di dunia maya membuat makin pentingnya memastikan keakuratan data. Jangan asal percaya, cek sumber datanya terlebih dahulu.

Beberapa sumber data perusahaan publik yang bisa dipercaya adalah: situs Bursa Efek Indonesia, situs perusahaan dan aplikasi broker saham. Upayakan melakukan cross-check ke sumber – sumber resmi ini.

C. Konteks

Analisis rasio keuangan tidak akan memberikan insights yang memadai jika tidak ditempatkan pada konteksnya. Konteksnya adalah kondisi perusahaan.

Pemahaman konteks kinerja perusahaan penting saat membaca rasio keuangan. Konteks menjelaskan apa yang menjadi penyebab perubahan rasio – rasio tersebut.

Saat sebuah rasio keuangan mengalami perbaikan yang signifikan, perlu dilihat apa penyebabnya dan apakah pencapaian tersebut hanya kebetulan atau memang terjadi perubahan yang mendasar di perusahaan.

Advertisements

Contohnya, profit margin perusahaan naik tinggi, tentu saja ini kabar baik buat sahamnya. Namun, setelah dicek, kenaikkan tersebut karena laba bersih melonjak akibat penjualan satu unit usaha perusahaan, yang dikategorikan peristiwa tidak biasa.

Karena penjualan ini hanya sekali terjadi, laba dari penjualan yang one-time ini harus dikeluarkan dari perhitungan rasio. Cara ini disebut sebagai normalisasi dalam analisis.

D. Perbandingan

Keunggulan analisis rasio adalah mudah digunakan untuk membandingkan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Karena itu, analisis rasio tidak hanya untuk melihat trend perusahaan itu sendiri tetapi juga perbandingan kinerjanya dengan perusahaan lain.

Bahkan dalam banyak hal, perbandingan itu penting untuk menjelaskan rasio. Contohnya, rasio margin yang tinggi belum tentu menunjukkan bahwa kinerja perusahaan itu superior jika industrinya memang punya karakter margin yang tinggi.

Contoh lainnya adalah rasio valuasi, yang hanya bisa dibaca dengan membandingkan dengan perusahaan lain, untuk menentukan saham mana yang mahal dan yang murah.

Kesimpulan

Apa itu analisis rasio keuangan ? Tulisan ini menjelaskan definisi dan contoh penggunaan rasio keuangan untuk investasi saham.

Analisis rasio keuangan sebaiknya dikuasai oleh mereka yang ingin terjun berinvestasi saham. Rasio membantu melakukan analisis secara komprehensif, dari berbagai sudah dan arah, untuk mendapatkan gambaran kinerja perusahaan yang utuh,

Gratis e-Book & Langganan Duwitmu
Langganan Artikel Terbaru Duwitmu.com
Advertisements
Advertisements