Advertisements

Belajar Apa itu Trading Forex | Cara Main & Risiko untuk Pemula

Advertisements

Forex trading adalah instrumen keuangan dengan pasar paling besar di dunia, mengalahkan saham dan instrumen lain. Kemungkinan Anda tertarik atau pernah menerima tawaran forex trading. Sebelum terjun, pahami dulu apa itu forex trading ? Bagaimana cara mengelola resikonya ?

Ingin cepat kaya ? Salah satunya main trading forex.

Resikonya besar ?

Bisa diatasi dengan sejumlah cara dan mitigasi (baca sampai akhir !).

Alasan orang melakukan jual beli forex ada dua, (1) perdagangan internasional ; (2) trading untuk mencetak keuntungan.

Yang cukup mengejutkan bahwa 80% forex terjadi karena trading, tujuan kedua diatas, bukan karena kebutuhan tukar menukar uang.

Advertisements

Jadi unsur trading, spekulasi, sangat kental dalam forex.

Karena itu, sebelum terjun ke dalam instrumen ini, Anda sebaiknya mempelajari apa itu forex trading dan bagaimana cara mengelola resikonya.

Forex Trading Adalah

Forex Trading Adalah

Sejak munculnya online trading, dimana semua orang bisa melakukan investasi, forex trading tumbuh cepat

Apa itu Forex Trading ?

Advertisements

Forex adalah singkatan ‘Foreign Exchange’, jual beli valas.

Kalau mau jalan – jalan ke luar negeri, misalnya ke Singapore, saya pergi ke money changer untuk menukarkan rupiah saya ke Singapore Dollar agar saat tiba di tujuan bisa melakukan transaksi dengan mata uang yang berlaku.

Hal yang sama saat Anda menukarkan rupiah ke Euro untuk travel ke Eropa atau US$ untuk ke Amerika Serikat.

Jadi saya pegang uang dollar atau euro. Ada fisik uang yang saya bawa pulang setelah melakukan transaksi di money changer.

Tapi Ini bukan forex trading.

Anda melakukan jual beli trading forex untuk mendulang keuntungan dari pergerakan nilai tukar sepasang atau pair mata uang.

Tidak ada uang dollar atau euro yang Anda bawa pulang. Semuanya hanya catatan di layar komputer.

Ini baru forex trading.

Keunggulan Forex Market

Nilai transaksi perdagangan saham di NYSE, Nasdaq dan Tokyo digabung berjumlah $ 300 milyar per hari. Ini sudah jumlah yang sangat besar.

Tapi, nilai perdagangan forex setiap hari adalah US$ 6.6 Trillion, menurut Bank International Settlements. Berkali lipat diatas saham.

Kenapa forex memiliki nilai transaksi terbesar di dunia ?

There must be something good about forex trading !

Ini alasannya.

Globalisasi

Iphone di desain di Cupertino California kantor pusat Apple, tapi dibuat di China.

Itulah globalisasi perdagangan demi ongkos produksi yang lebih efisien dan profit yang lebih tinggi.

Peningkatan globalisasi perdagangan terjadi dalam beberapa dekade terakhir yang mendorong perdagangan forex melonjak.

Buruh Iphone di China ingin dibayar dalam Yuan bukan dalam US$, sehingga Apple harus menukarkan USD ke Yuan untuk membayar ongkos produksi.

Sebaliknya, konsumen China yang membeli iPhone harus menukar Yuan ke USD untuk membayar Apple di USA.

Sangat Likuid (High Volatility)

Besarnya nilai transaksi di pasar forex membuat pasarnya menjadi sangat likuid.

Karena di pasar forex banyak pihak yang terlibat dalam perdagangan, yaitu:

  • Pemerintah. Membutuhkan valuta asing untuk berbagai kebutuhan, antara lain membayar hutang, menerima pinjaman.
  • Korporasi. Ekspor dan Impor oleh korporasi adalah aktivitas perdagangan yang terkait erat dengan tukar menukar valas
  • Investor. Jual beli valas dalam rangka mencari keuntungan dari pergerakan nilai tukar.

Pasar yang likuid sangat disukai investor untuk trading, karena bisa jual beli mata uang dengan mudah sebab selalu ada lawannya.

Cara Cepat Kaya

Mungkin ini terlalu provokatif, tetapi kalau mau untung cepat, mau cepat kaya, main di pasar forex adalah salah satunya.

Kenapa ?

  1. Leverage, Anda bisa transaksi dalam jumlah besar dengan modal minimum. Nanti saya jelaskan lebih gamblang soal apa itu dan cara kerja Leverage.
  2. High volatility di pasar forex membuat kesempatan untuk mencetak keuntungan menjadi besar. High Risk High Return.

Around the Clock Trading

Di saham, transaksi hanya sampai jam 4 sore dari mulai jam 9 pagi, lalu Sabtu dan Minggu libur. Di forex, perdagangannya 24 jam, around the clock, tanpa mengenal libur.

Banyak kesempatan untuk berdagang tanpa batasan waktu.

Posisi Beli dan Jual

Di saham, Anda harus pasang posisi beli dahulu dan kemudian baru bisa menjual. Tidak bisa jual tanpa punya sahamnya.

Di forex berbeda, Anda bisa pasang posisi beli atau posisi jual secara bersamaan. Tidak perlu punya barangnya dulu, seperti di saham, untuk buka posisi jual di forex.

Dengan bisa melakukan kedua posisi ini, banyak posisi yang trader bisa pasang sehingga kemungkinan untung menjadi lebih besar.

Modal Kecil, Untung Besar

Karena adanya leverage, modal untuk bisa bermain forex menjadi kecil dan relatif terjangkau, namun memiliki buying power untuk investasi yang besar. Anda tidak perlu modal besar, hanya perlu beberapa puluh USD, sudah bisa mulai trading forex.

Salah satu contoh, di broker forex yang saya temui, investor bisa hanya dengan modal $25 melakukan transaksi forex senilai $1000.

Forex Trading vs Saham

Karakter pasar forex berbeda dengan instrumen keuangan lain, salah satunya dengan saham, dalam soal berikut:

Over the Counter (OTC)

Berbeda dengan saham dimana transaksi terjadi secara sentral di bursa efek antara 3 pihak (Anda, broker dan Bursa Efek), di forex transaksi adalah Over the Counter hanya antara dua pihak (Anda dan broker).

Implikasinya adalah soal keseragaman harga.

Di pasar saham, harga saham BRI, di semua broker akan sama, karena sumbernya satu, yaitu Bursa Efek Indonesia. Transaksi saham di Indonesia terjadi di satu exchange atau bursa.

Di forex karena transaksi tidak terjadi di satu bursa, tetapi terjadi antara Anda dengan broker, akibatnya nilai tukar mata uang valas bisa berbeda di satu broker dengan broker lainnya.

Disamping itu, tidak adanya pihak bursa di forex membuat peran broker menjadi sangat sentral. Harus bisa betul betul dipastikan bahwa broker bisa dipercaya dan legit karena tidak ada lagi pihak lain yang terlibat dalam transaksi forex.

Tidak Ada Pertukaran Barang

Saat beli saham, Anda pulang bawa sahamnya, yang dalam hal ini disimpan di custody, dan saham ini membuktikan hak kepemilikan atas perusahaan. Jadi ada barang yang Anda miliki.

Trading forex berbeda. Anda tidak pegang barangnya, tidak ada pertukaran mata uang, seperti saat transaksi di money changer.

Ketika melakukan closing posisi di forex, Anda melihat selisih harganya saja, dan membayar (menerima) atas selisih harga tersebut, tergantung dari untung atau ruginya posisi Anda.

Pentingnya Broker Forex

Saya jelaskan sebelumnya bahwa transaksi forex adalah Over the Counter – terjadi antara dua pihak, Anda dan Broker. Tidak ada otoritas bursa sentral di tengah – tengah, seperti di saham, dalam forex trading.

Implikasinya, peran broker menjadi sangat sangat sentral dalam transaksi Forex.

Anda harus memperhatikan dengan cermat bahwa broker yang Anda gunakan memiliki izin dan regulasi yang terpercaya.

Secara umum, regulasi broker forex dibagi atas:

  • Broker Forex Lokal Indonesia. Diatur oleh Bappebti.
  • Broker Forex Internasional. Diatur oleh beberapa negara, yang paling terkenal adalah FCA UK dari Inggris.

Pastikan broker yang Anda gunakan tunduk pada regulasi yang mana. Anda bisa cek di Bappebti atau FCA UK untuk memastikan izin suatu broker.

Cara Trading Forex

Prinsip trading sama, buy low sell high dan sell high buy kow. Trader memetik keuntungan dari perbedaan harga beli dan harga jual.

Saat Anda perkirakan bahwa harga akan meningkat maka pasang posisi beli, sebaliknya pasang posisi jual jika harga diperkirakan akan melemah.

Harga apa yang menjadi patokan ?

Di forex, harga yang jadi patokan adalah nilai tukar sepasang mata uang. Istilahnya ‘pair’.

Nilai tukar pasangan mata uang berubah setiap saat. Bisa menguat atau melemah.

Jadi dalam forex harus ada pasangan nilai tukar mata uang yang menjadi acuan untuk trading.

Terdapat 47 pair mata uang berbagai negara di seluruh dunia untuk trading forex.

Saya ambil contoh pair mata uang paling populer, Eur/USD.

Dalam pair Eur/USD, base pair adalah Euro dengan nilai selalu 1, sedangkan quote pair yaitu USD berubah – ubah mengikuti pergerakan harga di pasar.

Di akhir Juni 2020, posisi harga beli dan harga jual Eur/USD  adalah:

  • Buy : 1.1215
  • Sell : 1.1212

Harga ‘buy’ menunjukkan harga untuk membeli 1 Euro adalah 1.1215 USD, sementara harga ‘Sell’ menunjukkan harga untuk menjual 1 Euro adalah 1.1212 USD.

Mungkin dengan pair currency ini Anda masih bingung mana mata uang yang kita harapkan menguat jika beli dan mana yang kita harapkan melemah jika menjual.

Patokannya adalah base currency, yaitu yang posisi pertama dari pair tersebut, terhadap currency lawannya.

Jadi, saat membeli Eur / USD, kita mengharapkan base currency Eur meningkat nilainya, sebaliknya jika menjual kita mengharapkan Eur melemah.

Kalau Anda menilai USD akan menguat terhadap Eur, maka posisi yang seharusnya Anda ambil adalah jual Eur/USD.

Mengenal PIPs

Pergerakan harga di forex disebut PIP. Ini acuan penting yang wajib dipahami trader forex.

PIP merupakan komponen penting untuk menghitung berapa keuntungan kerugian dari trading forex.

PIP merujuk pada 4 desimal dibelakang koma di nilai tukar. Jadi kalau harga Eur/ USD buy 1.1215, maka PIP adalah 1215.

Jika nilai Eur/USD turun menjadi 1.1214 (dari 1.1215) itu artinya bergerak 1 pip, sementara kalau turun menjadi 1.1115 itu artinya turun 100 pip.

Selisih 4 angka dibelakang koma untuk menentukan berapa PIP.

Untuk menentukan keuntungan atau kerugian dari trading forex, maka nilai PIP tergantung pada jenis lot Size yang kita ambil, yang dibagi sebagai berikut:

NamaSize (Units Currency)Nilai PP (per PIP)
Standard Lot100,000$10
Mini Lot10,000$1
Micro Lot1,0001 cent

Contohnya, Anda main di standar lot dan beli 1 lot Eur/USD di 1.1215, kemudian Eur/USD menguat sebanyak 100 pip ke 1.1315 dan menjual, maka keuntungannya adalah:

Keuntungan 1 lot x $10 (nilai per PIP) x 100 (perubahan harga dalam PIP) = $1,000.

Untuk lebih jelasnya, Anda beli 1 standard lot di 1.1215 artinya beli Euro 100,000 mendapatkan US$ 112,150. Kemudian, Eur menguat menjadi 1.1315 sehingga nilai US$ yang Anda miliki sekarang nilainya menjadi US$ 113,150 dimana selisihnya $1000 menjadi keuntungan Anda.

Yang penting dicatat bahwa untuk bermain di standard lot maka nilai trading Anda minimum harus sebesar $ 100,000 karena ini adalah nilai 1 lot di standard lot.

Sementara, Mini Lot dan Micro Lot membutuhkan minimum lebih kecil, $10 ribu dan $1 ribu, tetapi perubahan PIP di kedua jenis lot size ini memberikan untung rugi lebih rendah, yaitu $1 dan 1 cent.

Jadi, perhitungan untung rugi di forex tergantung pada perubahan PIP dan Lot Size yang dipilih.

Open Buy

Dalam posisi Open Buy, Anda mengharapkan nilai Euro menguat terhadap USD.

Dengan contoh di atas, Anda beli di 1.1215 kemudian Eur/USD menguat menjadi 1.1216 (butuh USD lebih banyak untuk membeli 1 Euro). Jika nilai tukar Eur/USD menguat, Anda merealisasikan profit dengan menutup posisi dan melakukan Close Buy.

Related Post

Open Sell

Dalam posisi Open Sell, Anda mengharapkan nilai Euro melemah terhadap USD atau USD menguat.

Dengan contoh di atas, misalnya Anda beli di 1.1215 lalu nilai tukar Eur/USD melemah menjadi 1.1211 yang artinya butuh USD lebih sedikit untuk membeli 1 Euro. Jika nilai tukar Eur/USD melemah, Anda merealisasikan profit dengan menutup posisi dan melakukan Close Sell.

Leverage

Dalam penjelasan soal PIP, Anda bisa lihat bahwa untuk bisa melakukan 1 standard lot butuh $ 100,000 untuk bisa trading pair Eur / USD.

Advertisements

Jumlah yang sangat besar ! Butuh Rp 1.4 M.

Tentu saja, Anda bisa bermain dengan lot size lebih kecil, yaitu Mini Lot dan Micro Lot, masing – masing sebesar $ 10,000 dan $ 1,000.

Tapi itu pun masih besar nilai investasinya  untuk investor ritel, dan konsekuensi bermain Micro dan Mini Lot adalah potensi keuntungan jauh lebih kecil dibandingkan standar lot.

Jika di standar lot kenaikan 100 pips, asumsi posisi beli Eur/US$, menghasilkan keuntungan $1000 sedangkan mini keuntungan $100 dan micro $10.

Jadi, kesimpulannya butuh nilai investasi yang besar di forex.

Tapi jangan khawatir, ada Leverage yang membantu para traders.

Hutang

Ini adalah  fitur penting yang membedakan forex dengan investasi lain, misalnya saham, adalah penggunaan leverage.

Apa itu Leverage ? Simpel kata hutang.

Katakan Anda punya uang USD 1,000 dan ingin melakukan trading 1 standard lot yang butuh $100,000 maka sisanya, $ 99,000 ($ 100,000 – $ 1,000) Anda hutang kepada broker. Anda mengambil Leverage.

Broker dengan senang hati memberikan hutang kepada Anda.

Berapa Leverage

Broker memberikan pilihan leverage yang bisa Anda ambil. Berikut ini contoh pilihan leverage dengan asumsi modal $25:

Rasio LeverageBuying PowerModal
X50$1,250$25
X100$2,500$25
X200$10,000$25
X400$100,000$25

Misalnya, dengan dana $25 jika memilih leverage 1:100 Anda bisa melakukan trading sebesar $2,500 atau $10,000 jika memilih leverage 1:200.

Rasio leverage ditentukan oleh kebijakan masing- masing broker forex dan sangat mungkin bisa berbeda – beda di setiap broker.

Kenapa Penting

Peran Leverage sangat krusial dalam trading Forex. Tanpa leverage, trading forex menjadi tidak efektif, effort-nya terlalu besar dengan hasil yang minimal.

Saya pernah bertanya ke trainer Forex, “apakah bisa trading forex tanpa Leverage ?” Jawab beliau, “bisa tanpa leverage, hanya Anda akan butuh modal investasi yang sangat besar”.

Contohnya, dalam standar lot, untuk transaksi 1 lot, saya butuh USD 100,000 dimana setiap pergerakan 1 pip saya bisa untung $10.

Bisa saya turunkan nilai transaksi menjadi mini Lot dengan nilai USD 10,000 (masih besar sebenarnya), namun perubahan 1 pip dalam lot size hanya memberikan untung $1.

Apakah worthed waktu kita untuk menganalisa, mencurahkan waktu untuk trading, sementara keuntungannya untuk 1 PIP ‘hanya’ senilai $1. Sepertinya tidak, kalau saya.

Jadi, leverage harus digunakan supaya kita punya ‘buying power’ yang memadai agar bisa main forex dengan lebih efektif.

Tetapi, ini yang perlu Anda cermati baik – baik dan ingat, bahwa Leverage itu ibarat pedang bermata dua.

Margin Call

Saat memberikan leverage, broker tidak melakukan seleksi kredit layaknya pinjaman online. Broker langsung menyetujui permohonan hutang Anda.

Tapi broker tidak bodoh. Mereka orang yang pintar, smart.

Broker menetapkan perlindungan, yaitu Margin Call,  dimana Anda harus menyetor uang tambahan jika kerugian sudah mencapai 50% dari nilai modal yang Anda investasikan.

Jadi sebelum modal habis, Anda sudah ‘dipanggil’ oleh broker untuk menambah setoran modal.

Ada juga broker yang menetapkan prosesnya sebagai berikut:

  • Broker memberikan Margin Call saat modal Anda sudah turun 50%. Disini broker hanya memberitahu Anda untuk siap – siap setor uang.
  • Broker melakukan Stop Out saat modal Anda sudah turun 80% atau sisa 20% dimana Anda harus menyetor dana tambahan.

Cek di masing – masing broker yang Anda gunakan bagaimana mereka menerapkan kebijakan Margin.

Yang jelas, jika tidak menyetor dana tambahan saat Margin Call, broker akan menutup posisi Anda dan artinya Anda rugi, modal hilang.

Overnight Fee

There’s no free lunch !

Uang leverage yang Anda pinjam ada bunganya setiap hari, disebut overnight fee.

Bunga ini dibebankan jika Anda tidak menutup posisi dan me-roll over ke hari berikutnya.

Meskipun belum tentu rugi, tetapi adanya overnight fee menambah beban cost Anda. Dan jika roll-overnya melewati weekends di sabtu dan minggu, biaya overnight fee lebih tinggi lagi karena langsung dihitung 2 hari.

Nilai overnight fee tergantung pada besarnya leverage yang diambil, maka besar makin mahal. Berikut ini contoh yang saya ambil dari broker (asumsi modal $25 untuk trading);

LeverageDaily FeeWeekend Fee
X50$0.07$0.20
X100$0.14$0.41
X200$0.27$0.81
X400$0.54$1.62

Manajemen Resiko

Leverage, yang menjadi bagian krusial dalam trading forex, seperti saya sampaikan sebelumnya, adalah pedang bermata dua.

Bisa membuat Anda kaya mendadak karena besarnya buying power untuk melakukan transaksi, tetapi bisa juga menghabiskan semua uang dalam sekejap akibat berlipatnya kerugian.

Contohnya, Anda trading dengan modal $1,000.

Tanpa Leverage, pergerakkan harga 1% menimbulkan keuntungan (kerugian) $10 (1* 1,000). Sekarang dengan leverage, misalnya 1:100, buying power menjadi $100,000 maka perubahan 1% yang sama bisa menimbulkan kerugian $1,000 (1% dari 100,000) atau sama dengan jumlah modal Anda.

Dari sini, kita bisa melihat profil investasi forex.

Forex bukan investasi yang buruk, tetapi investasi yang high risk and high return’.

Menghadapi jenis investasi semacam ini, Anda perlu pengelolaan risiko yang baik. Anda perlu melakukan manajemen resiko atau dikenal dalam istilah pemain forex sebagai ‘Money Management’.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

Uang ‘Dingin’

Paling pertama, Anda gunakan uang yang memang sudah siap untuk hilang, atau istilahnya uang ‘dingin’. Karena tingginya resiko forex trading, Anda harus selalu siap dengan konsekuensi uang akan habis akibat kerugian.

Jangan menggunakan uang yang Anda butuhkan dalam waktu dekat. Sangat berbahaya.

Semua investasi ada resikonya. Anda harus siap dengan resiko tsb.

Stop Loss

Anda perlu memasang Stop Loss, yang artinya posisi Anda akan otomatis ditutup jika kerugian sudah mencapai jumlah tertentu yang Anda sudah tentukan sebelumnya. Dengan cara ini, kerugian Anda bisa dikontrol.

Misalnya, Anda terapkan bahwa kerugian setiap hari maksimum 1% dari modal. Maka Anda hitung balik berapa PIP yang harus terjadi supaya kerugian tidak melebihi batasan tersebut dan setelah tahu PIP-nya Anda bisa pasang harga untuk Stop Loss.

Tentu saja, dengan Stop Loss, potensi keuntungan menjadi lebih kecil. Tetapi, ini adalah cara Anda memitigasi risiko dari potensi kerugian yang terlalu besar.

Ada pula yang membuat target loss, yaitu melakukan transaksi per hari sebesar nilai yang Anda siap untuk kehilangan.

Misalnya, Anda siap kehilangan 1% dari modal, maka melakukan transaksi hanya senilai 1% dari modal.

Contohnya modal $1,000 hanya dipakai $10 lalu sisanya dengan leverage. Maka Anda siap kehilangan $10 tersebut untuk 1 pair mata uang.

Take Profit

Berlawanan dengan Stop Loss, dalam Take Profit, Anda sudah menentukan jika posisi sudah menguntungkan maka meminta platform untuk otomatis menutup posisi. Tujuannya supaya bisa disiplin merealisasikan profit.

Tanpa Take Profit, Anda bisa terpancing untuk tidak merealisasikan profit meskipun sudah capai target karena berharap keuntungan yang lebih tinggi lagi. Akibatnya keuntungan yang sudah di depan mata bisa hilang seketika saat pasar berubah sangat cepat.

Trading Plan

Baik Stop Loss dan Take Profit membantu Anda memiliki disiplin dalam menjalankan trading. Dengan disiplin, Anda bisa mengelola tingginya resiko trading forex sehingga fluktuasinya tidak merugikan Anda.

Advertisements

Biaya dan Komisi

Meskipun banyak broker, terutama broker internasional, tidak memungut komisi alias 0%, tetapi terdapat berbagai biaya lainnya, yaitu:

Spread

‘Spread’, adalah selisih harga beli dan harga jual. Contohnya dalam Eur / USD, harga beli di 1.1215 sementara harga jual di 1.1212 selisih 3 PIP, yang sebenarnya merupakan cost untuk investor.

Saat Anda beli seharusnya bisa mendapatkan pada harga yang lebih murah di 1.1212 sementara saat jual bisa mendapatkan harga yang lebih tinggi.di 1.1215 jika tidak ada spread.

Tapi karena ada spread, broker yang mengambil keuntungan tersebut.

Sama persis kita mencari money changer, biasanya cari yang selisih harga jual dan belinya paling kwcil.

Idealnya Anda cari broker forex yang Spread – nya paling kecil.

Withdrawal Fee

Saat Anda menarik dana dari akun, withdrawal, broker menetapkan fee penarikan dana, misalnya $5 per sekali tarik dengan jumlah minimum penarikkan.

Inactivity Fee

Ada broker yang menerapkan fee sejumlah tertentu jika Anda tidak pernah login ke platform dalam waktu minimum 1 tahun.

Overnight dan Weekend Fee

Leverage yang rolled over ke hari (hari berikutnya) akan kena fee per harinya sebesar jumlah leverage yang diambil. Fee untuk weekend akan 3x lipat fee hari biasa.

Forex, Spekulasi & Judi ?

Banyak yang memandang negatif soal Forex terutama dianggap instrumen spekulasi dan judi. Dulu, saya menganggap hal yang sama.

Tapi, setelah mempelajari lebih lanjut, saya berkesimpulan bahwa forex trading adalah instrumen investasi, yang sama dengan dengan instrumen lain.

Forex menawarkan keuntungan dari nilai tukar mata uang yang selalu berfluktuasi.

Kenapa forex trading bukan spekulasi dan judi ?

Ada dua alasan utama:

  1. Nilai Forex Bisa Diestimasi
  2. Manajemen Resiko

Forex Bisa Diprediksi

Kalau belajar ekonomi makro, Anda akan tahu faktor – faktor fundamental yang mempengaruhi nilai tukar antar satu negara dengan negara lainnya.

Secara umum faktor – faktor ini yang menentukan fluktuasi forex adalah:

  • Bank Sentral. Kebijakan moneter Bank Sentral menentukan nilai tukar suatu mata uang dengan mata uang lain, termasuk tingkat inflasi dan menetapkan suku bunga di suatu negara.
  • Berita dan Sentimen Pasar. Berita negatif di suatu negara akan membuat prospek ekonomi memburuk yang membuat orang melepaskan mata uangnya. Dan sebaliknya.
  • Credit Rating. Nilai yang diberikan lembaga pemeringkat mempengaruhi rating suatu negara dibandingkan negara lain dalam hal ekonomi.

Singkat kata, sejumlah faktor menentukan nilai tukar, bukan sesuatu yang random, seperti lempar koin. Bisa dianalisa dan bisa diprediksi.

Money Management

Memang forex trading adalah instrumen high risk high return, tetapi bukan berarti resikonya tidak bisa di mitigasi, dikelola dengan baik.

Ada banyak cara, teknik dan strategi money management untuk bisa mengelola resiko forex trading.

Salah satu yang membuat trading forex meningkat risiko dan return-nya adalah Leverage. Nah, Leverage ini bisa diatur, bisa dikelola, agar resikonya masih dalam batas – batas yang Anda bisa terima.

Penggunaan Stop Loss, Take Profit, lalu pemahaman soal Lot sizing yang tepat akan bisa mengendalikan resiko besarnya leverage di trading forex.

Yang paling beresiko adalah Anda masuk main forex, tidak tahu cara manajemen risiko, tidak paham money management, langsung masuk karena tergiur untung besar.

Itu yang paling bahaya. Bukan leveragenya. Bukan forexnya.

Kesimpulan

Forex trading adalah sama dengan jenis – jenis investasi lainnya. Menawarkan risk and return buat investor sesuai dengan tujuan dan risk appetite mereka.

Anda tahu bahwa mendaki gunung tertinggi di dunia Everest, berbahaya. Sangat berbahaya. Banyak yang mati di perjalanan menaklukkan puncaknya.

Tapi, tidak pernah kurang orang yang ingin pergi kesana. Pernah saya baca, izin untuk mendaki biayanya mahal sekali, saking banyak yang ingin naik.

Orang – orang ini bukan orang bodoh. Mereka mempersiapkan diri dengan baik, melatih fisik dan mental, serta menyadari betul akan resikonya, makanya melakukan persiapan yang luar biasa matang.

Hal yang sama dengan Forex.

Advertisements