Daftar Isi
Salah satu pengeluaran atau kebutuhan primer saat ini adalah paket data di ponsel. Hampir mustahil orang punya ponsel tidak punya data.
Masalahnya, paket data bukan pengeluaran yang murah buat sebagian besar orang. Paling tidak sebulan kita bisa habiskan 150 ribu atau 200 ribu atau bahkan lebih untuk beli paket ini.
Dalam kondisi ekonomi yang tidak mudah seperti sekarang, menghemat pengeluaran, salah satunya untuk paket data, menjadi satu solusi keuangan penting.
Banyak dari kita pasrah, bayar paket data sesuai dengan kebutuhan, meskipun mahal. Itu pernah kami alami.
Walaupun sebenarnya ada banyak cara untuk menghemat data. Kami akan berbagi apa trik yang bisa kita lakukan dan itu tidak sulit untuk berhemat dari pemakaian data di ponsel.
paling tidak dua kategori untuk hemat data, yaitu:
Kita akan menelusuri kedua cara diatas dan akan lihat mana yang paling mudah dan paling hemat.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu:
Tidak semua aplikasi di ponsel menggunakan jumlah data yang sama. Ada yang besar, ada yang kecil.
Cek dulu penggunaan data di aplikasi dengan melihat
Daftar aplikasi yang boros data adalah antara lain:
Masalahnya ini daftar aplikasi yang biasanya paling sering kita buka. Sekarang coba bisa lebih dihemat atau kalau pas sedang menggunakan diingat ingat borosnya data yang diambil oleh aplikasi ini.
Tanpa kita tahu sejumlah aplikasi menggunakan data meskipun tidak dipakai. Ini namanya background data.
Beberapa contohnya adalah: Facebook: refresh feed; Instagram: preload Stories & Reels; WhatsApp: auto-download media; Google Photos: backup dan iCloud: sync terus-terusan.
Untuk mengurangi penggunaan data di background, kita bisa melakukan hal - hal sebagai berikut:
Salah satu yang kami temukan dan sudah gunakan adalah beli paket secara tahunan.
Bukannya bayarnya lebih mahal kalau tahunan.
Ya kita memang harus bayar dimuka untuk paket, misalnya 1 tahun, tapi pengeluaran yang bisa dihemat dari pembelian bulanan yang lebih mahal dari pembelian tahunan cukup signifikan, sehingga cara ini worthed untuk dicoba.
Kita bisa lihat dari dua paket tahunan yang ditawarkan oleh dua provider terbesar di Indonesia, Indosat dan Telkomsel.
Kami baru saja beli paket data Indosat sebesar 1 Tera dengan biaya Rp 1 juta setahun.
Karena 1 tera itu artinya 1000 GB setahun maka sebulan kita dapat bagi rata 83 GB dengan biaya tidak sampai Rp 100 ribu sebulan.
Buat perbandingan pemakaian kami selama ini adalah beli paket bulanan 40 GB sd 50 GB, dengan biaya Rp 150 ribu sebulan yang kami biasa beli bulanan.
Paket data 1 Tera ini diberikan oleh Indosat langsung di muka. Jadi tidak dijatah per bulan.
Ini membuat pemakaian kita bisa lebih fleksibel karena tidak semua harus habis di bulan terkait. Sisa data masih bisa dibawa ke bulan berikutnya.
Jadi, dengan paket tahunan kita bisa lihat harga jelas lebih murah dengan Rp 83 ribu dapat paket data lebih besar 83 GB.
Cek di gerai Telkomsel menyediakan paket Halo+ dengan biaya Rp 1,010,000 setahun maka mendapatkan kuota 50 GB per bulan selama 12 bulan.
Paket tahunan ini jelas lebih murah dibandingkan beli paket bulanan dengan harga per bulan lebih mahal di atas 100 ribu per bulan untuk kuota 50 GB.
Memang dibandingkan paket Indosat yang lebih besar kuotanya dan kuota diberikan secara langsung di muka untuk 1 tahun, paket Telkomsel ini terlihat lebih mahal.
Hitungan kami penggunaan paket data bisa cukup besar untuk satu keluarga di rumah karena semua orang dewasa sampai anak - anak pasti konsumsi paket data.
Karena dibayar bulanan, biasanya pengeluaran paket data seperti tidak terasa menggerus keuangan. Padahal, dijumlahkan dalam setahun, jumlahnya pasti diatas 1 juta per orang.
Penting kita memantau penggunaan paket data sebulan dan kemudian mengektrapolasi untuk 1 tahun. Dari situ akan terlihat boros tidaknya pembelian paket data.
Setelah tahu besarnya penggunaan untuk 1 tahun, kita bisa mulai menerapkan sejumlah langkah untuk menghemat pemakaiannya.
Daftar Isi
Komentar (0 Komentar)