Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Review Kelebihan Kelemahan Tabungan Rencana Panin (2024) Apa Aman

Daftar Isi

Review Tabungan Rencana Panin (2023) | Apa Aman, Kelebihan Kelemahan

Kebutuhan dana di masa depan untuk dana pendidikan, DP rumah, atau bahkan untuk travelling bisa dipenuhi dengan perencanaan yang baik melalui tabungan rencana atau tabungan berjangka.

Salah satunya adalah produk tabungan berjangka dari Bank Panin, yaitu Tabungan Rencana, yang memberikan bunga 1,50% per tahun lebih tinggi dari tabungan biasa, setoran terjangkau mulai dari Rp 100 ribu dengan fasilitas gratis asuransi jiwa.

Apakah aman menabung disini ?

Kita akan ulas pengalaman menabung di Tabungan Rencana soal keamanan, bunga dan cara kerjanya, serta kelebihan dan kelemahan jenis tabungan rencana ini.

Apa itu Tabungan Rencana Panin

Tabungan Rencana Panin adalah produk tabungan yang dikhususkan untuk perorangan dengan setoran rutin dalam jumlah dan jangka waktu tertentu, ditambah asuransi jiwa.

Disebut sebagai tabungan rencana atau berjangka karena setoran tabungan dilakukan secara berkala selama periode waktu tertentu. Sudah ada rencana atau jangka waktu menabung yang ditentukan di awal.

Jenis tabungan rencana ini masih menjadi pilihan mayoritas banyak orang, terutama orang tua untuk mempersiapkan biaya sekolah anak.

Ada banyak alasannya, tapi beberapa yang penting adalah sebagai berikut:

Pertama, proses keikutsertaannya sangat mudah dan convenience.

Tinggal datang ke Panin, bertemu customer service, sudah bisa langsung membuka rekening dan menabung. Semuanya dilayani di satu tempat dalam waktu yang relatif singkat.

Setoran dilakukan dengan fasilitas auto-debit.

Autodebet membuat nasabah tidak perlu pergi ke cabang setiap saat ingin menyetorkan dana tabungan. Cukup sediakan dana, lewat transfer atau setor tunai di teller, ke rekening tabungan biasa (bukan tabungan rencana), maka setiap bulan pada tanggal tertentu bank otomatis akan memotong tabungan tersebut dan menyalurkannya ke rekening Tabungan Rencana.

Proses ini tentu lebih mudah dibandingkan proses investasi di instrumen lain, seperti reksadana dan emas yang lebih kompleks. Emas butuh tempat penyimpanan yang aman, sedangkan Reksadana harus dipahami dengan baik isinya agar tidak salah pilih.

Kedua, tabungan adalah produk bank yang paling dikenal. Sejak kecil, kita semua sudah dikenalkan dengan tabungan (ingat: Tabanas atau Tapenas!). Tabungan adalah instrumen keuangan paling awal yang dikenalkan ke anak – anak. Berbeda dengan instrumen lain yang baru dikenalkan setelah dewasa.

Karena dikenal, masyarakat cenderung lebih berani mempercayakan menempatkan uangnya disitu.

Walaupun instrumen investasi lain, seperti reksadana dan saham, punya sejumlah keunggulan dibandingkan tabungan, namun karena belum dikenal, instrumen ini tidak banyak jadi pilihan.

Ketiga, tabungan rencana menawarkan disiplin menabung. Ini penting karena banyak masyarakat yang saat ini tidak punya kebiasaan menabung yang baik. Istilahnya perencana keuangan, tidak punya ‘Good Money Habits’.

Mereka tahu bahwa menabung itu penting untuk masa depan keluarga. Penting untuk pensiun, sekolah anak atau bahkan travelling.

Tapi, implementasinya, jauh panggang dari api. Sulit sekali. Selalu keduluan oleh hasrat konsumsi yang tidak terbendung.

Tabungan berjangka seperti Tabungan Rencana ‘memaksa’ pesertanya menabung. Setiap bulan sudah ada tanggal pasti dimana peserta harus menyetor jumlah tertentu secara rutin. Jika alpa, bank memberikan reminder dan ujungnya denda. Mau tidak mau, peserta ‘dipaksa’ secara rutin menyisihkan penghasilannya untuk disimpan.

Dalam instrumen investasi lain, sifat memaksa ini tidak hadir sekuat tabungan rencana. kita harus melakukannya sendiri, jika ingin berinvestasi di saham, atau emas. Tidak ada mekanisme auto-invest yang menjadi ciri tabungan rencana, di investasi lain.

Apakah Tabungan Rencana Aman

Tabungan Rencana dari Bank Panin aman karena uang simpanan nasabah di tabungan ini dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan.

Panin adalah anggota LPS dan diawasi oleh OJK.

Jika bank mengalami masalah, simpanan kita di tabungan dijamin oleh LPS.

Syarat dan Ketentuan

Untuk membuka tabungan, ketentuannya adalah:

  • Calon Nasabah adalah perorangan
  • Penabung minimal berusia 12 tahun, maksimal 60 tahun.
  • Jangka waktu menabung maksimal sampai dengan usia ulang tahun 65 tahun.
  • Mengisi dan menkitatangani formulir permohonan pembukaan rekening.
  • Pembukaan rekening tabungan tidak dikenakan biaya materai.
  • Membawa dokumen yang diperlukan.

Setoran Minimum

Pembayaran setoran di Tabungan Rencana dimulai dari Rp 100 ribu per bulan.

Periode Jangka Waktu Menabung

Panin menetapkan bahwa periode jangka waktu menabung di Tabungan Rencana adalah minimal 12 bulan dan maksimal 180 bulan.

Setelah masa menabung selesai, hasil simpanan akan dicairkan ke rekening tabungan reguler.

Bunga Tabungan Rencana

Bunga Tabungan Rencana 1,50% setahun, diberikan lebih tinggi di atas bunga tabungan reguler.

Cara Kerja

Cara kerja tabungan ini cukup simpel, yaitu nasabah wajib melakukan setoran uang secara rutin ke Tabungan Rencana selama periode waktu tertentu pada tanggal autodebet yang dipilih nasabah.

Sumber uang untuk melakukan autodebet ke Tabungan Rencana adalah rekening sumber dana yang dibuka di Panin oleh nasabah.

Pada saat tanggal jatuh tempo, dana yang terkumpul di rekening Tabungan Rencana akan dicairkan kembali ke rekening sumber dana milik nasabah.

Nominal Setoran Rutin Bulanan dan jangka waktu menabung Tabungan Rencana tidak dapat diubah.

Jika berhenti menabung sebelum jangka waktu yang ditetapkan berakhir, dana di tabungan berjangka bisa diambil, tapi dikenakan denda sesuai ketentuan.

Jika penabung mengalami musibah meninggal dunia, bank akan melanjutkan setoran tabungan sampai jangka waktu selesai karena disediakan proteksi asuransi jiwa oleh bank.

Premi asuransi jiwa gratis dibayar oleh bank.

Rekening Tabungan Rencana akan ditutup otomatis:

  • pada Tanggal Jatuh Tempo; atau
  • Jika terjadi kegagalan autodebet Setoran Rutin Bulanan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut.

Sehubungan dengan ditutupnya rekening maka dana yang ada pada rekening Tabungan Rencana akan dikreditkan ke Rekening Sumber Dana.

Biaya Tabungan

Sejumlah biaya yang harus dibayar adalah:

Biaya AdministrasiRp 0,-
Biaya gagal autodebetRp 0,-
Biaya penutupan rekening saat jatuh tempoRp 0,-
Biaya penutupan rekening sebelum jatuh tempo (PSJT)0,50% dari saldo akhir Tabungan Rencana
Pajak20% atas bunga yang dibayarkan

Kelebihan Tabungan Rencana Panin

Sejumlah keunggulan dari menggunakan tabungan berjangka ini adalah:

1. Sangat Aman

Tabungan Rencana Panin sangat aman karena dilindungi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan. Jika terjadi sesuatu dengan bank, simpanan kita di tabungan ini tetap aman karena akan diganti oleh LPS.

2. Setoran Terjangkau

Setoran sangat terjangkau mulai dari Rp 100 ribu sehingga kita bisa memulai meskipun dana yang dimiliki terbatas.

3. Periode Menabung Panjang

Tabungan ini memberikan periode menabung dengan rentang cukup fleksibel, yaitu minimal 12 bulan dan maksimal 180 bulan. Dengan rentang yang panjang, kita bisa mengatur setoran bulanan lebih mudah, dari yang rendah sampai tinggi.

4. Gratis Perlindungan Asuransi

Dengan Tabungan Rencana Panin , kita mendapat perlindungan asuransi gratis (premi asuransi dibayar Panin) plus bunga yang relatif lebih tinggi. Asuransi sangat penting karena jika terjadi musibah atas orang tua maka ahli waris anak bisa tetap mendapatkan dana sesuai dengan target yang telah direncanakan.

5. Keleluasaan Tanggal Setoran

Bebas menentukan tanggal pendebetan untuk setoran bulanan di tabungan rencana.

