Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Syarat dan Ketentuan Pengajuan Pinjaman KTA

Daftar Isi

Syarat dan Ketentuan Pengajuan Pinjaman KTA

Syarat dan Ketentuan KTA penting dipahami bagi mereka yang ingin mengajukan kredit tanpa agunan. Apa saja syarat dan ketentuannya ?

Syarat dan ketentuan pinjaman KTA adalah usia, penghasilan, dokumen, wajib punya kartu kredit, lolos BI Checking SLIK OJK, verifikasi pengajuan, penentuan limit, potongan biaya admin.

Meskipun sekarang pinjaman online menjamur, namun pesona KTA belum redup. Masih banyak orang butuh KTA karena keunggulannya.

Apa keunggulan KTA dari pinjol ?

  • Plafon KTA diatas pinjol. Limit pinjaman KTA bisa sampai puluhan atau bahkan ratusan juta, sedangkan pinjol umumnya bermain di bawah 10 juta
  • Tenor KTA lebih panjang, bisa sampai 60 bulan. Di pinjol, tenor paling lama 12 bulan.
  • Bunga KTA jauh lebih rendah dibandingkan pinjol. Bunga KTA paling tinggi di 30% setahun, sedangkan bunga pinjaman online sampai 100+% setahun.

Namun, meskipun punya sejumlah keunggulan, pengajuan KTA tidak mudah. Banyak yang gagal saat mengajukan KTA.

Untuk itu, dalam pembahasan kali ini, kita akan kupas soal syarat dan ketentuan KTA agar pengajuan KTA bisa disetujui.

1. Syarat Calon Peminjam

Pengajuan KTA umumnya mensyaratkan:

  1. Usia WNI minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun (sampai selesai tenor pinjaman)
  2. Minimal penghasilan kotor per bulan Rp 2.5 juta (karyawan) dana Rp 3.5 juta (pengusaha)
  3. Punya kartu kredit dengan limit kartu kredit minimum Rp 15 juta
  4. Minimal lama usaha atau bekerja: 1 tahun dan status karyawan tetap
  5. Minimal masa aktif kartu kredit di bank lain: 9 bulan
  6. Dalam wilayah area yang sudah ditentukan. Bank jarang yang menerima pengajuan dari seluruh Indonesia.
  7. Status Tempat Tinggal.

Karyawan adalah yang sudah berstatus karyawan permanen dan telah melewati masa percobaan. Pengecualian bisa untuk staf kontrak dengan penghasilan minimum Rp 10 juta bisa disetujui.

Minimum masa kerja di perusahaan adalah 1 tahun, termasuk masa kerja di perusahaan sebelumnya. Untuk wiraswasta, minimum lama usaha 1 tahun untuk wiraswasta. 

Status Tempat Tinggal, umumnya, adalah harus rumah sendiri, milik keluarga, rumah perusahaan (rumah dinas), mess perusahaan, rumah sewa, atau kamar sewa (kost). 

Status Jaringan Telepon adalah Karyawan: Telepon kantor harus fixed line; Wiraswasta: Setidaknya salah satu telephone harus fixed line (rumah atau kantor)

2. Ketentuan Dokumen

Dokumen yang wajib disiapkan adalah:

  1. Fotocopy KTP
  2. Fotocopy Kartu Kredit
  3. Fotocopy NPWP.

NPWP terutama diwajibkan untuk pinjaman >= Rp 50 juta keatas. Tanpa NPWP untuk jumlah pinjaman sebesar ini, bank akan menolak pengajuan.

3. Persyaratan Harus Punya Kartu Kredit

Kartu kredit menjadi persyaratan dalam pengajuan KTA. Meskipun saat ini, beberapa KTA dari bank tertentu, sudah tidak mewajibkan harus punya kartu kredit.

Jadi, kalau tidak punya kartu kredit, sebaiknya Anda tidak mengajukan KTA atau cari KTA dari bank yang meminta dokumen kartu kredit.

Bagaimana jika punya beberapa kartu kredit ? Mana kartu yang harus diserahkan ke bank.

Bank mengecek kartu kredit, dalam hal:

  • Limit kartu kredit. Digunakan menentukan plafon pinjaman KTA.
  • Masa keanggotaan kartu kredit. Makin lama makin bagus, namun minimum masa keanggotaan kartu kredit yang diterima adalah 9 bulan.

Berdasarkan ketentuan ini, kita sebaiknya menyampaikan 1 kartu kredit yang limitnya paling besar dan masa keanggotaan paling lama.

Kalau tidak bisa dua - duanya, sampaikan kartu kredit dengan limit paling besar tapi yang memenuhi minimum masa keanggotaan 9 bulan.

Marketing KTA juga bilang ada dua jenis kartu kredit yang tidak diterima saat ini. Kartu kredit terbitan AEON dan Amex.

4. Lolos BI Checking, SLIK OJK

Bank mewajibkan calon peminjam KTA untuk lolos SLIK OJK atau dulu dikenal sebagai BI Checking. 

Apa itu pengecekan BI Checking atau SLIK OJK ?

Semua lembaga keuangan di Indonesia, termasuk, bank, leasing, BPR dan fintech wajib menyampaikan laporan status debitur ke OJK (dulu ke BI).

Laporan tersebut disusun dalam satu sistem database yang umum mengenalnya sebagai SLIK OJK (dulu BI Checking). Dalam database tersebut terdapat credit history sampai lima tahun kebelakang yang menunjukkan performa pembayaran dan status terakhir.

Laporan ini digunakan bank untuk mengecek karakter peminjam. Apakah peminjam yang patuh, menyelesaikan kewajibannya atau yang tidak patuh, terlambat membayar kewajiban atau bahkan menunggak.

Umumnya, di hampir semua bank, hasil pengecekan di BI checking menjadi garda pertama sebelum suatu aplikasi pinjaman akan diproses. Jika tidak lolos pengecekan pertama ini maka pengajuan langsung ditolak.

Apa kriteria catatan kredit dianggap buruk yang menyebabkan penolakan KTA?

Jika ditemukan, kredit yang menunggak atau dulu pernah kolek 5. Biasanya marketing akan berhenti memproses ke tahap selanjutnya karena bank sudah pasti menolak calon nasabah KOL 5.

Bagaimana jika punya tunggakan kredit di bank lain ?

  • Jika jumlahnya kecil, dibawah Rp 1 juta, bank akan mengabaikan. Dianggap bukan tunggakan yang material.
  • Jika terlambat dibawah 3 hari, bank tidak akan memperhitungkan. Masih masuk masa grace period yang lumrah dalam pinjaman
  • Jika terlambat diatas 3 hari sd 30 hari, bank masih akan mempertimbangkan. Ini rentang waktu yang masih abu - abu.
  • Jika terlambat diatas 30 hari, kemungkinan besar akan ditolak pengajuannya.
  • Pernah menunggak tapi sekarang sudah lunas maka bank akan melihat berapa lama menunggaknya.

5. Verifikasi Kredit KTA

Setelah data dan dokumen semua diterima, ketentuan berikutnya adalah lolos verifikasi.

Analis kredit bank akan melakukan verifikasi sebagai bagian dari pemenuhan syarat dan ketentuan pengajuan pinjaman.

Verifikasi pinjaman dilakukan untuk memastikan bahwa data yang disampaikan peminjam benar. Hasil verifikasi menentukan disetujui tidaknya pengajuan pinjaman.

Metode verifikasi, adalah:

  • BI Checking (SLIK OJK). Mencocokan data aplikan dengan data di BI Checking.
  • Phone Verification. Dilakukan melalui telepon menghubungi ke pihak - pihak terkait.
  • Field Verification. Dilakukan melalui kunjungan ke lokasi pihak - pihak terkait.

A. BI Checking (SLIK OJK)

Semua pihak yang pernah atau sedang mengajukan pinjaman di Indonesia tercatat di BI checking atau SLIK OJK. 

Di pinjaman yang tercatat di SLIK OJK (BI Checking) terdapat alamat peminjam. Jika ada 5 pinjaman maka terdapat 5 alamat peminjam yang dilaporkan setiap bank.

Data alamat ini yang dicocokan oleh analis KTA dengan data yang diberikan aplikan. Jika cocok, kemungkinan data dianggap valid.

Asumsinya adalah data alamat di BI Checking tersebut valid karena sudah diverifikasi oleh lembaga keuangan yang sudah memberikan pinjaman sebelumnya. Apalagi jika semua data alamat di SLIK OJK menunjukkan alamat yang sama.

B. Telepon

Saat ini, verifikasi umunya dilakukan lewat telepon. Hanya dalam kondisi khusus, bank mengirimkan orang untuk melakukan verifikasi dengan mendatangi lokasi.

Kemana verifikasi melalui telepon dilakukan ?

  1. Aplikan. Verifikasi ke ponsel peminjam dilakukan untuk memastikan bahwa orang yang tercantum di aplikasi memang mengajukan kredit KTA
  2. Rumah. Verifikasi telepon ke rumah peminjam untuk memastikan peminjam tinggal di rumah tersebut.
  3. Kantor. Verifikasi telepon ke kantor untuk memastikan peminjam masih bekerja di kantor tersebut.
  4. Emergency Contact (Econ). Verifikasi telepon ke orang yang tidak tinggal serumah untuk memastikan bahwa orang yang diberikan namanya mengenal peminjam.

Dari ke 4 kontak diatas, verifikasi ke peminjam wajib, sedangkan sisanya tergantung pada kondisi dan kebijakan analis kredit.

Terkait  Kontak Darurat, calon peminjam harus memberikan nomor telepon dari orang dekat yang tidak tinggal serumah dengan calon peminjam. 

Kontak Darurat harus berdomisili di Indonesia.

C. Survey Lapangan

Survei lapangan adalah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan secara langsung. Bisa dilakukan oleh surveyor internal atau pihak ketiga.

Tidak semua aplikan dilakukan survei lapangan. Hanya yang memenuhi kriteria tertentu.

Biasanya survei dilakukan untuk peminjam yang statusnya pengusaha. Survei dilakukan ke rumah dan kantor.

Sejumlah informasi yang biasanya digali dari survei lapangan adalah:

  • Nama aplikan & alamat rumah, eksistensi aplikan
  • Status rumah (milik sendiri, sewa, kost dll)
  • Lokasi rumah (real estate/cluster, pemukiman, industri, kumuh)
  • Tipe banguna (semi permanen, permanen)
  • Luas tanah
  • Kondisi jalan
  • Status karyawan & lama bekerja

6. Penentuan Limit KTA

Setelah lolos verifikasi dan SLIK OJK, masuk ke tahap berikutnya soal ketentuan limit atau plafon KTA yang akan diberikan ke peminjam.

Berapa limit yang disetujui untuk dicairkan ke peminjam.

Bank memiliki dua metode untuk menentukan limit pinjaman KTA, yaitu: (1) berdasarkan limit kartu kredit dan (2) dihitung dari gaji.

A. Limit Kartu Kredit

Plafon KTA dihitung dari limit kartu kredit tertinggi yang dimiliki oleh peminjam. Dari limit tersebut akan dikali nilai tertentu untuk mendapatkan plafon KTA.

Biasanya perhitungan limit KTA adalah 2x sd 3x dari limit kartu kredit.

Misalnya limit kartu kredit adalah Rp 20 juta maka kemungkinan plafon KTA adalah Rp 40 juta sd Rp 60 juta.

Selain melihat, limit di kartu, bank juga akan mempertimbangkan kemampuan pembayaran.

B. Gaji

Bank menghitung dari gaji sebesar maksimum 30% adalah untuk pembayaran semua cicilan, baik yang ada sekarang maupun KTA yang akan diberikan.

Bank akan menghitung cicilan per bulan berdasarkan plafon dan tenor kredit. Cicilan ini akan dimasukkan dalam perhitungan max 30%.

Salah satu hal yang akan dilihat oleh analis kredit bank adalah apakah peminjam memiliki penghasilan dan apakah penghasilan tersebut cukup untuk membayar angsuran KTA.

Formula standar dari bank adalah maksimum 30% dari penghasilan bulanan untuk membayar semua kewajiban per bulan. 

Ada beberapa poin dari formula ini, yaitu:

  • Semua kewajiban cicilan pinjaman akan dihitung oleh bank. Kata kuncinya ‘Semua’, bukan hanya cicilan KTA yang sedang diajukan
  • Maksimum 30% adalah standar yang umum digunakan, meskipun untuk penghasilan yang lebih besar, bank bisa menggunakan rasio yang lebih tinggi, samping 35%.

Kita bisa menghitung sendiri apakah total kewajiban kredit yang ada sekarang plus tambahan cicilan dari KTA yang diajukan masuk dalam 30% penghasilan. Jika masuk, besar kemungkinan pengajuan KTA akan disetujui.

Tetapi, jika tidak masuk, kemungkinan pengajuan KTA disetujui akan kecil. Meskipun kemungkinan disetujui tetap ada karena keputusan akhir di tangan bank.

7. Berbagai Ketentuan Biaya Admin

Tidak hanya bunga, tetapi KTA juga membebankan banyak biaya kepada peminjam.

Ketentuan ini perlu dipahami calon.peminjam.

Masalahnya, banyak peminjam kerap kurang memperhatikan biaya dan lebih fokus pada bunga. Sementara, jumlah biaya pinjaman KTA tidak kecil.

Berikut ini daftar biaya yang harus dibayar oleh peminjam KTA:

A. Biaya Provisi

Biaya provisi adalah biaya yang dipotong dari jumlah pinjaman. Debitur jadi tidak menerima pencairan KTA 100%. 

Misalnya, biaya provisi rp 250,000; pInjaman disetujui Rp 5 juta. Peminjam hanya menerima dana Rp 4.75 juta, yaitu Rp 5 juta – 250rb. 

Besarnya biaya provisi cukup bervariasi antara satu bank dengan bank lain. Formulanya mulai dari persentase nilai pinjaman, misalnya 2%, sampai jumlah tetap Rp 399 ribu berapapun jumlah pinjamannya.

Jumlah biaya provisi ini cukup tinggi. 

Oleh karena itu, perhatikan baik-baik berapa biaya provisi yang dikenakan ketika mengajukan KTA. 

Saya pernah melihat sebuah bank berani menawarkan promosi bunga sangat murah. Tetapi setelah diteliti ternyata bank tersebut menarik biaya provisi-nya cukup tinggi, lebih tinggi dari umumnya bank lain.

B. Biaya Pelunasan Dipercepat

Bagaimana jika debitur punya uang dan ingin melunasi lebih cepat dari periode pinjaman (tenor) yang sudah disepakati ? 

Misalnya peminjam mengambil jangka waktu 12 bulan, kemudian menginjak bulan ke 6 ingin melunasi hutangnya.

Tampaknya hal ini kurang disukai oleh bank. Karena bank mengenakan denda cukup tinggi.

Contohnya, denda pelunasan dipercepat adalah 5% dari sisa pokok pinjaman. 

Andaikan peminjam berhutang plafond 5 juta, kemudian setelah beberapa waktu sisa pokok tinggal 3.5 juta. Maka, dia wajib membayar pelunasan dipercepat sebesar rp 3.5 juta plus rp 175rb, yaitu Rp 3.75juta.

C. Biaya Keterlambatan

Penerbit KTA memberikan denda keterlambatan cukup besar. Biayanya 225 ribu per keterlambatan atau 3% dari jumlah cicilan. 

Karena itu, penting memperhitungkan besarnya biaya keterlambatan saat memilih pinjaman KTA.

D. Biaya Tahunan

Di tahun pertama, peminjam menghadapi beban  biaya provisi. Di tahun kedua dan seterusnya, jika mengambil jangka waktu > 1 tahun, peminjam harus membayar biaya tahunan.

Jumlah biaya tahunan cukup kecil, yaitu Rp 50 ribu. Lagipula, tidak semua bank menerapkannya.

E. Biaya Asuransi

Tujuan biaya ini adalah jika debitur meninggal dunia maka pihak asuransi melunasi sisa pinjaman. 

Tanpa asuransi, jika peminjam wafat, ahli waris harus melanjutkan cicilan atau melunasi pinjaman. Asuransi membuat pinjaman tidak membebani ahli waris.

Biaya asuransi bukan hal yang wajib. Ini pilihan. Karena pilihan, tidak semua bank membebankan biaya ini.

Cari dan Bandingkan KTA Terbaik !

Cari dan Bandingkan KTA Terbaik !

Tags

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait