Pinjaman Online, Investasi, Keuangan, Asuransi | Duwitmu

10 Resiko Pinjaman Online Peminjam (Kasus, Cara Kabur)

Dipublish oleh R Quiserto Juli 28, 2018

Daftar Isi

8 Resiko Pinjaman Online Wajib Dipahami Semua Peminjam

Hadirnya pinjaman online memberikan angin segar bagi masyarakat karena menawarkan banyak kemudahan mengambil kredit. Namun, sejumlah resiko pinjaman online perlu dicermati calon nasabah seiring maraknya kasus pinjaman online. Update 2019: pemblokiran pinjaman online ilegal, ini daftarnya, kasus pinjaman online terbaru serta solusi tidak bisa bayar pinjol. Dan update soal cara menghapus data pribadi dan data kontak di pinjaman online.

Hadirnya Fintech menggoyang dunia kredit di Indonesia. Proses kredit yang biasanya membutuhkan waktu 1 minggu untuk cair, sekarang bisa disetujui dalam hitungan jam oleh perusahaan pinjaman online.

Pertumbuhan Fintech luar biasa. Dari hanya beberapa gelintir perusahaan, saat ini sudah ada lebih dari 30 perusahaan fintech OJK yang memberikan kredit online.

Perlu dicatat bahwa dasar hukum pinjaman online sudah ada, yaitu POJK 77. Peraturan OJK yang mengatur pasal pinjaman online prosedur pinjaman online, apa kategori pinjaman online ilegal termasuk sanksi OJK terhadap pinjaman online.

Adanya POJK 77 dari OJK menjadi dasar hukum kredit online di Indonesia. Saya bukan ahli hukum, jadi pertanyaan lebih lanjut, misalnya soal apakah utang online bisa dipidanakan, perlu dikonsultasikan langsung ke ahli hukum.

Sesuatu yang baru dan inovatif, selalu ada sisi positif dan negatif. Belakangan muncul banyak keluhan di media soal kasus pinjaman online, antara lain cara penagihan yang dianggap tidak sesuai ketentuan dan melanggar privacy.

Artikel ini tidak akan membahas soal kontroversi cara penagihan perusahaan online. Tidak pula membahas cara menghindari tagihan pinjaman online untuk yang tidak bisa bayar pinjol.

Fokus artikel ini adalah mengupas resiko pinjaman online yang perlu dipahami oleh para calon nasabah. Apa kekurangan dan kasus pinjaman online yang sebaiknya diketahui. Apa pilihan opsi cara menyelesaikan hutang pinjaman online.

Karena selama ini fokus pemberitaan adalah soal keunggulan teknologi fintech. Jarang dikupas soal resiko yang dihadapi saat mengajukan kredit online.

Saya percaya dengan paham resiko dan kekurangan pinjaman online maka nasabah bisa mengerti “what they are going into” ketika mengambil pinjaman online.

Resiko Kasus Pinjaman Online

Resiko Pinjaman
Resiko Pinjaman Online

Apa resiko pinjaman online ? Kami mencatat ada 8 diantaranya, termasuk resiko tidak bayar pinjaman online.

#1 Bunga Tinggi

Ini fakta yang harus diketahui sejak awal bahwa tingkat bunga pinjaman online relatif tinggi. Bahkan boleh dibilang tinggi sekali.

Sampai saat ini, OJK tidak mengatur soal batasan bunga pinjaman online. Tingginya suku bunga diserahkan kepada market player, perusahaan pinjaman online.

Perusahaan pinjaman online memiliki alasan sendiri menerapkan bunga setinggi itu. Salah satunya, tingginya resiko nasabah online, akibat kemudahan persyaratan dan kecepatan persetujuan.

Selama nasabah peminjam tahu dan berhitung soal bunga yang harus dibayar, seharusnya tidak masalah mengambil pinjaman dengan bunga pinjaman super tinggi. Anyway, untuk apa bunga rendah tetapi pinjaman sulit didapatkan atau persetujuan diberikan beberapa minggu.

Yang jadi masalah adalah mereka yang mengambil pinjaman online tanpa berhitung soal bunga dan baru komplain ketika sudah mengambil pinjaman yang akibatnya tidak mau atau tidak sanggup mengembalikan pinjaman.

Jadi, buat saya tingginya bunga adalah hal yang penting diketahui oleh nasabah pinjaman online. Walaupun, banyak yang tetap mengambil pinjaman online karena kecepatan dan kemudahan lebih penting dibandingkan besarnya bunga.

#2 Plafond Pinjaman Kecil

Salah satu resiko pinjaman online adalah plafond tanpa agunan yang tidak besar. Rata – rata dibawah Rp 5 juta per pinjaman.

Bahkan beberapa pinjaman online mulai dari 1 juta rupiah dan baru bisa meminta kenaikkan plafond setelah mengambil pinjaman beberapa kali.

Sifat pinjaman online yang cepat dan mudah berimbas pada jumlah plafond yang ditawarkan. Tidak bisa mengambil untuk pinjaman dalam jumlah besar.

Untuk pinjaman dalam jumlah besar, nasabah tetap harus ke bank tampaknya.

#3 Data Pribadi di Aplikasi

Dalam mengajukan pinjaman online, sebagai bagian dari prosedur pinjaman online, calon peminjam wajib mengunduh aplikasi pinjaman online. Nasabah mengunduh aplikasi di ponsel dan dari situ mengajukan pinjaman.

Tentu saja, cara ini memberikan kemudahan. Kapan saja membutuhkan tinggal buka aplikasi pinjaman online di ponsel dan bisa mengajukan kredit.

Namun, resikonya adalah ekspose data data pribadi di ponsel yang diminta aksesnya oleh perusahaan pinjaman online saat nasabah mengajukan pinjaman.

Apakah menarik data pribadi salah ?

Saya bukan ahli hukum, tetapi menurut saya selama calon nasabah memberikan consent persetujuan kepada perusahaan untuk melihat dan menganalisa data di telpon selular nasabah maka sah sah saja menggunakan data tersebut.

Yang penting adalah calon nasabah paham dan mengerti bahwa dia memberikan persetujuan atas penggunaan dan akses data pribadinya untuk kepentingan pengajuan kredit online.

Beberapa waktu lalu, OJK sebagai institusi yang memberikan
dasar hukum pinjaman online, membahas dalam twitter mereka soal resiko pinjaman online terkait penggunaan data pribadi, yaitu:

#4 Persetujuan Lama

Harapan yang tinggi ketika mengajukan pinjaman online adalah persetujuan cepat cair. Namun, realitanya tidak semua pinjaman online bisa mewujudkan janji cepat cair tersebut.

Bisa dilihat dari komentar – komentar di PlayStore yang mengeluhkan layanan pinjaman online soal lamanya pencairan dan tidak adanya response (disetujui atau tidak) atas pengajuan pinjaman online.

Kenyataannya, meskipun menggunakan teknologi, banyak proses di pinjaman online yang tidak bisa cepat. Butuh waktu beberapa hari sampai ada keputusan disetujui atau tidaknya.

Kondisi ini yang perlu disadari oleh para calon nasabah. Tingginya ekspektasi perlu dibarengi dengan kesadaran akan realita di lapangan.

#5 Penagih Datang

Layaknya semua pinjaman, jika nasabah tidak bayar maka akan ada tindakan penagihan. Penagihan tidak akan dilakukan jika nasabah membayar tepat waktu.

Ada persepsi, karena ini adalah pinjaman online, jika nasabah tidak bayar maka tidak akan ada proses penagihan dan hanya dilakukan reminder via email serta sms.

Tentu saja, ini tidak sepenuhnya benar. Dalam website dan informasi di perjanjian, jelas bahwa nasabah yang tidak bayar akan ditagih oleh perusahaan pinjaman online.

Apa sanksi tidak bayar pinjaman online ?

Pertama, perusahaan pinjaman online akan melakukan tindakan penagihan. Tindakan penagihan mulai dari yang sifatnya reminder sampai dengan intensif agar nasabah membayar kewajibannya.

Kedua, melaporkan nasabah ke biro kredit yang diwajibkan oleh OJK kepada setiap perusahaan Fintech. Pelaporan ini bertujuan memastikan bahwa nasabah yang tidak bayar tidak dapat mengajukan pinjaman kembali.

Jadi, jika memang ingin mengajukan kredit di perusahaan fintech online, pastikan punya kemampuan mengembalikkan pinjaman, Jangan karena tergiur oleh proses yang mudah dan cepat, nasabah tidak memperhitungkan kemampuan mengembalikkan pinjaman, yang akhirnya berujung pada proses penagihan yang tidak menyenangkan.

Apa solusi tidak bisa bayar pinjaman online ? Bagaimana jika nasabah gagal bayar pinjol ? Bagaimana cara melunasi hutang pinjaman online ?

Ini sejumlah hal ini yang perlu diperhatikan calon peminjam ketika akan memilih pinjol.

Karena beberapa fintech memberikan solusi untuk nasabah yang tidak bisa bayar pinjaman online. Misalnya melakukan perpanjangan atau reskedul pinjaman, tentu saja dengan biaya tertentu.

#6 Biaya Administrasi

Satu hal yang kerap dilupakan. Ketika menunggak, maka resikonya tidak hanya menghadapi penagihan, tetapi juga tambahan biaya karena perusahaan pinjaman online meminta biaya atas keterlambatan pembayaran (late fee).

Karena itu, sewaktu memilih pinjol, pastikan bahwa akses pembayaran online cukup baik. Ada banyak pilihan akses cara pembayaran pinjaman online.

Disamping itu, karena proses penagihan membutuhkan extra sumber daya manusia, beberapa perusahaan pinjaman online membebankan biaya penagihan ke nasabah yang menunggak.

Jumlah biaya penagihan ini cukup besar jika dibandingkan plafond pinjaman. Masalahnya, ketentuan soal biaya yang harus dibayar jika nasabah menunggak, tidak secara jelas dicantumkan dalam website beberapa perusahaan pinjaman online.

Seolah-olah tidak ada kewajiban tambahan jika terlambat membayar, walaupun kenyataannya tidak.

Karena itu, calon nasabah perlu menanyakan atau membaca perjanjian kredit dengan teliti soal kewajiban jika nasabah terlambat membayar tunggakan pinjaman.

Ini salah satu contoh pinjaman online yang secara transparan memaparkan biaya keterlambatan di situs mereka.

resiko pinjaman online
Biaya Keterlambatan Pinjaman Online

#7 Belum Terdaftar di OJK

Ada banyak layanan yang menawarkan pinjaman online. Mana pinjaman online yang terdaftar di OJK ? Siapa pinjaman online terpercaya ? Apa pinjaman online ilegal ?

Karena tidak semua terdaftar di OJK. Sejalan ketentuan, setiap lembaga yang menawarkan pinjaman online wajib mendaftar dan mendapatkan lisensi dari OJK. Jika tidak terdaftar di OJK maka pinjaman online ilegal dan itu sangat berbahaya.

Bagaimana cara cek perusahaan yang terdaftar di OJK ? Mudah sebenarnya.

Anda tinggal masuk ke situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bisa menemukan daftar perusahaan fintech yang terdaftar di OJK. Saat ini terdapat 64 perusahaan Fintech yang sudah terdaftar di OJK per Juni 2018.

Lihat di Daftar perusahaan Fintech yang terdaftar OJK.

Salah satu inisiatif OJK di 2019 adalah pemblokiran pinjaman online ilegal. Ini langkah yang patut diapresiasi karena resiko pinjaman online ilegal yang besar buata masyarakat.

Pemblokiran pinjaman online ilegal dilakukan lewat Satgas Investasi yang bekerjasama dengan Kominfo dan Kepolisian.

#8 Lembaga Bodong

Suka tidak suka kenyataan bahwa masih banyak investasi bodong. Investasi bodong tentu saja merugikan nasabah.

Meskipun investasi bodong lebih ditujukan kepada mereka yang sebagai investor tetapi penting bagi para peminjam memastikan bahwa tempat mengambil pinjaman adalah perusahaan yang resmi.

Karena jika tidak termasuk dalam daftar investasi bodong, boleh disimpulkan itu adalah pinjaman online terpercaya.

Salah satu cara memastikannya adalah mengecek daftar perusahaan investasi yang terdaftar di OJK. Bisa pula melihat daftar investasi bodong menurut OJK.

#9 Perlindungan Data Konsumen

Meskipun OJK sudah mengeluarkan regulasi yang ketat soal aspek perlindungan data konsumen, namun dalaam prakteknya, kebocoran dan penyalahgunaan data tetap terjadi. Apaalagi, pinjaman online sangat erat berhubungan dengan data.

Tidak semua penyelenggara menjamin kerahasiaan dan penggunaan Data Nasabah. Akibatnya, tidak jarang, data konsumen bocor ke pihak lain.

Terdapat klausula pelepasan tanggungjawab dan tindakan sepihak yang dilakukan sejumlah perusahaaan pinjol. Tujuannya agar jika terjadi masalah di kemudian hari terhadap data konsumen, perusahaan bisa lepas tanggung jawab.

Pada sejumlah penyelenggara Fintech tidak memastikan keamanan kerahasiaan data konsumennya, contoh: tidak membatasi jumlah kegagalan saat login. Standard best-practices yang umum diterapkan oleh lembaga keuangan untuk melindungi data, tidak diterapkan secara komprehensif.

Sejumlah penyelenggara memperbolehkan pihak ketiga mengakses data konsumen. Data dibagi ke pihak lain, yang jika tidak dikelola dengan baik dan hati – hati, bisa menimbulkan kebocoran.

#10 Transparansi Biaya

Proses pinjam meminjam melibatkan sejumlah biaya yang harus dibayar oleh konsumen. Persoalannya, biaya ini seringkali tidak disampaikan secara transparan di awal.

Sebagian besar penyelenggara tidak memberikan informasi yang jelas terkait dengan biaya pajak, biaya keterlambatan, dan biaya-biaya lain yang akan timbul. Nasabah tidak dijelaskan apa saja biaya yang harus dibayar jika mengambil pinjaman.

Sudah biaya yang dikenakan tidak dijelaskan secara rinci dan bahkan ada yang dijelaskan, tetapi biayanya sangat tinggi.

Salah satu praktek yang kerap dilakukan adalah memotong dana pencairan dengan biaya administraasi. Pemotongan dilakukan dimuka, sehingga peminjam menerima uang di rekening lebih kecil dari plafon yang disetujui.

Pemotongan ini kerap tidak dikomunikasikan dengan baik ke konsumen. Akibatnya, banyak yang tidaak tahu bahwa jumlah pokok hutang, bukan yang diterima di rekening, tetapi plafon pinjaman sebelum kena potongan biaya administrasi.

Di OJK terdapat bagian khusus yang mengawasi soal daftar investasi online terpercaya, yaitu Satgas Waspada Investasi. Satgas ini mengawasi dan mengambil tindakan terhadap kegiatan yang tidak termasuk dalam daftar investasi resmi ojk.

Pengalaman Tidak Membayar Pinjaman Online

Pengalaman Tidak Membayar Pinjaman Online

Apa konsekuensi peminjam tidak membayar di pinjaman online. Bagaimana pengalaman tidak membayar pinjaman online.

Hal ini penting diketahui oleh peminjam karena peminjam kemungkinan tidak bisa membayar pinjaman selalu ada. Apa yang dihadapi, bagaimana konsekuensi jika tidak membayar, itu sejumlah pertanyaan yang muncul.

Saya belum pernah tidak membayar pinjaman. Tetapi, saya punya teman yang pernah punya pengalaman tidak membayar pinjaman online dan pengalaman tersebut dibagi ke saya.

Jika Anda tidak membayar pinjaman online, hal – hal berikut yang Anda akan hadapi:

Pertama, perusahaan pinjaman online akan melakukan reminder dalam bentuk SMS dan E-Mail sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran pinjaman. Isi SMS dan email adalah mengingatkan mengenai kewajiban yang sudah lewat jatuh tempo dan cara pembayaran.

Kedua, perusahaan pinjaman online meningkatkan intensitas SMS dan email menjelang dan pada saat jatuh tempo pembayaran. Bahasa dalam email dan SMS sedikit berbeda, dengan lebih menekan untuk segera melakukan pembayaran.

Ketiga, perusahaan pinjaman online biasanya memberikan grace period sekitar 2 sd 3 hari dimana Anda boleh tidak membayar tanpa dikenakan denda keterlambatan. Setelah grace period lewat, perusahaan pinjaman online akan melakukan penagihan secara lebih intens.

Keempat, lewat grace period yang 2 atau 3 hari sejak tanggal jatuh tempo, proses penagihan yang lebih intens dilakukan melalui telepon dengan menghubungi peminjam, kantor, teman atau saudara dekat peminjam. Denda keterlambatan pembayaran mulai berlaku pada fase ini.

Kelima, selama proses penagihan lewat telepon berlangsung, jika perusahaan pinjaman online melihat kesulitan dalam penagihan lewat telepon, misalnya telepon sering tidak diangkat, nomer telepon sudah tidak bisa dihubungi atau tidak ada kontak lain yang bisa memberikan informasi, proses penagihan akan menggunakan kunjungan ke nasabah. Kunjungan bisa ke kantor atau rumah peminjam.

Keenam, jika semua upaya penagihan diatas masih tidak berhasil, perusahaan pinjaman online umumnya memindahkan penagihan ke pihak ketiga yang spesialisasi di Collection. Pihak ketiga ini memang fokus di proses penagihan dan memiliki pengalaman serta keahlian dalam melakukan collection.

Ketujuh, setelah menunggak selama beberapa lama dan tidak bisa ditagih, perusahaan pinjaman online bisa melaporkan nasabah tersebut ke Biro Kredit. Di Biro Kredit tersimpan data semua nasabah menunggak yang dilaporkan oleh perusahaan pinjaman online anggota Biro Kredit. Dengan dilaporkan, nasabah tersebut memiliki catatan kredit negatif di biro kredit, sehingga jika suatu saat nasabah tersebut ingin mengambil pinjaman online di lembaga lain bisa kemungkinan pengajuan pinjaman ditolak karena catatan negatif di biro kredit.

Dari pengalaman membayar pinjaman online tersebut diatas, Anda bisa lihat bahwa sebaiknya dan lebih baik membayar pinjaman online tepat waktu dan jika merasa kewajiban angsuran terlalu tinggi maka lebih baik jangan mengajukan pinjaman.null

Menghapus Data Pribadi Pinjaman Online

Menghapus Data Pribadi Pinjaman Online

Bagaimana cara menghapus data pribadi di pinjaman online ? Apakah bisamenghapus data kontak dari pinjaman online ?

Ini pertanyaan yang kerap muncul setelah kasus pinjol marak belakangan ini. Salah satunya adalah akses data pribadi yang ugal-ugalan dan tidak jarang KTP disalahgunakan pinjaman online.

Sebelum membahas cara hapus data pribadi atau data kontak di pinjol, perlu diingat bahwa kasus akses data pribadi terjadi terutama di Fintech ilegal atau pinjaman online yang tidak terdaftar resmi di OJK.

Jadi, langkah preventif paling utama adalah tidak mengajukan pinjaman online ke Fintech Ilegal (daftar fintech ilegal lihat disini). Hanya pinjam uang ke fintech yang terdaftar di OJK (daftar Fintech OJK terbaru).

Untuk menghapus data pribadi dan data kontak dari pinjaman online, Anda sampaikan surat email ke perusahaan pinjaman online meminta penghapusan data Anda. Cek di daftar call center dan alamat Fintech terbaru 2019.

Bisa juga Anda konsultasi langsung ke OJK lewat email, surat atau telepon soal permohonan menghapus data dari pinjaman online. OJK akan memberikan advis soal bagaimana cara menghapus data dari pinjaman online.

Pengaduan Konsumen Pinjol OJK 2019
Pengaduan Konsumen Pinjol OJK 2019

Pengaduan pinjaman online 2019 bisa dengan melakukan hal berikut:

  1. Surat Tertulis. Surat tertulis tersebut ditujukan kepada :
    Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Menara Radius Prawiro, Lantai 2, Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 2  Jakarta Pusat 10350
  2. Telepon. Telepon : 157; Jam operasional : Senin – Jumat, Jam 08.00 – 17.00 WIB (Kecuali Hari Libur)
  3. Email. Permintaan informasi dan pengaduan dapat disampaikan melalui email dengan alamat : konsumen@ojk.go.id
  4. Form Pengaduan Online.Konsumen atau masyarakat dapat mengirimkan pengaduan melalui form elektronik yang tersedia pada alamat http://konsumen.ojk.go.id/FormPengaduan

Konsumen atau masyarakat dapat menyampaikan pengaduan dengan menyampaikan surat resmi ke OJK disertai dengan :

  • Bukti telah menyampaikan pengaduan kepada lembaga jasa keuangan terkait dan/atau jawabannya
  • Identitas diri atau surat kuasa (bagi yang diwakili)
  • Deskripsi/kronologis pengaduan
  • Dokumen pendukung

Apabila data/dokumen yang diminta tidak dipenuhi dalam waktu paling lambat 20 hari kerja sejak tanggal pemberitahuan, maka pengaduan dianggap dibatalkan.

Pengertian Pinjaman Online

Apa Itu Pinjaman Online

Pinjaman online adalah jenis pinjaman yang cukup diajukan secara online melalui aplikasi ponsel, tanpa perlu tatap muka. Cara ini memberikan kemudahan dan kecepatan dalam proses pengajuan kredit.

Pinjaman online tumbuh sangat cepat di Indonesia. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkannya menjadi daya tarik utama. 

Pengajuan kredit yang selama ini dikenal lama dan rumit, sekarang bisa dilakukan secara cepat, mudah, online dan tanpa tatap muka.

Calon peminjam cukup mengunduh aplikasi pinjaman di ponsel melalui Google Play Store atau melalui APK. Ada yang menerima hanya ponsel android, tetapi ada juga yang sudah bisa android dan ios apple. 

Manfaat Pinjaman Online

Manfaat Pinjaman Online

Manfaat yang ditawarkan adalah:

  • Cepat. Proses persetujuan di pinjaman online memakan waktu singkat. Biasanya dalam 24 jam, jauh lebih superior dibandingkan bank yang 1 sd 2 minggu.
  • Mudah. Persyaratan pinjaman online umumnya hanya KTP dan foto selfie. Syarat dokumen lain opsional, jika dibutuhkan. Berbeda dengan bank yang meminta banyak dokumen sejak awal.
  • Online. Seluruh proses dilakukan secara online, tidak perlu tatap muka. Peminjam bisa mengajukan pinjaman dimana saja dan kapan saja. Cukup bermodalkan smartphone.
  • Fleksibilitas tenor. Pinjaman online memperkenalkan tenor kredit 30 hari. Tenor pendek ini banyak dicari karena dianggap cocok dengan siklus gajian pegawai. Sementara bank meminta minimum tenor 6 bulan yang belum tentu semua orang butuh masa pinjaman selama itu.
  • Plafon kecil. Bank jarang memberikan plafon pinjaman kecil. Paling minimum Rp 5 juta di KTA. Pinjaman online menawarkan pinjaman mulai dari Rp 500 ribu. Orang yang butuh plafon kecil, cocok sekali dengan tawaran pinjaman online.
  • Tanpa kartu kredit. Pinjaman online tidak mensyaratkan kartu kredit dalam pengajuan. Ini merupakan big relief bagi banyak orang karena bank mewajibkan pengajuan harus dengan kartu kredit.
  • Tanpa jaminan. Tidak ada agunan yang diserahkan untuk bisa mengajukan pinjaman. Ini juga big relief bagi banyak orang yang ingin pinjam tapi tanpa harus menyerahkan aset sebagai jaminan.
Regulasi OJK

Regulasi

OJK adalah otoritas yang mengatur keberadaan pinjaman online di Indonesia. Secara lebih spesifik, Peraturan OJK (POJK) 77 Tahun 2016 meregulasi pinjaman online.

Ketentuan OJK

Setiap pinjaman online wajib memperoleh izin dari OJK, dengan ketentuan antara lain:

  • Wajib berbentuk badan hukum PT atau Koperasi, serta mengajukan pendaftaran dan perizinan kepada OJK
  • Beroperasi sebelum memperoleh surat tanda bukti terdaftar dari OJK, akan dinyatakan sebagai fintech ilegal dan diserahkan kepada Satgas Waspada Investasi
  • Wajib mendaftarkan sistem elektronik ke Kominfo dan memperoleh bukti pendaftaran
  • Modal minimum Rp 1 Miliar saat pendaftaran dan meningkat menjadi Rp 2.5 Miliar saat perizinan
  • Direksi dan Komisaris wajib berlatar belakang keuangan, harus WNI dan tinggal di Indonesia, serta ikut sertifikasi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)

Bahayanya Ilegal

Guna memastikan bahwa tidak ada pinjaman online ilegal yang beroperasi, OJK menutup yang ilegal dengan bekerjasama dengan Satgas Investasi. Adanya pinjaman ilegal sangat merugikan konsumen dan merusak citra pinjaman online yang resmi.

Resiko pinjaman ilegal adalah membahayakan konsumen peminjam, antara lain, yaitu:

  1. Tidak ada pengawasan dari OJK. Tanpa regulator dan pengawasan, kegiatan pinjaman uang ilegal tidak akan memperhatikan aspek perlindungan konsumen.
  2. Tidak ada standar pengalaman Pengurus/Direksi Fintech Lending Ilegal untuk menjalankan kegiatan operasional pinjaman, termasuk bagaimana melayani konsumen dengan baik.
  3. Fintech Lending ilegal mengenakan biaya dan denda yang sangat besar dan tidak transparan. Sudah muncul banyak komplain soal ini dari nasabah yang dirugikan.
  4. Lokasi kantor Fintech ilegal tidak jelas/ditutupi dan bisa jadi berada di luar negeri untuk menghindari aparat hukum. Konsumen sulit menghubungi kantor pinjaman online untuk menyampaikan pengaduan atau pertanyaan.
  5. Aplikasi pinjol ilegal meminta akses kepada seluruh pribadi yang ada di dalam handphone pengguna yang kemudian disalahgunakan untuk melakukan penagihan. 
  6. Fintech Lending ilegal tidak menanggapi pengaduan konsumen dengan baik.

Fintech Lending ilegal melakukan penagihan dengan cara-cara yang kasar, cenderung mengancam, tidak manusiawi, dan bertentangan dengan hukum. Tidak ada kewajiban melakukan sertifikasi tenaga penagih.

Perlindungan Konsumen

Banyaknya resiko dari pinjaman online bagi peminjam tampaknya disadari betul oleh OJK. Oleh sebab itu, OJK menyusun sejumlah langkah – langkah untuk melindungi konsumen.

OJK mewajibkan perusahaan pinjaman online untuk mengikuti hal – hal berikut ini:

A. Wajib Izin/Terdaftar di OJK

Semua pihak yang menawarkan pinjaman online wajib terdaftar dan berizin dari OJK, tanpa kecuali. Tidak bisa menawarkan pinjaman secara online, tanpa restu OJK.

Kewajiban perizinan ini membuat pinjaman online tunduk pada pengawasan dan ketentuan yang ditetapkan oleh OJK. Adanya pengawasan dan ketentuan tersebut membuat aspek perlindungan konsumen bisa dijalankan dengan efektif.

B. Pengurus

OJK menetapkan bahwa Direksi dan Komisaris dari pinjaman online P2P Lending wajib untuk:

  • Punya pengalaman minimal 1 tahun pada level manajerial dalam dunia keuangan
  • Lolos ujian sertifikasi yang diadakan oleh Asosiasi Fintech
  • Lolos fit and proper test dari OJK

Syarat semacam ini ditujukan agar pengurus pinjaman online adalah memang orang – orang yang kompeten dan bisa dipercaya. Bukan pengurus yang punya catatan buruk dalam karirnya di dunia keuangan.

C. Pembatasan Akses Data

Kebocoran data pribadi dapat dipicu oleh adanya akses yang berlebihan pada smartphone pengguna pinjaman daring. Indonesia hingga saat ini belum memiliki tentang UU Perlindungan Data Pribadi.

OJK telah proaktif melakukan pembatasan akses penyelenggara Fintech Lending pada smartphone pengguna. Untuk saat ini hanya dapat akses pada camera, microphone, & location (CEMILAN). Apabila ada pelanggaran oleh penyelenggara Fintech Lending, OJK memberikan sanksi.

D. Maksimum Bunga Harian

Tingginya bunga pinjaman online selama ini, membuat OJK dan AFPI bergerak melakukan pengendalian terhadap suku bunga. Ini adalah bagian dari upaya perlindungan terhadap konsumen pinjaman online.

AFPI menetapkan bahwa  jumlah total biaya pinjaman tidak melebihi suku bunga flat 0.8% per hari. Maksimum bunga sebulan, dengan ketentuan ini, menjadi 24% (asumsi sebulan 30 hari).

E. Maksimum Total Biaya Pinjaman

Tidak hanya berhenti di perihal maksimum bunga per hari, OJK dan AFPI juga bergerak membatasi maksimum total biaya pinjaman. Langkah ini sebagai antisipasi perusahaan mengakali ketentuan bunga maksimum, dengan membebankan biaya – biaya.

Salah satu contohnya adalah praktek pemotongan biaya dimuka dari plafon yang disetujui sehingga dana yang dicairkan ke rekening lebih kecil dari jumlah pinjaman yang disetujui. Praktek ini secara efektif menurunkan bunga (agar memenuhi ketentuan maksimum 0.8% per hari) meskipun sebenarnya total beban biaya pinjaman yang harus dibayar peminjam tidak berubah atau bahkan lebih besar.

OJK dan AFPI menetapkan bahwa jumlah total biaya, biaya keterlambatan dan seluruh biaya-biaya lainnya sebesar maksimal 100% (seratus persen) dari nilai prinsipal pinjaman.

Contohnya, pinjaman sebesar Rp 1 juta, maka seluruh biaya (apapun itu) maksimum Rp 1 juta dan tidak boleh lebih.

F. Cara Penagihan

Proses penagihan di pinjol banyak mendapat sorotan karena dianggap tidak manusiawi dan melanggar privacy konsumen. Muncul banyak komplain dan berita di media soal keganasan penagihan via online.

Untuk mengatasinya, OJK dan AFPI menetapkan bahwa semua tenaga penagih di pinjaman online wajib lulus sertifkasi yang diadakan oleh AFPI. Sertifikasi diharapkan bisa menanamkan edukasi kepada tenaga penagih soal cara penagihan yang benar dan sesuai ketentuan.

Tanya Jawab Pinjaman Online

  1. Apa itu Pinjaman Online

    Pinjaman dilakukan secara online, tanpa tatap muka, pengajuan mudah dan cepat cair dalam 24 jam.

  2. Apa dasar hukum Pinjaman Online

    Pinjaman online di Indonesia diatur dalam payung regulasi P2P (LPMUBTI – Lembaga Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi) di POJK 77/2016

  3. Apa resiko Pinjaman Online

    Bunga cukup tinggi dibandingkan bunga di bank atau perusahaan pembiayaan.

  4. Apa itu Pinjaman Online Ilegal

    Pinjaman online yang tidak memiliki legalitas (surat terdaftar . atau izin) dari OJK

  5. Bagaimana resiko mengajukan kredit di Pinjaman Online Ilegal

    Sangat beresiko karena pinjaman online ilegal meenjalankan praktek yang tidak melindungi konsumen.

  6. Bagaimana jika punya masalah dengan Pinjaman Online

    Bisa mengadukan ke OJK via surat, email atau call center OJK

  7. Bagaimana soal data pribadi di ponsel saaat pengajuan pinjaman online

    OJK sudah mengatur secara tegas untuk pinjaman online legal untuk tidak mengambil data pribadi tanpa izin dari pengguna.

  8. Selain bunga pinjaman, biaya apa yang wajib diperhatikan

    Biaya admin banyak dibebankan ke pengguna.

Kesimpulan

Hadirnya pinjaman online menawarkan alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Pengajuan kredit yang selama ini, identik dengan lama dan rumit, sekarang menjadi cepat dan mudah.

Tetapi, calon nasabah wajib mengerti resiko dan kasus pinjaman online. Niscaya dengan paham soal resiko tersebut, nasabah tidak akan menghadapi masalah dikemudian hari.

Bagikan Melalui

Artikel Terkait

Verifikasi Pinjaman KTA Bank

Proses Pengajuan dan Verifikasi KTA Pinjaman Bank

Agustus 16, 2021 0 Komentar

Bagaimana bank memproses dan memverifikasi pengajuan pinjaman KTA ? Mungkin mereka yang sekarang ... Baca Lagi

Pengertian KTA adalah

Pengertian KTA: Contoh, Jenis Pinjaman, Bunga, ...

Agustus 9, 2021 0 Komentar

KTA (Kredit Tanpa Agunan) adalah jenis pinjaman tanpa agunan yang populer di masyarakat. Apa itu ... Baca Lagi

Pinjaman Tanpa Jaminan Terbaik OJK

12+ Pinjaman 500 Juta, 1 Miliar, 2 Miliar Tanpa...

Maret 22, 2021 0 Komentar

Dimana bisa mendapatkan pinjaman 500 juta, 1 Miliar atau 2 Miliar  tanpa jaminan ? Yang berj... Baca Lagi

Produk Perbankan

20+ Produk Bank Jasa Perbankan (Bukan Cuma Pinj...

Desember 21, 2020 0 Komentar

Bank dipahami sebagai tempat menabung dan meminjam uang. Sementara, bank sebenarnya punya banyak ... Baca Lagi

KTA SCB

Review Pinjaman KTA Online SCB Standard Charter...

Desember 7, 2020 0 Komentar

KTA SCB adalah pinjaman tanpa agunan yang menawarkan kredit cepat dan mudah. Menawarkan kredit sa... Baca Lagi

Kredit Pinjaman

Pengertian Kredit Pinjaman Keuangan (KTA, KPR, ...

November 30, 2020 0 Komentar

Kredit adalah instrumen keuangan yang banyak dibutuhkan orang. Hanya banyak yang kurang paham soa... Baca Lagi

Komentar(6 Komentar)

  1. apakah aman gan, kita kan gk bertatan langsung.

  2. […] Bagi mereka yang butuh pinjaman uang sekarang, penawaran Fintech pinjaman online tanpa jaminan ini bisa menjadi salah satu solusi. Namun, penting diperhatikan adalah persyaratan, terms and conditions, khususnya biaya bunga, dan resiko pinjaman online. […]

  3. […] Referensi: CSULFinanceDuwitmu.comBisnis Liputan6.com […]

  4. Pinjaman online sebetulnya adalah alternatif untuk mendapatkan dana talangan dengan mudah. Namun yang menjadi masalah adalah masyarakat yang memakainya untuk kebutuhan konsumtif dan tidak mengukur dengan pendapatan yang ada sehingga mengalami gagal bayar. Coba kalau lancar, pasti juga tidak ada masalah.

  5. Bener sekali ulasannya, Pinjaman online memang seperti solusi bagi orang yang kepepet butuh uang cepat. Apalagi syaratnya yang mudah dan tidak butuh jaminan. Banyak orang memanfaatkan untuk konsumtif dan berbelanja kebutuhan sekunder. Namun dibalik itu ada risiko yang menunggu jika tidak disertai pengetahuan yang baik serta mengukur dari pendapatan dan pengeluaran.

  6. “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Tulis Komentar

Email Anda tidak akan di publish