4 Masalah Tabungan Rencana Mandiri 2018 untuk Dana Pendidikan Anak Terbaik

  • January 18, 2019

Menabung di Tabungan Rencana Mandiri 2018 adalah cara umum dilakukan orang tua dalam mempersiapkan dana pendidikan anak terbaik. Tetapi ada 4 masalah yang perlu diantisipasi orang tua yang ingin menggunakan Tabungan Rencana Bank Mandiri. Dibahas pula bunga tabungan mandiri. Apakah ini tabungan rencana yang paling bagus ?

Semua orang tua pasti ingin anaknya sukses dalam pendidikan. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut perlu dana (tidak sedikit) untuk membiayai sekolah dan pendidikan anak.

Orang tua di Indonesia mengandalkan tabungan untuk mengumpulkan dana pendidikan. Tabungan dianggap pilihan yang aman.

Menangkap peluang tersebut, bank membuat tabungan rencana. Tabungan yang dimaksudkan membantu orang tua mempersiapkan dana pendidikan.

Sebenarnya, fitur tabungan rencana tersebut bisa digunakan untuk keperluan apa saja. Tidak hanya pendidikan, bisa pula untuk liburan, umroh atau keperluan lain yang membutuhkan perencanaan dana.

Tabungan Rencana Mandiri 2018

Tabungan Rencana Mandiri 2018
Tabungan Rencana Mandiri

Bank Mandiri menawarkan Tabungan Rencana Mandiri. Jenis tabungan yang menawarkan banyak keuntungan:

Pertama, setoran sangat terjangkau mulai dari Rp 100,000 sehingga Anda bisa memulai meskipun dana yang dimiliki terbatas.

Kedua, tabungan ini memberikan periode menabung dengan rentang cukup fleksibel, yaitu 1 tahun sd 20 tahun. Dengan rentang yang panjang, Anda bisa mengatur setoran bulanan lebih mudah, dari yang rendah sampai tinggi.

Ketiga, dengan Mandiri Tabungan Rencana, Anda mendapat perlindungan asuransi gratis (premi asuransi dibayar Bank Mandiri) plus bunga yang relatif lebih tinggi. Asuransi sangat penting karena jika terjadi musibah atas orang tua maka ahli waris anak bisa tetap mendapatkan dana pendidikan dari Tabungan Rencana.

4 Kelemahan Tabungan Rencana

Meskipun menarik dan banyak fitur bermanfaat, orang tua perlu waspada sejumlah kelemahan Tabungan Rencana Mandiri.

Kelemahan ini perlu diperhatikan dan diantisipasi dengan cermat agar orang tua, yang mengharapkan dana pendidikan terbaik, tidak kecewa dengan hasil yang tabungan ini.

Kelemahan ini sebenarnya bukan kelemahan spesifik Tabungan Rencana Mandiri, namun kelemahan yang umum dimiliki semua tabungan rencana atau pendidikan di berbagai bank yang digunakan orang tua untuk mempersiapkan dana pendidikan anak terbaik.

#1 Tabungan Tidak Cukup Membiayai Sekolah

Kenapa ? Mungkin ini pertanyaan yang langsung mencuat saat membaca pernyataan saya diatas.

Tujuan mengambil tabungan rencana mandiri adalah memenuhi biaya sekolah. Kenapa sekarang justru saya mempertanyakan efektivitas tabungan ini.

Menurut riset, kenaikkan biaya sekolah di Indonesia mencapai 15% sd 20% setahun. Saya setuju dengan angka ini karena sudah mengalami dan menjalani sendiri betapa tingginya kenaikan uang sekolah setiap tahun, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Berapa bunga tabungan rencana ?

Tidak lebih dari 6% setahun. Itupun belum dipotong pajak. Jadi, nett setelah dipotong pajak mungkin sekitar 4 sd 5% setahun.

Anda bisa hitung sendiri bagaimana mungkin bunga tabungan rencana yang 6% setahun (belum pajak) bisa mengalahkan kenaikkan biaya sekolah yang 15% setahun.

Hampir bisa dipastikan mustahil !

