ETF Reksadana Indeks | Cara Investasi Saham Murah Pemula

  • July 28, 2020

Orang awam pemula yang masih takut – takut, sekarang bisa masuk investasi di pasar saham, cukup dengan beli Reksadana Indeks dan ETF. Instrumen ini memberikan return yang tinggi dengan portofolio yang terdiversifikasi dengan baik. Bagaimana caranya ?

Saham adalah instrumen keuangan yang memberikan return terbaik. 

Research by research di berbagai journal oleh akademisi menemukan kesimpulan yang sama bahwa saham mencetak keuntungan tertinggi dibandingkan instrumen lain, seperti obligasi, emas, properti.

Tetapi, persoalannya, tidak semua orang punya waktu dan skill untuk investasi di saham. Tidak sedikit yang khawatir, stress, melihat fluktuasi harga saham.

Belum lagi kewajiban untuk mempelajari saham satu per satu untuk bisa menentukan mana yang layak beli dan mana yang harus dijual.

Mau itu aliran analisa fundamental, atau teknikal, semuanya butuh kerja keras, komitmen dan waktu kalau ingin sukses investasi di saham.

Tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut.

Reksadana memberikan kesempatan kepada orang awam untuk berinvestasi di saham tanpa perlu pusing melakukan analisa. Menyerahkan pengelolaannya kepada manajer investasi yang akan mengurus semuanya.

Investor membayar sejumlah fee kepada Manajer Investasi.

Akan tetapi, sebenarnya ada instrumen keuangan lain yang bisa investor pemula gunakan untuk berinvestasi saham dengan relatif mudah, yaitu: Reksadana Indeks dan ETF.

Bahkan dalam banyak segi, ETF lebih unggul dibandingkan Reksadana.

Apa itu ETF ? Bagaimana pula dengan Reksadana Indeks ?

ETF dan Reksadana Indeks

ETF & Reksadana Indeks
ETF & Reksadana Indeks

ETF dan Reksadana Indeks punya cara yang sama dalam melakukan investasi, yaitu fokus pada saham – saham yang ada di indeks.

Reksadana biasa, bukan indeks atau ETF, yang Anda kenal selama ini melakukan investasi di saham – saham terpilih hasil analisa Manajer Investasi.

Active vs Passive Investing

Manajer Investasi memang dibayar untuk aktif memilih saham – saham yang layak beli. Disebut sebagai active investing.

Anda bisa lihat di fund-fact sheet Reksa Dana yang setiap bulan mencantumkan komposisi saham yang Reksadana miliki. Komposisinya akan selalu berubah – ubah.

Tapi, Reksadana Indeks dan ETF punya cara kerja yang berbeda, melakukan investasi hanya di saham – saham yang ada di dalam indeks yang menjadi acuan, misalnya IDX30 atau LQ45.

Manajer Investasi di Reksadana Indeks dan ETF tidak perlu aktif melakukan analisa karena daftar saham di suatu indeks sudah ditentukan oleh pihak yang membuat indeks tersebut berdasarkan metodologi tertentu.

Contohnya, ETF LQ45 di BEI atau ETF S&P 500 di NYSE, Manajer Investasi membeli saham mengikuti isi indeks LQ45 atau S&P 500, baik dari nama saham dan jumlahnya.

Selama komposisi saham dalam indeks tidak berubah, Manajer Investasi tidak akan merubah saham dalam ETF.

Makanya Reksadana Indeks dan ETF disebut passive investing.

Bedanya ETF dan Reksadana Indeks

Yang membedakan adalah cara jual belinya.

Kalau Reksadana Indeks, Anda pergi ke Manajer Investasi atau agen penjual Reksadana seperti Bareksa, Tanam Duit, Ajaib untuk beli dan jual.

Kalau ETF, sesuai namanya, exchange traded fund, adalah fund yang diperdagangkan di exchange atau bursa saham, sehingga jual beli ETF dilakukan lewat bursa layaknya seperti jual beli saham.

Manfaat ETF dan Reksadana Indeks

Apa yang membuat ETF menarik ?

Diversifikasi

Anda bisa membangun diversifikasi  sangat mudah dengan membeli ETF, sementara diversifikasi adalah salah satu kunci sukses berinvestasi di pasar modal.

Don’t put your eggs in one basket.

Anda bisa melakukan diversifikasi sendiri sebenarnya, tetapi membutuhkan dana yang cukup besar. 

Minimum pembelian saham di BEI adalah 100 lembar. Misalnya, ingin diversifikasi ke 5 saham, itu artinya Anda harus membeli @100 lembar untuk masing – masing saham. Jika asumsi harga saham Rp 1,000 per lembar, Anda harus menyiapkan uang total Rp 5 juta untuk bisa investasi di ke 5 saham tersebut.

Jadi, meskipun ahli keuangan sangat menyarankan, diverifikasi bukan perkara mudah, secara pendanaan, khususnya buat investor pemula dengan dana terbatas.

Solusinya adalah ETF.

Berbeda dengan beli saham yang Anda harus beli satu – satu perusahaan, saat investasi di ETF, Anda cukup beli satu ETF dan itu artinya sudah beli ke berbagai perusahaan yang menjadi komposisi ETF tersebut.

Investasi di ETF artinya beli satu saham yang di belakangnya sudah mewakili banyak perusahaan.

Contohnya, di pasar USA bisa beli ETF berbasis S&P 500, artinya Anda berinvestasi di 500 saham perusahaan terbaik di pasar USA tanpa perlu membeli ke 500 saham tersebut.

Demikian pula di BEI, saat beli ETF LQ45, Anda investasi ke semua 45 saham yang masuk indeks LQ45 BEI.

Fee ETF dan RD Indeks Murah

Manajer investasi di Reksadana mengelola investasi secara aktif, beli dan jual saham secara rutin, sesuai dengan mandatnya.

Manajer Investasi di ETF melakukan hal berbeda, mengelola investasi secara pasif. Pasif artinya Manajer Investasi membeli saham mengikuti komposisi indeks yang mereka gunakan sebagai acuan ETF.

Apakah aktif investing akan selalu menguntungkan karena Manajer Investasi terus mencari peluang saham terbaik ?

Nah, disini uniknya, dalam investasi saham, aktif investing tidak selalu lebih baik dari passive investing, bahkan sudah banyak penelitian dari akademisi, dimuat di berbagai journal, yang menemukan bahwa passive investing lebih superior daripada active investing.

Kenapa ? Cost.

Karena ETF itu passive investing dengan menggunakan Indeks sebagai acuan, biaya investasi mereka menjadi sangat murah.

Masuk akal karena di ETF, Manajer Investasi tidak perlu melakukan riset, tidak harus mempekerjakan analis saham bergaji mahal, cukup mengikuti komposisi saham yang terdapat dalam Indeks.

Sementara, Manajer Investasi di Reksadana menuntut fee management lebih tinggi karena harus melakukan banyak pekerjaan untuk bisa memutuskan saham apa yang layak beli dan saham apa yang harus dijual.

Dengan cost sangat murah, beli ETF menjadi lebih menguntungkan dibandingkan Reksadana.

Lho, bukankah Manajer Investasi Reksadana, orang yang jago-jago dalam investasi ?

Betul, mereka jago – jago, tetapi Anda perlu pertimbangkan ini:

  • Beating the Market, mengalahkan pasar saham, bukan pekerjaan mudah dan boleh dikatakan sangat sulit, bahkan oleh Manajer Investasi
  • Biaya management fee masih harus memotong performance Manajer Investasi dan fee ini dalam Reksadana dihitung dari jumlah dana kelolaan, bukan dari bagus tidaknya kinerja Reksadana.

Dengan pertimbangan diatas, banyak ahli keuangan, termasuk Warren Buffet, yang menyarankan berinvestasi di Indeks Fund atau ETF buat para investor pemula.

Kasus Indonesia

Di Indonesia ETF dan Reksadana Indeks sudah ada, tetapi ada beberapa kelemahan yang Anda perlu cermati.

Kita bahas satu persatu ETF dan Reksadana Indeks.

Likuiditas Terbatas

Meskipun di BEI saat ini ada 45 ETF, tetapi karena masih kurang populer, likuiditasnya terbatas. Tidak mudah untuk menjual dan membeli ETF di BEI. 

Indikasinya terlihat dari bid-ask spread ETF yang cukup lebar, kurang menguntungkan investor karena harus membeli dalam harga lebih mahal dan menjual dalam harga lebih murah.

Bahkan bisa saja, karena likuiditas, Anda ingin menjual tetapi tidak bisa melakukannya karena pasar yang tidak likuid.

Tidak Matched 100%

Kelemahan Reksadana Indeks di Indonesia ada dua.

Pertama, tidak ada Reksadana Indeks di Indonesia yang betul – betul matched 100% dengan IHSG, yang ada baru IDX30 dan LQ45.

IDX30 hanya 30 emiten saham, sementara LQ45 hanya 45 saham saja, hanya mengcover 60 sd 70% market cap IHSG.

Jadi, variasi produk Reksadana Indeks masih sangat terbatas di Indonesia.

Kedua, management fee Reksadana Indeks di Indonesia masih cukup tinggi, rata – rata 2%.

Seharusnya jika mengikuti di pasar luar negeri, fee Reksadana Indeks dibawah 1%, bahkan top-nya ETF di Amerika hanya charged fee sangat kecil.

Dengan fee yang masih tinggi di Indonesia berdampak kepada return yang diberikan Reksadana Indeks ke investor menjadi lebih kecil.

ETF di Bursa Amerika Serikat

Saya lebih tertarik melakukan investasi ETF di pasar luar negeri, khususnya di USA, yang merupakan bursa saham terbesar di dunia.

Ada sejumlah alasan kenapa Bursa Amrik bagus untuk investasi ETF.

1) Tempatnya Perusahaan Terbesar di Dunia

Wall Street adalah tempatnya perusahaan – perusahaan kelas dunia. Google, Amazon, Facebook, Apple, Coca Cola, adalah contoh saham yang Anda bisa beli di pasar negeri Paman Sam ini.

2) Banyak Pilihan ETF

Karena pasar yang besar dan industri yang sudah lama, investor bisa membeli berbagai macam jenis ETF di bursa Amerika. Tidak hanya yang berbasis saham, tetapi juga komoditas dan instrumen keuangan lain.

Contoh ETF di USA adalah:

  • Indeks Saham – S&P 500, Total Market (semua saham yang ada di bursa USA), Saham Kapitalisasi Kecil dll
  • Komoditas – ETF berdasarkan harga komoditas, misalnya emas, minyak dll
  • Real Estate – ETF berdasarkan indeks harga Real Estate property
  • Obligasi – ETF berdasarkan harga Bond/Obligasi

Jadi, masuk ke ETF di USA, boleh dikatakan Anda masuk ke pasar dengan banyak sekali pilihan instrumen, sangat bervariasi, tergantung kebutuhan dan tujuan investasi Anda.

3) Diversifikasi

Seperti yang sebelumnya saya jelaskan, salah satu keuntungan ETF adalah kesempatan melakukan diversifikasi secara mudah dan optimal.

Anda tidak perlu beli saham atau instrumen lain satu persatu tetapi cukup beli satu ETF maka investasi sudah terdiversifikasi secara otomatis.

Saya ambil contoh di USA ada ETF Emerging Markets yang isinya adalah saham – saham terbesar di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Anda cukup beli satu saham ETF Emerging Markets maka otomatis sudah terekspos ke berbagai saham dari pasar negara berkembang, tanpa perlu datang ke setiap bursanya untuk membeli saham.

Bisa pula jika ingin beli saham ‘small caps’ atau kapitalisasi kecil, Anda cukup investasi di ETF small caps, tidak perlu beli semua saham small caps yang jumlahnya ribuan. Saham small caps dianggap mendatangkan return lebih tinggi sehingga kerap menjadi incaran investor.

4) Minimum Investasi ETF Sangat Terjangkau

Karena ETF diperdagangkan di bursa saham, keuntungannya adalah Anda bisa beli ETF sesuai ketentuan minimum investasi yang berlaku di bursa.

Good news-nya, beda dengan di BEI yang minimum harus beli 100 lembar saham, di pasar USA bisa beli dari 1 lembar saham saja.

Tidak ada ketentuan minimum pembelian saham di bursa USA.

Hal yang berbeda jika Anda ingin investasi di Reksadana di USA. 

Saya pernah mencoba membuka dan terkendala minimum investasi Reksadana di USA yang cukup tinggi, mencapai ribuan US$.

5) Better dari Reksadana USA

Sebenarnya, jika dilihat isinya, komposisi di ETF sama dengan Index Fund – Reksadana yang berinvestasi di Indeks.

Tapi, pengalaman saya, untuk investor non US citizen, beli Reksadana di pasar USA tidak mudah karena beberapa kendala:

  • Kendala pertama, Reksadana di USA tidak menerima investor dari luar Amerika Serikat. Untuk daftar, Manajer Investasi mewajibkan calon investor mengisi Social Security Number.
  • Kendala kedua, yang sudah saya sebutkan, minimum investasi Reksadana di USA cukup besar, sampai ribuan US$.

Jadi, salah satu alasan utama saya dulu beli ETF karena awalnya ingin beli Reksadana Indeks, tetapi tidak jadi, lalu cari instrumen yang sama dengan Reksadana Indeks, ketemu dengan ETF yang ternyata lebih powerfull.

Kriteria Broker ETF di Pasar Internasional

Bagaimana jika ingin beli dan nantinya jual ETF di Wall Street ?

ETF adalah produk yang dijual lewat bursa saham, untuk itu Anda harus jual beli melalui broker saham terdaftar di pasar Amerika Serikat.

Jadi, Anda harus membuka rekening di broker saham internasional yang punya akses ke pasar Amerika Serikat.

Tetapi, memilih broker saham untuk investasi ke luar negeri, tidak mudah,  Anda cermati dengan kriteria berikut ini:

a) Minimum Deposit Rendah

Untuk buka rekening, broker meminta nasabah menyetorkan minimum deposit. 

Sekarang dengan kecanggihan fintech, broker menurunkan minimum deposit secara signifikan.

Cari broker dengan minimum deposit rendah, tanpa mengorbankan kualitas layanan.

b) Legalitas Broker

Maraknya kasus investasi bodong di Indonesia membuat Anda wajib hati – hati, terutama memastikan legalitas broker yang Anda. Pastikan bahwa broker tersebut memang bisa berinvestasi di pasar saham USA dan memiliki lisensi untuk itu.

c) Customer Service CS Bahasa Indonesia

Meskipun melakukan transaksi di pasar luar negeri, kita butuh layanan customer service yang bisa setiap saat bisa kita kontak dan bisa berbicara dalam bahasa Indonesia.

Pengalaman saya, buat investor pemula, punya CS berbahasa Indonesia sangat membantu terutama saat di awal-awal memulai.

d) Multi-Asset Broker

Di Indonesia, suatu broker saham hanya bisa menerima transaksi saham saja, dan paling banyak ditambah dengan obligasi serta Reksadana. Namun, broker pasar luar negeri menangani multi-asset, bisa investasi saham, ETF, komoditas, forex, crypto.

Manfaat multi-asset broker adalah Anda bisa diversifikasi ke banyak instrumen keuangan yang membantu mengelola resiko dan meningkatkan return.

f) Mudah Setor dan Tarik Dana

Pilih broker yang Anda bisa dengan mudah setor dana dan menarik uang (withdraw fund). Salah satunya broker menyediakan transfer lokal rekening bank Indonesia, yang pengalaman saya, menjadi lebih cepat untuk setor dan tarik dana.

Broker eToro

eToro Platform Investasi Multi-Assets
eToro Platform Investasi Multi-Assets

Broker internasional yang saya gunakan adalah eToro

Sebelum menjelaskan caranya, saya sampaikan dulu sejumlah alasan memilih eToro untuk investasi ETF:

  1. Menawarkan banyak instrumen keuangan dalam 1 platform – saham, crypto, komoditas, forex, ETF, CFD dan Indeks. Anda punya banyak pilihan instrumen untuk mendapatkan return terbaik dan diversifikasi portofolio
  2. Memberikan akses investasi ke pasar – pasar global, seperti USA, Inggris, Eropa dan Hongkong, cukup lewat 1 broker.
  3. Beli saham dalam dollar value $ atau in fraction, minimum hanya $50, yang memberikan kesempatan kepada investor ritel untuk membeli saham perusahaan global terbaik di dunia dengan modal kecil.
  4. Minimum investasi ETF hanya $500 relatif  kecil dibandingkan akses dan pilihan produk yang eToro tawarkan.
  5. Komisi 0% alias gratis untuk melakukan transaksi jual beli saham tanpa leverage di pasar saham terbesar di dunia US..
  6. Pilihan setor deposit via rekening bank di Indonesia membuat dana masuk saat itu juga (tidak ada jeda waktu) dan tanpa biaya transfer
  7. Pilihan penarikan dana via rekening bank di Indonesia membuat uang masuk ke rekening bank dengan cepat
  8. Customer Service berbahasa Indonesia 24/5

Berikut ini adalah langkah-langkah melakukan investasi ETF lewat eToro.

a) Buka Rekening

Untuk melakukan transaksi dan buka rekening di eToro, saya wajib memenuhi hal berikut:

  1. Mengisi formulir, menjawab serta mengkonfirmasi sejumlah pertanyaan di pembukaan rekening, dan mengupload dokumen identitas.
  2. Menunggu verifikasi eToro yang mengecek data serta dokumen
  3. Menyetor uang deposit untuk pembukaan rekening 

b) Isi Form di Aplikasi

Pengisian data terdiri atas beberapa steps:

  • Data pribadi: nama, alamat, kontak dan lain – lain
  • Pengalaman, pengetahuan trading dan rencana investasi
  • Risk profile: berapa besar rencana investasi serta kesiapan menerima kerugian
  • Sumber investasi: gaji, warisan, penghasilan dan lain-lain
  • Status pekerjaan: apakah ada yang kerja di otoritas bursa, public company, lalu informasi bidang usaha serta pekerjaan saat ini
  • Asset: jumlah penghasilan saat ini, jumlah asset/cash yang dimiliki.
  • NPWP wajib diisi.

Setelah mengisi data, saya mengupload dokumen berikut:

  1. Identitas. eToro menerima KTP sebagai dokumen identitas nasabah dari Indonesia.
  2. Menunjukkan alamat tempat tinggal, yaitu tagihan bank atau utilitas seperti listrik, air atau telepon, dengan masa pengiriman kurang dari 6 bulan. Jika tidak memiliki dokumen tagihan tersebut, nasabah bisa menggunakan SIM sebagai bukti alamat, selama alamat di SIM adalah alamat domisili sekarang.

Upload dokumen adalah proses terakhir, karena setelah itu, saya menunggu eToro melakukan verifikasi yang membutuhkan waktu paling lama sekitar 3 hari.

Untuk menanyakan status akun, nasabah bisa juga menindaklanjuti ke eToro melalui email ke mayariskade@etoro.com.

Setelah menunggu 3 hari, saya menerima email yang menyatakan bahwa eToro sudah menyetujui rekening saya.

Saya sudah bisa menggunakan akun eToro saya.

c) Setor Deposit $500

Saya harus menyetorkan dana, minimum $500 untuk bisa memulai jual beli ETF. Saya setorkan dalam Rupiah, tidak dalam US$.

Masuk ke aplikasi, Anda lihat ke bagian ‘deposit fund’, klik disana dan eToro akan memberikan pilihan cara menyetorkan dana deposit, yaitu:

  1. Transfer ke Rekening Bank Lokal Indonesia. Tidak ada biaya transfer
  2. PayPal
  3. Kartu Debit Visa dan Mastercard

Saya pilih ‘local bank’ karena prosesnya cepat (saat itu juga masuk rekening eToro) dan tidak kena biaya transfer.

Klik ‘local bank’ akan muncul daftar bank di Indonesia yang bisa menerima setoran ke eToro. Saya pilih Bank BCA.

d) Transaksi ETF 

Sekarang, bagaimana melakukan beli dan jual ETF ? 

Sebelum itu, saya harus harus menandatangani W8EN Form. Tanpa tanda tangan form ini, regulasi melarang Anda melakukan transaksi di pasar saham US.

Regulasi di USA mewajibkan pengisian form ini  saat warga negara bukan USA akan melakukan jual beli saham di pasar USA. Form ini membuktikan bahwa Anda bukan warga negara Amerika.

eToro menyediakan layanan tanda tangan form secara elektronik di komputer atau ponsel, atau bisa pula cetak dokumen, tanda tangan lalu di scan dan kirim via email.

Setelah beres dengan form, lanjut pembelian atau penjualan ETF, Anda klik ‘Trade’ dan akan masuk ke beranda jual beli ETF, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Minimum pembelian adalah $500
  • Pilih X1 untuk pembelian tanpa leverage (tanpa hutang)

Klik ‘Set Order’ untuk melakukan order pembelian atau penjualan. Setelah itu, Anda bisa mengecek semua status order di laporan jual beli.

Ketika order saham berhasil dieksekusi, Anda bisa mengecek kepemilikan saham di laporan portfolio. Laporan portfolio menunjukkan semua instrumen yang Anda miliki saat ini dan nilainya.

e) Withdraw Fund

Pilihan untuk menarik dana, WD, sama dengan deposit, yaitu bank lokal, PayPal, kartu debit/kredit Visa Mastercard dll.

Cara yang paling mudah adalah lewat online banking, sama seperti saat transfer deposit, yang mana Anda akan terima dana di rekening dalam waktu 1 – 2 hari.

Untuk menarik uang, withdraw fund (WD), Anda cukup pilih fungsi ini di layar akun, dengan ketentuan WD adalah:

  • Minimum penarikan adalah $30
  • Fee untuk setiap penarikan $5

Saya belum pernah melakukan penarikan dana di eToro. Tetapi, sejauh ini saya belum pernah membaca atau mendengar nasabah mengalami kesulitan dalam penarikan dana.

f) Virtual Trial Account

Salah satu cara memastikan bahwa broker yang akan kita gunakan legit, terpercaya dan punya sistem yang bagus, Anda melakukan simulasi perdagangan dengan trial atau akun demo. 

eToro menyediakan trial akun ini dan investor bisa menggunakan untuk simulasi transaksi persis seperti transaksi biasa, hanya bedanya tidak menggunakan uang.

Selama trial, Anda periksa semua fungsi, fitur dan layanan dengan akun trial, sehingga dari sini, bisa menilai apakah ini broker yang baik, memiliki sistem yang bagus atau tidak.

Meskipun akun trial tidak 100% sama dengan transaksi real, tetapi paling tidak Anda bisa punya gambaran sebelum mulai trading.

Pilihan ETF di eToro

eToro ETF Vanguard
eToro ETF Vanguard

eToro menawarkan total 152 ETFs di platform dan saya ingin meng highlight beberapa yang menarik dan saya juga sudah invest.

1) Vanguard Total Stock Market

Vanguard Total Stock Market, kode ‘VTI’, adalah produk Vanguard, perusahaan fund terbesar di dunia saat ini, yang komposisi ETF adalah tracking semua saham di pasar USA.

Simpelnya, Anda beli ETF ini berarti punya semua saham di pasar Amerika Serikat. Keuntungannya, sangat terdiversifikasi dan fee-nya sangat murah, hanya 0,03%

2) Vanguard FTSE Emerging Market

Vanguard FTSE Emerging Markets, kode ‘VWO’, adalah ETF yang mengikuti indeks FTSE negara berkembang yang terdiri atas 850 saham besar dan menengah di 22 negara berkembang (emerging markets), seperti Brazil, China, Taiwan, Afsel dll.

Emerging markets umumnya menawarkan return dan risiko lebih tinggi, namun dengan diversifikasi, resiko tersebut diharapkan bisa dikelola lebih baik. 

3) Vanguard S&P 500

Salah satu ETF favorit saya, Vanguard S&P 500, kode ‘VOO’, tracking indeks S&P 500 yang berisi 500 saham terbaik di USA. Semua saham big cap USA masuk dalam ETF ini.

Keuntungannya, diversifikasi ke saham – saham big cap dan fee-nya murah, 0,03%

4) SPDR Gold

ETF SPDR Gold, kode ‘GLD”, dari State Street fund manager mengikuti pergerakan harga emas dunia. Anda tidak perlu membeli emas, cukup investasi di ETF ini jika ingin berinvestasi di pasar emas dunia.

Fee atau expense ratio di 0,40%. 

5) Vanguard Real Estate 

ETF Vanguard Real Estate ETF, kode ‘VNQ’, mengikuti pergerakan harga sektor properti di USA. Anda yang ingin investasi di pasar properti, tanpa harus beli properti, bisa membeli ETF jenis ini.

Fee atau expense ratio masih cukup rendah, hanya 0,12%. 

Tips Investasi ETF

Sejumlah hal bisa Anda pertimbangkan saat investasi ETF sebagai berikut:

1. Cocok untuk Diversifikasi

ETF cocok untuk Anda melakukan diversifikasi investasi. Karena acuan ETF sebagian besar adalah indeks yang terdiri atas ratusan saham, sehingga relatif lebih aman.

2. Hati – Hati ETF Eksotis

Seiring waktu, mungkin karena permintaan, jenis ETF berkembang dan masuk segmen – segmen yang eksotis. ETF tidak lagi hanya semata indeks.

Perlu berhati – hati investasi di ETF yang sangat fokus ke hanya saham – saham tertentu saja atau instrumen tertentu karena resikonya pasti lebih tinggi dan tujuan diversifikasi jadi tidak tercapai.

3. Pegang Jangka Panjang

Seperti semua investasi saham, keuntungan investasi ETF bisa dicapai dalam periode jangka panjang. Investasi dalam jangka pendek, apalagi melakukan trading, tidak akan menghasilkan keuntungan yang optimal di ETF.

4. Pemula, Manfaatkan ETF

Awal masuk ke pasar USA, saya memanfaatkan ETF sebagai instrumen pertama. Cara investasinya mudah, tidak perlu meneliti saham satu persatu, cukup beli 1 ETF sudah bisa terekspos pada satu market.

5. Broker Multi-Asset dan Minimum Deposit Rendah

Untuk bisa melakukan investasi ETF, Anda perlu memilih broker yang tepat, yaitu jenis multi-asset dan minimum deposit rendah. Saya menggunakan eToro karena saya nilai broker ini memenuhi sejumlah kriteria broker internasional yang baik, sesuai yang saya sampaikan sebelumnya.

Kesimpulan

Keuntungan fintech adalah investor dari semua kalangan bisa masuk ke pasar di seluruh dunia dengan mudah dan murah. Hanya butuh deposit $500 atau 7 jutaan, kita bisa investasi di pasar seluruh dunia.

Tidak hanya itu, hadirnya instrumen ETF membuat proses investasi menjadi lebih efisien karena orang bisa beli semua saham (indeks) tanpa harus beli sahamnya satu-satu, bisa beli emas di pasar dunia tanpa perlu beli emas fisik dan investasi di properti tanpa harus punya properti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.