Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Syarat Pengajuan Pinjaman KTA Bank DKI

Daftar Isi

Cara Pinjam Uang di Bank DKI

Pinjam uang di Bank DKI menjadi salah satu solusi pembiayaan, baik untuk kebutuhan konsumsi atau bisnis usaha. 

Bagaimana cara mengajukan pinjaman KTA di Bank DKI ? Apa syarat dan ketentuan pengajuan kredit ? Ikuti pengalaman kami.

Kita kupas secara lebih rinci soal proses pengajuan kredit tanpa agunan di bank ini.

Apa itu Pinjaman KTA Bank DKI

Pinjaman KTA Bank DKI adalah kredit Mikro program Jak Ema (Jakarta Ekosistem Mikro Amanah) yang merupakan produk Monas 25 Tanpa Agunan yang khusus diberikan kepada 9 unsur ekosistem kelurahan di DKI Jakarta yang memiliki usaha untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan investasi pendukung usaha.

Keuntungan:

  • Hanya untuk 9 Unsur Ekosistem Kelurahan di wilayah DKI Jakarta
  • Maksimal Plafon Kredit Rp 25.000.000,-
  • Jangka Waktu Kredit maksimal 24 Bulan.

Apakah Bank DKI Aman

Anda tidak perlu diragukan kredibilitasnya, selain diawasi secara resmi oleh OJK, Bank DKI juga memiliki banyak produk kredit baik untuk usaha, investasi, maupun konsumsi.

Syarat dan Cara Melakukan Pinjaman KTA di Bank DKI

Berikut syarat dan cara mengajukan kredit hutang di bank ini:

1. Syarat dan Ketentuan Kredit Tanpa Agunan Bank DKI

Ada beberapa syarat yang harus Anda persiapkan sebelum melakukan pengajuan pinjaman. Syarat ini sangat penting untuk dipenuhi supaya pengajuan dapat  diterima. 

Berikut ini persyaratan umum pengajuan kredit di Bank DKI, yaitu:

  • Fotocopy KTP Suami Istri, KK, Buku Nikah dan NPWP
  • Surat Ijin Usaha/Surat Keterangan Usaha
  • Melampirkan Surat Keputusan dari Kelurahan
  • Dokumen lainnya sesuai permintaan Bank DKI

2. Persyaratan Dokumen

Berikut persyaratan berkas atau dokumen yang perlu dipersiapkan, yaitu:

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi KTP pasangan suami/istri
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Surat nikah (jika sudah berkeluarga) atau surat cerai
  • Kartu pajak atau NPWP
  • Dokumen Pendukung usaha, jika mengajukan kredit usaha atau modal kerja
  • Rekening Koran/tabungan 3 bulan terakhir
  • Copy Slip Gaji atau Surat Keterangan Penghasilan
  • Copy neraca dan laporan laba rugi terbaru untuk perusahaan
  • Copy Akta pendirian perusahaan dan izin usaha
  • Copy sertifikat praktik profesional
  • Copy dokumen kepemilikan agunan berupa Sertifikat  Agunan berupa Hak Milik (SHM); atau Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB); atau Sertipikat Hak atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS), dan IMB PBB

3. Lolos SLIK OJK, Tidak dalam Masalah Kredit

Lebih baik jika belum pernah menggunakan fasilitas kredit atau tidak dalam kondisi kredit bermasalah di laporan SLIK OJK. Debitur wajib punya catatan kredit yang bagus di BI Checking atau SLIK OJK.

4. Memenuhi Penghasilan  Minimum

Penghasilan menjadi faktor penting buat bank dalam melakukan penilaian kelayakan pengajuan kredit. Karena itu, debitur harus memastikan bahwa gaji memenuhi ketentuan penghasilan minimum di Bank DKI.

Namun, terpenuhinya penghasilan minimum tidak serta merta bahwa pengajuan akan disetujui oleh bank. 

Terkait penghasilan, bank akan menilai hal - hal berikut, yaitu:

  • Minimum penghasilan
  • Penghasilan mencukupi untuk membayar cicilan angsuran kredit
  • Penghasilan diverifikasi dengan baik.

5. Menghitung Suku Bunga dan Biaya Kredit

Cari tahu besarnya ‘suku bunga dan biaya kredit. Ini penting agar kita bisa mendapatkan bunga pinjaman terbaik.

Skema dan cara perhitungan suku bunga perlu dipahami dengan baik. Karena ada berbagai jenis cara perhitungan bunga, seperti fixed rate, floating rate.

Pastikan juga bahwa suku bunga fixed rate hanya akan terjadi selama beberapa tahun, sehingga perlu melihat kapan suku bunga floating akan diterapkan setelah masa fixed rate selesai.

Umumnya, setelah masuk ke bunga floating, cicilan akan naik cukup signifikan. Konsumen perlu mengantisipas masalah ini.

Untuk proses peminjaman, selain bunga, konsumen juga harus membayar sejumlah biaya, seperti provisi. Hitung biaya tersebut agar bisa menentukan dengan cermat berapa sebenarnya biaya kredit yang harus ditanggung dari mengambil pinjaman.

Biaya Admin Kredit di Bank DKI adalah:

  • Premi Asuransi Jiwa, Sesuai Rate
  • ProvisiSampai dengan 1% dari limit kredit
  • Biaya Administrasi. Sampai dengan Rp 100 Ribu
  • Biaya Notaris
  • Biaya Pelunasan Dipercepat
  • Biaya Keterlambatan Pembayaran

6. Menentukan Plafon Pinjaman Diajukan

Calon peminjam perlu menentukan besarnya pinjaman yang dibutuhkan dan akan diajukan ke Bank DKI.

Menentukan jumlah plafon pinjaman penting karena:

  • Menentukan produk pinjaman yang akan diajukan karena setiap produk punya ketentuan yang berbeda
  • Menghitung cicilan bulanan yang menjadi kewajiban berdasarkan jumlah pinjaman yang akan diambil

7. Menentukan Masa Tenor Kredit

Masa tenor kredit menentukan besar kecilnya cicilan dan seberapa lama membayar cicilan. Karena itu, tenor perlu ditentukan saat mengajukan pinjaman di Bank DKI.

Untuk bisa menentukan tenor yang tepat, konsumen bisa melakukan simulasi kredit di Bank DKI untuk menghitung besarnya cicilan per bulan berdasarkan plafon pinjaman dan masa kredit.

Di samping itu, Bank DKI memiliki syarat dan ketentuan soal maksimum masa tenor pinjaman, yaitu tidak boleh melebihi usia pensiun untuk karyawan dan usia tertentu untuk pengusaha. 

8. Menetapkan Tujuan Pinjaman

Tujuan pinjam uang akan menentukan jenis pinjaman yang akan diajukan di Bank DKI.

Mulai dari apakah tujuan pinjam uang untuk konsumsi atau bisnis usaha.

Kalau untuk konsumsi, apakah tujuannya untuk mendapatkan dana tunai tanpa jaminan atau untuk beli aset, seperti rumah atau mobil.

Kalau untuk bisnis, apakah tujuannya untuk memulai usaha, modal kerja, membiayai invoice atau investasi membeli alat serta membangun pabrik.

Masing - masing tujuan pinjaman punya karakter kredit yang berbeda - beda. Untungnya di Bank DKI memiliki produk kredit yang beragam, yang bisa memenuhi setiap tujuan.

9. Lakukan Simulasi Kredit

Bank DKI menyediakan simulasi kredit yang bisa digunakan untuk menghitung besarnya cicilan per bulan berdasarkan jumlah plafon kredit dan tenor pinjaman.

Melakukan simulasi kredit penting dilakukan oleh setiap calon debitur karena:

  1. Memberikan gambaran berapa cicilan yang harus dibayar setiap bulan
  2. Menghitung kemampuan pembayaran berdasarkan cicilan tersebut

10. Mempersiapkan Jaminan

Dalam jenis kredit tertentu, bank akan meminta agunan. Calon debitur harus mempersiapkan dokumen jaminan untuk nanti dinilai (appraisal) oleh bank. Nilai jaminan akan menentukan besarnya nilai kredit yang bisa disetujui.

Hal yang penting dipersiapkan terkait jaminan adalah:

  • Dokumen jaminan sudah sesuai, misalnya status SHM untuk bangunan dan tanah.
  • Pemilik jaminan adalah debitur atau jika tidak ada surat yang memberikan hak kepada debitur untuk menggunakan jaminan tersebut
  • Nilai jaminan cukup untuk memenuhi persyaratan Loan To Value (LTV), yaitu nilai maksimum pinjaman senilai 80% sd 90% nilai jaminan

11. Mengajukan Pinjaman

Proses pengajuan pinjaman di bank bisa dilakukan saat ini dengan cara:

  • Online. Melalui kanal digital, Bank DKI menyediakan cara pengajuan secara online. Semua dokumen bisa di upload.
  • Cabang. Melalui datang ke kantor cabang untuk menyampaikan pengajuan dan dokumen pendukung.

12. Hitung Kemampuan Pembayaran

Konsumen perlu menghitung kemampuan pembayaran sebelum mengajukan pinjaman ke Bank DKI. Tujuannya agar bisa memperkirakan apakah pengajuan pinjaman disetujui atau tidak.

Untuk menghitung kemampuan pembayaran, konsumen menggunakan ukuran 30% dari penghasilan adalah maksimum total cicilan, termasuk cicilan baru jika mengambil pinjaman uang.

13. Siap Verifikasi Bank

Bank akan melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan oleh konsumen akurat dan sudah sesuai kebijakan kredit di bank.

Verifikasi biasanya akan dilakukan ke tempat berikut:

  • Konsumen yang mengajukan pinjaman
  • Pekerjaan Kantor
  • Rumah Domisili
  • Supplier, Buyer untuk pinjaman usaha

Pastikan bahwa konsumen siap menerima telepon dari pihak Bank DKI yang akan melakukan verifikasi

Jenis- Jenis Pinjaman Bank DKI

Pahami jenis kredit pinjaman yang terdapat di setiap bank, agar bisa memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan. Berikut jenis- jenis pinjaman yang umumnya ditawarkan

1. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Pinjaman KTA adalah jenis kredit tanpa jaminan. Pinjaman ini cocok untuk kebutuhan konsumsi karena KTA bisa digunakan untuk segala kebutuhan.

Fasilitas kredit KTA diberikan kepada pegawai yang memiliki penghasilan tetap atau profesi tetap, pensiunan atau kepada target market tertentu untuk membiayai berbagai macam kebutuhannya.

Fasilitas kredit ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan antara lain; pendidikan, pernikahan, kesehatan, renovasi rumah dan lainnya.

2. Kredit Modal Kerja

Jenis kredit yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan sehari - hari. 

Kredit Modal Kerja adalah fasilitas kredit yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang habis dalam satu siklus usaha dan atau kebutuhan modal kerja yang bersifat khusus seperti untuk membiayai inventory / piutang / proyek atau kebutuhan khusus lainnya.

Kredit Modal Kerja Revolving. Limit kredit di atas Rp 500 Juta s.d Rp 25 Miliar, Pencairan dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan, Bunga dibayar tiap bulan, pokok pinjaman dibayar kapan saja paling lambat pada saat jatuh tempo kredit, Jangka waktu maksimal 1 tahun dan dapat diperpanjang

Kredit Modal Kerja Non Revolving. Limit kredit di atas Rp 500 Juta s.d Rp 25 Miliar, Pencairan dilakukan sekaligus, Bunga dibayar dan pokok dibayar tiap bulan untuk yang bersifat aflopend (angsuran), Bunga dibayar tiap bulan, pokok pinjaman dibayar kapan saja paling lambat pada saat jatuh tempo kredit untuk yang bersifat non aflopend (bukan angsuran), Jangka waktu maksimal 5 tahun dan tidak dapat diperpanjang

3. Kredit Mikro

Kredit Mikro diberikan kepada pengusaha mikro untuk membiayai kebutuhan usaha produktif baik untuk kebutuhan investasi maupun kebutuhan modal kerja.

Program pinjaman KUM ini dapat digunakan untuk mengembangkan usaha mikro menjadi usaha yang produktif.  Proses kredit cepat dan mudah, persyaratan kredit ringan.

Limit hingga Rp 500 Juta dan Jangka waktu sampai dengan 5 tahun.

Agunan berupa objek yang dibiayai & fixed assets.

4. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

KPR adalah jenis kredit untuk pembiayaan rumah. Memberikan layanan pinjaman untuk memiliki properti. Ini adalah kredit dengan jaminan, yaitu properti, yang dibeli dengan KPR, menjadi jaminan.

Keuntungan KPR di Bank DKI adalah suku bunga kompetitif, proses cepat dan mudah sejak awal, Uang muka ringan, Jangka waktu hingga 20 tahun dan Kerja sama dengan banyak proyek developer.

Beberapa jenis KPR yang umum ditawarkan adalah KPR reguler, Take Over, Top Up, Syariah dan lain - lain.

Bank juga menyediakan  KPR FLPP, yaitu program pemilikan rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, yang ditujukan bagi Masyarakat yang memiliki penghasilan tertentu dengan berbagai keringanan dan kemudahan.

5. Kredit Multiguna

Kredit multiguna adalah jenis pinjaman yang menggunakan jaminan property untuk memberikan kredit. Jenis kredit ini bisa digunakan untuk segala kebutuhan.

Kredit Multiguna di Bank DKI bisa dilakukan dengan cara:

  1. Take Over. Pemindahan fasilitas kredit sejenis dari bank lain dengan proses mudah dan berbagai benefit
  2. Top Up. Penambahan limit atas fasilitas Multiguna yang telah berjalan (existing). Produk ini merupakan solusi untuk pembiayaan dengan limit besar, tenor lebih panjang, dan suku bunga kompetitif.

6. Kredit Kendaraan Bermotor

Kredit Kendaraan Bermotor adalah jenis kredit untuk membiayai pembelian mobil atau motor. Mobil atau motor yang dibeli dengan kredit KKB ini, menjadi jaminan.

7. Kredit Investasi

Kredit Investasi Adalah fasilitas kredit yang diberikan untuk membiayai kebutuhan barang modal dalam rangka rehabilitasi, modernisasi, perluasan, pendirian proyek baru dan atau kebutuhan khusus terkait investasi.

Limit kredit investasi di atas Rp 500 Juta s.d Rp 25 Miliar dalam valuta Rupiah dan valuta asing. 

Jangka waktu tenor kredit investasi disesuaikan dengan usia efektif objek yang dibiayai, maksimal 10 tahun dan dapat diperpanjang

Pencairan sekaligus atau bertahap sesuai tujuan penggunaan. Bunga dan pokok dibayar setiap bulan.

Agunan berupa objek yang dibiayai.

8. Kredit Invoice Financing

Invoice Financing adalah fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada Supplier yang direkomendasikan/diusulkan oleh Principal yang telah bekerja sama dengan Bank dalam rangka percepatan pembayaran atas invoice yang ditagihkan Supplier ke Principal. 

Limit kredit di atas Rp 500 Juta s.d Rp 25 Miliar dalam dalam Rupiah. Jangka waktu 1 tahun dan dapat diperpanjang.

Sifat kredit plafond bersifat revolving, sedangkan penarikan transaksi bersifat non revolving. Agunan utama berupa piutang kepada Principal yang diikat secara Fiducia dan tidak disyaratkan adanya tambahan agunan berupa Fixed Asset / Deposito 

Suku bunga sesuai ketentuan yang berlaku di Bank. Penarikan kredit didasarkan pada invoice yang telah diakseptasi oleh Principal.

Tips Pinjaman Bank DKI Disetujui

1. Catatan Kredit Bersih di SLIK OJK

Bank sangat memperhatikan catatan kredit yang terdapat di SLIK OJK. Pastikan bahwa sebelum mengajukan pinjaman di Bank DKI bahwa tidak ada tunggakan tagihan di tempat lain, sehingga muncul gagal bayar di SLIK OJK.

2. Lengkapi Dokumen

Lengkapi semua dokumen yang dipersyaratkan. Jika tidak bisa memenuhi persyaratan dokumen, konsultasi dengan kantor cabang Bank DKI untuk mencari dokumen pengganti.

Pastikan juga bahwa dokumen yang disampaikan valid dan asli. Tidak expired atau kabur.

3. Pastikan Kemampuan Pembayaran

Bank DKI pasti akan mengecek apakah debitur mempunyai sumber penghasilan untuk membayar cicilan angsuran kredit. Dan apakah penghasilan tersebut memadai.

Debitur bisa menghitung sendiri menggunakan Simulasi Kredit soal kemampuan pembayaran, yaitu maksimum semua cicilan 30% dari penghasilan. Jika melebihi dari 30%, kemungkinan Bank akan bisa menolak pengajuan kredit.

4. Pastikan Kondisi dan Dokumen Jaminan

Banyak kredit yang membutuhkan jaminan di Bank DKI. Bank akan melakukan proses appraisal untuk mengecek dokumen dan menilai jaminan. 

5. Bisa Dihubungi Verifikasi Bank

Bank DKI akan melakukan sejumlah verifikasi. Pastikan bahwa no telepon bisa dihubungi saat bank melakukan pengecekan.

No telepon orang lain yang dicantumkan dalam pengajuan, juga sebaiknya dipastikan bahwa mereka bersedia untuk dihubungi.

Salah satu contoh adalah soal emergency contact (keluarga dekat tidak serumah). Pihak Bank akan menghubungi untuk memastikan pengajuan pinjaman.

6. Manfaatkan Apply Online

Saat ini, bank menawarkan pengajuan kredit secara online, baik melalui aplikasi atau situs resmi. Manfaatkan apply online karena menghemat waktu dan bisa dilakukan kapan saja.

Cari dan Bandingkan KTA Terbaik !

Cari dan Bandingkan KTA Terbaik !

Bagikan Melalui

Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu

Komentar (0 Komentar)

Tulis Komentar - Balasan untuk Tito Shadam

Email Anda tidak akan di publish

Batalkan Membalas

Captcha Wajib Diisi

Artikel Terkait