Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Kelebihan Kekurangan Stablecoin Kirim Uang ke Luar Negeri

Daftar Isi

Kelebihan Kekurangan Stablecoin Kirim Uang ke Luar Negeri

Buat yang pernah kirim uang ke luar negeri, mungkin pernah mengalami frustasinya transfer ke bank di luar, antara lain biaya yang mahal dan proses yang lama. Tapi karena tidak ada opsi lain, mau tidak mau, kita pakai bank.

Memang, sudah ada opsi lain, yang sedikit lebih murah, misal dengan aplikasi Wise. Tapi proses kirim uang via Wise masih butuh beberapa hari untuk uang sampai di tujuan.

Saat ini, muncul alternatif transfer uang ke luar negeri, yaitu menggunakan stablecoin dalam jaringan crypto blockchain. Cara dengan crypto ini diklaim lebih cepat dan lebih murah dibandingkan kirim uang dengan cara tradisional via bank.

Kami mencoba menggunakan Stablecoin dan hasilnya akan kami kupas dalam tulisan ini soal apa itu stablecoin, cara kirim uang, kelebihan dan kelemahan.

Apa itu Stablecoin

Stablecoin adalah tokenisasi mata uang fiat ke dalam jaringan blockchain, dimana yang paling populer adalah mata uang USD. Nilai stablecoin selalu stabil, $1 sama dengan 1 USDT/USDC.

Simpelnya, kita menukarkan uang dollar untuk disimpan ke dalam blockchain dengan perbandingan 1:1, yang untuk itu kita akan mendapatkan token dalam bentuk stablecoin. Jenis stablecoin yang paling populer adalah USDT atau USDC.

Kita bisa menukarkan uang dollar kita ke stablecoin di exchange crypto, seperti Indodax, TokoCrypto.

Stablecoin bisa ditukarkan ke dollar dengan perbandingan 1:1. Saat penukaran ini stablecoin akan dihapus / dibakar dari blockchain.

Keamanan Stablecoin

Apakah uang yang kita simpan di stablecoin aman ? Apakah se-aman uang kita di bank ?

Stablecoin di USA di regulasi lewat Genius Act bahwa dana yang diterima perusahaan stablecoin harus ditempatkan di US Treasury.

US Treasury aman karena dijamin oleh pemerintah USA.

Jadi, berbeda dengan bank yang meminjamkan uang deposito nasabah ke dalam pinjaman, dalam stablecoin uang kita dijaminkan 1:1 dan ditempatkan dalam US Treasury.

Jadi stablecoin memiliki 100 pct reserve di asset yang aman.

Beriku ini adalah gambaran flow uang di stablecoin:

Cara Transfer Uang dengan Stablecoin

  1. Buka Akun di Exchange Cryptocurrency internasional. Beberapa exchange crypto yang terkenal adalah Binance, Coinbase dan Bybit.
  2. Tukar US$ ke Stablecoin Crypto. Stablecoin adalah jenis crypto yang nilainya stabil dengan merujuk pada nilai $1. Jenis Stablecoin yang terkenal adalah USDT dan USDC.
  3. Buka Akun di Exchange Cryptocurrency Indonesia. Pihak yang akan menerima transfer uang harus membuka akun di exchange crypto di Indonesia, seperti Indodax, TokoCrypto dan Pintu.
  4. Kirim Stablecoin dari exchange luar negeri ke exchange Indonesia. Setelah akun di dua exchange berbeda sudah dibuka dan telah dilakukan penukaran mata uang ke stablecoin, maka tahap selanjutnya adalah mengirimkan stablecoin di exchange crypto luar negeri ke exchange crypto lokal di Indonesia.
  5. Terima stablecoin di rekening exchange di Indonesia. Stablecoin yang dikirimkan dari exchange crypto luar negeri ke exchange lokal hanya butuh waktu beberapa menit untuk sampai.
  6. Tukar stablecoin ke Rupiah lewat exchange. Setelah itu, kita tinggal menukarkan stablecoin dengan Rupiah di exchange crypto lokal.
  7. Tarik uang Rupiah dari exchange dengan transfer ke rekening bank kita.

Kelebihan Stablecoin

Dari pengalaman menggunakan cara ini, sejumlah keunggulannya adalah:

a. Cepat

Proses pengiriman uang lewat stablecoin hanya membutuhkan waktu singkat, dalam hitungan menit. Jauh berbeda dengan kirim uang via bank yang butuh beberapa hari untuk uang sampai di rekening bank tujuan.

b. Biaya Murah

Total biaya adalah < $1 untuk pengiriman uang $100 ke Indonesia

  • Biaya <1 USD
  • Tidak ada resiko kurs karena dikirim dalam stablecoin menggunakan kurs payoneer
  • USD yang diterima ~99 USD

Biaya stablecoin ini jelas lebih murah dibandingkan dengan biaya transfer uang lewat bank, yang bisa mencapai ratusan ribu.

c. Minimum Jumlah Pengiriman Tidak Dibatasi

Bank punya ketentuan minimum jumlah dana yang bisa dikirimkan ke luar negeri, sementara pengiriman lewat stablecoin tidak ada ketentuan soal minimum pengiriman.

Hal ini membuat transfer uang dengan stablecoin menjadi lebih fleksibel dibandingkan lewat bank.

d. KYC Tidak Banyak

Kita tahu bahwa pengiriman uang ke luar negeri di bank dalam jumlah tertentu membutuhkan kyc, underlying documents. Agak aneh, karena ini uang kita sendiri, tetapi saat akan kirim ke luar negeri, kita harus menjelaskan ke bank alasan melakukan transfer valas.

Di stablecoin tidak ada permintaan underlying document, seperti yang diminta oleh bank. Sekali kirim ya kirim. Tidak ada tambahan dokumen lagi.

e. Transparan

Stablecoin karena dikirim lewat jaringan blockchain memberikan proses transaksi yang super transparan dimana bisa dilihat bagaimana pergerakkan pengiriman stablecoin dalam jaringan.

Sementara, transfer lewat bank kita tidak mengetahui bagaimana proses uang tersebut di jaringan bank. Kita hanya bisa percaya sepenuhnya pada bank.

Kekurangan Stablecoin

Namun meskipun banyak kelebihannya, stablecoin punya sejumlah kekurangan yang wajib kita pahami, yaitu:

a. Lebih Kompleks Harus Pindah dari Stablecoin ke Uang Fiat

Berbeda dengan transfer via bank yang uang langsung kita terima dalam mata uang terkait, misalnya dollar atau Rupiah, sementara dalam stablecoin uang tidak langsung diterima dalam mata uang dan masih harus di trade dari stablecoin ke mata uang dollar.

Cara ini membutuhkan proses yang sedikit lebih panjang dibandingkan dengan proses transfer di bank. Meskipun dari segi proses waktunya stablecoin masih tetap lebih cepat.

b. Legalitas Stablecoin Masih Abu - Abu

Saat ini di banyak negara legalitas stablecoin sebagai alat transaksi masih abu - abu, meskipun di usa dengan keluarnya Genius Act, stablecoin sudah diakui dan diatur secara jelas.

Perlu dipastikan bagaimana regulasi soal stablecoin di negara asal dan negara yang akan dituju untuk memastikan tidak ada resiko legal saat dilakukan pengiriman uang.

c. Resiko Platform Exchange Crypto

Saat transfer uang dengan stablecoin kita menggunakan platform exchange crypto, yang meskipun sudah teregulasi dengan baik tapi ini platform relatif masih baru usianya dibandingkan institusi perbankan yang sudah ratusan tahun.

Penting kita memastikan exchange crypto yang akan digunakan dari sisi reputasi dan regulasi. Apakah sudah punya izin resmi, apakah teregulasi dengan baik atau punya catatan buruk yang perlu menjadi red flag.

d. Pajak Cukup Besar

Transaksi stablecoin dikenakan pajak final sebesar 0.11% sd 0.22% dari nilai transaksi.

Kesimpulan

Kirim uang ke luar negeri bukan selalu pengalaman yang menyenangkan, baik dari segi biaya, waktu dan kemudahan. Karena itu buat kamu yang ingin kirim uang ke luar negeri perlu selalu melihat kemungkinan alternatif cara baru.

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait