Pinjaman Online, Investasi, Keuangan, Asuransi | Duwitmu

Reksadana Indeks vs ETF, Apa Perbedaan Persamaan Keduanya

Dipublish oleh R Quiserto Oktober 8, 2021

Daftar Isi

Reksadana Indeks vs ETF

Apa bedanya Reksadana Indeks dan ETF. Keunggulan dan kelemahan masing – masing instrumen tersebut.

Investasi di Indeks saham adalah salah satu cara investasi di pasar modal untuk pemula, yang banyak sekali dianjurkan oleh para perencana keuangan.

Kutipan terkenal datang dari Warren Buffet, orang #3 terkaya di dunia, yang bilang bahwa:

“Most investors, both institutional and individual, will find that the best way to own common stocks is through an index fund that charges minimal fees. Those following this path are sure to beat the net results (after fees and expenses) delivered by the great majority of investment professionals.”

Keuntungan berinvestasi di Index Fund adalah:

  • Mudah. Kita tidak perlu pusing memikirkan memilih saham apa yang akan naik atau turun. Cukup beli indeks, maka akan beli semua saham yang ada di bursa saham.
  • Aman. Karena terdiversifikasi dengan sangat baik, index menjadi relatif aman. Resikonya jauh lebih rendah dibandingkan hanya beli beberapa saham.
  • Untung besar dalam jangka panjang. Return index mengikuti return di pasar saham, yang dalam jangka panjang menunjukkan hasil yang besar.

Mungkin di poin terakhir soal return, banyak yang skeptis. Apa betul beli seluruh saham di indeks akan memberikan keuntungan ?

Saya awalnya juga skeptis. Tapi, setelah melihat data dibawah ini, jadi yakin.

Data diatas merupakan tingkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama 20 tahun terakhir dari tahun 2000 sd 2020.

Hasilnya menunjukkan bahwa IHSG meningkat sekitar 14 kali lipat dalam kurun waktu tersebut. Ini, jelas, bukan kenaikkan yang kecil.

Tingginya kenaikan harga indeks juga mengalahkan return di investasi lain, seperti properti dan emas.

Selanjutnya, bagaimana kita bisa beli indeks saham ? Apakah biayanya tidak sangat besar kalau harus beli semua saham satu persatu ?

Jangan khawatir karena sekarang sudah ada dua jenis instrumen untuk melakukan investasi indeks, yaitu:

  • Reksadana Indeks
  • ETF (Exchange-Traded Fund)

Kita akan bahas persamaan dan perbedaannya. Lalu, apa yang sebaiknya dipilih.

Persamaan

ETF dan Reksadana Index sama – sama melakukan investasi di index yang menjadi acuan mereka.

Setiap index memiliki daftar saham di dalamnya, lalu ETF dan Reksadana Index menduplikasi isi index tersebut ke dalam portfolio mereka. Jadi, portfolio di ETF dan Reksadana Index mirroring dengan index yang jadi rujukan.

Contohnya, index LQ-45 yang terdiri atas 45 saham, maka ETF dan Reksadana Index yang menggunakan LQ-45 akan membeli saham sesuai isi dan bobot LQ-45. Jika terjadi perubahan saham atau bobot, ETF dan Reksadana Index akan mengikuti.

ETF dan Reksadana Indeks memiliki Manajer Investasi yang bertugas mengelola portofolio saham. Tetapi, fungsi Manajer Investasi di Indeks Investing berbeda dengan Manajer Investasi di Reksadana pada umumnya.

Perbedaan ini dilihat dari manfaat melakukan index investing dibandingkan aktif memilih saham.

A. Aktif vs Pasif

Manajer investasi di Reksadana biasa (bukan Reksadana Index) mengelola investasi secara aktif, beli dan jual saham secara rutin. 

Bisa lihat di fund-fact sheet Reksa Dana yang setiap bulan mencantumkan komposisi saham yang Reksadana miliki. Komposisinya akan selalu berubah – ubah.

Makanya, reksadana umum disebut sebagai active investing.

Indeks investing melakukan hal berbeda, mengelola investasi secara pasif. 

Pasif artinya Manajer Investasi membeli saham berdasarkan komposisi indeks yang digunakan sebagai acuan.

Contohnya, ETF LQ45 di BEI atau ETF S&P 500 di NYSE, Manajer Investasi membeli saham mengikuti isi indeks LQ45 atau S&P 500, baik dari nama saham dan bobotnya.

Selama komposisi saham dalam indeks tidak berubah, Manajer Investasi tidak akan merubah saham dalam ETF atau Reksadana Indeks.

MI di ETF dan Reksadana Indeks tidak pusing memikirkan saham mana yang harus dibeli atau dijual. Mereka cukup berpatokan pada indeks.

Pertanyaannya, apakah aktif investing akan menguntungkan, mengingat Manajer Investasi terus mencari peluang saham terbaik ? Sementara, passive investing akan kecil keuntungannya karena MI tidak melakukan apa – apa.

Nah, disini uniknya. 

Dalam investasi saham, aktif investing tidak selalu lebih baik dari passive investing, bahkan sudah banyak penelitian dari akademisi, dimuat di berbagai journal, yang menemukan bahwa passive investing lebih superior daripada active investing.

Kenapa ? Cost. 

Biaya yang jauh lebih murah di Index Investing membuat hasil investasi bersih (nett return setelah dipotong biaya-biaya) menjadi lebih tinggi dibandingkan active investing.

B. Fee Murah

Karena ETF dan Reksadana Index adalah passive investing, dengan Indeks sebagai acuan, fee dan pengelolaan investasi mereka menjadi sangat murah.

Di ETF, Manajer Investasi tidak perlu melakukan riset, tidak harus mempekerjakan analis saham bergaji mahal, cukup mengikuti komposisi saham yang terdapat dalam Indeks.

Sementara, Manajer Investasi di Reksadana active investing menuntut fee management lebih tinggi karena harus melakukan banyak pekerjaan untuk bisa memutuskan saham apa yang layak beli dan saham apa yang harus dijual.

Lho, bukankah Manajer Investasi Reksadana, orang yang jago-jago dalam investasi ?

Betul, mereka jago – jago, tetapi Anda perlu pertimbangkan ini:

  • Beating the Market, mengalahkan pasar saham, bukan pekerjaan mudah dan boleh dikatakan sangat sulit, bahkan oleh Manajer Investasi
  • Biaya management fee harus memotong performance Manajer Investasi dan fee ini dalam Reksa Dana dihitung dari jumlah dana kelolaan, bukan dari bagus tidaknya kinerja Reksadana.

Dengan pertimbangan diatas, banyak ahli keuangan, termasuk Warren Buffet, yang menyarankan berinvestasi di Indeks Fund atau ETF buat para investor pemula.

Perbedaan

Meskipun sama – sama mengacu pada indeks untuk melakukan investasi, Reksadana Indeks dan ETF punya perbedaaan yang cukup mendasar. Perbedaan ini perlu menjadi pertimbagan investor ketika memilih salah satunya.

1. Reksadana Index: Beli ke MI

Reksadana Indeks

Jual beli Reksadana Indeks dilakukan ke Manajer Investasi yang mengelola Reksadana tersebut.

Seperti layaknya semua jenis Reksadana, investor yang ingin menaruh uang di Reksadana Indeks harus pergi ke Manajer Investasi. Begitu pula saat akan menjual, jual ke Manajer Investasi.

Jual beli Reksadana ke Manajer Investasi bisa dilakukan dua cara:

  1. Langsung ke Manajer Investasi terkait. Misalnya, di situs Mandiri Investasi, Syailendra Capital dll.
  2. Lewat pihak ke-3, yaitu agen penjual Reksadana, seperti Bareksa, Ipot dan lain- lain.

2. ETF: Beli di Bursa

ETF Exchange Traded Fund

ETF tidak dibeli lewat Manajer Investasi

Sesuai namanya, exchange traded fund, ETF adalah fund yang diperdagangkan di exchange atau bursa saham.

Definisi ETF, menurut Bursa Efek Indonesia, adalah “ETF adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. Meskipun ETF pada dasarnya adalah reksa dana, produk ini diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek. ETF merupakan penggabungan antara unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana dengan mekanisme saham dalam hal transaksi jual maupun beli.”

Jadi, investor yang ingin membeli dan menjual ETF melakukan lewat bursa saham. Bukan ke Manajer Investasi. ETF adalah sejenis Reksadana yang dijual belikan di bursa efek layaknya saham.

Tentu saja, untuk bisa membeli ETF di bursa saham, investor harus membuka rekening di broker saham atau sekuritas.

