Pinjaman Online, Investasi, Keuangan, Asuransi | Duwitmu

Pengalaman Minta Penurunan Bunga KPR ke Bank

Dipublish oleh R Quiserto Februari 11, 2017

Daftar Isi

Duwitmu Mengelola Keuangan Keluarga

Paling sering, nasabah KPR mengeluh bahwa bunga di pasaran sudah turun tetapi cicilan KPR mereka belum juga ikut turun. Ternyata, ada triknya supaya permintaan penurunan bunga KPR ke bank dikabulkan. Simak pengalaman kami yang terbukti berhasil. Lihat juga pengalaman restruktruisasi KPR, relaksasi keringanan kredit, karena Pandemi Covid-19 2020.

Trend di 2016 dan 2017 bunga pasar menurun, seiring kondisi ekonomi dan inflasi yang membaik. Terlihat bunga deposito di bank yang lebih rendah.

Selama ini, bunga cicilan KPRmengikuti bunga di pasar. Dikenal yang namanya bunga floating KPR, dimana tingkat bunga mengambang sesuai berapa bunga pasar.

Ketika 2014 dan 2015, bunga pasar naik tinggi, cicilan KPR ikut melambung. Banyak yang menjerit karena cicilan yang melonjak.

Ketika bunga pasar turun, bagaimana cicilan KPR Anda ?

Banyak yang komplain bunga KPR tidak turun seiring, termasuk yang kami alami.

Penurunan Bunga KPR

Fakta bahwa bank tidak se-agresif menurunkan bunga KPR ketika bunga pasar turun, dibandingkan menaikkan bunga KPR saat bunga pasar naik.

Fakta ini perlu kita siasati. Bagaimana caranya ? Ikuti pengalaman kami ini.

#1 Tren Bunga Menurun di 2017

Di awal 2017, kami perhatikan bunga pasaran sudah mulai turun dan terdengar bahwa bank mulai perang ‘bunga’ untuk meningkatkan kredit yang sempat melambat di 2016.

Kita bisa lihat di iklan media bagaimana bank gencar menawarkan promo bunga KPR kepada peminjam baru. Perlu digarisbawahi, ‘peminjam baru’.

Bagaimana dengan peminjam lama ? Yang sudah setia membayar cicilan KPR selama ini.

Meskipun kondisi bunga menurun, bank tempat kami memiliki KPR tidak menurunkan bunga kepada peminjam lama seperti kami. Bunga KPR kami masih jauh diatas bunga untuk pengajuan KPR baru.

Jadi, trend bunga menurun tampaknya tidak segera terefleksi di cicilan KPR peminjam lama.

#2 Dapat Tawaran Take – Over KPR

Satu hal adalah terjadinya ‘perang bunga’ di 2017 ini. Bank berebut nasabah untuk menggenjot kredit yang melempem di 2016 dan 2015.

Salah satu bank menghubungi kami menawarkan program take-over yang sangat menarik, yaitu bunga fix 8% selama 5 tahun, dengan diskon pengurusan KPR. Bebas biaya appraisal dan roya.

Ini tentu saja penawaran yang sangat menarik karena dengan bunga yang ditawarkan, cicilan kami turun dratis. Karena bunga KPR kami sekarang diatas 10% vs 8% take over.

Jika mengambil take over ini, cicilan KPR kami yang sebesar Rp 12.3 juta sebulan turun menjadi Rp 10.8 juta. Wow, rejeki awal tahun yang tidak terduga.

Namun, sebelum memutuskan untuk take over, kami timbang-timbang lagi karena ternyata biaya take over cukup besar. Menurut petugas bank, biayanya berkisar 2% sampai 5% dari total pinjaman.

Hitungan kami biaya take over mencapai Rp 20 juta sampai Rp 40 juta. Biaya ini sudah harus dilunasi satu hari sebelum akad kredit.

#3 Ajukan Turun Bunga KPR ke Bank

Daripada mengeluarkan uang sebesar diatas untuk biaya take over, kami coba negosiasi dengan bank KPR. Siapa tahu, bank KPR bersedia memberikan diskon bunga.

Jika kita nasabah yang baik dan tidak pernah menunggak, bank pasti ingin mempertahankan kita sebagai nasabah. Bank tentu saja senang dengan nasabah yang patuh membayar.

Penawaran take over tersebut kami kirimkan ke bank KPR. Menjelaskan bahwa kami ingin melunasi karena menerima tawaran yang lebih menarik dari bank lain.

Tidak lama setelah surat dikirim, kami menerima balasan dalam 1 hari. Jawabannya menyenangkan.

Bank bersedia menurunkan bunga mendekati bunga take over yang ditawarkan ke kami. Cicilan pun turun cukup signifikan.

Ini contoh surat penawaran yang kami terima.

Pihak bank mengirimkan surat penawaran penurunan bunga. Kami harus meresponse dalam beberapa hari. Jika tidak, penawaran hangus.

Yang paling penting, kami tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan take over KPR supaya cicilan turun.

Baca juga – Cara Restrukturisasi Pinjaman Pandemi Covid-19

Pengalaman Restrukturisasi KPR

Di awal 2020, masyarakat dunia dilanda pandemi virus Covid-19, termasuk di Indonesia.

Dampaknya luar biasa. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

Meminta penundaan kredit KPR menjadi salah satu opsi yang banyak diambil karena pengeluaran untuk membayar cicilan kredit punya porsi terbesar dalam pengeluaran bulanan.

Pemerintah melalui OJK sudah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi KPR karena Pandemi Covid-19.

Relaksasi KPR di bank menawarkan beberapa opsi.

PIC di bank menyampaikan bahwa terdapat beberapa skema restrukturisasi yang ditawarkan oleh bank dan hal ini juga tercantum di surat permohonan restrukturisasi ke bank, yaitu:

  1. Penurunan Suku Bunga KPR selama periode tertentu. Nasabah tetap melakukan pembayaran cicilan pokok dan bunga, sementara bank memberikan penurunan suku bunga sehingga jumlah cicilan per bulan menjadi lebih rendah.
  2. Grace Period, pembayaran hanya bunga saja, selama maksimum 1 tahun. Dengan pembayaran hanya bunga dan tanpa pokok, maka cicilan menjadi lebih rendah. Pokok yang tidak dibayar dalam periode tersebut dipindah ke bulan ke 13 dan seterusnya (asumsi grace period bayar bunga selama 12 bulan), sehingga mulai bulan ke-13 cicilan menjadi lebih tinggi (akibat limpahan pokok yang tidak dibayar selama 1 tahun). Dalam skema ini, tenor pinjaman tidak berubah.
  3. Perpanjangan tenor pinjaman, misalnya dari 10 tahun menjadi 15 tahun, yang akan menurunkan cicilan per bulan. Dengan masa pinjaman yang lebih panjang, total pinjaman dibagi lebih banyak bulanan sehingga cicilan menjadi lebih rendah.

PIC bank menjelaskan secara umum bagaimana proses pengajuan restruktur ini, yaitu:

  1. Penyampaian dokumen persyaratan
  2. Evaluasi bank atas pengajuan debitur
  3. Persetujuan dan usulan restruktur yang disetujui oleh bank
  4. Persetujuan debitur atas usulan restruktur kredit
  5. Tanda tangan kontrak perjanjian kredit yang baru setelah restruktur.

Kesimpulan

Satu hal yang kami belajar adalah untuk mendapatkan penurunan bunga cicilan KPR maka nasabah harus pro-aktif kepada bank. Bersikap pasif dan menunggu tampaknya tidak akan memberikan hasil.

Jika trend bunga di pasaran menunjukkan penurunan (perlu pantau trend bunga di media massa), saatnya nasabah mengajukan penurunan. Salah satu cara paling efektif adalah menggunakan penawaran take-over sebagai ‘bargaining power’, alat negosiasi, untuk membujuk bank KPR menurunkan bunga.

Syaratnya, peminjam harus peminjam yang baik. Alias tidak pernah menunggak dan tidak punya masalah dengan bank. Bank pasti memperhatikan dan tidak ingin kehilangan peminjam yang baik.

Selamat mencoba !

Bagikan Melalui

Artikel Terkait

Permata KPR Bank Pinjaman

KPR Bank Permata Pinjaman Pembiayaan Rumah

Januari 18, 2022 0 Komentar

KPR Permata adalah pinjaman untuk pembiayaan kepemilikan rumah, apartemen, multiguna dari Bank Pe... Baca Lagi

Kredit Rumah Artis Pekerja Lepas

Kredit KPR Rumah Artis, Freelancer Penghasilan ...

Januari 8, 2022 0 Komentar

Artis atau Freelancer yang penghasilannya tidak tetap punya kesulitan untuk mengajukan KPR ke ban... Baca Lagi

Cara Cek BI Checking Online via HP

Cara Cek BI Checking Tanpa Antri Online Mudah L...

Januari 5, 2022 0 Komentar

Saat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah, lolos BI Checking adalah sebuah faktor yang tergolong pen... Baca Lagi

Pinjaman BRI Gadai Sertifikat

Pinjaman BRI Jaminan Gadai Sertifikat Rumah (Ta...

Desember 28, 2021 0 Komentar

Bank BRI menyediakan pinjaman dengan gadai sertifikat rumah. Bagaimana cara pengajuan kredit deng... Baca Lagi

Cara Pelunasan Dipercepat KPR Pinjaman Rumah

Melunasi KPR Rumah Lebih Cepat (5 tahun dari 15...

Oktober 11, 2021 0 Komentar

KPR rumah bisa dilunasi dengan cepat. Dari masa kredit 15 tahun menjadi hanya 5 tahun sudah lunas... Baca Lagi

KPR CIMB Niaga Pinjaman Rumah

KPR CIMB Niaga Pinjaman Pembiayaan Rumah

September 27, 2021 0 Komentar

KPR CIMB Niaga adalah pinjaman untuk pembiayaan kepemilikan rumah, apartemen, multiguna, tanah da... Baca Lagi

Komentar(12 Komentar)

  1. mohon diinfokan surat pengajuan permohonan penurunan suku bunga kpr-nya.

    Thanks

  2. draft surat pengajuan permohonan penurunan suku bunga kpr mohon di info ke saya

    1. boleh dishare surat pengajuannya?

  3. Mohon contoh surat pengajuan nya pa, jika berkenan kirim ke email saya

  4. boleh di share contoh surat pengajuannya pak? terima kasih

  5. […] Simak Pengalaman Minta Penurunan Bunga KPR ke Bank dan Dikabulkan. […]

  6. […] Simak Pengalaman Minta Penurunan Bunga KPR ke Bank dan Dikabulkan. […]

  7. […] Simak Pengalaman Minta Penurunan Bunga KPR ke Bank dan Dikabulkan. […]

  8. Bisa minta contoh surat permohonannya Pak Rio? Trims

  9. selamat sore, mau nanya selama ini saya berpikiran kalau pelunasan di bank syariah jatuhnya akan rugi, tapi kalo dari contoh yang bapak sampaikan saya lihat bapak juga menggunakan kpr syariah, mohon penjelasannya

  10. Mohon dikirimkan format permohonannya pak. Kemarinsaya sudah mohon tulis pakai tangan, kelihatannya tidak di gubris.

Tulis Komentar

Email Anda tidak akan di publish