Daftar Isi
Meskipun menawarkan banyak kemudahan dan menjadi salah satu jenis dana tunai yang banyak diminati, tetapi pinjaman KTA punya banyak kelemahannya.
Berikut ini adalah unpopular opinion soal KTA.
Bunga KTA cukup besar. Bisa mencapai lebih dari 30% per tahun efektif.
Besarnya bunga KTA terkait pinjaman yang tanpa jaminan. Hal ini membuat pinjaman menjadi lebih berisiko buat bank sebagai pemberi pinjaman.
Berikut ini ilustrasinya:
Masa kredit KTA cukup pendek, misalnya untuk ukuran pembiayaan rumah, yaitu paling lama 5 tahun. Sedangkan, tingginya harga rumah membutuhkan masa kredit yang panjang agar cicilan menjadi lebih terjangkau.
Plafon pinjaman KTA cukup rendah, antara 20 juta sd 100 juta. Ini plafon yang rendah untuk ukuran pembiayaan rumah.
Harga rumah bisa mencapai ratusan juta saat ini, terutama di kota besar, yang kemungkinan tidak mencukupi dengan plafon KTA yang tersedia.
Di banyak bank saat ini, pengajuan KTA mensyaratkan bahwa penggajian harus melalui bank tersebut agar bisa mengajukan KTA. Hal ini dikenal sebagai akun payroll.
Sesuai ketentuan dalam POJK, KTA masuk dalam laporan BI Checking SLIK OJK. Jadi, pihak lain bisa melihat kondisi kredit di KTA dari laporan ini.
KTA tidak jarang membebankan banyak biaya - biaya tersembunyi, seperti biaya potongan dimuka, biaya pelunasan dipercepat, yang menyebabkan total biaya kredit sebenarnya lebih tinggi dari yang diiklankan oleh penyedia layanan pinjaman.
Contohnya, biaya admin KTA adalah 1% sampai 4,5% dari jumlah pinjaman atau minimal Rp150.000 (dilihat mana yang lebih besar).
KTA menerapkan denda yang harus dibayar peminjam saat melunasi kredit lebih cepat dari skedul, yaitu 8% dari sisa pinjaman ditambah dengan bunga berjalan.
Daftar Isi
Komentar (0 Komentar)