Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

CFD Trading Indonesia | Pengertian, Manfaat, Resiko, Aman Tidak

Daftar Isi

CFD Trading Indonesia | Pengertian, Manfaat, Resiko, Aman Tidak

CFD - Contracts for Difference adalah instrumen keuangan untuk trading dengan keunggulan bisa mendatangkan keuntungan tidak hanya saat harga naik tetapi juga harga turun. Apa itu CFD, manfaat dan resikonya, aman tidak di Indonesia pada 2022 ?

Selama ini, trader konvensional hanya untung saat harga aset naik. Saat harga turun pasti rugi.

Bagaimana agar trader bisa untung juga saat harga turun ? Bisa juga trading tanpa harus punya saham atau komoditasnya terlebih dahulu. 

Lahirlah instrumen CFD.

CFD melengkapi investasi yang telah ada dengan kesempatan untuk meraih keuntungan dari pergerakan harga saham tanpa membeli saham. Trader bisa mendapat keuntungan atau kerugian berdasarkan perbedaan harga pembukaan dan penutupan dari posisi yang dibuka.

Selengkapnya soal CFD Trading di Indonesia 2022:

Apa itu CFD Trading

Kepanjangan CFD adalah Contracts for Difference yang merupakan perdagangan kontrak derivatif antara pembeli (buyer) dan penjual (seller) yang sepakat untuk membayar selisih antara harga beli dan harga jual dari instrumen keuangan tertentu, seperti forex, komoditas, saham, atau indeks.

Dalam CFD, trader memperkirakan apakah harga aset akan naik atau turun. Trader memperdagangkan aset dengan broker, tanpa ada penyerahan aktual aset acuan tersebut. 

Saat trade ditutup, trader bisa mendapatkan profit jika harga aset naik atau rugi jika harga turun. Trader berspekulasi mengenai pergerakan harga. Trading CFD memungkinkan spekulasi tentang pergerakan harga, baik naik maupun turun.

CFD diperdagangkan secara over the counter melalui jaringan broker yang mengorganisasi pasar permintaan dan penawaran (untuk CFD) dan membuat harga yang sesuai.

CFD Stock terkenal karena tidak ada-nya komisi tersembunyi atau fee bulanan. CFD Stock memperbolehkan investor kecil untuk mengakses pasar Bursa yang “real”. 

Meskipun CFD Stock memperbolehkan investor untuk bertransaksi pergerakan harga berjangka, pada dasarnya CFD Stock bukanlah kontrak berjangka. 

CFD Stock tidak memiliki tanggal kadaluarsa dengan harga yang telah ditentukan tetapi diperdagangkan seperti surat berharga lainnya dengan harga jual dan beli.

a. Posisi Short

Trading short atau “posisi short” adalah trader membuka posisi CFD yang akan menghasilkan profit jika harga aset acuan turun. Trader berspekulasi bahwa harga akan turun. Posisi short disebut juga posisi jual atau “selling.”

b. Posisi Long 

Trading long atau “posisi long” adalah trader membuka posisi CFD yang akan menghasilkan profit jika harga aset acuan naik. Trader berspekulasi bahwa harga akan naik. Posisi long disebut juga posisi beli atau “buying.”

Trading long atau “posisi long” merupakan posisi trade CFD konvensional. Trade menghasilkan profit saat harga di pasar naik. 

c. CFD vs Pasar Keuangan Lain

CFD adalah kontrak derivatif, seperti future, forward dan option. Namun, CFD memiliki perbedaan penting, yaitu: 

  • CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo,
  • kontrak CFD 1:1 dengan aset acuan.
  • Besar kontrak minimum CFD lebih kecil dibandingkan futures dan opsi.

Jenis Aset Keuangan Perdagangan CFD

Perdagangan CFD bisa dilakukan pada sejumlah instrumen keuangan. Yang umum adalah:

  1. Indeks menunjukkan kinerja sejumlah gabungan saham di bursa saham. Trading indeks memberikan eksposure ke ke ekonomi suatu negara secara keseluruhan. Contohnya tiga indeks terpopuler di Amerika Serikat adalah NASDAQ, Dow Jones, dan S&P 500.
  2. Saham adalah investasi pada perusahaan dan produk perusahaan. Pemegang saham yang membeli saham perusahaan memiliki sebagian dari perusahaan.
  3. Pasangan mata uang adalah dua mata uang berbeda dimana mata uang pertama dinilai terhadap mata uang kedua. Pasangan mata uang utama antara lain EUR/USD, USD/JPY, USD/CAD, AUD/CAD, NZD/USD, USD/CHF, dan GBP/JPY.
  4. Komoditas. Contoh komoditas adalah gas alam, emas, minyak, dan biji-bijian.

Instrumen CFD akan membuat perdagangan atas dasar pergerakkan harga instrumen keuangan diatas. Tidak ada pertukaran barang atau delivery pada saat kontrak selesai.

Cara Memulai CFD Trading di Broker

Berikut ini langkah - langkah untuk melakukan CFD:

a. Memilih Instrumen Keuangan

Trader harus memilih jenis instrumen yang diinginkan, baik CFD saham, CFD kripto, CDF indeks, maupun CFD komoditas. Termasuk detail leverage instrumen dan biaya trading di masing - masing instrumen.

b. Menentukan Posisi

Setelah memilih jenis instrumen yang diinginkan trader bisa menentukan posisi yang diinginkan. Jika trader merasa harga aset naik, mereka bisa membuka posisi long (beli). Sebaliknya, jika merasa harga turun, trader bisa membuka posisi short (jual).

Untuk menentukan tipe trade yang ingin dibuka, sebaiknya gunakan berbagai indikator, grafik, dan sinyal.

c. Memilih Platform Trading MT4, MT5

CFD dapat diperdagangkan untuk menggunakan platform trading terpopuler di industri, termasuk MetaTrader 4 (MT 4) dan MetaTrader 5 (MT 5). 

Platform tersebut dilengkapi dengan berbagai perangkat yang diperlukan untuk trading CFD, termasuk lebih dari 50 indikator teknikal dan perangkat grafik. 

Saat ini trader juga bisa menggunakan aplikasi seluler untuk memantau profit dan loss secara real-time.

Manfaat CFD Trading

Sejumlah manfaat dari melakukan trading di instrumen ini adalah:

a. Potensi Keuntungan Bisa Sangat Tinggi

Karena ini adalah kontrak derivatif, potensi keuntungan CFD sangat tinggi. Bisa berkali lipat.

Hal ini karena kecilnya modal yang dibutuhkan dan penggunaan leverage dalam CFD trading.

b. Modal Kecil dan Leverage

Trader hanya perlu menyetorkan persentase kecil dari nilai total trade dan margin mulai dari 3 persen.

Tidak dibutuhkan modal yang besar dalam melakukan trading CFD. Trader cukup modal untuk mengcover perbedaan dari naik turunnya harga.

Trader juga bisa menggunakan leverage untuk bisa melakukan trading CFD. Trader bisa menikmati leverage yang lebih besar di CFD mencapai 400:1, daripada sebagian besar bentuk trading standar, pada beberapa broker (forex dengan akun profesional).

c. Untung dari Harga Naik atau Turun

Trader bisa memilih posisi long atau short di CFD. Sehingga saat harga naik atau turun, trader bisa memanfaatkannya untuk meraup keuntungan. 

d. Lebih Mudah dari Short-Selling

Berbeda dengan transaksi short-selling di bursa saham, yang trader harus pinjam saham karena harus menyerahkan saham kepada pembeli, sedangkan di CFD tidak perlu pinjam saham karena yang akan dilihat hanya perbedaaan harga semata.

Jadi, instrumen CFD sangat cocok buat trader yang ingin melakukan transaksi short karena ingin meraih keuntungan dari fluktuasi harga dari waktu ke waktu.

e. Banyak Pilihan Instrumen

Tersedia banyak pilihan instrumen keuangan yang bisa diperdagangkan lewat CFD. Tidak hanya saham, tetapi juga komoditas, indeks dan forex.

Banyaknya pilihan ini membuat transaksi CFD bisa dilakukan secara lebih fleksibel.

Resiko CFD Trading

Sejumlah resiko dari melakukannya adalah:

a. Instrumen Resiko Sangat Tinggi

Karena modal yang kecil dan leverage, CFD trading memiliki resiko tinggi. Lebih tinggi dibandingkan umumnya instrumen keuangan lain.

b. Ditawarkan Broker Internasional Belum Izin Bappebti

Kebanyakkan broker yang menawarkan CFD adalah broker internasional yang belum memiliki izin Bappebti. Akibatnya, akses ke situs broker internasional tersebut diblokir karena dianggap investasi bodong oleh Bappebti.

Namun, secara aman tidaknya trading di broker internasional tersebut bisa dicek soal legalitas yang dimiliki mereka. Karena kebanyakan punya izin dari regulator internasional.

c. Spread yang tinggi

Pembebanan spread yang tinggi menjadi salah satu kelemahan CFD trading.

b. Lemahnya peraturan CFD trading

Berbeda dengan pasar instrumen keuangan lain, peraturan CFD trading tak diatur secara ketat. Sehingga trader harus berwaspada dalam memilih broker yang tepat dan terpercaya untuk meminimalisasi risiko potensi di kemudian hari.

Perbedaan CFD dan Forex

Forex hanya menyajikan perbedaan harga pasangan mata uang forex tertentu yang dipilih, sedangkan CFD tidak hanya forex tetapi juga instrumen lain, seperti saham, indeks, komoditas. 

CFD lebih luas digunakan karena bisa untuk berbagai instrumen, sementara forex hanya di mata uang semata.

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait