Advertisements

10 Cara Pinjaman Online Aman Terpercaya (dari Pengalaman)

Advertisements

Cara pinjaman online yang aman perlu disampaikan karena pertumbuhan fintech yang menjamur di Indonesia dalam 3 tahun terakhir, di samping membawa banyak kemudahan, muncul pula komplain dan keluhan terkait layanan pinjaman online. Bagaimana kita sebagai konsumen bersikap ? Saya mengulik 10 tips cara pinjaman online yang aman dan terpercaya.

Sudah ada 166 perusahaan P2P online terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai April 2020.

Mungkin kalau tidak karena pandemi Covid, jumlah ini akan lebih banyak lagi, karena sebelum itu setiap beberapa bulan OJK selalu mengumumkan puluhan P2P baru.

Saya ingat di tahun 2016 hanya ada beberapa gelintir P2P dan itupun belum dikenal masyarakat. OJK saat itu baru mengeluarkan regulasi yang mengatur fintech online.

Namun, hanya dalam waktu 3 tahun lebih sedikit, pinjaman online sudah tumbuh sangat luar biasa. Munculah nama – nama, seperti UangTeman.com, Kredit Pintar.com, Julo.com, Akulaku.com, Tunaiku.com.

Advertisements

Tidak hanya di Jakarta, tetapi menjamah seluruh Indonesia.

Menawarkan produk seperti dana langsung cair 24 jam, cicilan tanpa kartu kredit, pinjaman cepat.

Dibawah ini statistik OJK soal Fintech Lending Pinjaman Online Maret 2020:

Mengagetkan semua orang atas akselerasi bisnis fintech online yang sangat cepat.

Advertisements


Pertumbuhan cepat tersebut disambut positif banyak pihak baik regulator, pelaku dan masyarakat karena Indonesia memang kekurangan sumber pembiayaan.

Butuh alternatif sumber kredit baru, selain dari lembaga keuangan perbankan dan lembaga keuangan finansial, dimana P2P diharapkan bisa menjadi lembaga keuangan baru yang mendatangkan alternatif sumber pembiayaan.

Lihat data OJK dibawah ini bahwa Fintech menjangkau, tidak hanya di Jakarta dan Jawa saja, tetapi juga di luar Jawa. Membantu inklusi keuangan !

Tapi, di tengah optimisme tersebut, muncul banyak keluhan soal perilaku pinjaman online yang dianggap merugikan, mulai dari bunga yang luar biasa tinggi, penyedotan data pribadi yang masif, ketentuan yang tidak transparan sampai cara penagihan yang tidak manusiawi.

Ditambah lagi, yang lebih parah, adalah munculnya banyak sekali pinjaman online ilegal yang tumbuh bak cendawan di musim hujan. 

Hampir setiap hari saya terima penawaran via SMS, WA, dari pinjaman ilegal. Tawaran mereka tampak lebih agresif dengan iming – iming kecepatan dan kemudahan mendapatkan kredit.

Pinjaman online ilegal ini sangat merugikan karena bergerak tanpa aturan, tanpa etika, tanpa takut izinnya dicabut oleh regulator. Ada banyak kasus pinjol illegal, misalnya, saat mengajukan pinjaman online data nasabah di ponsel diambil tanpa izin, proses penagihan yang meneror dan lain sebagainya.

OJK bergerak lewat Satgas Investasi. 

Secara rutin Satgas Investasi OJK yang bekerjasama dengan lembaga hukum lain memantau dan menutup puluhan pinjaman online ilegal.

Persoalannya, teknologi memungkinkan pinjaman ilegal beroperasi dengan mudah, berganti – ganti identitas, bereplikasi secara cepat, tumbuh baru dalam hitungan hari.


LBH (Lembaga Bantuan Hukum) mencatat banyak komplain terkait pinjaman online, meskipun segala upaya yang sudah dijalankan.

Apa yang harus dilakukan ? Bagaimana cari pinjaman online terpercaya ?

Menurut saya, salah satunya, adalah mengedukasi masyarakat.

Masyarakat perlu diberi pencerahan bagaimana memilih pinjol yang aman, menghindari yang ilegal, menyadarkan soal risiko dan kerugian.

Kalau masyarakatnya punya literasi yang baik, pinjol ilegal dengan sendirinya akan hilang karena tidak ada yang mengajukan pinjaman ke entitas ilegal.

Jadi, selain aksi hukum dari Satgas Investasi OJK, masyarakat perlu diberikan asupan bagaimana menyikapi dan menghadapi tawaran pinjaman online.

Apa tips agar kredit online di Fintech aman ? Bagaimana mengetahui perusahaan pinjaman yang aman terpercaya ? 

1. Perusahaan Terdaftar OJK

Pinjaman online ilegal tidak terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga aktivitas mereka rentan melanggar ketentuan yang membahayakan perlindungan konsumen.

Masalahnya, karena tidak diatur dan di regulasi, mereka bebas melakukan apapun, menggunakan segala cara, selama menguntungkan buat mereka.

Salah satu contohnya adalah suku bunga.

Pinjaman dana ilegal menetapkan bunga yang sangat tinggi dan merugikan peminjam karena tidak mengikuti pembatasan bunga sesuai ketentuan, sementara fintech P2P yang terdaftar dan diawasi OJK wajib mengikuti batasan bunga maksimum yang ditetapkan AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia).

Contoh lain, aktivitas penagihan Collection yang diluar batas kewajaran menjadi resiko yang dihadapi konsumen pinjaman dana ilegal, karena pinjaman online ilegal tidak mengikuti ketentuan soal tata cara perilaku penagihan yang pantas. 

Sementara, pinjaman online resmi wajib patuh pada pedoman perilaku, termasuk cara penagihan yang wajar dan beretika, yang jika pedoman dilanggar, tanda terdaftar dan izin Fintech bisa dicabut oleh OJK.

Masalahnya, banyak peminjam terjebak dengan segudang janji manis pinjaman ilegal dengan iming – iming proses sangat mudah, cepat dan gampang, yang ujungnya menarik calon debitur mengambil pinjaman di perusahaan ilegal.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan calon peminjam untuk menghindari pinjaman online ilegal dan meminjam dari pinjaman online yang terpercaya, yaitu:

  1. Calon peminjam masuk ke situs OJK yang disana terdapat daftar pinjaman online resmi diawasi OJK. Pinjam hanya dari lembaga yang terdaftar resmi di OJK
  2. Bisa juga mengecek daftar pinjol resmi di website AFPI yang menaungi semua perusahaan P2P terdaftar di OJK
  3. Tidak mudah tergiur tawaran kredit yang manis, yang mudah, sebelum memastikan bahwa tawaran tersebut datang dari lembaga resmi dan bukan lembaga ilegal.

2. Transparan

Di era teknologi dan fintech, ciri yang ditonjolkan pinjaman online adalah transparansi saat pengajuan pinjaman.

Transparan pinjaman online bisa dilihat, salah satunya, dari beberapa hal berikut:

a) Kalkulator Pinjaman

Calon peminjam bisa tahu berapa jumlah pinjaman, tenor dan berapa cicilan, serta total bunga dan biaya yang harus dilunasi, secara cepat dan mudah dari aplikasi pinjaman online.

Selama ini, banyak kritik ke bank atau leasing soal biaya tersembunyi yang tidak diketahui nasabah saat di awal kredit diambil dan baru kemudian biaya – biaya diketahui setelah pinjaman berjalan.

Fintech pinjaman online selayaknya lebih terbuka, lebih transparan, dengan memanfaatkan teknologi dan aplikasi.

Sebagai contoh, ada beberapa aplikasi pinjaman online menyediakan kalkulator kredit, seperti contoh diatas sebelumnya dan dibawah ini:

Melalui kalkulator ini, orang yang akan meminjam uang akan mengetahui secara langsung total biaya berapa, bunganya berapa, tenornya berapa lama dan sebagainya.