6. Memastikan Tercapainya Target Dana

Karena bunga Tabungan Rencana Panin sudah dipatok dari awal, maka menjamin tercapainya target Dana Nasabah yang ditentukan di awal tanpa terpengaruh oleh fluktuasi suku bunga.

Kekurangan Tabungan Rencana Panin

Meskipun menarik dan banyak fitur bermanfaat, kita juga perlu waspada akan sejumlah kekurangan dari jenis tabungan ini, yaitu:

1. Hasil Tabungan Mungkin Tidak Cukup

Kenapa ?

Contohnya, tujuan mengambil tabungan rencana yang paling umum adalah untuk biaya sekolah anak.

Menurut riset, kenaikkan biaya sekolah di Indonesia mencapai 15% sd 20% setahun. Hal ini sejalan dengan tingginya kenaikan uang sekolah setiap tahun, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Berapa bunga tabungan rencana ?

Tidak lebih dari 6% setahun. Itupun belum dipotong pajak. Jadi, nett setelah dipotong pajak mungkin sekitar 4 sd 5% setahun.

Kita bisa hitung sendiri bagaimana mungkin bunga tabungan rencana yang 6% setahun (belum pajak) bisa mengalahkan kenaikkan biaya sekolah yang 15% setahun.

Itu artinya kita tidak bisa hanya mengkitalkan tabungan rencana dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. Karena jika hal tersebut dilakukan, kita akan menghadapi resiko tidak cukupnya dana pendidikan saat nanti anak akan masuk sekolah.

2. Tidak Bisa Merubah Instrumen

Terbatasnya fleksibilitas pilihan instrumen. Artinya, kita tidak bisa beralih dari satu instrumen ke instrumen lain.

Dalam tabungan rencana, sejak awal pilihan kita adalah tabungan dengan resiko sangat rendah tetapi tingkat keuntungan (bunga) kecil.

Jika ingin mengganti, switch, maka kita harus keluar dari tabungan ini dan mencari instrumen lain.

Padahal fleksibilitas itu penting dalam investasi. Karena situasi dan kondisi senantiasa berubah. Tidak statis.

Ambil contoh, untuk dana pendidikan yang berjangka waktu panjang, kita bisa mengambil instrumen yang lebih beresiko dengan return lebih tinggi, lalu untuk dana pendidikan anak yang diperlukan sebentar lagi (misalnya untuk playgroup atau sekolah TK) kita baru menggunakan yang super aman seperti Tabungan Rencana Panin..

3. Tidak Bisa Mengandalkan Gratis Asuransi Jiwa

Meskipun memberikan asuransi jiwa gratis, orang tua sebaiknya jangan mengandalkan asuransi ini untuk proteksi keluarga.

Asuransi jiwa gratis ini hanya memberikan proteksi terhadap setoran bulanan Tabungan Rencana.

Begini penjelasannya dalam polis asuransi: jika terjadi Ketidakmampuan Total Tetap atau meninggal dunia, pihak asuransi akan meneruskan setoran rutin bulanan kita (maksimal Rp 5.000.000,- atau USD 500,- per bulan untuk setiap penabung).

Jadi, kita perlu membeli asuransi jiwa lain untuk memberikan perlindungan bagi keluarga. Mengandalkan asuransi jiwa hanya dari Tabungan Rencana Panin jelas tidak akan mencukupi.

4. Tidak Cocok untuk Tujuan Jangka Panjang

Dalam beberapa pendapat perencana keuangan, yang saya baca di berbagai media, mereka tidak menyarankan tabungan rencana untuk jangka panjang.

Rendahnya bunga tabungan rencana membuat tujuan jangka panjang, yang biasanya butuh dana besar, akan sulit dicapai jika menggunakan tabungan rencana.

Bunga yang rendah akan terasa signifikan kekurangannya dalam jangka panjang. Kita perlu instrumen dengan keuntungan tinggi (misalnya saham atau obligasi) untuk kebutuhan jangka panjang.

5. Tidak Fleksibel Akibat Autodebet

Dengan cara autodebet tabungan rencana, proses menabung memang menjadi lebih disiplin, tetapi hal tersebut membuat tujuan jangka panjang menjadi tidak fleksibel.

Misalnya, suatu saat membutuhkan dana, kita tidak bisa berhenti atau jika mencairkan sebagian nilai tabungan rencana sebelum jatuh tempo akan dikenakan biaya penalti penarikan dana sebelum jatuh tempo.

Jika tidak membayar setoran rutin bulanan sebanyak 3 kali, maka sistem di bank secara otomatis bank akan menutup rekening tabungan rencana.

Tags

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait