Silakan masukkan kata kunci pada kolom pencarian

Daftar Isi

    Tidak ada Daftar Isi

Kamus Candlestick Reversal Teknikal Analis

Pola Candlestick Reversal adalah jenis pola dalam teknikal analisis yang penting kita pelajari agar bisa mendulang untung dalam trading.

Dalam dunia trading, harga tidak selalu bergerak mengarah ke arah yang sama. Suatu saat, harga dapat mengalami pembalikan arah atau yang biasa disebut reversal.

Meskipun tidak ada metode pasti dalam menentukan titik reversal, terdapat strategi yang dapat meningkatkan kemungkinan Anda untuk menghasilkan keuntungan.

Apa itu Reversal dalam Trading

Reversal mengacu pada titik balik suatu tren dari bullish ke bearish atau sebaliknya dari bearish ke bullish, yang berlaku dalam analisa trading.

Ada beberapa cara untuk menentukan reversal. Salah satu cara termudahnya adalah dengan mengidentifikasi pola reversal.

Penyebab Terjadinya Pola Reversal

Reversal biasanya terjadi pada level resistance dan support. Dalam tren bullish, harga cenderung naik menuju resistance. Jika tekanan beli tidak cukup kuat untuk menembus resistance, terjadilah bearish reversal yang merupakan perubahan tren dari bullish ke bearish.

Dalam tren bearish, harga cenderung turun menuju support. Jika tekanan jual sudah mereda, kemungkinan harga akan memantul di support dan terjadilah bullish reversal, yaitu perubahan tren dari bearish ke bullish.

Anda juga dapat mengidentifikasi reversal menggunakan indikator oscillator, seperti Relative Strength Index (RSI). RSI menunjukkan kemungkinan bearish reversal (overbought) dan bullish reversal (oversold). Selain itu, reversal juga dapat ditemukan berdasarkan pola candlestick.

Apa itu Pola Candlestick Reversal

Pola candlestick reversal adalah pola yang terdiri dari satu atau beberapa candlestick. Pola tersebut menandakan akan terjadi pembalikan arah tren harga berdasarkan pengamatan masa lalu.

Pola yang terdiri dari satu candlestick cenderung memiliki akurasi yang lebih rendah. Namun, jika pola tersebut dikombinasikan dengan indikator, maka akurasinya dapat ditingkatkan.

Trader profesional biasanya menggunakan pola candlestick reversal untuk memperkirakan pergerakan harga selanjutnya. Dengan memahami pola tersebut, Anda dapat membuat keputusan trading lebih baik dan mengurangi risiko kerugian.

Jenis-Jenis Pola Candlestick Reversal

Doji

Doji adalah jenis candlestick dengan ciri harga pembukaan (open) dan harga penutupan (close) yang hampir sama. Hal ini membuat candlestick Doji hanya terlihat sebagai shadow saja tanpa body.

Terdiri dari dua jenis, yaitu Doji bullish dan Doji bearish. Doji bullish memiliki shadow atas lebih pendek dari shadow bawah, sementara Doji bearish memiliki shadow atas lebih panjang dari shadow bawah.

Hammer

Hammer adalah candlestick yang memiliki bentuk seperti palu. Candlestick ini memiliki satu shadow panjang atau dua shadow, dengan satu shadow yang sangat pendek dan satunya panjang.

Selain itu, body Hammer relatif tipis. Hammer terdiri dari dua jenis, yaitu Hammer dengan shadow bawah panjang dan Inverted Hammer dengan shadow atas panjang.

Engulfing

Pola Engulfing terdiri dari dua candlestick berbeda warna. Candlestick pertama memiliki body hampir penuh, diikuti oleh candlestick kedua yang juga memiliki body hampir penuh dan menutupi candlestick pertama.

Dalam Engulfing, terdapat dua jenis yakni bullish Engulfing dan bearish Engulfing. Bullish Engulfing diawali dengan bearish candlestick, sedangkan bearish Engulfing diawali dengan bullish candlestick.

Harami

Harami adalah pola candlestick yang terdiri dari dua candlestick dengan warna berbeda dan memiliki body hampir penuh. Pola ini memiliki kebalikan dengan pola Engulfing, yaitu candlestick pertama menutupi candlestick kedua.

Terdapat dua jenis pola Harami, yaitu bullish Harami dan bearish Harami. Bullish Harami dimulai dengan candlestick bearish, sedangkan bearish Harami dimulai dengan candlestick bullish.

Morning Star

Morning Star adalah pola bullish reversal yang terdiri dari tiga candlestick beruntun. Candlestick pertama adalah bearish candlestick dengan body tebal dan panjang.

Candlestick kedua adalah bearish candlestick dengan ukuran body lebih kecil dari candlestick pertama dan biasanya memiliki bayangan yang panjang. Sedangkan, candle ketiga merupakan bullish candlestick dengan body tebal atau lebih panjang dibandingkan candle kedua.

Sementara itu, Evening Star adalah kebalikan dari Morning Star. Pola ini juga terdiri dari tiga candlestick beruntun, di mana dua candlestick pertama adalah bullish candlestick dan termasuk pola bearish reversal.

Pola Candlestick Bullish Reversal

Hammer

Hammer

Hammer adalah pola bullish reversal yang muncul di akhir tren bearish.

Namun, tidak semua Hammer mengindikasikan akan terjadi reversal. Oleh karena itu, pastikan Hammer terjadi setelah tren bearish.

Doji Bullish

Doji Bullish

Doji Bullish adalah pola trading bullish reversal yang tidak selalu muncul setelah tren bearish.

Namun, jika muncul setelah fase bearish yang cukup lama, hal ini menjadi pertanda bullish reversal akan terjadi.

Agar bisa lebih memastikan bahwa tren mengalami reversal, sebaiknya menunggu konfirmasi dari dua hingga tiga candlestick berikutnya.

Bullish Engulfing

Bullish Engulfing

Bullish Engulfing adalah pola trading yang terdiri dari dua candlestick. Candlestick kedua menunjukkan superioritas atas candlestick pertama.

Hal ini mengindikasikan pembeli telah mengambil alih kontrol atas pasar. Pola ini dapat menjadi sinyal bullish reversal, terutama jika terjadi setelah fase bearish yang panjang.

Bullish Harami

Bullish Harami

Bullish Harami adalah pembentukan bullish candlestick kedua menandakan bahwa buyer telah mengambil alih.

Namun, pola ini masih lebih lemah dibandingkan bullish Engulfing.

Munculnya pola bullish candlestick kedua setelah fase bearish kemungkinan besar akan terjadi reversal. Hal ini menandakan bahwa harga cenderung bergerak naik dalam waktu dekat.

Morning Star

Morning Star

Morning Star adalah pola bullish yang menunjukkan tekanan jual semakin berkurang pada candlestick kedua dibandingkan dengan candlestick pertama. Kemudian, candlestick ketiga menunjukkan bahwa penjual sudah memberikan kendali pasar ke pembeli. Hal ini biasanya diikuti dengan perubahan tren menjadi tren bullish.

Pola Candlestick Bearish Reversal

Inverted Hammer

Inverted Hammer

Inverted Hammer adalah pola trading bearish reversal dimana shadow atas yang panjang dapat menunjukkan tekanan jual kuat. Namun, jika harga berhasil menembus level resistensi, maka tren bullish kemungkinan akan terjadi.

Reversal tren bearish mungkin terjadi ketika shadow atas yang panjang muncul pada level resistance. Namun, jika harga berhasil menembus level tersebut, maka kemungkinan tren bullish akan terjadi.

Doji Bearish

Doji Bearish

Doji Bearish adalah pola bullish reversal, yang tidak selalu muncul setelah tren bullish. Namun, jika Doji Bearish muncul setelah fase bullish yang lama, maka hal ini dapat menjadi pertanda terjadinya bearish reversal.

Agar dapat memastikan tren mengalami reversal, Anda butuh konfirmasi dengan menunggu dua hingga tiga candlestick berikutnya.

Bearish Engulfing

Bearish Engulfing

Candlestick bearish Engulfing adalah pola bullish reversal yang terdiri dari dua candlestick, yang kedua menunjukkan dominasi atas yang pertama, menandakan penjual mengambil alih kontrol pasar.

Pola ini dapat mengindikasikan bearish reversal, terutama setelah fase bullish yang lama.

Bearish Harami

Bearish Harami

Bearish Harami adalah pembentukan bearish candlestick pada candle kedua, yang menandakan bahwa seller telah mengambil alih.

Namun, pola ini masih lebih lemah dibandingkan bearish Engulfing.

Munculnya pola bearish candlestick kedua setelah fase bullish kemungkinan besar akan terjadi reversal. Hal ini menandakan bahwa harga cenderung bergerak turun dalam waktu dekat.

Evening Star

Evening Star

Evening Star adalah pola trading yang menunjukkan permintaan buy semakin berkurang pada candlestick kedua dibandingkan dengan candlestick pertama. Kemudian, candlestick ketiga menunjukkan bahwa penjual sudah memberikan kendali pasar ke pembeli. Hal ini biasanya diikuti dengan perubahan tren menjadi tren bullish.

Pada candlestick kedua, tekanan beli semakin berkurang dibandingkan candlestick pertama. Setelah itu, candlestick ketiga menunjukkan bahwa pembeli sudah menyerah kepada penjual, sehingga akan cenderung diikuti oleh perubahan tren menjadi bearish.

Kesimpulan

Pola candlestick reversal tergolong gampang untuk digunakan, Anda hanya perlu mengidentifikasi dan entry sesuai dengan sinyal reversal yang terjadi.

Tetapi, mengandalkan pola candlestick saja akan menjadi sinyal lemah. Anda perlu mengkombinasikannya dengan indikator trading lain untuk hasil yang lebih optimal.

  1. Apa itu Pola Candlestick Reversal

    Pola candlestick reversal adalah pola yang terdiri dari satu atau beberapa candlestick. Pola tersebut menandakan akan terjadi pembalikan arah tren harga berdasarkan pengamatan masa lalu. Pola yang terdiri dari satu candlestick cenderung memiliki akurasi yang lebih rendah. Namun, jika pola tersebut dikombinasikan dengan indikator, maka akurasinya dapat ditingkatkan.

  2. Bearish Reversal itu Apa

    Bearish reversal adalah posisi di mana harga instrumen trading yang sebelumnya naik menjadi turun. Pola grafik dari jenis ini menunjukkan potensi penurunan harga instrumen trading. Pola bearish reversal adalah sinyal bahwa tren naik yang ada dalam instrumen trading telah berakhir. Hal ini juga dapat dijadikan kesempatan bagi trader untuk entry posisi Buy.

  3. Apa itu Bullish Reversal

    Bullish reversal adalah posisi di mana harga instrumen trading yang sebelumnya turun menjadi naik. Pola grafik dari jenis ini menunjukkan potensi kenaikan harga instrumen trading. Pola bullish reversal adalah sinyal bahwa tren turun yang ada dalam instrumen trading telah berakhir. Hal ini juga dapat dijadikan kesempatan bagi trader untuk entry posisi Sell.

Bagikan Melalui

Daftar Isi

    Tidak ada Daftar Isi

Berlangganan Duwitmu