Reksadana Terbaik, Salah Menilai Hanya dari Return Saja

  • November 1, 2013

Apa yang Anda lihat ketika mencari Reksadana Terbaik? Mayoritas menilai hanya berdasarkan return, tingkat keuntungan. Tidak ada indikator lain yang menjadi ukuran atau patokan. Padahal, menilai hanya berdasarkan keuntungan, punya sejumlah kelemahan.  

Bukankah tujuan investasi adalah menghasilkan keuntungan, sehingga masuk akal menggunakannya untuk memilih reksadana terbaik.

Umumnya ketika akan membeli Reksadana (Alasan Mengapa Investasi Reksadana, simak disini), calon investor meminta dokumen fact-sheet kepada manajer investasi, biasanya tersedia di web manajer investasi (baca penjelasan apa itu Manajer Investasi disini).

Di dalamnya sudah tersedia perhitungan keuntungan selama periode tertentu, yang kemudian dibandingkan dengan suatu benchmark yang umumnya juga sudah disediakan dalam dokumen tersebut.

Kalau keuntungan diatas benchmark (yang pasti ya karena ini kan dokumen ‘jualan’ manajer investasi), calon investor biasanya sudah yakin, bahwa telah memilih reksadana yang tepat.

Sayangnya, menilai reksadana berdasarkan tingkat keuntungan saja memiliki banyak kelemahan. Kelemahan yang justru membuat kesalahan dalam memilih reksadana dengan kinerja investasi terbaik.

Baca dan unduh  GRATIS – Cara Investasi Reksadana baca disini.

Jangan Hanya Return Reksadana  

Return Reksadana
Return Reksadana

Sejumlah kelemahan dan masalah dengan hanya menggunakan indikator keuntungan sebagai berikut:

  • Tidak memperhitungkan risiko investasi. Risk dan Return adalah dua hal yang saling berdampingan, tidak terpisahkan. Pada saat keuntungan tinggi, artinya resikonya juga tinggi. Ketika hanya melihat return, kita tidak tahu seberapa besar risikonya. Pada saat ekonomi sedang bagus, risiko tidak akan terlihat, yang tampak hanyalah kenaikkan keuntungan. Namun, pada saat ekonomi turun, reksadana yang keuntungannya tadi paling tinggi, bisa jadi anjlok paling dalam. Kenapa? Karena sebelumnya reksadana tersebut tumbuh dengan membeli saham – saham lapis kedua yang risikonya tinggi. Oleh karena itu, penilaian yang seharusnya adalah membandingkan keuntungan yang sudah disesuaikan dengan tingkat risiko (risk adjusted return). Dengan begitu, perbandingan menjadi fair.  Reksadana risiko tinggi harus dibandingkan dengan reksadana risiko tinggi, bukan reksadana risiko tinggi dibandingkan reksadana risiko rendah.
  • Tidak Mempertimbangkan Likuiditas.Salah satu risiko investasi reksadana adalah likuiditas, yaitu terhambat proses pencairan investasinya. Misalnya, reksadana menanamkan uangnya di saham – saham yang tidak likuid, yang susah dijual, ketika investor ingin mencairkan kepemilikkannya mengalami kesulitan karena reksadana kesulitan menjual saham. Risiko likuiditas tidak tercermin di dalam tingkat keuntungan. Reksadana yang tingkat keuntungannya tinggi tidak dengan sendirinya punya risiko likuiditas rendah.
  • Tidak Melihat Usia Reksadana. Semakin lama usia reksadana berarti menunjukkan bahwa ia sudah melewati masa boom dan masa bust pasar modal. Kalau reksadana Anda baru berumur 2 tahun, sementara selama 2 tahun tersebut pasar modal sedang booming, reksadana belum teruji dalam masa sulit. Belum tahu apakah reksadana tahan krisis. Ingat, pasar modal tidak selamanya tumbuh, harga saham tidak selamanya naik, ada saat krisis, ada saat harga saham jatuh.
  • Tidak Memperhitungkan Size Reksadana. Jumlah dana kelolaan reksadana menunjukkan kredibilitas manajer investasi dan kepercayaan investor terhadap reksadana. Secara umum, makin besar ukuran dana, makin dipercaya dan makin populer reksadana tersebut. Ada sebuah studi menarik mengenai implikasi jumlah dana kelolaan, yang intinya membuktikan bahwa jumlah dana kelolaan besar, diatas Rp 1 trilliun, memiliki kinerja yang lebih baik.
  • Tidak Dilakukan Evaluasi dalam Periode yang Sama. Periode observasi yang sama merupakan syarat evaluasi bisa objektif. Periode berbeda sangat mungkin menghasilkan kinerja yang sama sekali berbeda. Agar fair dan objektif, perbandingkan antar reksadana harus dilakukan dalam periode observasi yang sama. Masalahnya, ketika menilai kineja reksadana dari fact-sheet, periode observasi sangat mungkin berbeda antara satu reksadana dengan reksadana yang lain. Jadi menilai hanya dari return, tanpa memastikan bahwa periode observasi sudah sama, tidak akan memberikan hasil yang akurat. 