Itu artinya Anda tidak bisa hanya mengandalkan tabungan rencana dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. Karena jika hal tersebut dilakukan, Anda akan menghadapi resiko tidak cukupnya dana pendidikan saat nanti anak akan masuk sekolah.

Salah satu cara paling ampuh untuk memastikan adalah melakukan simulasi tabungan rencana mandiri untuk mengetahui soal kecukupan hasil tabungan rencana Mandiri untuk memenuhi dana pendidikan.

Simulasi tabungan rencana mandiri bisa dilakukan dengan menentukan dua variabel, yaitu: (1) Suku Bunga Tabungan Mandiri dan (2) setoran Tabungan Rencana Mandiri per bulan. 

Hasil simulasi tabungan Mandiri Anda bandingkan dengan target biaya pendidikan saat anak masuk sekolah. Jika masih terjadi gap, kekurangan dari hasil perhitungan tabungan rencana Mandiri, Anda bisa melakukan dua hal berikut, yaitu:

  1. Menambah angsuran per bulan di Tabungan Mandiri Rencana. dengan setoran yang lebih tinggi, supaya hasil perhitungan tabungan rencana mandiri bisa lebih besar
  2. Mencari investasi lain yang bunga lebih tinggi bunganya agar bisa memenuhi target dana pendidikan.

#2 Tidak Bisa Merubah Instrumen

Hal lain adalah fleksibilitas pilihan instrumen. Artinya, bisa tidaknya Anda beralih dari satu instrumen ke instrumen lain.

Dalam tabungan rencana, sejak awal pilihan Anda adalah tabungan dengan resiko sangat rendah tetapi tingkat keuntungan (bunga) kecil. Jika ingin mengganti, switch, maka Anda tidak punya pilihan. Anda harus keluar dari jenis tabungan ini dan mencari sendiri instrumen lain.

Kenapa fleksibilitas itu penting ?

Fleksibilitas dalam investasi itu penting karena situasi dan kondisi senantiasa berubah. Tidak statis.

Ambil contoh, untuk dana pendidikan yang berjangka waktu panjang, Anda bisa mengambil instrumen yang lebih beresiko dengan return lebih tinggi, sementara untuk dana pendidikan anak yang diperlukan sebentar lagi (misalnya untuk playgroup atau sekolah TK) Anda perlu yang super aman seperti Tabungan Rencana Mandiri.

#3 Jangan Mengandalkan Asuransi Jiwa

Meskipun memberikan asuransi jiwa gratis, orang tua sebaiknya jangan mengandalkan asuransi ini untuk proteksi keluarga.

Asuransi jiwa gratis ini hanya memberikan proteksi terhadap iuran tabungan rencana Mandiri. Begini penjelasannya: jika terjadi Ketidakmampuan Total Tetap atau meninggal dunia, pihak asuransi akan meneruskan setoran rutin bulanan Anda (maksimal Rp 5.000.000,- atau USD 500,- per bulan untuk setiap penabung).

Jadi, Anda perlu membeli asuransi jiwa lain untuk memberikan perlindungan bagi keluarga. Mengandalkan asuransi jiwa dari Tabungan Rencana Mandiri jelas tidak akan mencukupi.

#4 Tidak Cocok Tujuan Jangka Panjang

Dalam beberapa pendapat perencana keuangan, yang saya baca di berbagai media, mereka tidak menyarankan tabungan rencana untuk jangka panjang.

Dugaan saya ini karena beberapa alasan:

Pertama, rendahnya bunga tabungan rencana membuat tujuan jangka panjang, yang biasanya butuh dana besar, akan sulit dicapai jika menggunakan tabungan rencana.

Bunga yang rendah akan terasa signifikan kekurangannya dalam jangka panjang. Anda perlu instrumen dengan keuntungan tinggi (misalnya saham atau obligasi) untuk kebutuhan jangka panjang.

Kedua, dengan cara autodebet tabungan rencana, proses menabung memang menjadi lebih disiplin, tetapi hal tersebut membuat tujuan jangka panjang menjadi tidak fleksibel.

Misalnya, suatu saat membutuhkan dana, Anda tidak bisa berhenti atau jika mencairkan sebagian nilai tabungan rencana sebelum jatuh tempo akan dikenakan biaya penalti penarikan dana sebelum jatuh tempo sebesar Rp 150.000,-. Jika Anda tidak membayar setoran rutin bulanan sebanyak 3 kali, maka sistem secara otomatis bank akan menutup rekening Mandiri Tabungan Rencana.

Baca Artikel “Mudahnya Beli Reksadana, Semudah Beli Pulsa

Update 2019:

Bunga Tabungan Mandiri

Tingkat suku bunga penting untuk dilihat dalam tabungan rencana Mandiri karen besar kecilnya bunga sangat menentukan apakah tabungan rencana bisa memenuhi target dana pendidikan yng ingin dicapai.

Selama ini bunga Tabungan Mandiri Rencana lebih tinggi dibandingkan bunga Tabungan Mandiri yang biasa. Itu  sebabnya kenapa tabungan rencana digunakan untuk persiapan dana pendidikan anak.

Tetapi, pertanyaan pentingnya adalah (1) berapa bunga tabungan mandiri rencana dibandingkan bunga tabungan Mandiri; (2) apakah tabungan Rencana mandiri cukup tinggi untuk meng-cover kenaikkan biaya pendidikan sekolah anak.

Sebagai patokan, data bunga tabungan Mandiri adalah sebagai berikut:

TierSuku Bunga
0 – < 1 juta0.0%
1 juta – < 50 juta0.7%
50 juta – < 500 juta0.85%
500 juta – < 1 Miliar1.10%
>= 1 Miliar1.90%

Tingkat bunga Tabungan Rencana Mandiri atau tabungan rencana pada umumnya harus lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan Mandiri ini.

Cara Cek Saldo Tabungan Rencana Mandiri

Cara cek saldo bisa dilakukan melalui beberapa kanal, yaitu:

  • Cetak buku tabungan. Datang ke teller di kantor cabang Bank Mandiri untuk print buku tabungan sebagai salah satu cara cek Saldo Tabungan Rencana Mandiri
  • Lihat di Mandiri Mobile. Aplikasi Bank Mandiri ini bisa diunduh di Playstore dan setelah itu Anda bisa masuk ke menu Rekening untuk Cek Saldo Tabungan Rencana Mandiri
  • Internet Banking Bank Mandiri. Anda login interner banking Mandiri, lalu melakukan Cek Saldo Tabungan Rencana Mandiri di menu rekening.

Apakah Tabungan Rencana Mandiri bisa diambil sebelum jatuh tempo ? Bisa saja. Tidak ada larangan.

Tetapi, ketika memutuskan Tabungan Rencana Mandiri diambil sebelum jatuh tempo, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

Pertama, rekening tabungan rencana Mandiri akan ditutup apabila terjadi 3 (tiga) kali tunggakan Setoran Wajib Bulanan dan dana yang telah terkumpul di rekening MTR dipindahbukukan ke Rekening Penampungan setelah dikurangi Biaya dan Denda.

Kedua, Anda dapat mengubah jumlah setoran rutin bulanan sesuai yang Anda inginkan. Misalnya, setoran rutin bulanan Anda Rp 200.000,- tapi pada suatu waktu Anda bisa saja mengubahnya menjadi Rp 400.000,-/setiap bulan, atau setelah itu menguranginya menjadi Rp 300.000,-. Jika terjadi Ketidakmampuan Total Tetap atau meninggal dunia, nilai pertanggungan yang akan diganti oleh pihak asuransi adalah rata-rata setoran 6 bulan terakhir sebelum klaim.

Kesimpulan

Tabungan Rencana Bank Mandiri merupakan salah satu instrumen yang sering digunakan orang tua untuk mempersiapkan dana pendidikan anak terbaik di 2018.

Meskipun mudah, orang tua perlu memahami kelemahan jenis tabungan ini. Supaya orang tua bisa antisipasi kekurangan jenis tabungan pendidikan anak ini.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.