Pinjaman Online, Investasi, Keuangan, Asuransi | Duwitmu

Pengertian Pinjaman Online: Apa Itu, Manfaat, Jenis, Bunga, Penagihan

Dipublish oleh R Quiserto Januari 11, 2021

Daftar Isi

Pengalaman Pinjaman Online

Pinjaman online tumbuh cepat di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Produknya sangat diterima masyarakat. Tapi tidak sedikit yang komplain juga. Apa itu pinjaman online ? Apa manfaatnya kenapa banyak dicari orang ? Apa pula resiko dan bunganya.

Dari dulu, pengajuan kredit ke bank bukan pengalaman yang menyenangkan bagi banyak orang. Prosesnya lama, syaratnya banyak dan jarang disetujui.

Sementara, kebutuhan akan pinjaman tinggi di masyarakat. Banyak orang butuh akses terhadap kredit, baik itu untuk kebutuhan konsumsi, dana tunai, maupun untuk usaha.

Kabar baik datang dari fintech, inovasi teknologi yang mentransformasi keuangan. Fintech menawarkan proses pinjam meminjam yang lebih mudah, lebih cepat, lewat online tanpa perlu bertemu.

Apa Itu Pinjaman Online

Apa Itu Pinjaman Online
Apa Itu Pinjaman Online

Pinjaman online adalah jenis pinjaman yang cukup diajukan secara online melalui aplikasi ponsel, tanpa perlu tatap muka. Cara ini memberikan kemudahan dan kecepatan dalam proses pengajuan kredit.

Pinjaman online tumbuh sangat cepat di Indonesia. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkannya menjadi daya tarik utama. 

Pengajuan kredit yang selama ini dikenal lama dan rumit, sekarang bisa dilakukan secara cepat, mudah, online dan tanpa tatap muka.

Calon peminjam cukup mengunduh aplikasi pinjaman di ponsel melalui Google Play Store atau melalui APK. Ada yang menerima hanya ponsel android, tetapi ada juga yang sudah bisa android dan ios apple. 

Manfaat Pinjaman Online

Manfaat yang ditawarkan adalah:

  • Cepat. Proses persetujuan di pinjaman online memakan waktu singkat. Biasanya dalam 24 jam, jauh lebih superior dibandingkan bank yang 1 sd 2 minggu.
  • Mudah. Persyaratan pinjaman online umumnya hanya KTP dan foto selfie. Syarat dokumen lain opsional, jika dibutuhkan. Berbeda dengan bank yang meminta banyak dokumen sejak awal.
  • Online. Seluruh proses dilakukan secara online, tidak perlu tatap muka. Peminjam bisa mengajukan pinjaman dimana saja dan kapan saja. Cukup bermodalkan smartphone.
  • Fleksibilitas tenor. Pinjaman online memperkenalkan tenor kredit 30 hari. Tenor pendek ini banyak dicari karena dianggap cocok dengan siklus gajian pegawai. Sementara bank meminta minimum tenor 6 bulan yang belum tentu semua orang butuh masa pinjaman selama itu.
  • Plafon kecil. Bank jarang memberikan plafon pinjaman kecil. Paling minimum Rp 5 juta di KTA. Pinjaman online menawarkan pinjaman mulai dari Rp 500 ribu. Orang yang butuh plafon kecil, cocok sekali dengan tawaran pinjaman online.
  • Tanpa kartu kredit. Pinjaman online tidak mensyaratkan kartu kredit dalam pengajuan. Ini merupakan big relief bagi banyak orang karena bank mewajibkan pengajuan harus dengan kartu kredit.
  • Tanpa jaminan. Tidak ada agunan yang diserahkan untuk bisa mengajukan pinjaman. Ini juga big relief bagi banyak orang yang ingin pinjam tapi tanpa harus menyerahkan aset sebagai jaminan.

Cara Daftar

Buka aplikasi pinjaman, lakukan registrasi dan isi data diri sesuai petunjuk yang diberikan. Siapkan juga KTP dan nomor rekening bank.

Secara garis besar, proses pengajuan pinjaman online adalah:

  1. Unduh aplikasi pinjol 
  2. Isi formulir pinjaman uang online
  3. Persetujuan peminjaman dana uang cash
  4. Uang tunai ditransfer ke rekening 

Persyaratan Pinjaman

Secara umum, persyaratan untuk bisa mengajukan pinjaman online adalah:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Berdomisili di wilayah Indonesia di dalam cakupan layanan
  3. Usia 21 tahun (atau minimal 18 tahun dan telah menikah) sampai 65 tahun
  4. Memiliki email pribadi
  5. Memiliki penghasilan
  6. Memiliki KTP yang masih berlaku
  7. Memiliki akun Bank sesuai dengan KTP

Dokumen Wajib

Pada dasarnya, pinjaman online tidak meminta banyak dokumen dalam proses pengajuan, tetapi beberapa dokumen pendukung yang kerap diminta adalah:

  • Bukti Penghasilan. Bisa slip gaji, rekening bank atau rekening listrik, PAM
  • NPWP dan Pajak
  • Akun e-commerce (Tokopedia, Lazada, Bukalapak dll)
  • Akun Ojek Online: Gojek, Grab
  • BPJS TenagaKerja

Bunga Pinjaman Online

Bunga adalah bagian yang cukup kritikal di pinjaman online. Penting untuk diperhatikan.

Bunga pinjaman online diatas bunga pinjaman di bank. Perlu menjadi perhatian calon peminjam sejak awal.

Bunga Maksimum

AFPI, asosiasi tempat berkumpulnya Fintech Lending di Indonesia, sudah mengeluarkan pedoman bahwa total biaya pinjaman, termasuk bunga, biaya provisi, maksimum adalah 0,8% per hari.

Jadi, maksimum sebulan dengan asumsi 30 hari, biaya pinjaman yang bisa Fintech bebankan ke peminjam adalah 24% sesuai pedoman AFPI.

Fintech yang melanggar akan kena sanksi dari AFPI berupa keanggotaan dicabut dan jika dicabut keanggotaan maka OJK juga akan mencabut surat terdaftar.

Tips

Menghadapi tingginya bunga pinjaman online, beberapa hal yang calon peminjam perlu pertimbangkan adalah:

  • Perbandingkan antara fintech karena tidak semua bunganya mahal, mentok di 0,8% per hari. Ada fintech yang memberikan bunga lebih rendah dari cap max bunga tersebut.
  • Bandingkan antara Fintech dengan menghitung berdasarkan suku bunga harian karena tenor di pinjaman online bisa berbeda – beda sekali satu dengan lainnya.
  • Jangan terpaku pada suku bunga yang dipublikasikan fintech untuk menghitung beban bunga sebenarnya. Banyak fintech membuat bunga tampak rendah, tapi sebenarnya tidak, karena adanya potongan biaya admin atau provisi. Jadi, meskipun bunga secara prosentase rendah, namun pada kenyataannya pencairan tidak sebesar plafon yang disetujui, dipotong biaya di muka.
  • Cara paling mudah menghitung total bunga yang harus ditanggung peminjam adalah membandingkan dana pencairan yang masuk ke rekening vs jumlah pelunasan, untuk bisa menghitung berapa biaya bunga secara akurat.
  • Jika memang ingin mengambil pinjaman online, karena berbagai pertimbangan, saran saya ambil yang tenor pendek.
  • Bisa lihat dari review bunga yang saya temui di fintech bahwa cicilan selama beberapa bulan membuat jumlah pembayaran bunga menjadi selangit. Bisa mendekati 100% !

Jenis Pinjaman

Pinjaman online menawarkan beberapa jenis kredit. Seiring kebutuhan konsumen yang berbeda – beda.

Dua jenis kredit yang umum ditawarkan adalah:

  1. Dana Tunai
  2. Cicilan
  3. Pinjaman Usaha

Dana Tunai

Jenis pinjaman ini menawarkan dana tunai tanpa jaminan untuk keperluan darurat dan konsumsi. Kredit dicairkan langsung ke rekening bank peminjam dan bisa digunakan untuk segala kebutuhan.

Proses yang cepat, mudah serta tanpa perlu agunan membuat dana cepat dari pinjaman online menarik buat banyak orang.

Dana tunai bisa disetujui dalam waktu kurang dari 24 jam. Pengajuan secara online dan lewat aplikasi membuat prosesnya menjadi cepat dan mudah.

Plafon dana tunai biasanya tidak besar, berkisar dari Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta. Jumlah limit yang tidak besar dimaksudkan agar pinjaman diselesaikan dalam tenor pendek sesuai dengan gajian dari peminjam.

Itu sebabnya pula jenis ini kerap disebut sebagai ‘payday loan’. Pinjaman yang sesuai dengan hari gajian dari peminjam.

Cicilan Tanpa Kartu Kredit

Pinjaman online juga menawarkan kredit untuk pembiayaan pembelian barang. Misalnya untuk pembelian ponsel HP, laptop dan barang elektronik lainnya.

Keuntungan produk dari pinjaman online adalah tidak perlu persyaratan kartu kredit. Ini sangat membantu karena banyak masyarakat yang tidak punya kartu kredit.

Selama ini, bank mewajibkan kartu kredit sebagai persyaratan utama buat mereka yang mengajukan pembiayaan. Tanpa kartu kredit, bank akan menolak.

Usaha

Pinjaman online menawarkan juga kredit usaha. Jadi tidak hanya dana tunai dan konsumsi saja. 

Proses yang online dan pemberian kredit ke segmen usaha non-bankable menjadi daya tarik pinjaman ini untuk pengusaha. Pengusaha yang sulit mengajukan ke bank, bisa memilih pinjaman online.

Empat jenis pinjaman online untuk usaha adalah:

Invoice Financing

Pengusaha punya tagihan.  Bisa dijadikan sumber pembiayaan.

Pinjaman online bisa membiayai usaha UMKM berdasarkan nilai tagihan tersebut. Disebutnya ‘Invoice Financing’.

Invoice financing tidak membutuhkan jaminan. Yang menjadi jaminan adalah invoice tersebut.

Nilai plafon pinjaman diberikan dari nilai invoice. Biasanya nilainya tidak 100% dari nilai invoice untuk menjaga dan mengelola resiko.

Fitur pinjaman invoice financing adalah:

  • Plafon hingga Rp 2 miliar
  • Pinjaman hingga 80% dari nilai invoice 
  • Tanpa agunan
  • Tenor pinjaman dari 15-90 hari

Kredit Modal Kerja

Kredit ini diberikan secara online untuk kebutuhan modal kerja pengusaha. Pengusaha butuh pembiayaan untuk bisa menjalankan dan memperbesar usahanya.

Penilaian dilakukan terhadap usaha untuk menilai besarnya perputaran bisnis sehingga sampai membutuhkan kredit modal kerja.

Fiturnya antara lain adalah:

  • Pinjaman dari Rp 50 juta hingga Rp 2 miliar
  • Tenor pinjaman dari 3 – 24 bulan
  • Tanpa agunan
  • Proses singkat, kurang lebih 4 hari kerja

Usaha Online

Saat ini, bisnis online berkembang pesat. Banyak yang membuka toko online sendiri atau berjualan lewat platform e-commerce.

Pengusaha bisnis online tidak mudah mengajukan kredit ke perbankan. Banyak yang  tidak bisa memenuhi persyaratan pengajuan pinjaman, seperti usaha yang baru dan tidak ada jaminan.

Pinjaman online menawarkan kredit yang dirancang khusus untuk usaha online, yang antara lain, memiliki fitur:

  • Pengusaha online dari seluruh platform (e-commerce, social media, hingga pengusaha di platform transportasi online) dapat mengajukan pinjaman modal usaha.
  • Hanya KTP dan rekening koran selama 3 bulan terakhir saja. Jika usaha anda dalam bentuk PT atau CV Persyaratan yang dibutuhkan hanya KTP pemilik usaha, rekening koran selama 3 bulan terakhir, serta akta perubahan terbaru.
  • Telah menjalankan usaha lebih dari 6 bulan dan memiliki pendapatan bulanan mulai dari Rp 6 juta

Salah satu yang dinilai dalam pengajuan kredit jenis ini adalah usaha secara menyeluruh, dari sisi bisnis online maupun offline.

Limit Plafon

Plafon pinjaman menentukan jumlah dana pencairan yang diterima oleh peminjam.

Bagaimana plafon diputuskan ? Agak berbeda dengan bank.

Pertama, limit pinjaman online biasanya dimulai pada jumlah yang kecil dahulu. Di pinjaman berikutnya, limit akan meningkat jika catatan pembayaran bagus.

Catatan pembayaran jadi kriteria penting untuk memberikan kenaikkan plafon limit kredit. Telatnya pembayaran pasti akan mempengaruhi pemberian limit berikutnya.

Kedua, penghasilan tetap menjadi faktor dalam menentukan limit, tetapi tidak hanya itu saja, karena banyak faktor lain yang dihitung dalam credit scoring.

Pinjaman online menggunakan credit scoring untuk menentukan berapa plafon yang layak diberikan kepada peminjam. Credit scoring menarik data dari berbagai sumber.

Di aplikasi ditunjukkan level credit scoring yang diperoleh dan berapa limit yang disetujui. Untuk meningkatkan credit scoring diberikan hal – hal yang bisa dilakukan, misalnya, menambah informasi dan memberikan dokumen tambahan.

Ketiga, di beberapa pinjaman online pemberian limit dilakukan seperti kartu kredit. 

Peminjam mendapatkan plafon di aplikasinya yang bisa digunakan untuk belanja di merchant kerjasama. Plafon tidak harus digunakan.

JIka digunakan dan kemudian dibayar, limit akan kembali ke jumlah asal. Limit bisa digunakan kembali setelah melakukan pembayaran.

Pinjaman Online vs KTA

Apa bedanya dengan KTA ?

Satu hal yang pasti, bunga pinjaman online lebih tinggi, jauh lebih tinggi, dibandingkan bunga bank, bahkan lebih tinggi dari bunga KTA bank yang terkenal mahal sekalipun.

Jadi, kalau mencari bunga lebih rendah dari bank, fintech bukan tempatnya.

Tapi, jangan melihat hanya dari perbandingan bunga semata.

Bunga pinjaman online memang tidak semurah bank, tetapi ada kecepatan, kemudahan proses di fintech P2P, antara lain:

  • Tanpa Kartu Kredit
  • Syarat hanya KTP saja
  • Tanpa Slip Gaji
  • Tanpa BI Checking (Slik OJK)
  • Cepat Cair 24 Jam
  • 100% Online Tanpa Tatap Muka

Saya yakin kondisi diatas mustahil ditemukan saat pengajuan kredit ke bank.

Jadi, kalau mau membandingkan bunga murah di fintech vs bank jelas bukan perbandingan yang sepadan, dan juga kurang tepat, karena masing – masing punya keunggulan.

Daftar Pinjaman Online

OJK mencatat terdapat 100+ lebih perusahaan pinjaman online di Indonesia yang resmi terdaftar. Beberapa diantaranya yang cukup punya nama dan aktif menawarkan produknya ke masyarakat.

1. UangTeman

UangTeman meluncurkan aplikasi pinjaman online cepat cair dalam waktu kurang dari 24 jam.

Lewat aplikasi yang diunduh di PlayStore, konsumen bisa mengajukan produk utama UangTeman, yaitu dana tunai dengan tenor singkat selama 30 hari.

Tersedia simulasi pinjaman di aplikasi untuk bisa menghitung bunga, biaya layanan dan kewajiban lain, sebelum nasabah mengajukan kredit. Nasabah bisa menghitung secara transparan di muka segala kewajiban yang harus dilunasi saat jatuh tempo.

UangTeman memiliki dua produk pinjaman, yaitu pinjaman harian dan cicilan, yang masing – masing memiliki bunga berbeda, dengan fitur berikut:

  1. Pinjaman Harian plafon Rp 1.5 juta sd Rp 3 juta dengan tenor 65 hari dan 70 hari
  2. Pinjaman Cicilan plafon Rp 3 juta sd Rp 10 juta dengan tenor 3 bulan dan 6 bulan.

Dalam jenis pinjaman harian, nasabah harus melunasi di akhir tenor pinjaman. Ini bukan cicilan tetapi pelunasan satu kali di akhir tenor.

2. Kredit Pintar

Kredit Pintar adalah aplikasi pinjaman tunai online 24 jam langsung cair.

Aplikasi perlu diunduh untuk bisa mengajukan pinjaman online di Kredit Pintar yang hanya meminta syarat KTP, tanpa jaminan, tanpa kartu kredit, tanpa BI checking dan cepat cair maksimum 24 jam sejak persetujuan.

Fitur pinjaman cepat cair tanpa jaminan yang ditawarkan Kredit Pintar, adalah:

  • Plafon Rp 600 ribu sd Rp 1.8 juta
  • Tenor 28 hari sd 4 minggu.
  • Untuk tenor 4 minggu, Kredit Pintar membagi menjadi 2 kali cicilan dalam 4 minggu tersebut.

Persyaratan pinjaman di Kredit Pintar adalah sebagai berikut:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Usia 18 – 55 tahun atau minimum Usia 22, maksimum 60 tahun.
  3. Memiliki KTP masih berlaku
  4. Memiliki akun Bank sesuai KTP
  5. Berdomisili di Indonesia

3. Kredivo

Kredivo menawarkan kredit dana tunai melalui aplikasi yang bisa diunduh di PlayStore dan Apps Store.

Pinjaman dana tunai yang tersedia adalah dengan plafon Rp 500 ribu; Rp 1 juta dan Rp 1.5 juta untuk tenor 30 hari.

Contohnya pinjaman Rp 500 ribu adalah:

  • Pembayaran saat jatuh tempo Rp 525,050
  • Biaya Admin Rp 30,000
  • Dana yang diterima saat pencairan Rp 470,000

Dengan skema ini, bunga yang saya harus bayar dalam tempo 30 hari adalah 11.71%.

4. Finmas

Finmas adalah pinjaman berizin OJK dan menawarkan uang tunai untuk kebutuhan mendesak. 

Fiturnya adalah:

  • Kredit: Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta (naik/turun kelipatan 500 ribu).
  • Tenor: 30 hari dan  3 bulan. Hanya ada dua pilihan masa pinjaman.

Perlu diperhatikan bahwa pilihan masa pinjaman di Finmas ditentukan oleh jumlah pinjaman yang diajukan. Tenor 30 hari hanya untuk pinjaman tertentu, demikian pula tenor 3 bulan.

Simulasi pinjaman di situs Finmas menunjukkan bahwa tenor 30 hari berlaku untuk plafon pinjaman sampai Rp 2.5 juta, pinjaman Rp 3 juta sd Rp 5 juta bisa menggunakan tenor 3 bulan.

Bunga per hari paling tinggi adalah untuk pinjaman Rp 500 ribu di 0.7% per hari, yang sesuai dengan ketentuan OJK bahwa bunga fintech paling tinggi adalah 0.8% per hari.

5. Rupiah Cepat

Rupiah Cepat adalah pinjaman online lewat aplikasi secara cicilan sampai 3 bulan. 

Kredit uang tunai tanpa jaminan dengan jumlah pinjaman Rp 400 ribu sd Rp 5 juta serta pilihan tenor masa pinjaman adalah: 65 hari, 75 hari dan 90 hari

Rupiah Cepat menawarkan pinjaman hanya modal KTP dengan proses pengajuan 15 menit, dengan persyaratan pengajuan adalah:

  • WNI.
  • Punya KTP.
  • Punya nomor HP tetap.
  • Punya rekening bank

Pencairan Rupiah Cepat tidak ada potongan biaya, artinya jika pengajuan pinjaman disetujui Rp 1 juta maka pencairan dana adalah Rp 1 juta. 

Tidak ada potongan di depan seperti beberapa fintech pinjaman online lainnya.

6. Julo

Julo adalah aplikasi pinjaman uang cicilan tanpa jaminan terdaftar di OJK. Aplikasi Julo menawarkan beberapa produk pinjaman, yaitu:

  • Julo Mini: pinjaman Rp 1,000,000 tenor 30 hari bunga 10% per bulan
  • Julo Cicilan: pinjaman Rp 8,000,000 tenor 3 – 6 bulan bunga 1.5% – 4% per bulan dan cashback (uang kembali) sebesar 2%!
  • JULO Agunan adalah opsi kredit dengan jaminan berupa BPKB motor, mobil, atau sertifikat rumah, apartemen atau tanah

Dari pengalaman mengajukan, saya mendapatkan credit scoring, Julo Poin, B+, yang mana saya bisa mengambil dua pilihan produk, yaitu:

  • Julo Mini: max Rp 1,000,000 tenor 30 hari
  • Julo Cicil: max Rp 8,000,000 cicilan 3 – 6 bulan

7. TunaiKita

TunaiKita adalah aplikasi kredit uang tunai secara online, Fitur pinjamannya adalah:

  • Pinjaman pembayaran sekaligus dengan nilai pinjaman sebesar 400.000 – 4.000.000. 
  • Pinjaman sistem cicilan tenor 3 – 6 bulan, dengan limit 5.000.000 – 20.000.000.

Persyaratan pengajuan pinjaman di TunaiKita adalah:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun
  3. Memiliki KTP atas nama sendiri yang masih berlaku
  4. Memiliki rekening bank BCA, BNI, Mandiri, BRI, Permata, Danamon, atau Mega atas nama pribadi
  5. Berdomisili di daerah domisili yang dilayani oleh TunaiKita.

Bunga pinjaman di TunaiKita adalah 0,80% per hari sesuai dengan batasan maksimum bunga dari OJK. 

8. PinjamanGo

Pinjaman Go adalah fasilitas pinjam uang tanpa jaminan cukup syarat KTP lewat aplikasi di seluruh Indonesia.

Pinjaman ini hanya menawarkan dua tenor, yaitu 14 hari dan 21 hari dengan plafon kredit dari Rp 1.2 juta sampai paling tinggi Rp 6 juta.

Peminjam mengunduh aplikasi di Playstore dan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • memiliki KTP, 
  • rekening bank, 
  • nomor HP tetap, 
  • penghasilan yang stabil.

Cara perhitungan pencairan dan pengembalian kewajiban pelunasan di pinjaman Go cukup berbeda dengan umumnya fintech lending yang lain.

Di Pinjaman Go, plafon yang disetujui langsung dipotong dengan bunga atau biaya layanan di muka dan peminjam mengembalikkan sebesar plafon disetujui tersebut.

9. MauCash

Maucash adalah aplikasi pinjaman uang cicilan tanpa jaminan dari kolaborasi FIF (Astra) dan WeLab (China), yang sudah berizin resmi P2P dari OJK.

Fitur dana tunai di Maucash adalah:

  • Nilai plafon kredit: Rp 500.000 sd Rp 8.000.000
  • Tenor pinjaman: 30 hari dan cicilan 3 – 6 bulan
  • Maksimum suku bunga tahunan 125%

Untuk pengajuan pinjaman pertama, jumlah pinjaman maksimum adalah Rp 1.500.000 dan untuk pengajuan pinjaman kedua dan seterusnya, jumlah pinjaman bisa meningkat mencapai maksimum.

Maucash memotong biaya provisi dimuka sebelum dana tunai cair ke rekening nasabah. Jadi, dana yang diterima nasabah di rekening pencairan tidak sebesar plafon pinjaman yang disetujui. 

10. Indodana

Indodana adalah aplikasi pinjam uang tunai tanpa slip gaji tanpa kartu kredit, yang menawarkan dua jenis pinjaman, yaitu:

  1. Dana Tunai dengan jumlah Rp 1 juta sd Rp 8 juta dengan tenor 1 bulan sd 3 bulan
  2. PayLater untuk beli barang di merchant kerjasama dengan limit cicilan sampai 25 juta dan bisa dicicil selama beberapa bulan.

Syarat pengajuan kredit di Indodana adalah:

  • Usia minimum 21 tahun dan maksimum 50 tahun
  • Memiliki rekening atas nama pribadi yang telah berjalan selama 3 bulan atau lebih
  • Memiliki penghasilan tetap dan telah bekerja minimal 3 bulan.
  • Warga Negara Indonesia (WNI)

Penagihan

Penagihan

Banyak peminjam yang mengambil kredit di pinjaman online berpikir bahwa karena prosesnya online maka penagihan akan dilakukan online. Mereka mengira tidak akan ada proses penagihan yang biasa dilakukan layaknya kredit.

Ini pemahaman kurang tepat karena proses penagihan akan berjalan seperti biasa, bahkan bisa lebih intens, dengan banyak titik data yang tersedia dari aplikasi.

Bagaimana proses collection di pinjaman online ?

(1) Penggunaan Teknologi 

Pinjaman online berbasis Fintech dalam proses penagihan memanfaatkan teknologi. Misalnya SMS, email dan voice call sebagai pengingat ke para nasabah.

Penggunaan teknologi yang membedakan cara di Fintech menangani nasabah macet dengan bank dan perusahaan Finance. 

Salah satu informasi yang digunakan Fintech adalah memanfaatkan aplikasi pinjaman online yang diunduh oleh peminjam. 

Dalam aplikasi ada banyak informasi yang bisa ditarik dan di analisis untuk menentukan tindakan dalam penagihan.  Salah satunya adalah aplikasi yang diunduh bisa membantu Fintech dalam mengingatkan nasabah soal pinjaman yang sudah jatuh tempo.

(2) Data Telepon via Aplikasi

Selain untuk alasan kemudahan dan kecepatan, aplikasi pinjaman digunakan pula untuk proses penagihan.

Salah satunya adalah penagihan kepada keluarga, teman atau pihak lain, yang kontaknya tercatat dalam telepon nasabah yang mengambil pinjaman dan menunggak.

Ini contohnya, keterangan yang saya temukan di salah satu website pinjaman online, yaitu: 

Penagihan melalui telepon kepada keluarga, teman atau pihak lain yang terkait dengan Peminjam yang nomor teleponnya tercantum sebagai “Nomor Darurat” atau sejenisnya yang diberikan Peminjam saat pengajuan aplikasi permohonan perolehan pinjaman kepada RupiahPlus (“Permohonan Meminjam Uang”), jika:

  1. Peminjam terus menunggak utang dan tidak dapat dihubungi atau sulit dihubungi melalui nomor telepon selular yang dicantumkannya pada saat pengajuan Permohonan Meminjam Uang;
  2. Peminjam terus menunggak utang dan tidak diketahui keberadaannya untuk dilakukan penagihan langsung meskipun telah diupayakan kunjungan atau komunikasi langsung kepada Peminjam tersebut;
  3. Peminjam terus menunggak utang dan tidak beritikad baik untuk berkomunikasi dengan RupiahPlus terkait penagihan utang; dan/atau
  4. Peminjam terus menunggak utang dan tidak merespon dengan baik upaya penagihan RupiahPlus.

(3) Kunjungan Rumah dan Kantor

Menghubungi nasabah yang menunggak via telepon tidak selamanya berhasil dengan baik. Apabila nasabah tidak beritikad baik, biasanya sudah pasti tidak bisa dihubungi.

Dalam kondisi nasabah kabur dari pinjaman online, langkah yang terpaksa diambil adalah melakukan kunjungan ke kantor, lokasi usaha dan rumah nasabah untuk melakukan penagihan pinjaman.

Penjelasan ini saya kutip dari salah satu website pinjaman online:

Penagihan melalui kunjungan langsung kepada Peminjam yang gagal melunasi utang di lokasi usaha, tempat tinggal atau tempat lain dari Peminjam. Artinya tim penagih utang RupiahPlus akan mendatangi Peminjam di tempat tinggal atau lokasi usahanya untuk ditagih hutangnya secara langsung;

(4) Pelaporan SID

Salah satu akibat tidak membayar pinjaman online adalah pelaporan ke SID/Biro Kredit atau BI checking. Apa itu SID ?

SID adalah sistem informasi debitur. Sistem ini mencatat semua pinjaman nasabah di bank dan perusahaan finance. Jika kredit nasabah menunggak atau terlambat bayar, informasi tersebut tercatat di SID dan semua lembaga peminjaman bisa mengaksesnya.

Sesuai Peraturan OJK, perusahaan pinjaman online fintech wajib menjadi anggota Biro Kredit (SID). Dengan menjadi anggota, perusahaan pinjaman online (1) harus melaporkan status nasabah  pinjaman ke Biro Kredit; (2) memanfaatkan Biro kredit saat mengevaluasi pengajuan pinjaman.

Apa konsekuensinya bagi para peminjam ?

Menunggak berarti data tercatat buruk di Biro Kredit, yang membuat nasabah akan sulit mengajukan pinjaman di Fintech online nantinya. Karena fintech akan merujuk pada data di Biro Kredit saat mengevaluasi pengajuan pinjaman.

OJK menetapkan bahwa perusahaan Fintech wajib menggunakan data dari Biro Kredit dalam mengevaluasi pengajuan kredit. Kinerja yang buruk di Biro Kredit menyebabkan pengajuan pinjaman bisa ditolak.

Regulasi Peraturan

Regulasi

OJK adalah otoritas yang mengatur keberadaan pinjaman online di Indonesia. Secara lebih spesifik, Peraturan OJK (POJK) 77 Tahun 2016 meregulasi pinjaman online.

Ketentuan OJK

Setiap pinjaman online wajib memperoleh izin dari OJK, dengan ketentuan antara lain:

  • Wajib berbentuk badan hukum PT atau Koperasi, serta mengajukan pendaftaran dan perizinan kepada OJK
  • Beroperasi sebelum memperoleh surat tanda bukti terdaftar dari OJK, akan dinyatakan sebagai fintech ilegal dan diserahkan kepada Satgas Waspada Investasi
  • Wajib mendaftarkan sistem elektronik ke Kominfo dan memperoleh bukti pendaftaran
  • Modal minimum Rp 1 Miliar saat pendaftaran dan meningkat menjadi Rp 2.5 Miliar saat perizinan
  • Direksi dan Komisaris wajib berlatar belakang keuangan, harus WNI dan tinggal di Indonesia, serta ikut sertifikasi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)

Bahayanya Ilegal

Guna memastikan bahwa tidak ada pinjaman online ilegal yang beroperasi, OJK menutup yang ilegal dengan bekerjasama dengan Satgas Investasi. Adanya pinjaman ilegal sangat merugikan konsumen dan merusak citra pinjaman online yang resmi.

Resiko pinjaman ilegal adalah membahayakan konsumen peminjam, antara lain, yaitu:

  1. Tidak ada pengawasan dari OJK. Tanpa regulator dan pengawasan, kegiatan pinjaman uang ilegal tidak akan memperhatikan aspek perlindungan konsumen.
  2. Tidak ada standar pengalaman Pengurus/Direksi Fintech Lending Ilegal untuk menjalankan kegiatan operasional pinjaman, termasuk bagaimana melayani konsumen dengan baik.
  3. Fintech Lending ilegal mengenakan biaya dan denda yang sangat besar dan tidak transparan. Sudah muncul banyak komplain soal ini dari nasabah yang dirugikan.
  4. Lokasi kantor Fintech ilegal tidak jelas/ditutupi dan bisa jadi berada di luar negeri untuk menghindari aparat hukum. Konsumen sulit menghubungi kantor pinjaman online untuk menyampaikan pengaduan atau pertanyaan.
  5. Aplikasi pinjol ilegal meminta akses kepada seluruh pribadi yang ada di dalam handphone pengguna yang kemudian disalahgunakan untuk melakukan penagihan. 
  6. Fintech Lending ilegal tidak menanggapi pengaduan konsumen dengan baik.
  7. Fintech Lending ilegal melakukan penagihan dengan cara-cara yang kasar, cenderung mengancam, tidak manusiawi, dan bertentangan dengan hukum. Tidak ada kewajiban melakukan sertifikasi tenaga penagih. 

Perlindungan Konsumen

Perlindungan Konsumen

Maraknya pinjaman online ilegal membuat aspek perlindungan konsumen menjadi sangat penting dan urgent. 

Cara melaporkan Pinjaman Online Ilegal atau Fintech Ilegal ke OJK cukup mudah. Bisa dilakukan dalam 2 jalur, yaitu pengaduan konsumen OJK dan Satgas Investasi OJK.

A. Pengaduan Konsumen OJK

Kirimkan laporan ke pengaduan konsumen di OJK yang menyediakan berbagai cara saluran pengaduan, yaitu: dari email, surat sampai call center telepon OJK.

OJK memiliki bagian khusus Perlindungan Konsumen, yang menangani dari pengaduan konsumen termasuk soal pinjaman online, yang mana konsumen pinjaman dapat menyampaikan permintaan informasi atau pengaduan kepada OJK melalui sarana yang meliputi :

  1. Surat Tertulis dari konsumen ditujukan: Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Menara Radius Prawiro, Lantai 2 , Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 2 Jakarta Pusat 10350
  2. Telepon : 157 Jam operasional : Senin – Jumat, Jam 08.00 – 17.00 WIB
  3. Email: Permintaan informasi dan pengaduan disampaikan email: konsumen@ojk.go.id
  4. Form Pengaduan Online: Masyarakat dapat mengirimkan pengaduan dalam form elektronik yang tersedia di http://konsumen.ojk.go.id/FormPengaduan

Untuk menyampaikan pengaduan, OJK menyarankan konsumen untuk melampirkan:

  • Bukti telah menyampaikan pengaduan kepada lembaga jasa keuangan terkait dan/atau jawabannya
  • Identitas diri atau surat kuasa (bagi yang diwakili)
  • Deskripsi/kronologis pengaduan
  • Dokumen pendukung

Dokumen yang diminta OJK diatas penting untuk 1) mempercepat penanganan oleh OJK dengan adanya bahan bahan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut; 2) menunjukkan bahwa pengaduan yang disampaikan kredibel untuk ditindaklanjuti oleh OJK.

OJK menetapkan bahwa apabila data/dokumen yang diminta tidak dipenuhi dalam waktu paling lambat 20 hari kerja sejak tanggal pemberitahuan, maka pengaduan dianggap dibatalkan.

Dalam form pengaduan online di OJK, konsumen bisa melihat dokumen – dokumen pendukung yang perlu disampaikan ke OJK, yaitu:

  1. Identitas Pelapor. Data lengkap konsumen yang melaporkan
  2. Pengaduan. Kronologi pengaduan secara lengkap, termasuk nominal kerugian, lokasi, lembaga keuangan yang terkait dan lainnya.
  3. Dokumen. Identitas Diri, Kronologis Pengaduan, Bukti Pengaduan PUJK, Surat pernyataan diatas materai dan dokumen Pendukung Lainnya.

Dari dokumen pengaduan yang diminta OJK tersebut, saya bisa menyimpulkan bahwa OJK mengharuskan konsumen sudah menyampaikan masalahnya ke lembaga keuangan terkait, dalam hal ini pinjaman online, memang kalau ilegal tidak banyak bisa diungkap karena ilegal dengan sendirinya memang tidak dalam pengawasan OJK.

B. Satgas Investasi OJK

Laporkan ke Satgas Investasi. 

Di dalam OJK juga terdapat Satgas Investasi, yang melakukan penutupan atas aktivitas pinjaman atau investasi yang ilegal. Penutupan Fintech ilegal dilakukan oleh Satgas Investasi, termasuk menutup aplikasi fintech.

Kontak Satgas Investasi adalah call center: (021) 1500 655 atau email:  waspadainvestasi@ojk.go.id atau Satgas Waspada Investasi, Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4 10710 DKI Jakarta Indonesia

Tips Mengajukan Pinjaman Online

Tips Mengajukan Pinjaman Online

Ada sejumlah tips dalam mengambil pinjaman online, yaitu:

a) Terdaftar OJK

OJK atau otoritas jasa keuangan adalah lembaga yang mengatur dan mengawasi semua aktifitas yang terjadi di sektor keuangan. Termasuk mengawasi penyedia pinjaman baik konvensional atau online. 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak semua yang ada di internet memiliki legalitas. Apalagi penyedia pinjaman online yang kian menjamur, tidak semuanya bisa dipercaya. 

Maka dari itu harus waspada saat memilih pinjaman online. Jangan tergiur hanya oleh syarat yang mudah dan cepat.

Caranya adalah mengajukan pinjaman online yang terdaftar resmi berizin di OJK.

Penyedia jasa pinjaman online yang terdaftar di OJK menunjukkan legalitas perusahaan tersebut, serta mendapatkan jaminan keamanan dalam bertransaksi. 

Adapun hak-hak sebagai konsumen dilindungi dan ketika terjadi hal-hal yang merugikan terkait kesepakatan pinjaman online, debitur bisa membuat laporan kepada OJK.

Salah satunya regulasi OJK yang mengatur batasan maksimum bunga yang bisa dibebankan ke konsumen. Batasan bunga melindungi konsumen dari kemungkinan resiko beban pembayaran yang mencekik dan tidak manusiawi..

b) Transparansi 

Penting memilih penyedia jasa pinjaman online yang transparan. 

Karena konsumen tidak bertemu langsung dengan pihak kreditur, segala informasi mengenai pinjaman harus jelas dari awal. Berapa pagu kredit yang akan diberikan, Bunga yang dibebankan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, cara pengambilan pinjaman, cara pembayaran cicilan dan biaya-biaya lainnya.

Kemungkinan konsumen dirugikan lebih rendah jika sejak awal sudah transparan dan konsumen sudah menyetujui apa yang dibebankan atas pinjaman yang diterima. Mengetahui apa resiko jika terjadi keterlambatan membayar dari jatuh tempo. 

c) Layanan Konsumen

Pilih perusahaan yang punya layanan konsumen jelas dan mudah dihubungi. Misalnya, no telepon ada, lalu email, kalau mungkin ada WA dan alamat kantor.

Tujuannya, supaya jika nanti ada masalah, debitur bisa dengan mudah menghubungi dan mendapatkan respon cepat.

Layanan konsumen yang jelas dan mudah dihubungi juga menjadi penanda antara lembaga legal dan ilegal. Pinjol ilegal biasanya tidak memiliki layanan konsumen. 

Jelas, mereka ilegal, jadi identitasnya ingin tidak dikenal dan sebisa mungkin ditutup tutupi.

d) Website Secured

Karena pinjaman online dilakukan lewat internet, pastikan pilih situs yang aman dan terproteksi dengan secured. Keamanan situs dilihat dari logo gembok atau tergembok di kiri atas. 

Security sangat penting di era digital saat ini. Banyak kejadian pencurian data yang merugikan konsumen karena bocornya data-data penting.

Fintech P2P pinjaman online resmi diwajibkan OJK melakukan sejumlah langkah security di website dan database untuk melindungi data konsumen, termasuk lolos audit dan sertifikasi ISO teknologi informasi, untuk memastikan bahwa keamanan data konsumen menjadi prioritas utama perusahaan.

e) Kemampuan Pembayaran

Saat mengajukan pinjaman sesuaikan dengan kemampuan pembayaran. Jangan sampai gali lubang tutup lubang semata, apalagi mengingat bunga pinjaman online cukup tinggi.

Salah satunya dengan melakukan simulasi kredit, yang biasanya disediakan di situs keuangan. Dari hasil simulasi terlihat estimasi kewajiban cicilan berdasarkan jumlah plafon yang ingin diambil.

Apakah total kewajiban hutang setiap bulan, termasuk jika mengambil pinjaman online, dibandingkan penghasilan, sudah melewati angka 30% atau tidak. Jika ya, itu alarm karena melebihi batasan yang diberikan oleh perencana keuangan untuk kondisi keuangan keluarga yang sehat.

Pinjam sesuai kemampuan akan membuat peminjam bisa membayar tepat waktu dan tidak harus membayar denda keterlambatan.

f) Kontrak Pinjaman

Di setiap pengajuan kredit, calon nasabah diberikan kontrak pinjaman. Baca dengan teliti kontrak perjanjian yang ditawarkan, dan ajukan pertanyaan apabila belum jelas. 

Kontrak menjadi dasar hukum pinjam meminjam. Segala hak dan kewajiban pihak yang terlibat diatur dalam kontrak.

Kontrak pinjaman bisa bervariasi, mulai dari yang simpel, yaitu pinjaman dana tunai jangka waktu pendek, sampai yang cukup rumit terkait usaha, misalnya, jika terdapat jaminan atau agunan atas pengajuan pinjaman.

g) Review Konsumen

Keuntungan pinjaman di era digital adalah ada banyak komentar konsumen yang pernah mengambil sebelumnya di internet. Jejak digital nya ada.

Baca review konsumen tersebut. Banyak informasi penting disana yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum mengambil pinjaman.. 

Penyedia jasa pinjaman pastinya akan menampilkan review konsumen sebagai testimoni positif atas jasa yang diberikan. Biasanya akan mudah ditemukan di halaman website, sebagai promosi dan bagian dari transparansi informasi.

Calon konsumen bisa membandingkan dengan review yang langsung diberikan konsumen, yang tidak bisa seleksi oleh perusahaan. Review ini bisa ditemukan di Google Playstore (jika ada aplikasinya) atau dalam mesin pencarian Google.

Pengalaman Mengajukan

Berikut ini contoh step by step pengalaman mengajukan pinjaman online. Bagaimana prosesnya, apa dokumen yang diminta bisa lihat di bawah ini.

Estimate Cost : IDR

Time Needed : 01 hours 00 minutes

Cara mengajukan pinjaman online

  1. Verifikasi Ponsel

    Pengiriman kode OTP ke HP Pengalaman Pinjaman Online

  2. Isi Data Pribadi

    Data pribadi dan pekerjaan Pengalaman Pinjaman Online

  3. Isi Data Keluarga

    Data keluarga dekat dan no rekening bank Pengalaman Pinjaman Online

  4. Akses Ponsel

    Diminta berikan akses ponsel Pengalaman Pinjaman Online

  5. Simulasi Pinjaman

    Hitung pembayaran dengan simulasi pinjaman Pengalaman Pinjaman Online

  6. Upload Foto, KTP

    Unggah foto selfie dan KTP Pengalaman Pinjaman Online

Tools
  • Aplikasi Pinjaman Online
  • Smartphone HP Ponsel

Kesimpulan

Pinjaman online tumbuh cepat seiring antusiasme dan permintaan yang tinggi. Kemudahan dan kecepatan dalam proses kredit membuat banyak orang ingin mencoba.

Namun, penting sekali memahami pengertian pinjaman online, bagaimana cara kerjanya, bunga, dan resikonya. Munculnya banyak pinjaman online ilegal yang sangat merugikan masyarakat, menunjukkan pentingnya pemahaman atas jenis pinjaman yang baru ini.

Bagikan Melalui

Artikel Terkait

Pinjaman BNI Usaha UMKM

Pinjaman Bank BNI untuk Modal Usaha Kecil UMKM

September 6, 2021 0 Komentar

Bank BNI menyediakan berbagai kredit untuk modal usaha. Menarik untuk melihat pinjaman usaha yang... Baca Lagi

Pinjaman Mandiri Modal Usaha

Pinjaman Bank Mandiri untuk Modal Usaha Kecil UMKM

Agustus 30, 2021 0 Komentar

Bank Mandiri menyediakan pinjaman untuk usaha kecil UMKM. Apa jenis pinjaman modal usaha yang dit... Baca Lagi

Pinjaman BCA untuk Usaha UMKM

7 Pilihan Pinjaman Bank BCA untuk Usaha Kecil UMKM

Agustus 23, 2021 0 Komentar

Bank BCA menyediakan pinjaman untuk usaha kecil UMKM. Apa jenis pinjaman yang ditawarkan dan baga... Baca Lagi

Pengertian Fintech

Pengertian Fintech: Aplikasi, Perusahaan, Regul...

Agustus 13, 2021 0 Komentar

Fintech adalah kolaborasi antara teknologi dan keuangan, financial technology, menghasilkan inova... Baca Lagi

Pengertian LKBB Lembaga Keuangan Bukan Bank

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank LKBB

Juli 30, 2021 0 Komentar

Ada lembaga keuangan non bank, disebutnya Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Pinjaman tidak melu... Baca Lagi

Tips PayLater Pinjaman Kredit

10 Tips PayLater Cicilan Tanpa Kartu Kredit aga...

Juli 26, 2021 0 Komentar

Tips menggunakan Paylater ini penting. Saya melihat banyak orang, terutama millineals, terjebak h... Baca Lagi

Belum Ada Komentar

Tulis Komentar

Email Anda tidak akan di publish