Kesimpulannya, menilai reksadana berdasarkan return itu penting, tetapi tidak cukup. Perlu tambahan informasi lain agar evaluasi reksadana dilakukan dengan akurat.

Evaluasi Reksadana Terbaik

Evaluasi reksadana yang ideal melibatkan banyak faktor, bukan hanya melihat satu faktor saja:

  1. RISIKO. Karena investasi memiliki risiko, keuntungan reksadana harus disesuaikan (adjusted) dengan risiko yang diambil. Risk adjusted risk adalah indikator yang seharusnya digunakan ketika membandingkan kinerja reksadana.
  2. LIKUIDITAS. Di instrumen mana investasi reksadana dilakukan. Jenis investasi mempengaruhi tingkat likuiditas, kemudahan pencairan. Semakin investasi dilakukan ke saham – saham blue-chips, atau obligasi rating bagus, likuiditas reksadana semakin baik.
  3. USIA. Semakin lama usia reksadana, semakin baik. Artinya, sudah melewati cycle perekonomian, saat jelek maupun saat bagus.
  4. DANA KELOLAAN. Seberapa besar dana kelolaan reksadana, makin besar makin baik. Besarnya dana kelolaan menunjukkan kepercayaan investor terhadap reksadana.
  5. OBJEKTIVITAS.  Evaluasi antar reksadana harus dilakukan secara objektif, yaitu pada periode yang sama. Perhitungan keuntungan sebaiknya dilakukan oleh pihak yang independen, bukan affiliasi manajer investasi terkait, supaya hasilnya objektif dan bisa dipertanggungjawabkan.

Ternyata banyak faktor diluar keuntungan yang wajib diperhitungkan ketika mencari reksadana terbaik. Bahkan, beberapa indikator yang disarankan diatas, informasinya tidak mudah diperoleh. Terus bagaimana?

Yang saya lakukan adalah menggunakan hasil peringkat reksadana terbaik. Peringkat meng-cover semua faktor – faktor diatas dalam menilai reksadana.

Jika masih ada pertanyaan atau uneg-uneg, silahkan tulis di comment. Saya akan berusaha menjawabnya.

Simak tulisan terbaru: Apa Reksadana Paling Aman, Cara Beli Investasi Reksadana Hanya 100rbKonsultasi Cara Merancang Dana Pensiun dan Mempersiapkan Dana Pendidikan, Kami Bantu Konsultasi!

GRATIS e-book Panduan Reksadana Dasar

26 Responses

    • admin

      Tergantung, jenis reksadana apa. masing-masing jenis reksadana punya jawaranya sendiri-sendiri.

      Reply
      • siaoyang

        Salam pak….kalau reksadana panin ultima gimana menurut pandangan bapak?apakah memiliki prospek yang bagus sedang atau jelek…terimakasih

    • admin

      Terima kasih sudah berkunjung. Soal reksadana saham terbaik, ini pendapat subjektif saya, saya suka Reksadana Saham besutan Schroders, Manulife dan BNP Paribas. Reksadana saham Panin saya dengar juga bagus. Namun, sebaiknya Anda melakukan pemilihan sendiri karena profil risiko dan tujuan masing – masing orang bisa berbeda – beda. Anda yang paling paham apa kebutuhan dan tujuan melakukan investasi di Reksadana. Semoga bermanfaat.

      Reply
  1. Denni

    Kalo mau melihat data kinerja reksadana yg sudah berumur 5th dimana ya ? saya googling dapatnya max masih 3th. Trimakasih

    Reply
    • admin

      Terima kasih sudah berkunjung. Saya biasanya lihat di peringkat atau rating Reksadana yang dikeluarkan oleh majalah atau tabloid. Disana rentang kinerja Reksadana bisa sampai 7 tahun. Semoga berguna.

      Reply
  2. Eko Santoso3173042906790012

    Saya sgt suka reksadana campuran produk MNC Asset Management krn dikelola dgn sgt baik yg brefek dgn hasil yg baik pula layaknya pohon yg baik menghasilkan buah yg sgt baik, Dan juga sbaliknya tdk ada pohon yg tdk baik menghasilkan buah yg tdk baik pula krn Stiap pohon diakui oleh buah sendiri !

    Reply
  3. Dyah HF

    Saya ingin bertanya, bagaimana cara memantau perkembangan reksadana kita? Saya melihat ada aplikasi bloomberg, namun saya bingung position dan price-nya diisi apa. Misalkan price saat kita membeli 2300, sedangkan kita menginvestasikan misal 500000, berapa jumlah position (unit) yang kita dapat?
    Lalu bagaimana cara agar tahu jumlah reksadana kita berapa? Nambahnya berapa? Maaf bila panjang, saya mohon penjelasannya.. Terimakasih :))

    Reply
  4. Ilham ibrahim

    Saya ingin bertanya, sektor2 apa saja yang kemungkinan sedang naik di tahun 2014 ini, sehingga saya tau reksadana yang menginvestkan di sektor2 yang sedang berkembang baik,,,terima kasih

    Reply
    • admin

      Menebak pergerakkan pasar itu sangat sulit. Kalau ada yang bisa melakukannya, pasti orang itu sudah kaya sekali karena bisa tahu lebih dulu dimana investasi yang akan cemerlang. Saran saya lakukan investasi secara rutin di Reksadana yang punya track record baik dan sesuai tujuan keuangan Anda. Yang paling penting adalah investasi secara rutin karena dengan cara itu akan dengan sendirinya menurunkan risiko dan meningkatkan return. Semoga sukses. Salam.

      Reply
  5. yuli

    tanya lagi ya,
    1. dimana bisa lihat besaran dana kelola sebuah reksa dana?
    2. gimana caranya utk tahu usia sebuah produk reksa dana?
    3. mempengaruhi tingkat likuiditas sebuah reksa dana, gimana caranya?
    tks banget
    jawabannya otomatis masuk ke imel saya ya?!

    Reply
    • admin

      (1) Cek di OJK atau di Manajer Investasi

      (2) Cek di propektus Reksadana. Soal cara baca prospektus, lihat disini.

      (3) Ini agak sulit. Biasanya mengandalkan ranking Reksadana yang dikeluarkan majalah atau tabloid tertentu.

      Reply
  6. hera

    saya hera ,
    risk dan return pendapatan tetap syariah dan konvensional idealnya seperti apa ya ??? mohon penjelasannya

    Reply
  7. fitrimurni

    saya masih buta tentang ihwal reksadana dan ingin bertanya pada anda jika saya ikut misal gabung sama IPOTFUND rp 100000,- berapa rupiah saya dapatkan seminggunya atau perbulannya tolong beritahu caranya,terimakasih.

    Reply
  8. Dadan Daniswara

    Saya usia 43 th akan mempersiapkan dana pensiun dari penghasilan saya sktr 250 rb per bulan. Setelah saya baca baca ttg asuransi unit link dan reksadana sy lbh tertarik reksadana. Bagaimana pendapat bapa. Dan bagaimana prosfeknya klu reksadana tsb tidak sy jual kembali sampai 10 – 15 thn, krn tujuannya menyiapkan dana pensiun. Terima ksh

    Reply
  9. Abdillah M

    Selamat siang,
    saya sangat tertarik dengan blog tulisan ini,
    saya mau bertanya terkait dengan reksadana.
    apa cara yang paling ampuh untuk meminimalisir risiko yang ada pada return yang tinggi?
    apakah untuk melihat return dimasa yang akan datang dapat di prediksi dengan finance astrology?

    Reply
  10. ahmad

    saya baru mengenal reksa dana, bagaimana cara saya dapat informasi kinerja rekasadana di waktu lampau, katakanlah 4 atau 5 tahun yg lalu, informasi ini dimana bisa saya peroleh selain dari MI sendiri?
    bagaimana saya bisa tahu bahwa reksadana yg saya beli di belikan saham apa saja oleh MI yg saya ikut?
    Mohon maaf trima kasih…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.