Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Apa Itu Chart Pattern: Cara Kerja, Kelebihan, Kelemahan

Daftar Isi

Apa Itu Chart Pattern: Cara Kerja, Kelebihan, Kelemahan

Seorang trader khususnya trader saham dan forex perlu memahami apa itu chart pattern. Chart pattern bisa menjadi salah satu strategi trading andalan yang menghasilkan cuan.

Chart pattern dapat membantu trading karena bisa memberikan gambaran mengenai kemana arah harga selanjutnya. Selain sederhana, aturan yang jelas juga menjadi daya tarik utama dari metode ini.

Apa Itu Chart Pattern

Chart pattern adalah pergerakan harga yang mempunyai pola atau bentuk spesifik dan terjadi berulang-ulang di market. Chart pattern merupakan bagian dari analisa teknikal dan dapat digunakan di semua instrumen, termasuk forex, saham, komoditas, dan lainnya.

Disebabkan selalu terjadi berulang-ulang, maka chart pattern dapat digunakan untuk memprediksi arah pergerakan harga. Selain itu, chart pattern juga dapat digunakan untuk mengukur risiko dan keuntungan sebelum trading di market.

Kenapa Chart Pattern Bisa Bekerja Di Market?

Harga di market digerakkan oleh permintaan (demand) dan penawaran (supply).

Saat permintaan lebih besar daripada penawaran, volume trader yang membeli lebih besar sehingga harga akan bergerak naik. Sebaliknya, ketika permintaan lebih kecil daripada penawaran, volume trader yang menjual lebih sehingga harga akan bergerak turun.

Biasanya, pergerakan harga naik dan turun ini membentuk pola. Nah, pola pergerakan inilah yang disebut chart pattern. Chart pattern bisa bekerja di market karena pada dasarnya merupakan gambaran psikologi massa dari trader yang ada di dalamnya.

Chart pattern yang terbentuk menunjukkan seperti apa pertarungan antara seller dan buyer di market serta kecenderungan apakah ada yang mendominasi. Dengan mengetahui gambaran kekuatan antara seller dan buyer inilah trader mempunyai peluang lebih besar untuk memprediksi pihak manakah yang akan menang.

Jenis Chart Pattern

Chart pattern terdiri dari dua jenis, yaitu

  • chart pattern pembalikan arah dan
  • chart pattern penerusan arah.

Sesuai dengan namanya, chart pattern pembalikan arah merupakan jenis chart pattern yang menunjukkan adanya potensi arah harga akan berbalik, sedangkan chart pattern penerusan arah menunjukkan adanya potensi arah harga akan berlanjut.

Untuk lebih memudahkan, berikut ini tabel yang menunjukkan chart pattern apa saja yang termasuk pembalikan arah dan penerusan arah.

Chart Pattern Pembalikan ArahChart Pattern Penerusan Arah
Head and Shoulders dan Inverse Head and ShouldersBullish dan Bearish Pennant
Double Top dan Double BottomBullish dan Bearish Flag
Triple Top dan Triple BottomBullish dan Bearish Rectangle
Rising and Falling WedgeSymmetrical Triangle
 Ascending Triangle
 Descending Triangle
 Cup and Handle

Chart Pattern Pembalikan Arah (Reversal Chart Pattern)

Chart pattern pembalikan arah adalah jenis chart pattern yang apabila terbentuk menunjukkan peluang adanya pembalikan arah harga, baik dari naik menjadi turun maupun sebaliknya dari turun menjadi naik.

Jika menemukan chart pattern jenis ini di market, Anda harus bersiap untuk pembalikan arah.

1. Head and shoulders dan Inverse Head and Shoulders

Head and shoulders mempunyai ciri yang spesifik yaitu memiliki tiga titik harga dan yang tertinggi/terendah berada di tengah. Titik tertinggi/terendah di tengah ini disebut kepala (head) dan kedua titik yang mengapit kepada disebut bahu (shoulders).

Pola ini memberikan sinyal pembalikan arah dari naik menjadi turun atau sebaliknya dari turun menjadi naik. 

Berikut ilustrasinya.

Head and shoulders dan Inverse Head and Shoulders - Chart Pattern

Pola head and shoulders menjadi valid apabila harga berhasil menembus garis neckline. Saat valid, pola ini memberikan peluang entry sell karena kemungkinan besar arah harga berbalik turun.

Kebalikan dari head and shoulders, inverse head and shoulders memberikan peluang entry buy karena potensi harga naik menjadi lebih besar. Sama seperti head and shoulders, pola ini valid jika harga berhasil menembus garis neckline.

2. Double Top dan Double Bottom

Double top dan double bottom adalah chart pattern pembalikan arah yang terdiri dari dua titik harga tertinggi/terendah dan satu titik sebagai acuan neckline.

Kedua titik harga tertinggi dan terendah dalam pola ini harus memiliki nilai yang hampir sama atau sejajar.

Untuk lebih memudahkan, berikut ini ilustrasinya.

Double Top dan Double Bottom - Chart Pattern

Kedua pola ini biasa juga disebut sebagai pola M (double top) dan pola W (double bottom) karena mirip dengan huruf tersebut.

Pola double top dan double bottom valid apabila harga berhasil menembus garis neckline.

Pada double top, terdapat potensi pembalikan arah dari naik menjadi turun sedangkan double bottom menunjukkan potensi pembalikan arah dari turun menjadi naik.

3. Triple Top dan Triple Bottom

Pola triple top mempunyai tiga titik harga tertinggi sedangkan triple bottom mempunyai tiga titik harga terendah.

Triple top menunjukkan potensi pembalikan harga dari naik menjadi turun dan sebaliknya triple bottom menunjukkan potensi pembalikan arah dari turun menjadi naik.

Berikut ini gambar ilustrasinya.

Triple Top dan Triple Bottom - Chart Pattern

Seperti pola-pola sebelumnya, triple top dan triple bottom menjadi valid apabila harga berhasil menembus garis neckline. Anda bisa mengambil posisi sell atau buy setelah pola ini valid.

4. Rising dan Falling Wedge

Pola rising dan falling wedge cukup mudah dikenali dari bentuknya yang semakin mengerucut ke atas atau ke bawah.

Pola rising wedge memberikan sinyal pembalikan arah dari naik menjadi turun sedangkan falling wedge menunjukkan sinyal pembalikan arah dari turun menjadi naik.

Agar lebih mudah dipahami, berikut ini ilustrasinya.

Rising dan Falling Wedge - Chart Pattern

Pada pola rising wedge, terjadi pengerucutan seiring harga yang naik ke atas dan menjadi valid apabila harga berhasil menembus garis trendline naik dari pola ini. Sebaliknya, pola falling wedge pengerucutan terjadi seiring harga yang sedikit demi sedikit turun dan pola ini menjadi valid jika harga berhasil menembus garis trendline atas dari pola ini.

Chart Pattern Penerusan Arah (Continuation Chart Pattern)

Chart pattern penerusan arah adalah chart pattern yang menunjukkan peluang harga akan melanjutkan arah pergerakan setelah mengalami koreksi.

Dalam hal ini, jika arah tren adalah turun dan terbentuk chart pattern penerusan, maka potensi harga turun menjadi lebih besar.

1. Bullish dan Bearish Pennant

Pennant adalah pola penerusan arah yang semakin mengerucut sebelum akhirnya ditembus. Pennant terdiri dari dua jenis yaitu bullish pennant dan bearish pennant.

Bullish pennant terjadi ketika market sedang tren naik dan menunjukkan tanda harga akan kembali naik. Sebaliknya, bearish pennant terbentuk saat market sedang tren turun dan menandakan harga akan kembali turun.

Bullish dan Bearish Pennant - Chart Pattern

Pola ini valid saat harga berhasil menembus garis trendline yang ditarik dari harga tertinggi dan harga terendah.

2. Bullish dan Bearish Flag

Flag adalah pola penerusan yang berbentuk channel turun atau channel naik yang berlawanan tren yang sedang berlangsung. Pola flag merupakan koreksi sebelum akhirnya harga kembali melanjutkan tren.

Bullish dan Bearish Flag - Chart Pattern

Bullish flag terbentuk saat harga dalam tren naik sedangkan bearish flag terbentuk dalam tren turun. Pola ini valid apabila harga berhasil menembus pola grafik ini.

3. Bullish dan Bearish Rectangle

Pada dasarnya, pola rectangle mirip seperti kondisi harga yang sedang sideways. Kondisi ini menunjukkan harga sedang berkonsolidasi sebelum melanjutkan tren.

Bullish dan Bearish Rectangle - Chart Pattern

Bullish rectangle terbentuk dalam tren naik sedangkan bearish rectangle terbentuk pada tren turun. Jika harga berhasil menembus pola ini, maka pola ini valid.

4. Symmetrial Triangle

Pola symmetrical triangle berbentuk seperti segitiga sama kaki. Symmetrical triangle mirip seperti pola pennant namun perbedaannya terdapat pada durasi waktu pembentukannya.

Pola penannt terbentuk dalam waktu yang cepat dan hanya beberapa candle saja, sedangkan symmetrical triangle lebih lama dengan total candle yang lebih banyak. Pola ini dapat terbentuk dalam tren turun dan tren naik.

Symmetrial Triangle - Chart Pattern

Bullish symmetrical triangle terbentuk dalam tren naik dan menunjukkan adanya potensi harga melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, bearish symmetrical triangle terbentuk dalam tren turun dan memberikan tanda harga bisa melanjutkan penurunan.

5. Ascending Triangle

Pola ascending triangle merupakan pola penerusan yang mirip dengan symmetrical triangle kecuali di sisi atasnya yang mempunyai harga tertinggi yang sama atau sejajar. Pola ini menunjukkan potensi harga akan kembali melanjutkan tren naik.

Ascending Triangle - Chart Pattern

Pola ini valid jika harga berhasil menembus harga resisten atau garis atas trendlinenya.

6. Descending Triangle

Pola descending triangle adalah kebalikan dari pola ascending triangle. Pola ini terbentuk dalam tren turun dan menunjukkan potensi harga akan kembali melanjutkan penurunan.

Descending Triangle - Chart Pattern

Pola ini valid apabila harga berhasil menembus harga support atau garis trendline bawah.

7. Cup and Handle

Terakhir, sesuai dengan namanya, pola cup and handle mirip seperti cangkir dan gagangnya. Pola ini ada dua jenis yaitu bullish cup and handle dan bearish cup and handle.

Cup and Handle - Chart Pattern

Bullish cup and handle terbentuk saat tren naik dan memberikan sinyal harga akan berlanjut naik. Sebaliknya, bearish cup and handle terbentuk dalam tren turun dan menunjukkan sinyal harga berlanjut turun.

Pola ini valid jika harga berhasil menembus gagang yang mirip seperti pola flag di time frame yang lebih kecil.

Contoh Chart Pattern Di Grafik

Sekarang, mari kita masuk ke grafik untuk melihat contoh chart pattern di market. Pada grafik di bawah ini, terdapat pola penerusan bullish flag di pair GBP/USD time frame H1.

Chart Pattern Di Grafik

Bisa Anda lihat harga yang sedang tren naik mengalami koreksi berbentuk bullish flag. Posisi buy masuk saat pola ini valid yaitu ketika harga berhasil menembus garis trenline atas.

Contoh selanjutnya, di pair AUD/USD pada time frame H1 terbentuk pola pembalikan arah yaitu inverse head and shoulders. Pola ini sempurna dengan kepala dan bahu yang terlihat jelas. Posisi buy masuk saat harga menembus garis neckline tersebut.

Contoh Chart Pattern Di Grafik

Contoh terakhir, terdapat pola double top di pair GBP/USD pada time frame Weekly. Dua buah top yang hampir sejajar jelas terlihat dan harga berhasil menembus garis neckline. Posisi sell masuk setelah garis neckline ditembus.

Contoh Chart Pattern Di Grafik

Kesimpulan

Itulah beberapa jenis chart pattern yang bisa Anda gunakan dalam trading. Memang terlihat agak rumit, namun chart pattern ini akan terasa mudah jika Anda sudah terbiasa menggunakannya.

Memahami chart pattern secara detail dapat membantu Anda mengambil keputusan tepat dan menghindari kerugian di market. Hal ini karena chart pattern menunjukkan kepada Anda apakah ada tanda harga akan berbalik atau malah berlanjut.

Untuk latihan agar terbiasa, Anda bisa menggunakan akun demo atau melakukan backtest. Semakin sering Anda berinteraksi dengan chart pattern, maka semakin mudah Anda mengidentifikasinya di market.

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait