Daftar Isi
Superbank dan Allo adalah dua bank digital yang saat ini sudah menjual sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia.
Mana diantara dua bank yang ini yang paling bagus buat konsumen. Apa keunggulan dan kelemahan dari masing - masing bank digital ini.
Superbank adalah bank digital Indonesia yang sebelumnya memiliki nama PT Bank Fama Internasional, sebuah bank yang berdiri sejak tahun 1993. Kemudian, transformasi menuju layanan perbankan digital membuat perusahaan tersebut secara resmi berganti nama menjadi PT Super Bank Indonesia pada 20 Februari 2023.
Proses transformasi ini terjadi karena adanya akuisisi oleh Emtek Group, serta masuknya beberapa investor besar seperti Grab, Sintel, dan KakaoBank pada periode 2022-2023. Kehadiran mitra internasional ini memberi Superbank keunggulan pada sisi teknologi, jaringan, serta pengembagan dalam layanan perbankan digital.
Selain itu, Superbank juga sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana (IPO). Harapannya, langkah ini dapat memperkuat posisi Superbank sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem perbankan digital Indonesia.
Allo Bank adalah bank digital yang dimiliki oleh Mega Corpora. Didirikan di Indonesia pada tahun 2021.
Saat ini Allo Bank hanya memiliki kantor pusat yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. Tapi tenang saja, segala layanan perbankan dan finansial selalu bisa kamu dapatkan melalui aplikasi Allo Bank kapanpun dan dimanapun.
Allo Bank memiliki beberapa saluran layanan untuk nasabah menyampaikan pertanyaan atau keluhan di Chat, Call Center telepon di 080 4110 4110, bisa juga sampaikan pertanyaan atau keluhan melalui email.
Untuk bisa tahu mana yang lebih bagus, kita melihat perbandingan kedua bank digital ini dari berbagai aspek.
Superbank dan Allo Bank aman karena punya izin resmi dan dalam pengawasan OJK. Keduanya bank digital yang legit dan aman.
Salah satu fitur unggulan dari Superbank yaitu fasilitas pinjaman. Pinjaman Atur Sendiri (PAS) adalah kredit tanpa agunan yang dapat diajukan melalui aplikasi Superbank.
Limit pinjaman PAS di Superbank hingga Rp100 juta*.
Namun, untuk mendapatkan fasilitas pinjaman ini, Anda harus menerima penawaran dari Superbank terlebih dahulu.
Sementara, Allo Bank langsung menawarkan pinjaman online cicilan Pay Later dan dana tunai di dalam aplikasi.
Nasabah Allo bank bisa mengajukan paylater dan instant cash secara online langsung di aplikasi.
Pengajuan online lewat aplikasi sangat membantu nasabah. Tidak perlu repot harus datang ke cabang dan bisa melakukannya dimana saja dan kapan saja.
Bunga di Superbank adalah 5% per tahun, dengan produk Saku by Superbank. Tabungan yang fleksibel sehingga memungkinkan nasabah untuk membuat beberapa “saku” terpisah. Fungsinya untuk mengatur pengeluaran sesuai kategori. Misalnya untuk belanja, hiburan, maupun kebutuhan darurat.
Sementara, Allo Bank dengan tabungan Allo Grow memberikan bunga 5.25 persen setahun atau bahkan bisa sampai 6% per tahun. Lebih tinggi dibandingkan Superbank.
Superbank memiliki "OVO Nabung by Superbank" yang merupakan produk tabungan Superbank yang bekerja sama dengan OVO (PT Visionet Internasional).
Pengguna OVO dapat melakukan pembukaan rekening Superbank, pembuatan rekening OVO Nabung, dan menghubungkan rekening Saku OVO Nabung sebagai sumber pembayaran pada transaksi yang dilakukan di kanal OVO maupun aplikasi Superbank.
Terdapat fitur AutoSweep dimana pada saat Nasabah melakukan pengisian saldo OVO Cash, saldo tersebut secara otomatis akan berpindah menjadi saldo OVO Nabung.
Melihat saldo rekening OVO Nabung yang ditautkan di Aplikasi OVO.
Sementara, Allo Bank menawarkan program loyalitas Nasabah yang terdiri dari Membership, Points, Coupons yang terintegrasi dan dapat diakses pada seluruh platform ekosistem CT Corpora.
Selanjutnya, mari kita melihat kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh Superbank. Berikut tabel yang berisikan daftar kelebihan dan kekurangan Superbank:
| ?Kelebihan | ?Kekurangan |
| Menawarkan bunga yang kompetitif (6% untuk tabungan dan 7,5% p.a untuk deposito). Sehingga menarik nasabah yang ingin mencoba layanan perbankan digital | Bunga deposito melebihi batas tingkat bunga penjaminan wajar LPS (sekitar 4%). Sehingga sebagian dari bunga dan pokok bisa jadi tidak dijamin. |
| Mendukung opsi pengaturan auto-debet pada fitur Celengan by Superbank. Sehingga memudahkan Anda untuk menabung secara konsisten. | Jaringan cabang yang masih sangat terbatas. Hal tersebut dapat menyusahkan nasabah ketika membutuhkan layanan fisik. |
| Menyediakan layanan pinjaman digital dengan pengajuan yang mudah (limit hingga Rp 30 juta). Selain itu, Anda dapat mengatur sendiri tenor dan tanggal jatuh tempo pembayaran cicilan. | Tidak menyediakan produk kredit seperti KPR atau KPA. Padahal kedua jenis kredit ini menjadi kebutuhan umum nasabah. |
| Memungkinkan Anda untuk melakukan pinjaman ulang meskipun pinjaman sebelumnya belum lunas. Ini dapat Anda lakukan jika limit masih tersedia. | Tidak ada kartu debit fisik yang bisa digunakan untuk menarik uang cash di ATM |
Selanjutnya, mari kita melihat kelebihan dan kekurangan bank digital ini:
| ?Kelebihan | ?Kekurangan |
| Buka Rekening Online, Tidak Perlu ke Cabang. Nasabah cukup mengunduh aplikasi di smartphone dan mengajukan pembukaan rekening. | Aplikasi Masih Baru. Aplikasi bank digital masih baru. Belum teruji kehandalan dalam penggunaan. |
| Tanpa Saldo Minimum. Tidak ada ketentuan untuk menjaga saldo minimum di rekening. Saldo bisa nihil dan masih bisa menggunakan aplikasi Allo Bank. | Tidak Ada Kartu Debit ATM. Dari pengamatan kami, Allo Bank tidak lagi menyediakan kartu debit ATM. Proses transaksi dan tarik tunai dilakukan dengan lewat penggunaan kode QRIS. |
| Pinjaman Online PayLater, Cicilan Dana Tunai. Berbeda dengan aplikasi bank digital lain, Allo Bank langsung menawarkan pinjaman online cicilan Pay Later dan dana tunai di dalam aplikasi. | Kantor Cabang Terbatas. Hanya ada satu kantor Allo Bank di Jakarta. Semua komunikasi dilakukan lewat aplikasi via chat, call center dan email. |
Daftar Isi
Komentar (0 Komentar)