10 Keuntungan dan Kerugian Reksadana bagi Investor

  • April 6, 2018

Dalam tulisan ini, saya ingin back to basics, memaparkan kembali keuntungan dan kerugian Reksadana bagi investor secara lebih lengkap, agar lebih jelas manfaatnya. Harapan saya, setelah membaca ini, para pembaca blog berani mencoba investasi Reksadana.

Meskipun sudah cukup lama hadir, kepemilikan Reksadana masih kecil di Indonesia. Jauh lebih kecil dibandingkan negara – negara tetangga.

Saya kurang tahu persis apa penyebabnya. Tapi, dugaan saya, mungkin orang masih takut – takut dengan investasi.

Apalagi masih banyak saja bertebaran kasus penipuan investasi bodong. Akibatnya, orang kembali ke instrumen konvensional, yaitu tabungan atau deposito, yang resikonya rendah, untuk menyimpan harta.

Meskipun, orang tahu bahwa instrumen tabungan dan deposito tersebut bukan pilihan terbaik, karena return yang sangat rendah sehingga akan sulit mewujudkan rencana keuangan. Tetapi rasa aman tampaknya menjadi pertimbangan utama bagi sebagian besar orang.

Keuntungan dan Kerugian Reksadana

Ada peribahasa, “tak kenal maka tak sayang”. Itu relevan untuk investasi karena tanpa paham keuntungan dan kerugian Reksadana, kecil kemungkinan Anda akan percaya, apalagi membelinya.

Keuntungan

Saya mencatat sejumlah keuntungan investasi reksadana, berikut ini:

#1 Keuntungan Tinggi

Reksadana bisa memberikan keuntungan sampai 20% per tahun secara rata – rata. Ini dihasilkan salah satunya oleh Reksadana Saham.

Tingginya keuntungan ini memberikan kesempatan kepada investor untuk menggunakan Reksadana Saham sebagai instrumen mempersiapkan dana pendidikan dan dana pensiun yang rentang waktunya jangka panjang.

#2 Diversifikasi Resiko

Reksadana menawarkan diversifikasi resiko karena uang investor disebar ke berbagai instrumen sehingga jika terjadi resiko tidak semuanya anjlok atau turun nilainya secara bersamaan.

Misalnya, Reksadana Saham tidak menempatkan dalam 1 saham saja, tetapi membagi investasi ke berbagai saham untuk mencegah turunnya nilai investasi hanya karena 1 harga saham turun.

Diversifikasi ini sulit dilakukan bagi Anda yang investor individual karena terbatasnya dana investasi. Di Reksadana, dana yang dikelola adalah kumpulan dari berbagai investor, sehingga diverifikasi resiko bisa dilakukan secara optimal.

#3 Dikelola Manajer Investasi Professional

Keterbatasan pengetahuan dan ketiadaan waktu untuk melakukan analisa investasi, yang menjadi kendala banyak calon investor, diatasi oleh Reksadana dengan menyerahkan prosesnya kepada Manajer Investasi. Professional yang memang sudah berpengalaman dalam hal pengelolaan portfolio investasi.

Anda sebagai investor dapat menilai kinerja Manajer Investasi secara transparan. Bisa pula membandingkan kinerjanya untuk mencari Manajer Investasi terbaik.

Jangan khawatir soal fee untuk membayar Manajer Investasi. Justru itulah keunggulan Reksadana karena sifatnya kumpulan investor maka fee Manajer Investasi dibagi ke semua investor, sehingga biayanya menjadi terjangkau.

#4 Jumlah Investasi Kecil, Bisa Rp 10 ribu

Para penjual Reksadana terus melakukan inovasi agar instrumen ini bisa terjangkau ke semua lapisan masyarakat. Salah satunya, investasi Reksadana sudah bisa dimulai dari Rp 10 ribu.

Kami pernah menulis soal investasi reksadana rp 10 ribu ini. Anda bisa melakukannya lewat salah satu situs ecommerce.

#5 Beli Jual Online

Trend platform reksadana adalah online. Transaksi cukup dilakukan via website.

Selain mempermudah, platform online membuat biaya transaksi menjadi lebih murah, dan monitoring lebih mudah. Beberapa platform online, saya lihat bahkan menggratiskan biaya investasi reksadana.

Kerugian

Meskipun sejumlah keuntungan, reksadana memiliki resiko kerugian yang wajib diketahui dan diantisipasi oleh investor.

#1 Kerugian Investasi

Investasi pasti punya resiko kerugian. Reksadana pun seperti itu.

Tidak ada reksadana yang resikonya nol. Resikonya bisa rendah, sedang atau tinggi, tergantung jenis instrumen yang dipilih.

Contohnya, reksadana saham yang nilainya naik atau turun tergantung fluktuasi harga saham di bursa efek. Tidak ada jaminan bahwa harga pasti selalu naik.

#2 Biaya Investasi

Dalam transaksi beli jual, investor harus membayar biaya terkait investasi reksadana. Biaya ini berimbas pada return yang diterima investor karena hasil investasi reksadana akan dikurangi untuk membayar biaya.

Biaya – biaya ini tidak hanya mencakup fee untuk Manajer Investasi tetapi juga biaya untuk penyimpanan (kustodian), operasional dan marketing Reksadana. Tentu saja, jika menggunakan platform online, tingkat biaya bisa dikurangi secara cukup signifikan.

#3 Butuh Waktu Pencairan (Likuiditas)

Berbeda dengan tabungan yang bisa diambil setiap saat, jika nasabah membutuhkannya. Deposito juga begitu, hari ini Anda cairkan maka di hari yang sama uang masuk.

Pencairan Reksadana membutuhkan waktu 3 sd 4 hari kerja sejak perintah diberikan sampai dana masuk rekening investor.

Karena ini adalah investasi, maka likuiditasnya tidak sebaik tabungan. Hal mana yang wajar karena investasi memberikan return lebih besar.

Meskipun kemungkinannya kecil, tetapi tetap ada kemungkinan bahwa investasi tidak bisa dicairkan jika Manajer Investasi gagal menyediakan dana guna melakukan pembelian kembali Unit Reksadana.

#4 Penutupan Reksadana

Ada kemungkinan Reksadana ditutup oleh otoritas jika jumlah dana yang dikelola anjlok dibawah nilai minimum.

Kami pernah menulis secara cukup komprehensif soal Penutupan Reksadana. Apa syaratnya dan bagaimana mekanismenya di artikel ini.

Karena itu, resiko Reksadana ditutup tetap ada, meskipun relatif kecil. Sampai saat ini, saya belum pernah mendengar sebuah Reksadana ditutup.

#5 Wanprestasi Manajer Investasi

Dimungkinan Manajer Investasi (MI)yang merupakan pengelola tidak melaksanakan kewajibannya. Karena posisi MI sangat kritikal, jika ini terjadi, kemungkinan Reksadana tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Oleh karena itu, pemilihan Manajer Investasi menjadi sangat strategis. Carilah Manajer Investasi terbaik karena tidak hanya menentukan kinerja tetapi juga going-concern Reksadana.

Kami sudah pernah menulis beberapa Manajer Investasi terbaik.

Kesimpulan

Sudah banyak artikel di blog ini membahas soal Reksadana. Artikel ini merangkum poin poin keuntungan dan kerugian Reksadana.

Harapan saya satu, Anda pembaca mau mencoba investasi di Reksadana.

Semoga bisa mencerahkan pembaca. Salam.

9 Responses

  1. nina

    saya mau tanya , apakah resiko dari reksadana ini bisa aja uang yang sudah kita investasikan itu akan hilang semua?

    Reply
    • admin

      Secara teori, bisa karena Reksadana adalah investasi. Tapi itu resiko paling buruk dan saya sendiri belum pernah mendengar yang sampai ada yg kehilangan semua uangnya di Reksadana.

      Reply
  2. Febrian

    Saya ingin bertanya seandainya say berinvestasi Rp. 1 juta dan reksadana itu merugi. apakah uang saya yang hilang hanya 1 juta atau ada biaya tambahan?

    Reply
  3. Cece

    wow sangat informatif, trima kasih banyak. Saya pemula dan sya sangat ingin belajar mengenai investasi. Dan investasi reksadana memberi pandangan yang cerah untuk keinginan saya.

    Reply
  4. wulan

    kalau investasi misalnya 100.000 dapat berapa keuntungannya dan kerugiaan berapa ya??

    Reply
  5. Jonianto

    seandainya saya investasikan uang saya sebesar Rp.1.000.000, berapa profit yang saya dapatkan…?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.