3. Buy Ask Spread

Karena ETF dibeli di bursa saham, investor akan menghadapi bid-ask spread. Perbedaan antara harga beli dan harga jual.

Bid-ask spread tergantung pada besar kecilnya volume perdagangan di bursa. Semakin besar volume perdagangan, semakin tipis spread tersebut.

Kenapa spread ini penting ?

Lebarnya spread akan merugikan investor. Yang beli akan beli kemahalan, yang jual akan jual kemurahan.

Resiko bid-ask spread di ETF ini,  tidak dihadapi Reksadana Indeks. Kenapa? Karena Reksadana Indeks jual belinya langsung ke Manajer Investasi.

Manajer Investasi hanya punya satu patokan harga unit pada hari tersebut untuk jual beli Reksadana. Tidak ada harga beli dan harga jual yang berbeda di Manajer Investasi.

4. Likuiditas

Likuiditas Reksadana Indeks sedikit lebih baik. Kenapa ?

Kita tinggal pergi ke Manajer Investasi yang mengelola Reksadana Indeks untuk menjual unit. Secara regulasi OJK, dalam waktu 3 hari, uang dari Reksadana sudah harus cair masuk ke rekening investor.

Harga unitnya juga sudah pasti karena Manajer Investasi sudah menentukan berapa nilai unit hari itu berdasarkan perhitungan nilai pasar portofolio saat itu.

Jadi, kepastian pencarian di Reksadana Indeks tinggi. Uang sudah pasti masuk rekening.

Bagaimana di ETF ?

Kita tahu bahwa jual beli ETF dilakukan di bursa. Transaksi baru bisa terjadi kalau ada yang beli dan yang jual, tergantung supply and demand di bursa.

Apakah kita mungkin tidak bisa menjual/membeli ETF? Bisa, kalau memang tidak ada yang mau membeli atau menjual.

Logikanya sama dengan kita saat menjual atau membeli saham. Bisa tidak beli atau jual kalau tidak ada volume perdagangan.

Masalahnya, volume perdagangan ETF di Indonesia belum besar. Volumenya tipis setiap harinya.

Jika kepepet ingin menjual, lalu tidak ada di harga yang diinginkan, pemilik ETF mau tidak mau harus menurunkan harga jualnya. Dimana akibatnya bisa saja harga jualnya jadi tidak merefleksikan nilai portofolio yang ada saat itu.

5. Risiko Manajer Investasi

Satu resiko yang tidak ada di ETF adalah risiko Manajer Investasi dicabut izinnya, di suspend oleh OJK atau membubarkan diri. Karena di ETF, proses jual belinya tidak dengan Manajer Investasi, tetapi dengan pemilik ETF lainnya.

Dalam Reksadana Indeks, kita berhubungan dengan Manajer Investasi untuk jual dan beli. Jadi, kalau MI-nya bermasalah, kita ikut kena masalah.

Pemilihan MI di Reksadana Indeks menjadi faktor yang harus diperhitungkan dengan cermat. Salah – salah bisa kejebak dalam MI yang bermasalah.

Dalam ETF, peran MI adalah hanya sebatas untuk mengelola portofolio ETF dan tidak ada urusan dengan jual beli.

6. Saham Luar Negeri

Buat mereka yang berinvestasi di pasar USA, tetapi tidak paham pasarnya, maka bisa berinvestasi di fund dibandingkan memilih sendiri saham.

ETF adalah pilihan yang tepat kalau ingin masuk ke pasar saham luar negeri, misalnya seperti USA. Lebih baik dibandingkan Reksadana Indeks.

Kenapa ?

Saya pernah mencoba dan menghadapi persyaratan untuk menjadi investor Reksadana di USA yang sangat tidak mudah.

Pengalaman saya, untuk investor non US citizen, beli Reksadana di pasar USA tidak mudah karena:

  • Reksadana di USA tidak semua menerima investor dari luar Amerika Serikat. Untuk daftar, Manajer Investasi mewajibkan calon investor mengisi Social Security Number.
  • Minimum investasi Reksadana di USA cukup besar, ribuan US$.

Kesulitan ini bisa disiasati dengan cukup membeli ETF. Investor cukup membuka rekening di broker saham yang menyediakan fasilitas trading ke pasar USA dan itu artinya sudah bisa jual beli ETF.

Minimum transaksi ETF juga menjadi sangat terjangkau, dibandingkan harus buka akun di Reksadana yang minimumnya ribuan dollar.

Saat ini tersedia banyak macam ETF di bursa saham, berikut ini contohnya:

Vanguard Total Stock Market kode ‘VTI’, adalah produk Vanguard, perusahaan fund terbesar di dunia saat ini, yang komposisi ETF ini adalah tracking semua saham di pasar USA. 

Simpelnya, beli ETF ini berarti punya semua saham di pasar Amerika Serikat. Keuntungannya adalah portofolio yang sangat terdiversifikasi dan manajemen fee-nya sangat murah, hanya 0,03%.

Vanguard FTSE Emerging Market kode ‘VWO’, adalah ETF yang mengikuti indeks FTSE negara berkembang yang terdiri atas 850 saham besar dan menengah di 22 negara berkembang (emerging markets), seperti Brazil, China, Taiwan, Afsel dll.

Keuntungan beli ETF ini adalah bisa mendapatkan eksposur ke saham di negara berkembang, tanpa harus membeli saham tersebut satu persatu di bursa.

Emerging markets umumnya menawarkan return dan risiko lebih tinggi, namun dengan diversifikasi, resiko tersebut bisa dikelola lebih baik. 

Vanguard S&P 500. ETF favorit saya, kode ‘VOO’, tracking indeks S&P 500 yang berisi 500 saham terbaik di USA. 

Semua saham big cap USA masuk dalam ETF ini. Keuntungannya adalah diversifikasi ke saham big cap di USA dan management fee murah, 0,03%.

SPDR Gold, kode ‘GLD”, dari State Street fund manager mengikuti pergerakan harga emas dunia. Tidak perlu membeli emas, cukup investasi di ETF ini jika ingin berinvestasi di pasar emas dunia. 

Fee atau expense ratio di 0,40%. 

Vanguard Real Estate kode ‘VNQ’, mengikuti pergerakan harga sektor properti di USA. Yang ingin investasi di pasar properti, tanpa harus beli properti, bisa membeli ETF jenis ini. 

Fee atau expense ratio masih cukup rendah, hanya 0,12%.

Kesimpulan

ETF dan Reksadana Indeks adalah cara investasi di indeks. Index investing banyak disarankan perencana keuangan termasuk oleh sang maestro Warren Buffet.

Namun, kita perlu tahu perbedaan antara ETF dan Reksadana Indeks. Keduanya punya perbedaan yang cukup mendasar.

Semoga Bermanfaat !

Bagikan Melalui

Artikel Terkait

Obligasi Pemerintah

Pengertian Obligasi Pemerintah: Cara Investasi,...

September 10, 2021 0 Komentar

Obligasi Pemerintah adalah instrumen investasi yang aman dan menguntungkan. Apa itu dan bagaimana... Baca Lagi

Reksadana vs P2P Lending

Apa Persamaan Perbedaan Reksadana vs P2P Lendin...

September 3, 2021 0 Komentar

Apa bedanya Reksadana dan P2P Lending ? Wajar pertanyaan ini muncul karena investasi di P2P Lendi... Baca Lagi

P2P Lending vs Deposito

Apa Persamaan dan Perbedaan Deposito vs P2P Len...

Agustus 6, 2021 0 Komentar

P2P Lending muncul sebagai alternatif investasi baru dari perusahaan fintech. Apa perbedaan Inves... Baca Lagi

Asuransi Kredit P2P Lending

Cara Kerja Asuransi Kredit P2P Lending Investas...

Juni 21, 2021 0 Komentar

Asuransi Kredit adalah cara mengelola resiko investasi di P2P Lending. Bagaimana cara kerja dan p... Baca Lagi

OctaFx Broker Forex Indonesia

Review OctaFx Indonesia Broker Forex (Spread, L...

April 9, 2021 0 Komentar

OctaFx adalah salah satu broker forex ECN/STP. Bagaimana pengalaman menggunakan broker OctaFX ? F... Baca Lagi

Pengertian Forex

Pengertian Forex: Pasar, Fungsi, Cara Kerja, Re...

Maret 19, 2021 0 Komentar

Forex adalah singkatan dari foreign exchange yang merupakan nilai tukar menukar antar satu mata u... Baca Lagi

Belum Ada Komentar

Tulis Komentar

Email Anda tidak akan di publish