Daftar Isi
Pensiun adalah masa yang pasti akan datang, terutama buat para karyawan. Muncul pertanyaan mana cara investasi terbaik buat pensiunan.
Dalam tulisan kali ini, kita akan meninjau mana pilihan investasi yang lebih baik antara usaha kost - kostan kontrakan atau investasi beli saham.
Kos kosan atau buat kontrakan adalah salah satu bisnis yang banyak dimanfaatkan oleh pensiunan untuk memberikan penghasilan rutin.
Beli tanah dan dibangun yang kemudian dibuat beberapa kamar untuk kemudian disewakan secara bulanan atau tahunan.
Penghasilan diperoleh dari baik itu pembayaran sewa bulanan maupun kenaikan nilai properti jika dijual.
Bisnis ini punya sejumlah nilai positif buat pensiunan, yaitu:
Kos kosan mendatangkan penghasilan rutin dari pembayaran sewa. Ini jenis penghasilan yang disenangi oleh pensiunan karena relatif memberikan kepastian.
Tentu saja, asumsinya, kos kosan terisi oleh anak kos. Karena jika tidak, maka tidak ada penghasilan.
Bisnis kos kosan relatif mudah dipahami. Tidak seribet investasi saham, yang banyak orang belum paham.
Selain penghasilan rutin dari sewa, pemilik kos kosan menikmati kenaikan nilai properti yang jika dijual nanti akan menghasilkan capital gain.
Lokasi kos kosan yang strategis biasanya menjadi alasan kenaikkan harga properti.
Karena kos kosan menyangkut properti, investasi ini dianggap relatif aman. Nilai propertinya tidak akan turun secara drastis.
Usaha kos kosan bisa dijaminkan ke bank untuk mendapatkan pinjaman. Di saat butuh dana mendesak atau perlu untuk pembangunan, kos kosan atau kontrakan bisa menjadi jaminan kredit ke bank.
Namun, kita perlu sadar sejumlah tantangan dari bisnis ini, yaitu:
Dari perhitungan teman - teman yang pernah usaha kos kosan, perbandingan antara investasi yang harus dikeluarkan untuk beli tanah dan bangunan, dengan penghasilan dari kos kosan, relatif kecil, hanya di 3% an per tahun.
Setiap tahun pemilik kos kosan harus mengeluarkan biaya yang tidak kecil untuk biaya pemeliharaan, seperti betulin genteng bocor, service AC, pompa rusak dan cat ulang tembok.
Bangunan itu setiap tahun pasti akan mengalami depresiasi karena itu perlu biaya pemeliharaan yang rutin dan kerap tidak kecil.
Untuk membangun kos kosan butuh investasi yang besar untuk beli tanah dan membangun. Artinya, kita perlu sejak awal rajin menabung untuk bisa mengumpulkan dana.
Meskipun menghasilkan cash flow rutin secara bulanan, bisnis kos kosan, seperti investasi properti lainnya, sulit untuk cepat dijual. Tidak likuid.
Saham adalah bukti kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan. Nilai saham ditentukan oleh kinerja perusahaan tersebut dalam menghasilkan keuntungan, cash flow dan pertumbuhan usaha.
Karena menghasilkan cash-flow, nilai saham bisa di valuasi secara fundamental berdasarkan laporan keuangan. Ditentukan berapa nilai wajar (fair value) saham tersebut.
Itu sebabnya Saham memiliki underlying yang bisa dianalisa dan dilakukan valuasi.
Harga saham yang lebih rendah dari perhitungan fair-value selayaknya dibeli, sebaliknya harga saham yang lebih tinggi sebaiknya dijual atau dihindari.
Keuntungan dari investasi saham diperoleh dari dua sumber utama, yaitu:
Kerugian dalam investasi saham bisa terjadi karena:
Jual beli saham dilakukan di bursa saham melalui broker saham.
Calon investor saham harus membuka rekening di broker atau perusahaan sekuritas. Setelah itu, untuk melakukan jual atau beli saham, investor harus membuat order ke broker.
Broker yang akan melakukan jual beli saham di bursa dengan broker - broker lain. Pada dasarnya, pihak yang bisa melakukan transaksi di bursa hanyalah broker.
Keamanan transaksi di Bursa dilindungi dengan berbagai cara, yaitu:
Berikut ini kelebihan investasi saham
Keunggulan saham dalam soal keuntungan. Saham dikenal menawarkan return paling tinggi, diatas rata - rata, lebih baik dari instrumen keuangan lainnya.
Investasi saham memberikan keuntungan dari
Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Jumlahnya tergantung keputusan RUPS.
Dinamika permintaan dan penawaran saham di bursa menentukan tingkat harga saham. Kenaikkan harga saham memberikan keuntungan bagi pemegang saham dari selisih harga beli dan harga jual.
