Daftar Isi
Salah satu cara mudah dan cepat untuk dapat dana tunai adalah gadai BPKB. Selama kendaraan masih layak, baik itu mobil atau motor, gadai BPKB bisa menjadi opsi.
Banyak sekarang perusahaan leasing atau fintech P2P yang menyediakan fasilitas dana tunai dengan jalan gadai BPKB.
Namun, meskipun banyak kelebihannya, gadai BPKB juga punya sejumlah kekurangan. Berikut ini adalah unpopular opinion soal gadai BPKB:
Meskipun menggunakan jaminan kendaraan, tapi karena prosesnya mudah dan cepat maka bunga gadai BPKB tidak murah.
Berikut ini adalah contoh penawaran gadai BPKB yang kami terima dan kami hitung besarnya bunga yang harus dibayar, yaitu:
| Jenis Kendaraan | HONDA-BRV-E15CVTAT 2017 |
| Nilai Pinjaman | Rp 115.000.000 |
| Cicilan Tenor 12 Bulan | Rp 11.179.000 |
| Cicilan Tenor 24 Bulan | Rp 6.142.500 |
| Cicilan Tenor 36 Bulan | Rp 4.515.000 |
Bunga adalah 16% setahun untuk tenor 12 bulan.
Buat catatan, bunga diatas adalah untuk nasabah yang sudah pernah pinjam dan bagus catatan kreditnya. Kalau nasabah baru dan belum pernah pinjam sebelumnya, bisa dipastikan bahwa bunganya akan lebih tinggi.
Nilai pinjaman dari hasil appraisal jaminan tidak bisa 100%. Artinya, secara tidak langsung, Anda harus bayar uang muka.
Risiko reputasi berupa tercatatnya Riwayat Pembiayaan pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) ketika Anda menunggak pembayaran.
Konsekuensi tidak membayar cicilan adalah penagihan atau collection. Mulai dari yang ringan dengan telepon sampai dengan kunjungan oleh Debt Collector DC Lapangan.
DC lapangan tidak hanya melakukan kunjungan ke rumah tetapi bisa juga ke kantor.
Risiko eksekusi agunan yang terjadi dengan kondisi sebagai berikut:
Sejumlah biaya dan denda harus dibayar dalam setiap proses kredit leasing. Mulai dari denda keterlambatan dan denda lainnya.
Leasing melakukan survey lapangan ke rumah calon peminjam. Hasil survey akan menentukan disetujui tidaknya pengajuan pinjaman di leasing.

Daftar Isi
Komentar (0 Komentar)