Calon peminjam saat mencari pilihan pinjaman online perlu melihat mana lembaga yang transparan menjelaskan semua aspek, terutama soal bunga dan biaya, secara gamblang dan clear di aplikasi mereka.

Transparansi bisa dirasakan calon peminjam saat masuk ke aplikasi pinjaman, terlihat mana aplikasi yang terbuka dan jelas, mana yang serba kabur dan tidak transparan.

Saya pernah menemui beberapa aplikasi pinjaman online yang tidak menyampaikan suku bunga dan biaya layanan di awal proses pengajuan dalam sistem.

Berikut ini adalah contol aplikasi pinjaman online tanpa kalkulator sehingga kurang jelas menunjukkan berapa total kewajiban pengembalian dan berapa dana yang dicairkan.

Berikut ini contoh lain dari pinjaman online yang tidak ada kalkulator di awal saat pengajuan di aplikasi

Konsumen selayaknya mengetahui biaya layanan secara transparan dimuka agar bisa memutuskan ingin melanjutkan proses atau tidak. Bukan sebaliknya diakhir proses.

Informasi yang selayaknya ada di Kalkulator dalam aplikasi saat di awal pengajuan pinjaman adalah:

  • Jumlah Pinjaman
  • Jumlah Pencairan
  • Kewajiban Pengembalian
  • Tenor Pinjaman
  • Biaya Layanan (Bunga)
  • Biaya Provisi (jika ada)

b) Persetujuan “Syarat & Ketentuan” dan Kebijakan Privasi

Perusahaan yang menawarkan pinjaman online dengan terpercaya akan melakukan berikut:

  • menampilkan dokumen “Syarat & Ketentuan” dan “Kebijakan Privasi” dalam aplikasi yang mudah diakses dan dibaca oleh pengguna
  • meminta persetujuan pengguna atas “Syarat & Ketentuan” dan “Kebijakan Privasi”

Kedua dokumen ini penting karena di dalamnya perusahaan pinjaman menyatakan hal – hal yang akan diakses dari ponsel HP pengguna dan terkait perizinan serta regulasi dari perusahaan.

3. Layanan Konsumen

OJK sudah menetapkan bahwa perusahaan P2P resmi yang diawasi OJK wajib memiliki layanan pelanggan.

Waktu mengajukan pinjaman, sebaiknya pilih perusahaan yang menawarkan pinjaman, yang punya customer service, layanan konsumen yang jelas dan mudah dihubungi. Misalnya, nomor telepon ada, lalu email, kalau mungkin ada WA dan alamat kantor.

Pinjaman online diharapkan tidak hanya pinjam uang langsung cair 24 jam, tetapi juga customer service 24 jam.

Tujuannya, supaya jika nanti ada masalah, debitur bisa dengan mudah menghubungi dan mendapatkan respon cepat.

Layanan konsumen yang jelas dan mudah dihubungi juga menjadi penanda antara lembaga legal dan ilegal.

Pinjaman dana online ilegal biasanya tidak memiliki layanan konsumen. Jelas, mereka ilegal, jadi identitasnya ingin tidak dikenal dan sebisa mungkin ditutup tutupi.

Jadi, selain untuk mempermudah komunikasi di kemudian hari, ada tidaknya layanan konsumen mengindikasikan pinjaman tersebut legal atau tidak.

Layanan tidak hanya berarti kontak untuk dihubungi tetapi juga kemudahan konsumen mengetahui dengan cepat status pinjaman yang diajukan.

Konsumen bisa dengan mudah mengecek di aplikasi soal bagaimana pinjaman yang diajukan, apakah disetujui, masih diproses, atau ditolak. Jika masih diproses, sampai mana statusnya.

Saya mengalami aplikasi yang bagus memberikan update secara berkala soal status pinjaman. Muncul notifikasi di ponsel soal status pinjaman.

Related Post

4. Produk Sesuai Kebutuhan

Saya perhatikan banyak orang mengambil produk keuangan tanpa paham fitur pinjaman tersebut, terutama soal tenor dan bunga serta denda jika terlambat.

Yang diperhatikan oleh mayoritas peminjam, hanya bagaimana sesegera mungkin bisa menerima uang pencairan. 

Pemahaman atas produk, sebelum mengajukan pinjaman online, itu penting supaya tahu apa kewajiban setelah menerima pinjaman dan, paling penting, apakah produk pinjaman yang diambil sesuai dengan kebutuhan.

Advertisements

Saya ambil beberapa contoh berikut:

  • Peminjam butuh produk cicilan, sementara pinjaman yang diambil adalah payday loan yang tenor pinjaman hanya dalam 30 hari. Pasti akan menimbulkan masalah karena produk dan kebutuhan tidak sesuai.
  • Ada konsumen butuh modal usaha tetapi mengambil kredit online cepat cair yang jumlah dana pinjaman kecil, bunganya tinggi, yang tidak cocok dengan model bisnis usaha.

Jadi, sebelum mengajukan, sebaiknya pelajari dengan benar apakah produk pinjaman yang diambil sesuai dengan kebutuhan.

5. Website dan Aplikasi Aman

Karena online maka keamanan dan security website serta aplikasi menjadi hal yang utama. 

Pastikan bahwa pinjaman dilakukan ke situs yang aman dan terproteksi dengan secured.

Dalam proses pengajuan pinjaman, peminjam akan diminta memasukkan sejumlah data pribadi yang jika dicuri atau bocor akan sangat berbahaya karena data pribadi bisa disalahgunakan yang merugikan pemilik data.

Kita pernah mendengar bagaimana perusahaan e-commerce online berskala besar mengalami kebocoran data pribadi konsumen dalam jumlah besar. Ancaman itu nyata !

Langkah preventif adalah:

  • Fintech P2P pinjaman online resmi diwajibkan OJK melakukan sejumlah langkah security di website dan database untuk melindungi data konsumen, termasuk lolos audit dan sertifikasi ISO teknologi informasi, untuk memastikan bahwa keamanan data konsumen menjadi prioritas utama perusahaan.
  • Peminjam bisa melihat keamanan situs dari logo gembok atau tergembok di kiri atas yang bisa dikatakan keamanan dari situs tersebut terjamin, dan ini bisa menjadi indikasi bahwa aplikasi pinjaman uang online tersebut aman dan terpercaya.

6. Pahami Bunga dan Biaya Pinjaman

Memang pinjaman online menjanjikan kecepatan dan kemudahan, bisa cair dalam 24 jam, cukup dengan modal KTP dan foto selfie. Hal yang tidak mungkin ditawarkan oleh bank dan leasing.

Tetapi, ada tetapi-nya, pinjaman online memberikan bunga kredit yang tinggi dan biaya lain yang besar.

Advertisements

Sesuai ketentuan Asosiasi Fintech, bunga pinjaman online dibatasi maksimum 0.8% per hari atau 24% sebulan flat

Buat ukuran perbankan yang biasa memberikan bunga rata – rata di 3% per bulan, tentu saja bunga rendah dibandingkan bunga pinjol 24% yang terasa tinggi.

Di samping itu, pinjaman online menerapkan sejumlah potongan biaya, baik yang dipotong up-front dari nilai pencairan atau denda keterlambatan yang cukup besar.

Pesannya adalah saat ingin mengajukan kredit di pinjol, perhatikan benar soal bunga dan konsekuensi biayanya.

Jika memang dengan segala pertimbangan, peminjam sadar dan siap membayar bunga dan biaya tersebut, tidak masalah, please go ahead.

Yang jadi masalah, jika baru komplain bunga yang tinggi setelah pinjaman dicairkan dan saat jatuh tempo pembayaran cicilan.

Komplain semacam ini seharusnya tidak terjadi karena saat mengajukan pinjaman, debitur sudah setuju dengan Syarat dan Ketentuan, termasuk tingkat bunga.

7. Pinjam Sesuai Kemampuan

Jenis pinjaman online kebanyakan dana pinjaman kecil untuk jangka pendek, jadi lebih pas untuk kebutuhan mendesak sebagai dana talangan .

Kecepatan dan kemudahan menjadi hal yang menjadi pertimbangan utama saat mengajukan pinjol karena untuk kebutuhan yang mendesak, yang sulit dipenuhi jika mengajukan ke perbankan atau lembaga keuangan lain.

Karena bunganya yang tinggi, pinjaman online kurang tepat untuk kebutuhan konsumtif atau kebutuhan yang tidak mendesak yang masih bisa ditunda.

Penting diperhatikan, saat mengajukan pinjaman mengambil sesuai kemampuan. Karena bagaimana juga pada saatnya pinjaman harus dikembalikan, harus dilunasi.

Pinjam sesuai kemampuan akan membuat: 

  1. peminjam bisa membayar tepat waktu dan tidak harus membayar denda keterlambatan;
  2. tidak terpaksa melakukan tindakan ‘gali lubang tutup lubang’ dengan mengambil pinjaman lagi untuk menutup pinjaman yang lama.

Saya perhatikan bahwa kemudahan dan kecepatan pengajuan lewat aplikasi di pinjaman online membuat orang mudah terjebak dalam ‘gali lubang tutup lubang’.

Pinjam lagi untuk membayar pinjaman sebelumnya.

Hal ini biasanya terjadi di jenis dana talangan dengan jumlah plafon pinjaman tidak terlalu besar dan waktu tenor pendek tapi bunga tinggi.

Karena prosesnya mudah, atau sengaja dibuat mudah, peminjam memilih pinjaman baru untuk menutup pinjaman lama, dan dilakukan secara terus menerus.

Ini cara yang bahaya, jangan membayar pinjaman dengan pinjaman baru untuk menghindari terlilit utang. 

Cara seperti ini bukannya membuat tagihan cepat lunas, tapi justru menambah banyak tagihan yang bisa jadi makin sulit kita lunasi. 

Jadikan membayar cicilan sebagai prioritas utama setelah menerima gaji. 

8. Pahami Kontrak Pinjaman

Saya yakin sedikit dari peminjam yang baca kontrak pinjaman, sementara kontrak itu penting karena menjadi dasar hukum terjadinya pinjam meminjam.

Baca dengan teliti kontrak perjanjian yang ditawarkan, dan ajukan pertanyaan apabila belum jelas. 

Jika kita melakukan suatu hal yang melanggar ketentuan, akibatnya adalah sanksi yang menghampiri. Artinya, jika tidak ingin kena masalah jangan sekali-kali melanggar aturan yang ada.

Kontrak pinjaman bisa bervariasi, mulai dari yang simpel, yaitu pinjaman dana tunai jangka waktu pendek, sampai yang cukup rumit terkait usaha, misalnya, jika terdapat jaminan atau agunan atas pengajuan pinjaman.

Pelajari dengan cermat dan baik – baik kontrak pinjaman agar tidak ada masalah di kemudian hari.

9. Perhatikan Data Pribadi

Penggunaan aplikasi dan teknologi yang kental guna proses cepat dalam pinjaman online, mau tidak mau, terkait data pribadi.

Salah satu alasan kenapa fintech bisa memberikan dana cepat dengan keputusan kredit secara kilat, adalah mengolah data – data, termasuk data pribadi, yang tersimpan di aplikasi dalam ponsel peminjam.

Hal ini sempat menimbulkan masalah karena ternyata, tanpa disadari oleh peminjam, banyak sekali data pribadi yang ditarik saat proses pinjaman di aplikasi, salah satunya, semua kontak dalam HP ikut diambil.

Kontak ini kemudian digunakan untuk penagihan, yang kemudian banyak menimbulkan komplain karena kerabat atau orang tua peminjam yang tidak tahu menahu soal pinjaman tiba – tiba dihubungi oleh debt collector hanya karena nomor teleponnya tercatat di ponsel peminjam yang menunggak.

Advertisements

Muncul juga kekhawatiran bahwa data yang ditarik tersebut bisa digunakan untuk membobol internet banking. Internet banking menggunakan data – data dari ponsel.

Agar kasus penarikan data pribadi tidak terulang lagi, yang merugikan konsumen, OJK sudah mengeluarkan ketentuan soal batasan data – data yang bisa diambil oleh pinjol saat memproses pinjaman.

Cuplikan data diatas, saya ambil dari salah satu P2P OJK, yang meminta izin dan persetujuan pengguna saat akan mengambil data pribadi.

Pengguna bisa menolak jika merasa tidak nyaman dengan penarikan data tersebut.

Saat menarik data, aplikasi harus meminta izin kepada pengguna.

Perhatikan baik – baik akses jenis data yang diminta.

Jika merasa tidak nyaman, sebaiknya jangan memberikan akses, yang itu artinya proses pengajuan berhenti, tidak bisa dilanjutkan.

10. Pinjol Tidak Hanya Konsumsi, Tetapi Juga Pinjaman Usaha

Pinjaman online banyak dipersepsikan sebagai pinjaman konsumtif berbunga tinggi.

Bukan persepsi yang sepenuhnya salah karena memang banyak mengajukan pinjaman online ditujukan untuk dana tunai dan konsumsi.

Tetapi, sebenarnya, banyak pinjaman P2P online yang menawarkan kredit untuk kepentingan usaha dan, yang lebih penting, pinjaman usaha dari P2P ini banyak men-support bidang usaha yang sulit mengajukan ke perbankan.

Selama ini, banyak pengusaha, terutama usaha kecil dan menengah yang mengeluh sulit mengajukan kredit ke bank karena berbagai regulasi di bank yang rigid dan ketat yang membuat UMKM sulit sekali mengajukan pinjaman.

P2P fintech online mengetahui celah ini sebagai peluang usaha dan menawarkan program pinjaman khusus, yaitu:

  • Invoice Financing. Memberikan kredit cash dengan persyaratan tagihan (invoice) dari pengusaha yang belum cair selama paling 3 bulan dan kredit diberikan 80% sd 90% dari nilai tagihan
  • Kredit Modal Usaha. Kredit untuk membiayai operasional perusahaan sehari – hari
  • Kredit Investasi. Pencairan dana kredit untuk membeli barang investasi untuk pengembangan usaha.
  • Kredit Mikro. Plafon dalam jumlah kecil untuk pedagang kecil di pedesaan yang membutuhkan dana dan diberikan secara kelompok dimana pengembalian secara tanggung renteng (group-lending).

Jadi, kalau ke pinjaman online tidak hanya soal kredit konsumtif semata, tetapi banyak jenis pinjaman lain yang untuk usaha dan bisnis.

Pinjaman Online Aman

undefined

Kesimpulan

Pertumbuhan pinjaman online yang luar biasa membuat banyak yang kaget, sekaligus gembira karena muncul alternatif pembiayaan baru diluar perbankan.

Namun, di sisi lain, pertumbuhan yang cepat ini menimbulkan ekses, terutama munculnya banyak pinjaman ilegal yang meresahkan, yang selalu muncul kembali (dengan cepat) meskipun sudah ditutup oleh Satgas OJK.

Bagaimana supaya masyarakat bisa melakukan pinjaman di lembaga yang aman dan terpercaya ?

Masyarakat perlu di edukasi, diberikan informasi, misalnya cara mengetahui pinjaman online yang aman agar tidak terjebak pada lembaga ilegal yang merugikan.

Semoga Bermanfaat !

Langganan Duwitmu.com
Dapatkan Info Artikel Terbaru di Duwitmu.com
Advertisements