Buat gambaran, dalam 20 tahun terakhir, harga saham di Bursa Efek Indonesia secara rata - rata sudah mengalami kenaikan 14 kali lipat. Itu artinya kenaikan 1,400% uang 1 juta akan jadi 14 juta dan seterusnya.
Kenaikkan ini diukur secara rata - rata seluruh saham di bursa berdasarkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kenaikkan per individual saham bisa lebih tinggi lagi.
Jarang ada aset keuangan yang paling menguntungkan seperti saham ini.
Saham adalah aset likuid karena bisa dengan mudah dijual belikan di bursa efek. Selama harga jual beli cocok, pemilik bisa menjual atau membeli saham.
Keuntungan lain investasi di saham bisa bersifat lintas negara. Investor bisa dengan mudah beli saham di pasar Amerika Serikat, Inggris, Euro, China dan negara lain.
Investasi saham di bursa internasional membuat portofolio terdiversifikasi dengan baik. Investor jadi tidak tergantung pada kinerja ekonomi di suatu negara saja, tetapi bisa menempatkan investasi di banyak perekonomian.
Pembentukan portofolio di saham sangat mudah dilakukan. Hal ini dilakukan dengan cukup membeli indeks. Berinvestasi di indeks saham, yang terdiri atas puluhan atau ratusan perusahaan.
Cara ini membuat resiko investasi bisa dibagi dan dimitigasi dengan baik. satu saham turun, masih ada saham lainnya.
Investor bisa mendapatkan penghasilan rutin dari pembayaran dividen oleh perusahaan. Memang tidak semua perusahaan bagi dividen, tapi kita bisa memilih berinvestasi di perusahaan yang bayar dividen secara rutin.
Investasi di saham tidak mahal. Saat ini, banyak broker sekuritas yang tidak menetapkan syarat minimum setoran untuk bisa membuka rekening saham.
Saat nanti ingin membeli saham, baru investor diminta menyetor uang senilai saham yang akan dibeli.
Namun ada sejumlah faktor Kelemahan saham, yaitu
Kita tahu high return high risk.
Saham adalah investasi yang beresiko tinggi. Itu sebabnya pula saham memberikan return investasi paling tinggi untuk mengkompensasi tingginya resiko.
Harga saham bisa turun drastis dalam waktu sangat singkat. Menggerus nilai investasi di saham secara signifikan.
Dalam investasi saham, investor wajib punya pengetahuan yang memadai soal bagaimana melakukan analisa fundamental dan teknikal atas saham yang akan diinvestasikan.
Pengetahuan soal analisa saham ini tidak mudah. Banyak hal yang harus dipelajari.
Saham di bursa efek bisa di delisting karena ulah perusahaan yang melanggar ketentuan.
Dengan delisting, harga saham akan hancur dan investor jelas rugi.
Kita sekarang akan mencatat perbedaan dari kedua jenis investasi ini, terutama dari sisi pandang pensiunan.
Return lebih tinggi ada saham yang menawarkan return di kisaran 10% setahun, sementara return bisnis kos kosan di angka 3% setahun.
Resiko investasi di kos kosan lebih rendah dibandingkan di saham. Kenapa?
Harga saham bisa naik turun dengan sangat tajam setiap harinya. Resiko investasi di saham mengikuti risiko korporasi yang menjadi dasar kinerja harga saham di bursa efek.
Sementara, bisnis kos kosan meskipun ada resiko kamar kosong tapi nilai properti relatif stabil dibandingkan volatilitas harga saham.
Saham bisa dicairkan dengan mudah, dengan menjual di bursa efek. Namun, harga yang diperoleh tidak pasti, tergantung kondisi pasar.
Bisnis kos kosan jelas tidak likuid karena untuk menjualnya butuh waktu lama dan proses yang berbelit. Ini adalah jual beli properti.
Minimum investasi di saham relatif lebih kecil. Paling tidak dengan dana Rp 100 ribu sudah bisa mulai berinvestasi di saham.
Sementara, bisnis kos kosan membutuhkan modal yang tidak kecil. Mulai dari beli tanah sampai pembangunan gedung.
Bisnis kos kosan lebih mudah dipahami dibandingkan saham. Cara kerja dan model bisnis kos kosan sudah sangat dikenal dan cukup jelas, sementara instrumen saham tidak familiar buat banyak orang.
Usaha kontrakan atau kos kosan bisa dijaminkan ke bank untuk mendapatkan pinjaman, sementara saham tidak diterima oleh bank sebagai jaminan kredit.
Baca juga - Cara Beli Saham
Daftar Isi
Komentar (0 Komentar)