Saham – 15 Hal Wajib Dipahami Investasi Pemula (2019 Update)

  • December 15, 2019

Saham adalah salah satu investasi terbaik. Itu yang saya alami selama ini. Sayangnya, masih sedikit investor saham di Indonesia. Ada 15 aspek saham yang wajib diketahui investor pemula. Apa itu dan pengertian saham, lalu arti saham dalam investasi, cara kerja saham, harga per lembar saham dan sebagainya akan saya bahas secara tuntas 

Sebelum terjun bermain saham, saran saya pahami dulu apa itu saham, pengertian saham, cara kerja investasi saham dan kenapa saham adalah investasi terbaik. 

Meskipun saham di banyak literatur keuangan masuk sebagai jenis investasi terbaik,  faktanya investasi saham sangat tidak populer di Indonesia.

Anda, ya Anda pembaca artikel ini, apakah sudah pernah beli saham atau bahkan mengerti arti saham, dugaan saya jawabannya “tidak”.

Jangan kecil hati karena Anda tidak sendiri.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa jumlah investor saham yang aktif di bursa hanya mencapai 97,688. Jumlah yang sangat amat sedikit dibandingkan jumlah penduduk di Indonesia.

Bahkan mencapai 100 ribu investor saham saja belum ada di Indonesia.

Masalahnya kenapa ? Apa penyebabnya ?

Dugaan saya karena literasi keuangan masyarakat  soal pasar modal dan saham masih rendah.

Berdasarkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan tahun 2016, tingkat pemahaman (literasi) masyarakat Indonesia terhadap pasar modal adalah 4.40% dan tingkat utilitas produk pasar modal adalah 1.25%.

Apa artinya tingkat literasi ini ?

Literasi saham dan pasar modal menduduki posisi paling rendah diantara produk keuangan dan investasi lain dalam survei literasi OJK ini, yaitu perbankan, asuransi, pembiayaan, gadai dan dana pensiun.

Kunci meningkatkan partisipasi investasi saham adalah memperbaiki pemahaman dan pengetahuan soal saham.

Tapi sebelum masuk kesana, saya ingin menunjukkan dulu, kenapa saham itu adalah investasi terbaik.

Biar menjadi motivasi Anda untuk belajar dan berinvestasi di saham.

Saham Investasi Terbaik

Investasi Saham
Investasi Saham

Pergerakkan harga saham ditunjukkan oleh Indeks Harga Saham.

Jika Indeks harga saham naik, itu artinya secara rata-rata harga saham di pasar atau di bursa mengalami peningkatan.

Begitu pula sebaliknya.

Berapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (atau Bursa Efek Jakarta waktu itu) di akhir 1998 ?

IHSG di akhir penutupan 1998 adalah 398.

IHSG hari ini di penutupan 13 November 2019 adalah 6,142.50

Itu artinya harga-harga saham sudah mengalami kenaikan 1,443% atau 14x lipat dalam waktu 21 tahun.

Singkat kata, harga saham adalah menunjukkan superioritas instrumen investasi ini.

Dimana ada investasi yang menghasilkan return setinggi ini ?

Buktinya bisa Anda lihat di dalam grafik dibawah ini.

Kinerja Harga Saham (IHSG) BEI 20 Tahun Terakhir
Kinerja Harga Saham (IHSG) BEI 20 Tahun Terakhir

Catatan: kenaikkan ini murni dari kenaikkan harga saham dan belum memasukkan keuntungan deviden yang jika dividen dimasukkan return saham pasti akan lebih tinggi lagi.

15 Aspek Saham Wajib Dipahami

Jangan exciting dulu !

Dalam grafik IHSG diatas dalam 21 tahun (1998 – 2019), Anda bisa lihat bahwa IHSG berfluktuasi setiap tahun.

Mulai yang kecil fluktuasinya sampai yang goncangan sangat besar, misalnya di 2018.

Bukan grafik garis lurus yang naik terus.

Dan memang seperti itulah nature investasi saham karena pengertian saham adalah refleksi bisnis yang selalu penuh tantangan.

Karena itu, sebelum tergiur masuk bermain saham, saran saya pahami dulu baik-baik apa itu saham dan segala aspeknya.

#1 Saham

Apa itu Saham ?

Saham dalam simple term adalah bukti kepemilikan di suatu perusahaan.

Sebagaimana dalam UU Perusahaan Terbatas No 40 definisi Perseroan Terbatas, yang selanjutnya disebut Perseroan, adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini serta peraturan pelaksanaannya. 

Saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. 

Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Itu sebabnya saham disebut sebagai surat berharga.

Saham adalah surat berharga – definisi dalam UU Pasar Modal 8 1995 , “Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek”.

#2 Deviden

Sumber keuntungan utama saham adalah dividen, yaitu pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham.

Pemegang saham menerima jumlah dividen tergantung pada: 

  1. Berapa porsi laba yang dibagi ke pemegang saham karena bisa saja perusahaan rugi atau perusahaan untung tetapi tidak membagi semua laba sebagai dividen; 
  2. Pembagian jumlah laba ke pemegang saham tergantung porsi kepemilikan saham di perusahaan tersebut.

Ada dua indikator yang kerap digunakan untuk menilai kualitas dividen perusahaan: (a) berapa % dari laba yang dibagi sebagai dividen (dividend payout); (b) nilai dividen per saham dibagi harga saham (dividend yield).

#3 Sumber Keuntungan

Sumber keuntungan saham tidak hanya berasal dari dividen tetapi dari kenaikkan harga saham di bursa.

Dinamika permintaan dan penawaran saham di bursa menentukan tingkat harga saham.

Sama layaknya orang dagang, harga saham adalah hasil dari tawar menawar antara yang punya barang, pemegang saham, dan calon pembeli.

Ketika permintaan naik, harga akan naik, ketika penawaran naik sebaliknya harga saham akan turun.

Kenaikkan harga saham memberikan keuntungan bagi pemegang saham dari selisih harga beli dan harga jual.

Singkatnya, investasi saham memberikan keuntungan dari (1) deviden yang dibayar perusahaan dan (2) apresiasi harga saham di bursa.

Lebih baik mana keuntungan saham dari dividen atau apresiasi harga di bursa.

Masing masing punya plus minus.

Dividen biasanya relatif kecil tapi saham tidak perlu dijual untuk bisa mendapatkan deviden, artinya tahun depan pemegang saham bisa terus menikmati dividen selama saham belum dijual.

Kenaikan harga biasanya memberikan nilai keuntungan lebih besar dibandingkan dividen, tetapi ingat bahwa Anda harus menjual saham tersebut, yang artinya Anda tidak bisa menikmati keuntungan lagi setelah itu.

#4 IPO

Sebelum masuk ke bursa, perusahaan yang ingin menjual saham ke publik, melakukan penawaran saham perdana atau dikenal sebagai Initial Public Offering (IPO).

Perusahaan yang ingin menjual saham melakukan IPO ke publik atau masyarakat, dengan proses sbb:

  • Mempublikasikan Prospektus di media massa, yang mana Prospektus berisi gambaran bisnis dan berbagai informasi penting lain terkait perusahaan, termasuk harga penawaran saham
  • Masyarakat yang berminat membeli mengisi formulir pemesanan dan membayar terlebih dahulu sesuai harga saham di prospektus dan jumlah saham yang akan dibeli
  • Setelah masa penawaran selesai, Perusahaan akan melakukan penjatahan saham kepada investor yang sudah memesan dan jika penjatahan saham lebih kecil dari uang yang sudah disetorkan maka perusahaan melakukan refund.
  • Masyarakat yang sudah mendapatkan akan menerima saham di rekening saham di masing-masing broker saham.
  • Sesuai jadwal yang sudah ditentukan dalam prospektus, saham akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan itu artinya investor bisa menjual atau bahkan membeli saham lagi dari pemegang saham lain.

#5 Bursa Efek Indonesia (BEI)

Untuk bisa memperdagangkan saham, Anda harus melakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Apa itu Bursa Efek Indonesia ?

Bursa Efek Indonesia adalah perusahaan yang menyediakan infrastruktur untuk mendukung terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien serta mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

BEI menyelenggarakan perdagangan efek, yaitu salah satunya saham.

Pemilik BEI adalah Anggota Bursa dan yang menarik, BEI bukan perusahaan berorientasi mencari untung, profit, tetapi tujuan perusahaan adalah menyediakan infrastruktur terbaik untuk perdagangan efek. 

Anda bisa mengakses Informasi lengkap di www.idx.co.id situs resmi BEI.

Investor saham selayaknya mengetahui hal penting soal BEI, yaitu:

  • sumber informasi saham terbaik ada di BEI karena setiap perusahaan yang tercatat dan menjual saham harus menyampaikan laporan keuangan, corporate action dan segala informasi material lainnya ke BEI
  • daftar perusahaan sekuritas resmi terdapat di BEI dimana perdagangan saham hanya bisa dilakukan lewat perusahaan sekuritas resmi ini
  • kursus saham gratis disediakan oleh BEI sebagai bagian misinya dalam bentuk sekolah pasar modal yang bisa dilakukan secara offline (tatap muka) dan online

BEI mengklasifikasi saham di BEI menjadi 9 Sektor, yaitu:

Agriculture: mencakup usaha di bidang tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa-jasa yang secara langsung terkait dengan bidang tersebut.
– Crops
– Plantation
– Animal Husbandary
– Fishery

Mining: usaha di bidang pertambangan dan penggalian, seperti pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, biji logam, penggalian batu-batuan, tanah liat, pasir, penambangan dan penggalian garam, pertambangan mineral, bahan kimia, dan bahan pupuk, serta penambangan gips, aspal dan gamping.
– Coal Mining
– Crude Petroleum & Natural Gas Production
– Metal and Mineral Mining
– Land / Stone Quarrying

Basic industry & chemicals: industri dasar mencakup usaha pengubahan material dasar menjadi barang setengah jadi; atau barang jadi yang masih akan diproses di sektor perekonomian selanjutnya. Industri kimia mencakup usaha pengolahan bahan-bahan terkait kimia dasar yang akan digunakan pada proses produksi selanjutnya dan industri farmasi.
– Cement
– Ceramics, Glass, Porcelain
– Metal And Allied Products
– Chemicals
– Plastics and Packaging
– Animal Feed
– Wood Industries
– Pulp and Paper
– Others

Miscellaneous industry: meliputi usaha pembuatan mesin-mesin berat maupun ringan; termasuk komponen penunjangnya.
– Machinery And Heavy Equipment
– Automotive and Components
– Textile, Garment
– Footwear
– Cable
– Electronics

Consumer goods industry: usaha pengolahan yang mengubah bahan dasar/setengah jadi menjadi barang jadi yang umumnya dapat dikonsumsi pribadi/rumah tangga.
– Food And Beverages
– Tobacco Manufacturers
– Pharmaceuticals
– Cosmetics and Household
– Houseware
– Others

Property, real estate, and building construction: konstruksi meliputi usaha pembuatan, perbaikan, pembongkaran rumah dan berbagai jenis gedung. Real estate mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian berbagai macam bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal.
– Property and Real Estate
– Building Construction

Infrastructure, utility, and transportation: usaha yang meliputi penyediaan energi, sarana transportasi dan telekomunikasi, serta bangunan infrastruktur dan jasa-jasa penunjangnya. Bangunan infrastruktur meliputi bangunan non gedung dan rumah.
– Energy
– Toll Road, Airport, Harbor and Allied Products
– Telecommunication
– Transportation
– Non Building Construction

Finance: usaha terkait sektor keuangan, meliputi perantara keuangan, lembaga pembiayaan, asuransi, perusahaan efek, dan perusahaan investasi.
– Bank
– Financial Institution
– Securities Company
– Insurance
– Others

Trade, service, and investment: mencakup usaha perdagangan partai besar dan kecil/eceran, serta usaha terkait sektor jasa seperti hotel, restoran, komputer dan perangkatnya, periklanan dan media serta industri percetakan.
– Wholesale
– Retail Trade
– Restaurant, Hotel and Tourism
– Advertising, Printing & Media
– Healthcare
– Computer And Services
– Investment Company
– Others

#6 Analisa Saham

Sebagaimana semua investasi, sebelum menentukan instrumen yang dipilih, Anda harus melakukan analisa untuk mengambil keputusan terbaik.

Analisa saham, menurut saya, penting dan krusial karena dengan analisa yang baik Anda bisa mengelola risiko investasi saham dengan baik dan mendapatkan keuntungan optimal.

Karena itu, sebaiknya pahami dengan baik analisa saham sebelum memutuskan membeli saham.

Jangan mudah terbawa arus dengan hot recommendation atau saran – saran lain yang tidak jelas sumbernya.

Secara umum, ada dua jenis analisa saham:

Pertama, analisa fundamental saham yang menentukan harga saham wajar berdasarkan analisa laporan keuangan perusahaan menggunakan berbagai rasio keuangan.

Kedua, analisa teknikal yang menentukan trend harga saham di masa depan berdasarkan pola pergerakkan harga saham di masa lalu.

Mana analisa yang paling tepat ?

Masing – masing orang investor di saham pasti punya preferensi sendiri – sendiri.

Saya pribadi memilih analisis fundamental sebagai dasar berinvestasi saham karena analisa fundamental sejalan dengan esensi membeli saham yaitu investasi pada bisnis atau usaha perusahaan sehingga analisa untuk mengambil keputusan beli atau jual saham berdasarkan kinerja yang dicerminkan dalam laporan keuangan.

#7 Cara Beli Jual Saham

PT Bursa Efek Indonesia Buka Rekening Online
PT Bursa Efek Indonesia Buka Rekening Online

Setelah memahami analisa saham dan mudah-mudahan sudah tahu saham yang mau dibeli apa, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara beli dan jual saham.

Pertama, Anda harus membuka rekening saham di broker atau perusahaan sekuritas yang merupakan Anggota Bursa di BEI.

Kedua, Anda harus membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) di bank bersama dengan pembukaan Rekening Saham di broker.

Ketiga, menyetorkan dana ke RDN untuk bisa memulai melakukan transaksi perdagangan saham.

Keempat, melakukan order beli atau order jual ke aplikasi perdagangan saham di broker dimana Anda membuka rekening saham.

Keempat langkah tersebut Anda ikuti untuk bisa melakukan perdagangan saham.

#8 Mekanisme Perdagangan Saham

Bagaimana mekanisme dan settlement perdagangan saham ?

Beberapa hal penting yang Anda perlu tahu:

Jam Perdagangan

Perdagangan dilakukan selama Senin sd Jumat dalam dua sesi sehari, yaitu Pagi (09.00 – 12.00) dan Siang (13.30 – 16.00) dan khusus hari Jumat, jam perdagangan Pagi (09.00 – 11.00) dan Siang (14.00 – 16.00).

Mekanisme Perdagangan

Sistem perdagangan berlaku di bursa adalah mekanisme perdagangan secara lelang berkesinambungan secara anonim (anonymous continuous auction) dengan metode pembentukan harga didasarkan atas prioritas harga dan waktu (price and time priority).

  • Prioritas harga (price priority): Permintaan beli pada harga yang lebih tinggi memiliki prioritas terhadap permintaan beli pada harga yang lebih rendah, sedangkan penawaran jual pada harga yang lebih rendah memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.
  • Prioritas Waktu (time Priority): Bila penawaran jual atau permintaan beli diajukan pada harga yang sama, sistem Bursa memberikan prioritas kepada permintaan beli atau penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu.

Minimum Investasi Saham

Perdagangan di BEI harus dalam satuan perdagangan (round lot) saham atau kelipatannya, yaitu 100 (seratus) saham.

Misal, harga saham Rp 1,000 maka minimum pembelian adalah 1 lot, berarti 100 lembar saham, sehingga nilai investasi Rp 100,000.

Penyelesaian Transaksi

Kapan uang hasil penjualan saham masuk ke Rekening ? Kapan pembelian saham harus dibayar atau di settle ?

Ini terkait dengan penyelesaian transaksi saham diatur BEI, yang ditetapkan bahwa settlement transaksi (uang dan saham) adalah T+2 hari perdagangan (T adalah hari transaksi dilakukan).

#9 AKSes KSEI

Bagaimana kita tahu bahwa saham yang kita miliki sudah sesuai jumlah dan sahamnya ?

Selama ini, saya mengandalkan informasi dari broker di aplikasi saham online, tetapi bagaimana mengecek kebenaran informasi broker tersebut.

Ada fasilitas AKSes yang dikeluarkan KSEI – Kustodian Sentral Efek Indonesia, yaitu sarana bagi investor untuk memonitor posisi dan mutasi Saham miliknya yang tersimpan di KSEI.

Pada saat membuka rekening saham di broker, setiap investor akan memperoleh AKSes KSEI, sehingga Investor dapat mengakses secara real time data kepemilikan Saham serta mutasinya dalam Sub Rekening Efek yang disimpan di sistem KSEI (C-BEST) hingga 30 hari terakhir.

Jika investor memiliki rekening saham di beberapa broker, fasilitas AKSes memberikan kemudahan investor untuk melakukan konsolidasi laporan portofolio miliknya yang tersebar di beberapa broker dan Bank Kustodian.

#10 Diversifikasi

Diversifikasi adalah kunci dalam investasi saham.

Cara untuk mengelola resiko dalam investasi saham adalah tidak menempatkan investasi dalam satu atau dua saham, tetapi membagi atau mendiversifikasikan ke banyak saham.

Tujuannya agar ketika harga saham anjlok, Anda masih punya stamina untuk bertahan karena tidak semua investasi saham Anda anjlok.

Salah satu strategi diversifikasi yang terkenal adalah membeli index fund, yaitu beli semua saham sesuai bobot yang terdapat dalam indeks, sehingga keuntungan mengikuti keuntungan indeks.

#11 Stock Screener

Bagaimana memilih saham dengan mudah ?

Tidak mudah mengingat ada banyak saham di bursa.

Tetapi, Anda bisa memulai dengan menggunakan fitur stock screener, tersedia secara gratis di broker, yang memfilter saham berdasarkan kriteria yang Anda pilih.

Saya merasakan bahwa stock screener sangat membantu karena saya tidak harus mengecek saham satu persatu.

Ada beberapa cara menentukan kriteria dalam stock screener:

Pertama, Anda menentukan kriteria sendiri berdasarkan pengalaman atau diskusi dengan pihak lain, yang dengan cara manual ini Anda bisa membuat daftar saham pilihan yang sesuai dengan keinginan.

Kedua, Anda bisa menggunakan preset kriteria, yaitu  kriteria yang umum digunakan dan sudah dikenal, berdasarkan gaya guru investasi seperti Warren Buffet, William O’Neil dan lain-lain yang bisa langsung digunakan.

Mana yang strategi yang sebaiknya Anda pilih, saran saya, sesuaikan dengan pengetahuan dan kenyakinan Anda tentang kriteria pemilihan saham.

#12 Perlindungan Investor Saham

Tanpa banyak yang tahu bahwa terdapat skema perlindungan investor di pasar saham Indonesia.

Apa itu perlindungan investor ?

Untuk meningkatkan keamanan dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia, maka setiap aset investor diberikan perlindungan dengan pembentukan Dana Perlindungan Pemodal oleh Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF). 

Indonesia SIPF adalah perusahaan yang menyelenggarakan program Dana Perlindungan Pemodal, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tapi untuk bisa mendapatkan perlindungan pemodal, ada syaratnya.

Pemodal yang asetnya mendapat perlindungan Dana Perlindungan Pemodal adalah Pemodal yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: (a) Menitipkan asetnya dan memiliki rekening Efek pada Kustodian; (b) Dibukakan Sub Rekening Efek pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian oleh Kustodian dan (c) Memiliki nomor tunggal identitas pemodal (single investor identification) dari Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.

Apakah jika rugi akibat investasi saham atau rugi karena masuk saham gorengan bisa diganti oleh Dana Perlindungan Pemodal ?

Nanti dulu. 

Untuk bisa investor mendapatkan ganti kerugian maka berlaku mekanisme.

Penyelenggara Dana Perlindungan Pemodal melakukan klaim Pemodal yang kehilangan Aset Pemodal setelah OJK menyatakan terdapat kondisi :

  1. Terdapat kehilangan Aset Pemodal
  2. Kustodian tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan Aset Pemodal yang hilang
  3. Bagi Kustodian berupa Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan Efek dinyatakan tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya dan dipertimbangkan izin usahanya dicabut oleh OJK; atau
  4. Bagi Bank Kustodian dinyatakan tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya sebagai Bank Kustodian dan dipertimbangkan persetujuan Bank Umum sebagai Kustodian dicabut oleh OJK.

Singkatnya, OJK harus memutuskan terlebih dahulu bahwa terdapat kerugian pemodal, baru proses penggantian bisa dilakukan.

#13 Resiko Saham

Saham adalah investasi termasuk yang beresiko tinggi. Saya tidak ingin menutup – nutupi hal tersebut.

Itu sebabnya pula saham memberikan return investasi paling tinggi untuk mengkompensasi tingginya resiko.

Menurut saya, sebagai investor, Anda harus sadar risiko saham tersebut sehingga bisa mengelola risiko tersebut.

Saya perhatikan banyak investor, karena tidak paham investasi saham beresiko tinggi, tidak melakukan pengelolaan risiko dengan baik.

Bagaimana mengelola risiko investasi saham ?

Tidak sulit sebenarnya. 

Dari pengalaman, ini yang saya lakukan saat investasi di saham:

Pertama, lakukan diversifikasi dalam investasi saham, dengan membuat portofolio saham terdiri atas penempatan yang dibagi ke dalam beberapa saham dan tidak terkonsentrasi di satu atau dua saham.

Kedua, tidak membeli saham jika tidak paham kinerja dan bisnis perusahaannya karena saya percaya bahwa dalam jangka panjang harga saham dipengaruhi oleh kinerja perusahaan (this is the only thing we can rely on).

Ketiga, tidak beli saham, yang meskipun bagus tetapi harganya mahal dibandingkan value nya.

#14 RUPS & Public Expose

Bagaimana cara pemegang saham bertemu dengan Direksi perusahaan ?

Hadirilah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kehadiran pemegang saham di RUPS tidak hanya penting tetapi juga menguntungkan karena:

  • Bertemu dengan Direksi perusahaan dan bisa bertanya langsung soal kebijakan dan strategi perusahaan
  • Mengikuti keputusan – keputusan penting dalam RUPS, misalnya soal deviden, aksi korporasi dan lain sebagainya
  • RUPS biasanya dilangsungkan di Hotel yang cukup mewah, sehingga bisa menikmati selama berlangsung Rapat 

Untuk bisa ikut RUPS mudah sekali.

Lihat jadwal RUPS yang tercantum di situs www.idx.co.id

Anda hubungi broker tempat jual beli saham, yang akan cek nama Anda dalam daftar pemegang saham dan nanti broker memberikan undangan RUPS yang Anda bawa ke lokasi Rapat dengan menunjukkan identitas diri.

Di samping RUPS, ajang lain yang juga tidak kalah penting adalah public expose dimana perusahaan memaparkan kondisi terkini kinerja dan rencana bisnis ke depan.

Dalam publik expose, direksi perusahaan akan hadir dan pemegang saham bisa bertanya langsung kepada direksi. 

Ada kewajiban dari BEI mengharuskan perusahaan emiten saham melakukan publik expose secara berkala dan jadwal publik expose diumumkan di situs www.idx.co.id

#15 Indeks

Pergerakan harga di pasar saham diukur dari indeks, yang paling terkenal adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Apa itu Indeks ?

Di dalam dunia pasar modal, indeks atas saham merupakan portofolio imaginer yang mengukur perubahan harga dari suatu pasar atau sebagian dari pasar tersebut.

Pada saat indeks saham bergerak naik, berarti harga sebagian besar saham-saham yang diukur oleh indeks tersebut bergerak naik. 

Sebaliknya, apabila indeks saham bergerak turun, maka sebagian besar saham-saham konstituen indeks bergerak turun. 

Dengan melihat pergerakan suatu indeks saham, maka investor dapat mengetahui performa harga secara umum atas saham-saham yang dimilikinya. 

Selain itu, investor juga dapat mengetahui kondisi pasar saham secara umum apabila terjadi perubahan kebijakan dari dalam maupun luar negeri.

Indeks-indeks yang ada di Bursa Efek Indonesia berjumlah 24 indeks dan beberapa yang terkenal adalah:

  1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) – Indeks yang mengukur pergerakan semua saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
  2. Indeks LQ45 – Indeks yang mengukur performa harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung fundamental perusahaan yang baik.
  3. Indeks IDX30 – Indeks yang mengukur performa harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan baik
  4. Indeks KOMPAS100 – Indeks yang mengukur performa harga 100 saham yang memiliki likuiditas baik dan kapitalisasi pasar besar. Indeks KOMPAS100 diluncurkan bekerjasama dengan perusahaan KOMPAS GRAMEDIA.
  5. Indeks Saham Syariah Indonesia – Indeks mengukur performa harga seluruh saham syariah sesuai dengan Daftar Efek Syariah (DES) yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  6. Jakarta Islamic Index (JII) – Indeks mengukur performa harga 30 saham syariah yang memiliki kinerja keuangan baik dan likuiditas transaksi tinggi.
  7. Indeks PEFINDO i-Grade / PEFINDO Investment Grade Index – Indeks yang mengukur performa harga dari 30 saham emiten-emiten yang memiliki peringkat investment grade dari PEFINDO (idAAA hingga idBBB-) yang berkapitalisasi pasar paling besar. Indeks PEFINDO i-Grade diluncurkan dan dikelola bekerja sama dengan perusahaan pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Kesimpulan

Saham adalah salah satu instrumen investasi penting yang memberikan potensi keuntungan tinggi dan likuiditas buat investor.

Sayangnya, di Indonesia, jumlah investor saham masih sangat sedikit.

Salah satu penyebab ditengarai karena literasi soal saham masih terbatas di masyarakat.

Semoga artikel ini bisa membantu memberikan pencerahan soal saham dan faktor –  faktor terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published.