Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

10+ Jenis Manfaat Asuransi Kesehatan termasuk Covid-19

Daftar Isi

10+ Jenis Manfaat Asuransi Kesehatan termasuk Covid-19

Apa jenis, manfaat asuransi kesehatan buat tertanggung? Penting mengetahuinya sebelum memutuskan beli asuransi. Mana manfaat yang penting, mana yang tidak.

Manfaat asuransi kesehatan adalah memberikan penggantian kepada pemegang polis atas klaim biaya berobat rawat inap di rumah sakit, rawat jalan, perawatan gigi, hamil melahirkan dan santunan harian (cash plan), termasuk sakit kena Covid-19. Klaim asuransi dibatasi oleh limit dalam polis asuransi kesehatan. Penggantian klaim dibatasi pula oleh klausul Pengecualian di polis.

Berikut ini daftar jenis dan Manfaat Asuransi Kesehatan, yaitu:
 

1. Manfaat Rawat Inap Asuransi Kesehatan

Jenis Manfaat Asuransi Kesehatan


Rawat inap adalah manfaat dasar dari asuransi kesehatan. Di setiap asuransi kesehatan, manfaat rawat inap selalu ada dan menjadi manfaat utama. 

Manfaat ini memberikan penggantian biaya rawat inap di rumah sakit. Hal - hal yang umum ditanggung, antara lain, adalah:

  • Biaya Kamar, Biaya ICU.
  • Dokter Umum, Dokter Spesialis.
  • Biaya Bedah.
  • Biaya Aneka Perawatan Rumah Sakit, termasuk biaya obat serta laboratorium.
  • Biaya Pendamping.
  • Biaya Ambulan.
  • Biaya Non Medis.
  • Biaya Protesa & Implan.
  • Biaya Transplantasi Organ Tubuh Biaya Pengobatan HIV/AIDS.
  • Biaya Perawatan Paliatif.

Disamping rawat inap, asuransi juga menyediakan manfaat rawat jalan yang terkait rawat inap. Seandainya harus rawat jalan setelah menjalani rawat inap, biaya rawat jalan akan dicover oleh asuransi, meskipun tidak mengambil manfaat rawat jalan.

Asuransi menawarkan pilihan lokasi rumah sakit. Tidak hanya untuk rumah sakit di Indonesia, tetapi juga rumah sakit di luar negeri, seperti Singapore, Malaysia dan negara lain. 
 

2. Rawat Jalan

Rawat jalan adalah manfaat tambahan (rider). Manfaat opsional, yang bisa diambil, bisa tidak, oleh peserta.

Manfaat ini memberikan penggantian biaya berobat jalan di rumah sakit atau klinik. Bedanya dengan rawat inap, untuk rawat jalan, peserta tidak harus mondok di rumah sakit.

Hal - hal yang ditanggung dalam rawat jalan, antara lain, adalah:

  • Dokter Umum, Dokter Spesialis.
  • Biaya Aneka Perawatan Rumah Sakit, termasuk biaya obat serta laboratorium.
  • Biaya Rawat Jalan Cuci Darah.
  • Biaya Rawat Jalan Kanker.
  • Biaya Rawat Jalan Fisioterapi.
  • Biaya Perawatan Gangguan Mental dan Jiwa.
  • Biaya Pengobatan Alternatif.
  • Biaya Pemeriksaan Kesehatan Tahunan.

Tidak semua perusahaan asuransi menyediakan manfaat rawat jalan dalam asuransi kesehatan. Hanya sebagian kecil perusahaan yang menawarkan rawat jalan.
 

3. Melahirkan

Melahirkan adalah manfaat tambahan (rider). Manfaat opsional buat peserta.

Manfaat ini adalah penggantian biaya untuk persalinan melahirkan di rumah sakit atau klinik. 

Biaya yang ditanggung, antara lain adalah:

  • Biaya melahirkan normal.
  • Biaya melahirkan dengan pembedahan.

Sama dengan manfaat rawat jalan, tidak semua perusahaan asuransi menyediakan manfaat melahirkan dalam asuransi kesehatan.
 

4. Gigi

Perawatan gigi adalah manfaat tambahan (rider). Manfaat yang bisa diambil, bisa tidak oleh peserta.

Manfaat ini adalah penggantian biaya untuk perawatan gigi di rumah sakit atau klinik. Biaya yang ditanggung, antara lain adalah:

  • Biaya pencegahan gigi.
  • Biaya  perawatan gigi.
     

5. Santunan Harian (Hospital Cash Plan)

Hospital cash plan memberikan santunan harian dalam jumlah tertentu selama peserta  rawat inap di rumah sakit. Jumlah santunan per hari tergantung pada paket manfaat yang diambil.

Misalnya, peserta mengambil paket Rp 1 juta, maka jika dirawat di rumah sakit selama 5 hari, asuransi akan membayar Rp 5 juta.

Berbeda dengan umumnya asuransi kesehatan yang mengganti berdasarkan tagihan rumah sakit, dalam hospital cash-plan, penggantian tidak melihat jumlah tagihan, tetapi berapa hari dirawat dikali jumlah penggantian per hari.

Penggantian hospital cash-plan disebut juga penggantian lump-sum. Sekali bayar untuk setiap kali rawat inap.

Hospital cash plan menetapkan batasan maksimum hari rawat inap yang bisa diklaim dalam setahun. Melewati jumlah hari yang sudah ditetapkan tersebut, klaim tidak bisa dilakukan lagi.

Saat ini, beberapa asuransi kesehatan menambahkan manfaat santunan harian ke dalam daftar manfaat yang ditawarkan. 

Tujuannya adalah jika tertanggung sudah di cover oleh BPJS Kesehatan dan tidak bisa melakukan double-claim dengan asuransi kesehatan, maka perusahaan asuransi masih bisa membayar tambahan manfaat santunan harian.
 

6. Demam Berdarah, Tifus

Perusahaan asuransi membuat produk khusus yang mengganti biaya rumah sakit karena penyakit demam berdarah dan tipus. Kalau tidak rawat inap karena penyakit ini, asuransi tidak akan memberikan penggantian.

Demam berdarah dan tifus termasuk penyakit yang paling sering diderita di masyarakat. Biayanya juga cukup mahal sekitar Rp 5 juta sd Rp 15 juta sekali sakit.

Tujuan jenis manfaat ini adalah menawarkan asuransi kesehatan dengan premi lebih murah, dengan fokus perlindungan pada penyakit tertentu saja. 
 

7. Covid-19

Di tahun 2020, era pandemi Covid-19 melanda dunia. Banyak orang sakit, bahkan meninggal karena Covidi.

Asuransi menawarkan perlindungan untuk penyakit Covid-19, salah satunya, memberikan santunan harian jika dirawat di rumah sakit.  Santunan bisa sampai Rp 1.6 juta per hari, tergantung paket yang diambil.

Jenis asuransi ini hanya membutuhkan satu kali pembayaran untuk perlindungan 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun mulai dari Rp 45,000 per 3 bulan tanpa membedakan kelompok usia. 

Asuransi ini menerapkan “Satu harga premi” dengan melindungi usia 0-50 tahun tanpa perbedaan harga premi. Cocok terutama untuk memberikan proteksi disaat pandemi Covid seperti ini, yang resikonya tidak mengenal usia.
 

8. Travelling

Ketika travelling, salah satu resiko adalah kecelakaan atau sakit yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Biayanya tentu tidak murah, apalagi di luar negeri.

Asuransi menyediakan proteksi untuk yang sakit di luar negeri selama travelling. Proteksi ini dijual satu paket dengan asuransi perjalanan, yang salah satu coveragenya perlindungan atas biaya rumah sakit di luar negeri.

Asuransi perjalanan dengan proteksi biaya kesehatan juga menjadi salah satu prasyarat wajib di beberapa negara untuk mengajukan visa.

Perlu diperhatikan dengan cermat manfaat yang dicover dalam asuransi perjalanan. Tidak semua asuransi perjalanan otomatis mengcover biaya rumah sakit. 
 

9. Kanker, Penyakit Kritis

Kanker, Cuci Darah, Jantung, Stroke dan penyakit kritis lain adalah jenis penyakit yang tidak hanya mematikan, tetapi juga membutuhkan biaya perawatan yang tidak murah. Survei sebuah lembaga online menunjukkan bahwa perawatan kanker membutuhkan Rp 100 juta per bulan.

Asuransi kesehatan menawarkan manfaat hanya untuk penderita penyakit kritis tertentu, misalnya, Kanker, Serangan Jantung, Stroke, Operasi Bedah Arteri Koroner & Angioplasti. Manfaat uang pertanggungan akan dibayarkan jika tertanggung menderita penyakit tersebut dan memenuhi klausul yang ditetapkan dalam polis asuransi.

Cara kerja asuransi penyakit kritis ini berbeda dengan asuransi kesehatan. Manfaat dibayarkan sekaligus (lump-sum), bukan mengganti sesuai tagihan biaya rumah sakit. 

Misalnya, tertanggung mengambil asuransi perlindungan kanker dengan nilai pertanggungan Rp 1 Miliar. Di saat tertanggung menderita kanker, perusahaan asuransi akan membayar sekaligus Rp 1 Miliar dan setelah itu sudah tidak membayar lagi. 
 

10. Klaim Kartu Cashless

Penggantian menggunakan kartu, atau sering disebut sebagai ‘cashless’. Dengan cashless, peserta asuransi tidak perlu membayar selama dirawat di rumah sakit. 

Peserta hanya perlu menunjukan kartu asuransi di loket rumah sakit. Setelah itu, biaya akan dijamin oleh asuransi kepada rumah sakit. 

Cashless menjadi salah satu manfaat asuransi kesehatan yang sangat membantu peserta asuransi. Tapi, tentu saja, syaratnya harus dilakukan di rumah sakit yang sudah kerjasama.
 

11. Manfaat Nilai Tunai Hasil Investasi

Banyak produk asuransi kesehatan yang digabungkan dengan investasi, yang sering disebut sebagai Unit-Link. Pembayaran premi tidak hanya untuk membayar biaya asuransi kesehatan tetapi juga diinvestasikan ke instrumen investasi.

Manfaatnya adalah pemegang polis bisa mendapatkan nilai tunai hasil investasi, yang bisa ditarik setelah jangka waktu tertentu. 

Namun, ini dengan syarat, return hasil investasi sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam kenyataannya, yang ini kerap berbeda dengan di proposal, hasil investasi tidak sesuai harapan karena:

  1. return investasi lebih rendah dari prediksi di proposal.
  2. biaya asuransi semakin meningkat yang mengurangi uang yang bisa diinvestasikan.

Akibat, hasil investasi yang rendah membuat nilai tunai yang bisa ditarik menjadi kecil. Bahkan bisa saja peserta harus membayar tambahan premi karena kenaikan biaya asuransi tidak sebanding dengan kecilnya hasil return investasi.
 

Tips Memilih Manfaat Asuransi Kesehatan

Bisa dilihat bahwa manfaat asuransi kesehatan bermacam - macam. Kebutuhan orang yang bervariasi membutuhkan penawaran jasa yang berbeda - beda pula.

Tentu saja, kalau bisa, peserta ingin mendapatkan semua manfaat. Tapi, biayanya mahal. 

Premi asuransi kesehatan terkenal mahal dan setiap tahun kemungkinan premi naik selalu ada.

Karena itu perlu memilih manfaat.

Beberapa hal yang dipertimbangkan dalam memilih manfaat asuransi kesehatan, yaitu:
 

A. Ambil Rawat Inap

Prioritas pertama adalah mengambil manfaat rawat inap karena ini jenis yang paling besar mengeluarkan biaya jika di rawat di rumah sakit. 

Usahakan bisa mengambil rawat inap yang mengganti berdasarkan jumlah tagihan (as-charged). Limit as - charged menenangkan karena peserta tidak perlu khawatir soal kelebihan limit.

Namun, peserta limit as-charged harus memastikan bahwa masuk kelas kamar yang sesuai dengan polis asuransi. Sebaiknya jangan ambil kelas kamar yang diatas karena as-charged akan bisa hilang atau harus membayar ekses klaim yang besar.
 

B. Santunan Harian, Jika Budget Terbatas

Jika merasa kemampuan keuangan terbatas, sehingga belum bisa mengambil rawat inap, usahakan peserta mengambil santunan harian. Sifat klaim santunan harian yang sangat mudah akan membantu ketika perlu biaya saat masuk rumah sakit.

Santunan harian juga cocok sekali dengan BPJS Kesehatan. Saat ini, klaim rawat inap tidak bisa double-claim dengan BPJS.

Sebagai gantinya, perusahaan asuransi memberikan santunan harian untuk memberikan tambahan uang ketika peserta sakit disamping BPJS Kesehatan. Jadi, peserta bisa tetap mengambil penggantian dari BPJS dan mendapatkan santunan uang harian dari asuransi.
 

C. Ambil Penyakit Kritis

Manfaat penyakit kritis ini memberikan uang tambahan dalam jumlah yang signifikan saat memang betul - betul dibutuhkan. Biaya perawatan penyakit kritis tidak kecil.

Meskipun sudah punya asuransi kesehatan dari kantor atau punya BPJS Kesehatan, tetapi saat seseorang menderita penyakit - penyakit, seperti Stroke, Jantung, Kanker, kebutuhan biayanya cukup besar. 

Yang saya lihat, ketika seseorang menderita penyakit kritis, banyak biaya - biaya, yang tidak bisa semuanya bisa di cover oleh rawat jalan atau BPJS Kesehatan. Biaya yang tidak bisa dicover ini, menggunakan manfaat dari asuransi penyakit kritis.
 

D. Pikirkan Lagi Rawat Jalan, Melahirkan, Gigi

Saya pernah menghitung premi untuk manfaat rawat jalan, melahirkan dan gigi. Kesimpulannya, premi manfaat ini mahal.

Biaya untuk jenis manfaat ini sebaiknya diambilkan  dari tabungan atau dana darurat. Kalau mengandalkan asuransi, biayanya terlampau mahal.

Kalau memang masih ingin mengambil manfaat ini, pastikan bahwa manfaat - manfaat sebelumnya sudah diambil. Sudah punya rawat inap, santunan harian dan penyakit kritis, baru ambil rawat jalan dan lain-lain.
 

E. Daftar Rumah Sakit

Salah satu manfaat asuransi kesehatan yang penting adalah fasilitas cashless. Namun, fasilitas ini hanya bisa dilakukan di rumah sakit yang sudah kerjasama.

Karena itu, ketika memilih asuransi kesehatan, pastikan rumah sakit yang menjadi langganan peserta bekerjasama untuk fasilitas cashless. Jika tidak, rumah sakit lain yang dekat dengan tempat tinggal harus ada yang bisa menerima cashless.
 

F. Asuransi Kesehatan Murni

Saya lebih suka asuransi kesehatan murni dibandingkan asuransi kesehatan yang digabung dengan investasi. 

Alasannya:

  • Premi jauh lebih murah. Banyaknya potongan di asuransi unit-link membuat preminya menjadi lebih mahal.
  • Hasil investasi tidak optimal digabung dalam asuransi. Lebih baik melakukan investasi secara langsung tanpa perlu kombinasi dengan asuransi.

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Artikel Terkait